Mohon dukungannya🙏
Klarybel terlahir dari keluarga yang terpandang. Apa pun yang dia inginkan pasti akan di kabulkan oleh kedua orang tuanya. Hidup Klarybel sudah terbilang sempurna. Dari paras yang cantik, Dan juga semua serba bisa.
Namun satu hal, yang tak dapat di kabulkan oleh orang tuanya. Yaitu Cinta, mommy dan daddy Klarybel, tak merestui hubungannya dengan pria yang dia cintai. Karena pria itu adalah uncle Klarybel.
Hingga suatu hari, Klarybel harus berpisah dengan orang yang di cintainya. Klarybel pergi jauh hanya untuk menempuh pendidikan, dan masih tetap mencintai orang yang sama. Yaitu uncle-nya.
Sedangkan mommy Klarybel tak merestui hubungan mereka karena mempunyai alasan tersendiri. Yang di sembunyikan dari Lerry.
Apakah setelah mendapat restu mereka akan kembali berpisah jika mengetahui yang sebenarnya?
Ayo simak ceritanya!
Dukung author ya🤗 dengan vote sebayak banyaknya, like dan juga komen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 26 (Revisi)
Pagi hari, Lerry terlebih dulu bangun. Dia membersihkan tubuhnya sebelum ke luar kamar, rasanya dia sangat lapar dan juga sedikit lelah. Karena aktivitas semalam sangat menguras tenaga, walau dia belum puas. Tetap saja dia lelah.
"Hufff, lapar." Ucap Lerry seraya mendudukan tubuhnya di kursi.
"Semalam kamu bermain kasar ya Ley? Itu pengalaman pertama Ybel, kenapa kamu samain sama kamu?" tanya Ella sinis.
Lerry memutar bola matanya malas, dia tak menghiraukan ocehan sang kakak. Dan terus memakan sarapannya.
"Kakak bertanya padamu, Ley." Ella menepuk pundak Lerry.
"Kak, aku lapar aku mau makan." Lerry menepis tangan sang kakak.
"Dasar, kamu tuh udah kakak turutin maunya. Giliran udah sah begini perilaku kamu?"
Lerry menghembuskan napas kasar, lalu dia menaruh sendok yang ada di tangannya. Dan menatap Ella.
"Aku gak main kasar semalam, aku tau ini yang pertama bagi Ybel. Jadi aku bermain lembut, hanya saja Ybel menendang ku." tutur Lerry.
"Kamu pikir kakak tuli? Semalam kakak dengar teriakan Ybel. Karena pintu kamar kalian tidak terkunci, dan Ybel gak akan menendangmu kalau kamu bermain lembut."
Lerry melototkan matanya, dia baru ingat semalam mereka lupa mengunci pintu. Pantas saja kakaknya masih pagi sudah marah-marah, karena mendengar jeritan putri kesayangannya.
"Kenapa malah melotot? Baru sadar? Jangan biasakan hal seperti itu." Ketus Ella meninggalkan Lerry di meja makan.
Lerry kembali melanjutkan makannya. Setelah makan dia mengambil sarapan untuk Klarybel, lalu dia membawa napan yang berisi nasi goreng dan juga susu hangat ke kamar.
"Sayang," panggilnya seraya menaruh napan ke atas nakas.
"Mmm..." Klarybel membuka mata.
"Mandi dulu terus sarapan, mau aku bantuin?" tanya Lerry menghampiri Klarybel, yang hendak turun dari ranjang.
Klarybel menggeleng. "Aku bisa sendiri kok, kamu ganti seprei aja ya."
"Iya," Balas Lerry. Lalu dia mengganti seprei, dengan yang baru.
Tak beberapa lama kemudian, Klarybel keluar kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian santai. Lerry yang sudah selesai mengganti seprei, langsung menghampiri sang istri dengan membawa napan yang berisi sarapan.
"Kamu sarapan dulu, aku mau cuci sepreinya. Malu kalau para pelayan yang mencucinya."
"Iya, sana pergi aja!"
Lerry keluar kamar sambil membawa seprei di tangannya. Dia berjalan menuju tempat yang biasa di pakai para pelayan mencuci pakaian.
Tiba di tempat itu, dia melihat ada kakaknya yang sedang duduk di salah satu kursi sembari berbincang-bincang dengan seorang pelayan.
"Nanti saya saja yang mencucinya tuan." Tawar pelayan itu.
"Tidak perlu, aku saja yang mencucinya." Tolak Lerry dengan nada lembut.
"Tapi ini sudah tanggung jawab saya tuan."
"Biarin aja Nen, ada kotorannya juga. Jadi harus dia yang membersihkannya." Timpal Ella.
Pelayan itu mengangguk, lalu dia masuk ke dalam rumah.
"Kakak benar-benar kurang ajar, sudah membuatku malu di depan pelayan masih bersikap biasa aja." Umpet Lerry dalam hati.
Tiba-tiba Ella menepuk bahunya. "Kamu lagi umpetin kakak ya?"
Lerry menggeleng cepat. "Gak kok, orang aku lagi mikirin pekerjaan."
"Oh, main sampai berapa rode semalam? Ybel kuat kan? Dia selalu minum susu, pasti kuat!!" Seru Ella, sambil membanggakan putrinya.
"Boro-boro berapa ronde, baru sekali udah KO. Kuat dari mana coba? Aku aja masih pengen dia udah gak bertenaga." Balas Lerry lantang, tanpa rasa malu.
"Hahaha, sabar Ley. Dia masih pemula, ntar lama-lama dia bisa tahan sampai berjam-jam. Seperti kakak."
"Jadi kakak bisa sampai berjam-jam?" tanya Lerry heran.
"Becanda Ley, jangan di praktekin pada Ybel. Yang ada dia malah jatuh pingsan." Jawab Ella sambil tersenyum.
"Gak apa-apa sih kak, walau menangis dia juga menikmatinya." Tutur Lerry, yang di iringi tawa. Ella pun ikut tertawa.
Klarybel yang berdiri di belakang keduannya, menggerutu kesal. Dia berniat untuk membantu Lerry menjemur seprei itu. Tapi saat dia tiba di tempat, dia mendengar pembicaraan mommynya dan Lerry.
"Ehhm..." deheman Klarybel.
Lerry dan Ella menatap ke arah Klarybel.
"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Ella tersenyum kaku. Dia malu ketangkap basah bercerita vulga dengan Lerry.
"Mommy aku gak suka ya, mommy bercerita hal kegituan." Kesal Klarybel.
"Maaf sayang, sudah kakak pamit dulu." Ella melirik Lerry sejenak, lalu meninggalkan tempat itu.
"Nen, tolong kamu lanjutkan ya." Pinta Lerry.
"Iya, tuan." Balasnya.
Lerry menghampiri Klarybel dengan senyum lebar yang terukir di wajahnya. "Senyum dong!" pintanya sambil mengangkat dagu Klarybel.
"Aku lagi kesal, jangan buat tambah kesal." Klarybel menepis tangan Lerry.
Lerry tau, istrinya kesal karena mendengar pembicaraannya dengan Ella. Tanpa aba-aba Lerry menggendong tubuh Klarybel ke dalam rumah. Para pelayan menatap malu. Dan berkata, "maklumlah penganting baru!"
Lerry menurunkan Klarybel di samping Ella, dia pun ikut duduk di samping istrinya.
"Kamu gak usah kesal, emang betul kok. Mommy dengar teriakan kamu semalam," ujar Ella.
Klarybel melototkan matanya, wajahnya memerah menahan malu.
"Kak, jangan kegitu dong. Istri aku jadi malu kan," Lerry mengelus pipi Klarybel.
"Ehh, jangan bermesraan disini. Sana ke kamar!" Seru Ella.
"Masih pagi kak," sahut Lerry.
"Gak apa-apa, biar kakak cepat punya cucu." Balas Ella.
Deg.
Jantung Klarybel berdetak dengan sangat cepat. Dia menatap wajah Lerry lekat, bukan belum siap punya anak. Tapi dia tau bagaimana rasanya membuat, itu sangat menyakitkan. Sekaligus melelahkan.
☆☆☆
Malam hari, Lerry dan Klarybel duduk di atas ranjang. Klarybel menyandarkan kepalanya di dada Lerry. Dan tangannya melingkar di pinggang sang suami.
"Sayang apa masih sakit?" tanya Lerry sambil meraba dada Klarybel.
"Kamu ini apa-apaan sih, yang sakit itu di bawah. Kenapa malah meraba di dadaku?" Kesal Klarybel seraya menepis tangan Lerry.
"Jangan ngambek dong, kalau udah gak sakit kita bisa main lagi. Kak Ella kan pingin punya cucu, jadi kita harus rajin membuatnya."
"Gak, aku tuh menahan sakit semalam." Tolak Klarybel.
"Tapi lama-kelamaan kamu menikmatinya juga kan?" tangan Lerry kembali meraba dada Klarybel. Dan meremasnya perlahan.
"Ley, ahhh ..."
"Tuh kan, kamu juga ingin."
"Gak, aku mau tidur." Klarybel membelakangi Lerry dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Lerry hanya pasrah, dia turun dari ranjang menuju kamar mandi. Tadinya dia sudah mandi, tapi kali ini dia mandi dengan air dingin. Karena hasrat sudah memuncak, tapi dia tidak bisa memaksa sang istri untuk bercinta.
"Huff, sial. Gara-gara Ybel gak mau di ajak main nih, harus mandi dengan air dingin segala." gerutu Lerry kesal.
Cukup lama dia berendam dengan air dingin, setelah dia merasa legah dia keluar kamar mandi berjalan ke arah ranjang.
"Sayang," panggil Lerry.
"Sayang walau hanya ciuman dong, gak lebih." Ucap Lerry naik ke atas ranjang.
Dia mendekat ke arah Klarybel, dan ternyata sudah tidur. Lerry menghembuskan napas kasar, dia sudah rela-rela mandi dengan air dingin. Tidak meminta Klarybel menidurkan miliknya kembali.
Dan kini Klarybel malah tertidur pulas, tanpa tau begitu sulit dia mehan hasrat yang memuncak.
........