NovelToon NovelToon
14 Februari

14 Februari

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Semua dimulai pada tanggal 14 februari, saat Fay berulang tahun yang ke 22 tahun, Kendra berjanji kepada Fay akan selalu pulang di hari ulang tahun kekasihnya.

Mereka berdua terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh lantaran Kendra mendapatkan pekerjaan di Jakarta, sementara Fay masih harus terus meyelesaikan kuliah kedokterannya di Jogja.

Waktu menguji mereka, tapi keduanya berhasil terus bertemu pada tanggal yang sama setiap tahun. Hingga suatu hari tersingkap rahasia yang Kendra sembunyikan selama ini, Kendra mengkhianati janji yang pernah ia ucapkan kepada Fay.

Akankah keduanya bisa terus bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Pagi itu Fay berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan tergesah-gesah, ia teramat bersemangat dan tak ingin terlambat untuk ikut serta dalam pelaksanaan operasi dengan prosedur Bentall. Namun langkahnya terhenti ketika ia berpapasan dengan orangtua Kendra, ia terdiam sesaat sebelum akhirnya Ajeng menyapa dirinya.

"Fay," sapanya sembari menghampiri dan memeluk Fay. "Apa kabar, sayang? Mama dengar kemarin kamu sakit?" tanya Ajeng dengan nada cemas, ia melepaskan pelukannya, kemudian menatap Fay sembari memegang bahunya. "Maaf ya mama belum sempat menjengukmu."

Fay mengangguk, perlahan ia meraih tangan Ajeng dan melepaskannya dari bahunya. "Alhamdulillah aku baik-baik saja tante, aku hanya kecapean karena banyaknya tugas yang harus aku selesaikan." jawabnya, ia mundur satu langkah memberikan sedikit jarak kedapa Ajeng. "Tante mengapa ada di sini? Siapa yang sakit?"

Ajeng sedikit terkejut, sekaligus sedih ketika mendengar Fay tidak lagi memanggilnya dengan sebutan mama dan menjaga jarak dengannya, namun Ajeng mengerti mengapa Fay berbuat seperti itu, ia mencoba untuk tetap tersenyum kepada Fay. "Tante hanya mau mengambil hasil MCU om, kemarin."

Di tengah obrolan Fay dengan Ajeng, tiba-tiba saja Kevin melongok dari pintu ruang operasi. "Fay masuk yuk, opersinya sebentar lagi di mulai," ajak Kevin.

Ajakan Kevin membawa angin segar di tengah kekakuan Fay bertemu dengan Ajeng, ia langsung mengangguk. "Baik Dok," ucapnya, kemudian Fay beralih ke Ajeng. "Tante maaf ya, aku tinggal dulu. Aku harus segera masuk ruang operasi."

Ajeng mengangguk. "Iya, nak. Semoga lancar segala urusanmu."

"Terima kasih tante. Permisi," Fay membungkukkan badannya kemudian ia melangkahkan kakinya menyusul Kevin yang sudah kembali masuk ke ruang operasi. 'Maafin aku tante, aku masih butuh waktu untuk menyembuhkan luka ini,' gumam Fay. Sejujurnya ia tak enak hati menjaga jarak dengan ibunda Kendra, namun ia juga juga tidak bisa besikap seperti dulu lagi, ia benar-benar ingin melupakan Kendra.

Sama seperti dokter sungguhan, sebelum memulai operasi Fay juga mengenakan pakaian khusus, ia tersenyum di depan cermin memandangi dirinya mengenakan pakaian operasi. "Aku tidak boleh terpuruk hanya karena masalah itu, aku harus bangkit demi impian yang sebentar lagi akan aku raih. Menjadi dokter muda yang berbakat dan menolong banyak orang."

Dari belakang Kevin tersenyum memandangi Fay. "Kau tidak mau ikut berfoto bersama?" tanyanya.

Sudah menjadi suatu kebiasaan Fay dan teman-temannya, sesaat sebelum memulai operasi atau sebelum pasien datang mereka berfoto bersama untuk mengabadikan moment pengalaman berharga bisa ikut serta dalam operasi bersama dokter-dokter hebat.

"Tentu saja," jawabnya, Fay langsung ikut bergabung untuk foto bersama, ia berdiri tepat di sebelah Kevin.

Selesai berfoto Fay langsung menguploadnya di sosial media miliknya, ia tertegun saat melihat sosial medianya yang masih di penuhi oleh foto-foto Kendra. Fay menghembuskan nafas beratnya, ia berniat setelah ini ia akan menghapus semua foto-foto Kendra.

"Fay sebentar lagi pasien datang, ayo sterilkan tanganmu," ucap salah seorang temannya. Fay pun langsung mematikan handphonenya, dan menaruhnya di tas. Ia bergegas mensterilkan tangannya dan bersiap menuju meja operasi.

Sekitar pukul 11.00, pembedahan mulai dilakukan. Kevin tidak sendiri, ada dua dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular yang membantu dalam operasi tersebut, serta tim yang ikut serta dalam operasi Bentall tersebut seperti dokter anestesi dan dua anak koas, Fay dan Margareth. Mereka membantu mempersiapkan pasien sebelum operasi, memonitor kondisinya, dan memberi pembiusan selama operasi hingga pascaoperasi. Sementara, Kevin terlihat sibuk mengoperasikan heart-lung machine.

Sepanjang operasi berlangsung Fay napak memeperhatikan gerak Kevin yang begitu berbeda dari biasanya yang terliat menyenangkan. Kali ini Kevin terlihat serius dan cekatan menangani pasien.

Di sesi akhir Kevin memberikan kesempatan kepada Fay untuk menjait kulit, tentu saja Fay tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Meski sebetukan ini bukan kali pertamanya ia menjait kulit tapi tetap saja di awal Fay agak sedikit gugup, namun setelahnya ia mulai lebih rileks karena Kevin memberikannya arahan.

Selesai operasi Kevin menjelaskan kepada Fay dan Margareth, bahwa "Operasi jantung dengan prosedur Bentall menjadi satu-satunya jalan untuk memperbaiki kondisi jantung pasien. Teknik operasi ini untuk mengganti klep jantung aorta pasien, juga disertai penggantian pembuluh darah aorta yang melebar dengan bahan prostetik. Kemudian, pembuluh darah koroner yang tadinya berada di pembuluh aorta yang melebar kembali dipasang. Seluruh klep atau katup aorta yang melebar itu dibuang karena sudah rusak akibat kelainan jaringan ikat (connective tissue disorder). Tidak ada yang sehat di situ,” ungkapnya.

"Jika jaringan ikat yang tidak sehat itu dibiarkan," lanjut Kevin, "Beberapa tahun kemudian terjadi masalah lagi. Jadi, batang aortanya dibuang. Kalau batang aorta yang sakit dipertahankan, pasti melar lagi nanti. Bisa operasi ulang lagi nanti,” ujarnya. Kevin menerangkan dengan santai sehingga Fay dan Margaret mudah menangkap semua penjelasan Kevin.

"Ada yang mau di tanyakan?" tanyanya.

Fay dan Margareth kompak menggeleng, mereka sudah cukup puas dengan semua penjelasan Kevin.

"Okay, kalau begitu aku yang akan bertanya."

Kali ini Fay yang di buat gugup karena akan mendapatkan pertanyaan dari Kevin, namun untungnya Kevin hanya menanyakan seputar heart-lung machine atau mesin pintas jantung paru.

"Selama jantung dan paru-paru berhenti, tindakan penggantian katup atau klep aorta (aortic valve replacement) dan penggantian pembuluh darah aorta yang melebar dengan prosthesis graft berbahan karbon. Selain itu, disertai pemasangan kembali pembuluh darah koroner (reimplantasi pembuluh darah koroner), ”jawab Fay.

Usai tanya jawab Fay dan Margareth merapihkan barang-barangnya, sementara Kevin kembali ke ruangannya, namun sebelum Kevin kembali ke ruangannya ia kembali memanggil Fay.

"Iya dok, ada apa?"

Hhmm, Kevin berdeham mengurangi rasa gugupnya. "Mau pulang bersamaku?"

Fay tersenyum. "Maaf dok aku bawa mobil sendiri," tolaknya secara halus.

"Enggak masalah, nanti mobilmu bisa di antar oleh supirku. Bagaimana?" Kevin memberikan solusi atas penolakan Fay, sehingga Fay tidak bisa menolak ajakan Kevin, ia pun mengangguk menerima ajakan Kevin

"Jika kamu sudah selesai, tunggu di sini dulu ya. Aku mau ke ruanganku sebentar."

"Baik dok." Fay kembali membereskan barang-barangnya, sementara Kevin kembali ke ruangannya.

Begitu Fay selesai, ia berjalan menuju ruang tunggu pasien untuk menunggu Kevin, tapi ternyata begitu sampai di ruang tunggu, rupanya Kevin sudah berada di sana menunggu Fay.

"Selamat ulang tahun," Kevin menyodorkan sebuah paper bag berwarna merah muda. "Maaf aku agak terlambat, hadiahnya."

Fay agak terkejut mendapatkan kado dari seorang dokter yang cukup terkenal di rumah sakit itu, dengan sedikit gugup ia menerimanya. "Terima kasih banyak dok."

Kevin tersenyum melihat Fay menerima pemberiannya. "Boleh enggak, ucapan terima kasihnya di gantikan dengan...." Kevin berhenti sejenak. "Jangan panggil dokter lagi jika kita tidak sedang praktek."

"Lalu?" tanya Fay bingung.

"Panggil mas aja," pintanya.

Fay mengangguk. "Baik dok, eh maksudku mas Kevin."

Senyum sumringah terpancar jelas di wajahnya, ia kemudian mengajak Fay pulang bersamanya.

1
RithaMartinE
luar biasa
falea sezi
hahaha mati kan akirnya mampusss
falea sezi
enak bgt manda hancurin sepupu sendiri dia bahagia hahaha aneh
falea sezi
enak bgt amanda Kendra bahagia karna amanda mana jahat bgt jd cwek
falea sezi
ttep g respect ma amanda
falea sezi
g nrima amanda tp cium cium amanda munafik kau ken
falea sezi
si jalang amanda bahagia hahah
falea sezi
tukang selingkuh dpet karma
Atmita Gajiwi
/Smile//Smirk/
Surati
bagus, menguras air mata dan emosi
el
aktor utama wanitanya terlalu baek
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat novel nya yang sungguh mantap..
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya 😘😘 dan sukses selalu 😘❤️
Yunerty Blessa
akhirnya setiap pasangan hidup bahagia..
makasih buat novel nya😘😘
Yunerty Blessa
seandainya Kevin yang menikah dengan Fay kan best..apa pun tahniah kendra dan Fay buat pernikahan kalian..smoga bahagia bersama Lily
Yunerty Blessa
Amanda egois..tidak memberi kad undangan Fay
Yunerty Blessa
Fay bukalah hati mu untuk Kevin dan lupakan Kendra
Yunerty Blessa
jujur saja kendra sama Fay
Yunerty Blessa
seperti nya Amanda menjerat Kendra..
Yunerty Blessa
kendra bodoh sekali..mudah terpedaya
Yunerty Blessa
bahaya dengan Amanda nih...gatal punya perempuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!