NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Faradiba

Di Balik Cadar Faradiba

Status: tamat
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:432.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Wind Rahma

Menikah atas keinginan orang tua merupakan sesuatu yang tidak di inginkan oleh siapapun termasuk Taka Sanjaya. Terlebih ia tidak tahu seperti apa bentuk perempuan yang di jodohkan dengannya. Ia merasa seperti membeli kucing di dalam karung.

Namun, apa jadinya jika kucing tersebut merupakan kucing anggora? Bagaimanakah kisah di antara keduanya?

Follow ig @wind.rahma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta Pulang

Sejak makan malam di mulai, mama Hartati merasa memang ada yang berubah dari anak dan menantunya. Mungkin beliau memang perlu bicara dengan menantunya.

Namun, begitu Diba selesai makan, sebelumnya dia akan ikut membereskan bekas makan dan mencuci piring bersama asisten rumah tangga, tapi sekarang dia pamit lebih dulu untuk kembali ke kamar.

Taka hendak mencegah Diba, akan tetapi ia yang di cegah oleh mamanya.

"Biarkan saja dulu, nanti mama akan bicara sama Diba." Mama Hartati menahan putranya yang hendak beranjak menyusul Diba.

"Tapi, ma-"

"Percaya saja sama mama!"

Taka hanya bisa menghembuskan napas pasrah. Ia berharap jika semuanya segera membaik. Ia rindu Diba yang sedikit manja terhadap dirinya.

Setelah selesai makan, Taka segera naik ke lantai atas menuju kamarnya. Kebetulan adzan isya baru saja berkumandang. Lantas ia mengajak Diba untuk shalat isya berjamaah. Dia pun menurut.

Seperti tadi, usai shalat Diba langsung melipat mukena dan sejadah. Kemudian dia naik ke atas tempat tidur, membaringkan tubuhnya dan menarik selimut.

Taka menyusul dan duduk di tepi ranjang.

"Udah ngantuk, ya?" tanya Taka membuat kedua mata Diba yang semula sudah terpejam kini terbuka kembali.

"Iya," jawab Diba singkat.

"Cadar nya gak di lepas?"

"Biarin aja, aku dingin."

Taka hanya bisa menghembuskan napas kecil. Suhu dingin ruangan ini kalah dinginnya dengan sikap Diba. Taka mengambil selimut dan ia gunakan untuk menyelimuti tubuh istrinya.

"Biar hangat, sama sikapnya juga," ujarnya membuat Diba sedikit tersindir, sadar jika sikapnya pada sang suami dingin.

Taka bangkit berdiri dan beranjak dari sana. Melipat sejadah yang belum sempat ia lipat, meletakkan kopiah di dekat sejadah, serta melipat sarung yang ia pakai shalat.

Taka menoleh ke belakang, memastikan jika Diba sudah tidur atau belum. Ia kira Diba akan tidur, namun perempuan itu justru malah memperhatikan dirinya.

"Kenapa?" tanya Taka kemudian.

Diba hanya diam. Lalu Taka kembali ke tempat tidur, duduk menyandar di sisi kosong sebelah Diba. Diba mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang.

"Aku rindu sama ayah dan ibu, mas," ucap Diba tiba-tiba. "Besok aku mau pulang aja ke rumah ayah ibu," lanjutnya.

Taka menatap wajah Diba yang tertutup cadar lumayan lama.

"Iya, besok kita pulang ke sana. Nanti mas bilang dulu ke mama kalau kita gak bisa nginap di sini sampai papa pulang."

"Gak perlu, mas. Kamu tetap di sini aja, aku pulang sendiri aja. Gak apa-apa."

Kening Taka seketika berkerut dalam. Mana mungkin ia membiarkan Diba pulang sendiri dan tinggal di rumah orang tuanya, sementara dirinya pun tinggal di rumah orang tua sendiri dan secara terpisah.

"Gak bisa, Diba. Kalau Diba mau pulang ke rumah ayah ibu, mas juga ikit."

"Aku gak apa-apa, mas. Kasihan mama kalau sendiri di rumah. Setidaknya kamu temenin mama di sini. Khawatir terjadi sesuatu sama mama selama papa di luar kota."

"Mas gak bakal izinin. Dan Diba tahu kan kalau suami gak mengizinkan istrinya itu dosa?"

Diba terdiam. Seketika Taka merasa sedikit bersalah lantaran sudah mengatakan hal demikian seolah-olah ia seorang suami yang pintar agama. Namun memang kebenarannya seperti itu.

"Maaf jika mas melampaui Diba. Mas memang suami Diba, tapi mas gak sepintar Diba dalam ilmu beragama," ucap Taka kemudian.

"Mas benar, Diba akan dosa kalau membantah seorang suami. Maaf, Diba yang salah di sini."

Mendengar itu, Taka justru merasa semakin bersalah. Apakah Diba tersinggung oleh ucapannya?

_Bersambung_

1
Boby
kesannya Diba murah banget
Tri Novita Kusumawati
cerita mu agak aneh ini thor dari awal jugak, meskipun bercadar klo mau nikah calon suami di izinkan melihat wajah calon istri Lo bukan seperti ini.. yaa meskipun cerita fiktif yaa tapi paling gak masih masuk di logika gitu
Mamah F4
kok kesannya jadi s Diba yg agresip ya..
Mamah F4
kok gak ada malu2nya ya.ku aja yg gak islami banget malulah ma suami d malam pertama.
Defi
Ma keren, pokoknya hajar aja Vina sampai gak berani mengganggu Diba dan Taka lagi
Defi
pokoknya usaha dulu ya Ma 😂
Defi
mau sampai kapan Taka, belajarlah mencintai Diba..
Defi
setuju Ma, karena Taka lemah dengan Vina jadi Mama harus gerak cepat biar Vina gak semena-mena
Defi
Tahan Taka apalagi gengsimu begitu besar 😄
Defi
udah mulai masuk konflik inih, tapi gak apa-apa mungkin dengan adanya konflik ini Taka dan Diba bisa memperbaiki dirinya
Defi
sudah saatnya kamu terbuka Taka bukan hanya komunikasi tapi juga hatimu.. akan lebih indah bila kamu mencintai wanita halalmu
Defi
Setuju dengan Mama Hartati, tapi memang lebih bagus Taka sendiri yang berjuang untuk mendapatkan kepercayaan Diba karena jika diam-diam seperti itu bisa timbul asumsi lain dari diri Diba terhadap Taka suaminya
Defi
Jujur aja Taka sama Diba biar tidak ada salah paham
Defi
Vina ini udah salah masi juga gak sadar diri 😵‍💫, belum lagi Taka yang lambat lihat cadar istrinya ditarik diam saja
Emma W
Luar biasa
Suhaimi Haimi
Buruk
Vitha Vivi
Luar biasa
Efvi Ulyaniek
sesama cewek kan gpp harusnya dibuka cadarnya..apa LG sama mama mertua...iya ga sih...
Efvi Ulyaniek
ya jelas datang lg lah kan belum putus gimana sih ni laki
Efvi Ulyaniek
ini aneh bgt sih sama suaminya didlm kamar jg msh pake cadar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!