KASIH MUTIARA, WANITA YANG BIASA-BIASA SAJA. YANG RELA MENUKAR MASA REMAJANYA DENGAN MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA. DI JAUHI OLEH BANYAK SISWA KARENA DI ANGGAP TIDAK SELEVEL. NAMUN SEKETIKA KEHIDUPAN KASIH BERUBAH, SAAT TANPA SENGAJA DIRINYA TERLIBAT DENGAN ANAK SANG PEMILIK SEKOLAH YANG BERNAMA PUTRA WIJAYA. HARI-HARI, KASIH LEWATI BAK SEPERTI ROLLER COASTER.
INGIN TAHU KISAH KASIH? AYO BURUAN DI BACA....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Kas." Panggil Dito, namun Kasih tidak menjawab, Kasih justru menyeberang jalan dan mendekat ke arah motor besar yang terparkir di seberang jalan.
Kasih menatap sekeliling, mencari keberadaan sang pemilik motor. Namun sejauh mata Kasih melihat, tak ada satupun tanda pemilik motor tersebut.
"Apa jangan-jangan cuman mirip doang." Batin Kasih, lalu Kasih melihat plat motor tersebut. Kasih yakin seribu persen jika motor tersebut milik pria yang sangat menyebalkan namun mampu membuat jantung Kasih berdebar.
"Kas, lu ngapain sih?" Tanya Dito yang menghampiri Kasih.
"Ngak, ngak papa." Jawab Kasih lalu kembali menyeberang jalan menuju warungnya.
Dito tahu betul apa yang di cari oleh Kasih. Yah, sang pemilik motor, yang entah kemana meninggalkan motornya yang terparkir dengan sangat rapi. Lalu Dito kembali mengikuti Kasih.
Selepas Kasih dan Dito pergi, Putra langsung muncul dari balik pohon yang berada tidak jauh dari motornya. Putra yang tadi sempat melihat Kasih saat hendak menyeberang jalan, langsung pergi dan bersembunyi di balik pohon. Dan Putra bersyukur karena Kasih tidak melihat dirinya.
Saat Kasih sudah masuk ke dalam warungnya, Putra langsung menarik gas motor besarnya. Dan berlalu dari sana sebelum Kasih melihat dirinya. Namun, tanpa Putra ketahui, ternyata Kasih melihat Putra dari balik jendela kaca.
••••
Tiga gadis yang terkenal karena centilnya di sekolah, kini sedang bergosip, dengan mata yang sering terputar dan kadang menatap sinis pada orang yang melewati diri mereka. Yah, siapa lagi jika bukan tiga sekawan yang terdiri dari Sisil, Mia dan juga Ayu,. Gadis yang begitu sangat tidak menunjukkan sopan dan santun di sekolah, yang hanya ingin menunjukkan kecantikannya saja, dan memamerkan kekayaan agar bisa di lirik dari Putra, sang pewaris sekolah. Penampilan rok yang di atas lutut, dan juga baju yang ketat mengikuti bentuk lekukan tubuh, membuat mereka semakin percaya diri dengan tampilannya. Belum lagi, rambut Sisil yang lurus yang sering di gerai, menambah pesona bagi siswa yang menatap, tapi tidak bagi Putra. Dan penampilan Ayu, yang kini juga di buat dengan tampilan yang sedemikian bagusnya agar bisa mendapatkan perhatian dari Dito.
"Lu tahu kan, kalau Kasih udah balik sekolah lagi." Kata Mia
"Gue juga heran, kirain anak itu udah ngak mau sekolah, eeh tau-taunya dia nongol lagi." Timpal Ayu, dengan wajah sinisnya.
Lalu Sisil tersenyum devil, karena di otaknya kini terdapat ide yang melintas.
"Ikut gue." Kata Sisil sambil berjalan, dan di susul oleh dua dayangnya yaitu Mia dan Ayu..
•••
Di dalam kelas, Citra begitu heboh saat Kasih menceritakan tentang Dito yang menyatakan cintanya kemarin dan tetang Dito yang semalam datang ke warung membantu dirinya dan juga ibunya. Ada sedikit rasa penyesalan bercerita pada Citra, karena semua mata siswa langsung memandang mereka berdua kala Citra teriak histeris. Tapi, Kasih juga merasa bersalah pada Citra jika tidak bercerita, karena Citra adalah sahabat yang begitu baik, sangat baik padanya.
"Hussstttt, santai aja Cit ngak usah heboh kaya gitu juga kali." Ucap Kasih dengan pelan sambil menarik lengan Citra agar duduk kembali. "Lu ngak lihat apa, semua mata nengok ke arah kita." Kata Kasih. Citra malah tersenyum kaku, melihat teman-teman kelas yang melihat ke arahnya.
"Jadi lu terima Dito. Cie jadi kalian resmi pacaran gitu?" Ucap Citra.
"Ngak, gue ngak pacaran, gue belum jawa......" Ucapan Kasih terpotong kala Citra langsung berdiri dan menggebrak meja. 'Braangggkkkk'
"Apa? Jadi lu nolak pria ganteng itu? Kasih....."
Lagi dan lagi, semua mata tertuju padanya. Kasih sampai malu, dan berlari keluar dari dalam kelas. Untung saja saat ini mereka belum belajar, jadi belum ada guru yang melihat tingkah mereka. Kasih benar-benar di buat malu dengan tingkah spontan dari sahabatnya itu.
"Kasih.. Kas, lu mau kemana?" Teriak Citra memanggil namun Kasih tidak menoleh sama sekali.
Kasih masuk ke dalam kamar mandi, membasuh wajahnya. Dan saat Kasih bercermin Kasih kaget, saat melihat Sisil dan geng nya sudah berada di belakangnya. Sontak Kasih membalikkan tubuhnya menghadapn pada Sisil.
"A-ada apa?" Tanya Kasih dengan gugup.
Sisil tidak menjawab, dia hanya tersenyum devil menatap Kasih, dengan alis kanan yang naik. Ayu maju melangkah mendekati Kasih, lalu memutari tubuh Kasih.
"Apa benar lu pacaran sama Dito?" Tanya Ayu, sambil memelintir lengan Kasih.
"Ngak Yu, ngak!" Jawab Kasih sambil menahan sakit, di lengannya. "Sakit Yu, lepasin tangan gue" lanjut Kasih, namun bukannya melepas, Ayu justru semakin memutar hingga Kasih teriak kesakitan. Sisil dan juga Mia tertawa karena senang melihat Kasih yang menderita di hadapannya.
"Jangan harap hari ini lu bisa lolos." Ucap Sisil dengan nada mengintimidasi. Lalu Sisil maju dan mengambil gayung di kamar mandi, dan mengguyur tubuh Kasih, begitu pun juga dengan Mia, ia juga terus mengguyur Kasih dengan air hingga seleruh tubuh Kasih telah basah.
"Hahahahhahaha." Mereka semua serentak tertawa, dan Ayu membuka pintu dan seperti memberikan kode.
Dan benar saja, saat Mia, Sisil dan juga Ayu keluar dari kamae mandi, tiba-tiba saja datang dua orang siswa masuk dan berjalan mendekati Kasih.
"Si-siapa kalian?" Tanya Kasih sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Karena kini seluruh tubuhnya telah basah, dan bentuk lekuk tubunya terlihat dengan jelas.
Kedua pria yang masuk ke dalam kamar mandi, menatap Kasih seperti seekor singa yang siap menerkam.
"Hahahahahha." Sisil dan geng terus tertawa di sepanjang jalan menuju kelas mereka. Hingga tanpa sengaja Citra berpapasan dengan Sisil,
"Lu kaya orang gila aja Sil." Kata Citra, tapi Sisil tidak menjawab, ia dan gengnya terus saja tertawa, sehingga membuat Citra bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi dengan Sisil dan gengnya kenapa sampai tertawa sangat bahagia. Namun pertanyaan itu Citra kesampingkan karena penasaran di mana Kasih berada, hingga Citra bertanya kepada salah seorang siswa.
"Lu lihat Kasih?"
"Ngak!" Jawab siswa tersebut, namun siswi yang berada di samping siswa itu, langsung berkata.
"Tadi gue lihat Kasih jalan ke arah tolilet."
"Oke thanks yah." Citra langsung bergegas menuju toilet.
jadi jahat demi perhatian putri
kpn nih up nya.....
Sudahlah Kasih..
Jgn byk fikiran dulu..
Selain belajar fokuslah dulu dgn kesehatanmu....
☺️👍💪