Kisah ini Sequel dari "Meminjam Rahim Adikku"
Mayra Adelia seorang istri yang tidak pernah bisa memberikan keturunan untuk suaminya harus menerima kenyataan pahit saat rumah tangganya kedatangan seorang wanita yang mengaku hamil oleh suaminya.
Sementara Ilyas Abdulrahman seorang CEO perusahaan besar dan calon pemilik pondok ternama,menolak untuk mengakui jika anak yang dikandung oleh seorang gadis yang bernama Manda adalah anaknya karena merasa dijebak oleh sekertarisnya itu.
Hingga Manda pun akhirnya mendatangi istri dari bosnya itu dan memberitahu sang istri bahwa dirinya tengah hamil anak dari Ilyas.
Bagaimanakah Mayra menghadapi polemik yang terjadi didalam rumah tangganya itu??akan kah Mayra ikhlas berbagi suami dengan wanita lain ataukah melepaskan Ilyas yang begitu dicintainya untuk bersama wanita lain??
Yukkk simak ketabahan dan ke ikhlasan hati seorang Mayra Adelia dalam menghadapi ujian dalam rumah tangga nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejadian Tak Terduga
"Kapan Yumna bisa dibawa pulang Mas?ini sudah satu bulan pasca Manda meninggal,tapi kenapa Yumna masih belum bisa dibawa pulang juga,"tanya Mayra saat ini tengah menemani putri kecil yang sudah satu bulan ini ditinggal pergi oleh ibu kandung nya.
Dan kini dirawat oleh Mayra,sudah dua minggu Mayra menggantikan orang yang berjaga dirumah sakit demi menunggui bayi kecil itu.
Saat Mayra masih dalam masa pemulihan,bayi yang diberi nama Adiba Yumna itu akan bergantian dijaga oleh orang orang kepercayaan yang dipilih langsung Abah Yusril sendiri untuk membantu menjaga cucunya dirumah sakit kerena memang belum bisa dibawa pulang.
"Sabar saja,dokter bilang jika minggu depan kalau kondisi nya sudah stabil,kita bisa membawa Yumna pulang,"jawab ILyas sambil merangkul bahu istrinya yang sudah tidak sabar ingin membawa bayi mungil itu pulang kerumah.
Rasanya kasihan sekali melihat tubuh mungil itu terus menerus berada dirumah sakit.Namun apalah daya saat kondisi tubuh bayi mungil itu masih belum memungkinkan untuk dibawa pulang.
"Oh iya,bagaimana dengan kepulangan ILham Mas?apa jadi ILham pulang sekarang?'tanya Mayra pada ILyas.
"Insya Allah jadi,tadi dia sudah mengabarkan akan mengambil penerbangan hari ini.Dan mungkin besok dia baru tiba disini,"jawab ILyas.
Setelah kejadian dimana dirinya terlibat skandal bersama dengan Manda,ILyas pun memutuskan untuk mundur dari dunia bisnis dan memilih Ilham untuk menggantikan posisinya.
Meski iLham belum genap 18 tahun namun pemuda itu sudah memiliki potensi yang bagus untuk menjalankan bisnis sang ayah.
Maka dari itu ILyas pun tidak ragu untuk menunjuk sang putra untuk menggantikan nya sembari ILham melanjutkan kuliah nya disini saja.
Ilyas sendiri memilih untuk menggantikan Abah Yusril dan berfokus dengan pondok nya saja.Rasanya ILyas masih cukup trauma dengan aksi nekad gadis yang sudah memberikan anak perempuan itu padanya dulu.
Dan tidak menutup kemungkinan jika kejadian yang serupa mungkin saja bisa terulang,mengingat dunia bisnis itu juga banyak digeluti oleh para kaum hawa.
Dan tidak sedikit dari mereka yang memiliki sifat ambisius seperti Manda dulu.Yang rela melakukan apa saja demi ambisi nya mendapatkan Ilyas.
...*****...
Sementara dibelahan dunia lain nya.Disebuah bandara internasional,tampak seorang pemuda tengah berjalan menuju kegerbang keberangkatan tanpa sengaja tubuhnya tertubruk oleh tubuh seorang gadis belia yang tengah kerepotan membawa barang miliknya.
Bruuggghhh
"Aduh,,,"seru Ilham saat tubuhnya bertabrakan dengan seorang gadis.
"Maaf,saya tidak sengaja,"ucap gadis itu sembari membenahi barang barang miliknya.
"Tidak apa apa,"jawab Ilham yang hanya menatap sekilas lalu memalingkan wakahnya ke arah lain dan itu membuat si gadis tersinggung dan menatap penuh tanya pada pemuda didepannya yang begitu menjaga pandangan nya.
"Baiklah jika begitu,saya dulu ya.Lain kali hati hati ya,"lanjut Ilham tanpa melihat ke arah gadis itu.
Ilham yang tidak nyaman berhadapan dengan gadis yang mengenakan pakaian cukup terbuka itu pun bergegas pergi.
Gadis itu menatap tubuhnya sendiri,tidak ada yang aneh.Saat ini dia tengah mengenakan hot pant dengan dipadu padankan dengan atasan kaos over size sangat wajar bagi para kaum muda mudi pada jaman sekarang.
Namun entah apa yang membuat pemuda tadi seperti enggan melihatnya?"Ck,aneh,"gumam gadis itu sembari melanjutkan langkah kakinya menuju gerbang keberangkatan.
Ilham dibuat kaget saat seseorang datang lalu menempati kursi tepat disebelahnya.Setelah menyimpat batang nya di kabin pesawat gadis itu tampak duduk santai di kursi tepat disamping Ilham.
Ilham kembali memalingkan wajahnya ke arah jendela pesawat saar gadis itu duduk dan memperlihatkan paha mulusnya.
Karena gadis itu menggunakan hot pant maka sudah jelas dia akan memperlihatkan paha mulusnya yang membuat Ilham tidak nyaman.
"Eh,kamu yang tadi kan?maaf ya tadi aku beneran nggak sengaja,"ucap gadis itu mencoba mengajak pria aneh itu berbicara kembali.
"Iya tidak apa apa,tidak ada yang luka juga."jawab Ilham tanpa menoleh sedikit pun dan masih anteng manatap keluar jendela.
"kamu mau pulang atau liburan?"tanya gadis itu mencoba berakrab ria.
"Pulang,"jawabnya singkat.
"Oh,sama dong.Ngomong ngomong,nggak sopan loh bicara tanpa natap lawan bicaranya,"seru gadis itu semakin membuat Ilham tidak nyaman.
Tanpa kata,Ilham langsung meraih selimut yang memang disediakan disetiap kursi penumpang untuk mereka gunakan saat tidur nanti.
Ilham membuka selimut itu lalu menyampirkan nya pada tubuh bagian bawah gadis itu untuk menutupi paha mulusnya yang terekspos begitu saja.
Si gadis terkesiap saat Ilham menutup tubuh bagian paha nya yang terbuka dengan selimut.Lalu menatap penuh tanya pada pria yang duduk disamping nya.
"Maaf,bukan nya lancang.Tapi lebih baik ditutup begini,maka aku bisa bicara menghadap ke arah kamu,"jelas Ilham saat melihat tatapan penuh tanya dari gadis itu.
mengalir apik gampang di pahami,
ada typo2 itu siy biasalah bisa di maklumi,,
Semangat thor, terus & tetap berkarya..