Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 : Pindah ke Indonesia saja!
Dengan hati yang berbunga-bunga, Pangeran berjalan menuju ruang meeting untuk menemui kliennya dari perusahaan Domino Corp.
" Selamat siang Tuan Addison," sapa Pangeran seraya mengulurkan tangannya pada CEO dari Domino Corp ~ Addison Gilbert Domino.
" Selamat siang juga Tuan Pangeran Aditama," Sahut Addison sambil menyambut uluran tangan Pangeran.
"Maaf sudah membuat anda menunggu," ujar Pangeran sebagai rasa hormat sekaliguus basa basi.
" Tidak masalah, justru saya yang merasa tak enak karena sudah menganggu acara makan siang anda bersama istri," timpal Tuan Addison yang membuat Pangeran langsung melirik ke arah Bentala.
" Oh ... Tidak apa-apa."
Setelahnya, kedua pria itu duduk di kursi masing-masing dan langsung membicarakan soal kerjasama mereka.
*
*
Sepeninggal Pangeran, Anne terlihat suntuk jika terus menerus berada di ruangan ini sendirian. Jadi, Ia memutuskan untuk pergi saja seusai merapikan makanan yang ia bawa tadi. Tak lupa, Anne menuliskan sebuah memo di secarik kertas untuk memberitahukan bahwa ia pulang lebih dulu.
Di saat baru keluar dari lift, tiba-tiba ponsel Anne berdering dan memperlihatkan sebuah panggilan telepon dari luar negeri.
Anne pun segera mencari tempat yang nyaman untuk mengangkat panggilan itu.
" Halo, Dad," sapa Anne dengan tersenyum manis pada pria paruh baya di layar ponsel.
" Halo putri Daddy yang cantik, bagaimana kabarmu?" begitulah nurani seorang Ayah yang langsung menanyakan bagaimana kabar putrinya ketika menelfon.
" Rora baik, Dad. Daddy sendiri, bagaimana kabarnya?" Anne ikutan bertanya.
" Daddy merindukanmu," ucap Daddy Samuel yang membuat Anne langsung merasa sedih. Biasanya, Anne akan segera mengunjungi Daddy Samuel tatkala mendengar dia mengatakan rindu. Namun, saat ini Anne masih belum bisa karena jarak mereka cukup jauh.
" Rora juga merindukan Daddy, jadi Daddy baik-baik di sana ya agar kita bisa bertemu kembali," balas Anne.
" Ya, kamu juga baik-baik di sana. Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, jangan lupa makan, dan Daddy harap kamu bisa datang dengan membawa kekasih, " terang Daddy Samuel yang seketika membuat dahi Anne berkerut.
" Kenapa di akhir kata harus ada kekasih? " protes Anne dengan wajah yang di buat cemberut.
" Karena Daddy ingin melihatmu memiliki kekasih agar ada yang menemani dan menjagamu ketika Daddy sudah tiada."
" Daddy ...! Kenapa berbicara seperti itu lagi!" Anne kembali protes tatkala mendengar Daddy Samuel yang kembali berkata soal kematian.
Sebagai makhluk ciptaan, kita memang tak bisa menghindari apa yang namanya 'kematian' . Karena pada sejatinya, semua makhluk akan mengalami hal itu ketika sudah waktunya. Akan tetapi, Anne seperti ada rasa trauma tatkala mendengar kata itu.
'Kematian' akan terdengar biasa saja bagi sebagian orang. Namun, akan mempunyai makna yang begitu dalam dan menyakitkan bagi seseorang yang sudah pernah di tinggalkan pergi oleh orang-orang tersayang.
Setelahnya, terdengar suara Jeremy di samping Daddy Samuel yang mencoba mengambil alih panggilan.
" Halo, Anne," sapa Jeremy.
" Hai," jawab Anne.
" Kenapa wajahmu lesu begitu? Apa ada sesuatu yang telah terjadi?"
" Tidak, aku tidak ada apa-apa," jawab Anne yang berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
Setelahnya, Jeremy terlihat menjauh dari Daddy Samuel, dan mengubah panggilan vidio menjadi suara. Sepertinya, ada sesuatu penting yang ingin dia sampaikan.
" Anne, sepertinya aku akan membawa Tuan Samuel pergj dari kota ini," ucap Jeremy.
" Kenapa? Apa ada sesuatu terjadi?" Kini, Anne pun ikutan menjadi lebih serius. Bahkan, Ia terlihat celingukan seakan memastikan bahwa tak ada yang sedang mengawasinya.
" Tidak, hanya saja aku merasa bahwa musuh sudah mengetahui keberadaan Tuan Samuel. Maka dari itu, aku ingin membawanya pergi ke tempat lain," papar Jeremy.
Anne terdiam seakan sedang memikirkan tamat aman untuk persembunyian.
" Kalau begitu, bawa Daddy ke Indonesia, "usul Anne.
" Huh? Kamu yakin, Anne? " tanya Jeremy seakan tak setuju dengan usul Anne.
" Aku yakin, setidaknya sekarang aku sudah memiliki gambaran tempat yang aman sekalgus nyaman untuk Daddy. Selain itu, aku juga bisa dengan mudah untuk mengunjunginya," papar Anne.
Jeremy terlihat berpikir, untuk saat ini dia memang masih belum menemukan tempat yang sesuai untuk persembunyian. Maka dari itu ia menghubungi Anne untuk berdiskusi. Tapi, apakah Indonesia cocok sebagai tempat persembunyian.
" Jer, percayalah padaku. Setidaknya, aku bisa mengurus berbagai hal serta mengerahkan banyak pengawal untuk menjaga keamanan Daddy dan ia juga pasti akan senang tinggal di sini." Anne mencoba meyakinkan Jeremy agar dia setuju dengan usulannya.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Jeremy pun setuju.
" Baiklah, kalau begitu kita bagi tugas. Kamu cukup urus pemindahan perusahaan yang ada di sana, sementara hal-hal lainnya biar aku yang urus," pungkas Anne yang langsung di setujui oleh Jeremy.
Setelahnya, Panggilan pun di matikan. Anne bergegas bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan pergi meninggalkan perusahaan Aditama grup.
*
*
Di ruangan meeting, terlihat Pangeran dan Tuan Addison yang baru saja menyelesaikan meeting mereka.
" Selamat bekerja sama dan sampai bertemu di pertemuan berikutnya Tuan Addison," ujar Pangeran seraya berjabat tangan dengan Tuan Addison.
" Baik, dan semoga proyek kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar," balas Tuan Addison.
Setelahnya, Pangeran dan Bentala berjalan mengantarkan Tuan Addison keluar dari ruangan meeting.
Melihat kliennya yang sudah pergi jauh, membuat Pangeran bergegas pergi menuju ruang kerjanya agar bisa segera menemui istrinya. Namun, siapa sangka jika Anne sudah tak ada di sana.
Hanya ada kotak makanan yang di susun rapi serta secarik kertas diatasnya.
📨Maaf kalau aku pergi tanpa pamit terlebih dahulu, jangan lupa makan walau pekerjaan banyak."
Seulas senyum terbit di bibir Pangeran tatkala membaca memo dari istrinya.
" Padahal, aku sudah berharap akan ada adegan romantis seperti makan sepiring berdua atau di suapi makan. Tapi ternyata, dia sudah pergi. Mungkin bosan kali ya, sendirian di sini." Pangeran bermonolog sendiri sambil menatap memo dari istrinya.
Helaan nafas panjang terdengar dari pria tampan berusia dua puluh delapan tahun itu. Setelahnya, Ia duduk di sofa lalu menyantap makanan itu sendirian sambil membayangkan adegan yang terjadi siang ini.
*
*
" Tom, kamu cari informasi tentang siapa istri dari Pangeran!" titah Addison pada sekretarisnya Tommy.
" Baik Tuan!"
...****************...
Kira-kira, Tuan Addison ini siapa ya?
Si Pangeran mah lagi kasmaran. 🤭
penasaran sama lnjtn nya