Mengejar Cinta Lala
Seorang gadis yang berjuang melupakan masa lalu yang kelam akhirnya jatuh cinta pada seorang pria yang mampu mengembalikan senyumnya.
Namun siapa sangka ternyata pria itu berhubungan dengan masa lalunya dan juga adik dari kekasih yang sangat dia cintai.
Kamu Hanya Milikku
Perjalanan Cinta terkadang tidak semulus yang kita harapkan. Kebersamaan, pertikaian dan perpisahan menyadarkan cinta yang sesungguhnya.
Setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap penderitaan akan ada kebahagiaan. Meski sudah terpisah jarak dan waktu, percayalah! cinta sejati akan selalu menemukan jalannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seindah Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Kota M
Benar bahwa Lala pergi bersama kakaknya Christian tapi yang disaksikannya tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Lala terlihat suka rela mengikuti Chris saat berjalan dengan saling bertautan jemari meninggalkan hotel.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin" bantah Julian tidak terima
"Dia pasti menggoda Lala. Tidak mungkin, Lala bukan wanita seperti itu. Dia pasti mengancamnya, aku yakin dia mengancamnya" pikiran-pikiran buruk berseliweran di benak Julian seolah menyangkal kenyataan yang ada.
"Jangan berpikiran macam-macam, sebaiknya kita cari mereka. Ayo!"
"Kemana?" tanya Julian
"Kita cek ke rumah apa dia sudah pulang" Jawab Ferdinand
"Dia tidak mungkin membawanya ke rumah" Julian sangat yakin
"Benar, jika dia ada di rumah berarti dia menyembunyikan istrimu di suatu tempat. Jika tidak maka kemungkinannya dia membawa istrimu bersamanya"
"Pergerakan lambat! telepon dia sekarang!" titah Julian langsung dilaksanakan Ferdinand.
"Tidak aktif!" ucap Ferdinand setelah mendengar suara robot di ponselnya
"Telepon istrimu, kenapa tidak kepikiran dari tadi"
"Aku terlalu panik" sahut Julian Lalu membuka ponsel dan menelepon Lala. Panggilan tersambung namun tidak diangkat. Beberapa kali dicobanya tapi hasilnya tetap sama.
"Kirim nomor ponselnya padaku, aku akan meminta bantuan temanku untuk melacaknya"
Brakk
Julian kesal memukul dashboard mobil.
"Sewa beberapa orang untuk melacak keberadaan mereka" titah Julian lagi.
*****
"Lapor bos!" ucap salah satu agen melalui sambungan telepon
"Ya" sahut papi
"Maaf bos baru memberi informasi, kami sangat sulit memantau karena pergerakan mereka selalu diruangan tertutup. Kami tidak leluasa tapi tadi sore Nona pingsan dan dibawa ke rumah sakit setelah keluar dari gedung JRD, kami tidak tahu apa yang terjadi tapi sepertinya bukan hal serius karena tak lama mereka sudah kembali ke hotel"
"Kalian tidak bertanya pada petugas rumah sakit itu apa yang terjadi?"
"Pihak Rumah Sakit itu merahasiakan setiap informasi pasiennya bos"
"Rumah sakit mana?"
"Meds Hospital bos"
"Baik, biar itu jadi urusanku lalu apalagi?"
"Kami melihat Tuan Julian pergi bersama temannya yang menjemput mereka di bandara siang tadi bos tapi kami tidak mengikutinya karena nona Lala tidak ikut sedangkan prioritas kami adalah Nona Lala makanya kita tetap memantau di depan hotel.Nah sekarang kita sedang dalam perjalanan mengikuti nona Lala yang pergi dengan seorang laki-laki tetapi bukan Tuan Julian"
"Apa? Siapa orang itu? kalian tidak mencegahnya? Bagaimana jika terjadi hal buruk pada Lala?"
"Tenang dulu bos! kami tidak kenal orang itu, kami juga tidak bisa mencegat karena mereka berjalan berpegangan tangan seperti sepasang kekasih"
"Kekasih apa maksudmu?"
"Kami juga tidak tahu bos tapi kami sedang mengikuti mereka dan sepertinya jalan ini menuju luar kota bos"
"Lalu bagaimana dengan Julian?"
"Kami tidak tahu bos!"
"Sudahlah kalau begitu pantau dari dekat saja, tidak apa-apa kalau Lala mengetahui keberadaan kalian. Katakan kalian adalah orang-orangku. Telepon aku jika ada masalah!"
"Baik Bos"
*****
"Kemana kita Chris?" tanya Lala setelah setengah jam perjalanan
"Kita akan meninggalkan kota ini"
"Kenapa harus meninggalkan kota ini?"
"Kita hanya tinggal membicarakannya sajakan tidak perlu pergi jauh. Katakan apa mau mu Chris?" sambung Lala mulai panik dan ketakutan.
"Kamu takut padaku Ci? Aku tidak akan berbuat jahat padamu" Lala bingung tidak tahu harus berkata apa
"Sabarlah Ci, aku hanya membawamu pulang ke Kota M. Kamu tidak ingin mengunjungi makam papa mamamu?" Lala langsung menoleh ke arah Chris. Cairan bening sudang menggenang di pelupuk matanya.
"Ci rindu papa mama Chris" ucapnya dengan nada bergetar
"Mereka juga pasti rindu Ci" sahut Christian
"Mereka pasti marah padaku Chris hiks makam mereka pasti tak terurus hiks hiks" tutur Lala merutuki sambil menangis
"Tidak Ci, mereka tidak akan marah pada Ci. Aku juga menyuruh pengurus makam mamaku untuk merawat makam mereka tapi maafkan aku, aku hanya setahun sekali dapat mengunjungi mereka karena aku sudah tidak tinggal disana"
"Terima kasih Chris kamu masih peduli pada papa mamaku, tapi aku sudah 5 tahun tidak mengunjungi mereka"
"Jangan dipikirkan lagi, tidurlah ini sudah malam" titah Chris
Lala menatap kosong ke arah jalan
"Tidurlah Ci, tenangkan pikiranmu. Aku tidak akan pernah menyakitimu" Chris mengusap-usap kening Lala dengan jarinya. Terasa nyaman mendapat usapan seperti itu, karena dulu Lala akan sulit tidur jika keningnya tidak diusap.
"Aku rindu Chris" Ucap Lala tenang memejamkan matanya.
tbc