NovelToon NovelToon
Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Status: tamat
Genre:Hiburan / Balas dendam. / Tak berguna / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:920k
Nilai: 4.8
Nama Author: tompealla kriweall

Jamal, pemuda desa yang tidak diperbolehkan ibunya untuk pergi bekerja ke kota. Mengikuti jejak teman-temannya yang lain.

Alasan ibunya sangat klise. Dia tidak mau jauh-jauh dengan anaknya itu. Padahal Jamal juga tidak bisa melakukan apa-apa di desanya. Karena sedari kecil, Jamal memang anak yang bodoh.

Tapi karena suatu kejadian, Jamal mendapatkan sistem bertani secara tidak sengaja.

Mampukah Jamal yang bodoh mengikuti aturan sistem bertani yang dia miliki?

Atau, dia akan menjadi pongah? hanya karena merasa lebih hebat dari temannya yang lain.

Yuk ikuti perjalanan Jamal. Pemuda desa yang ditolak para gadis-gadis, karena hanya berkubang dalam lumpur sawah saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terancam Gagal

"Ami. Ayo kita pulang!"

Semua orang yang mendengar ajakan jalan pada Umi, mengerutkan keningnya bingung. Karena tiba-tiba saja, Jamal mengajak Ami nya untuk segera pulang. Padahal pembicaraan mereka, tentang perjodohan ini belum juga ada titik terangnya.

"Ada apa Mal?" tanya Ami dengan bingung.

"Ajeng tidak mungkin mau dijodohkan dengan Jamal Ami. Percuma Ami berharap terus."

Umi semakin bingung, dengan jawaban yang diberikan oleh anaknya kali ini. "Kenapa Kamu bilang seperti itu? Kamu bicara dengan Ajeng saja belum kok!" kesah Umi kecewa.

"Hhh... Ami. Dia tidak suka dengan laki-laki seperti Aku."

"Maksudmu?"

Jawaban yang diberikan oleh Jamal, membuat Umi terbelalak kaget. Apalagi jawaban tersebut membuatnya semakin bingung saja.

"Nanti Jamal jelaskan di rumah."

Tuan Wiro dan Nyonya Yenny, yang mendengar kasak kusuk membicarakan Jamal dengan Umi, merasa penasaran.

"Maaf Le. Kamu gak mau mencoba untuk bicara dulu dengan Ajeng?" tanya Tuan Wiro memberikan masukan kepada Jamal.

Nyonya Yenny, mengangguk setuju dengan perkataan suaminya itu. Wajahnya tampak cemas, dan was-was.

Jamal menjadi curiga, karena sepertinya, mereka berdua menyembunyikan sesuatu darinya. Termasuk dengan Ami nya juga, yang tidak tahu menahu tentang persoalan ini.

"Kami pamit pulang dulu Tuan Wiro, Nyonya Yenny." Jamal pun akhirnya pamit, dengan menarik tangan Ami nya.

"Tap..."

Tuan Wiro tidak bisa mencegah kepergian Jamal dan Umi dari rumahnya. Karena kesalahan ini memang ada pada putrinya.

"Pah. Bagaimana ini?"

Tuan Wiro mengeleng lemah. Dia tidak tahu, bagaimana keadaan kedepannya nanti. Karena kelakuan anaknya, Ajeng, yang tidak bisa dikendalikan lagi.

Plak!

"Pah!"

"Auhhh! Papa!"

Ajeng mengaduh kesakitan, karena tiba-tiba pipinya terasa panas. Dan itu karena Tuan Wiro menampar pipinya.

Nyonya Yenny juga terpekik kencang, saat melihat tangan suaminya mendapat di pipi anaknya, Ajeng.

Dia segera menghampiri Ajeng yang menatap tajam ke arah papanya. "Sayang, sudah. Makanya Kamu nurut ya Sayang... mau ya menikah dengan Jamal?" rayu Nyonya Yenny pada Ajeng.

"Gak mau!"

Tapi ternyata Ajeng tetap menolak. Dia justru berteriak keras, meluapkan rasa marahnya, kecewanya, dan keinginannya untuk memberontak terhadap keinginan orang tuanya itu.

"Ini demi kebaikan Kamu Sayang... nurut ya!"

"Mah. Ajeng gak cinta Ma. Ajeng gak suka dengan cowok seperti dia Ma! Apalagi jika nanti kelakuannya sama seperti Papa!"

Selesai bicara seperti itu, Ajeng menatap tajam ke arah papanya, Tuan Wiro. Yang sedari tadi melihatnya dengan amarah. Semakin marah, mendengar ucapan anaknya.

"Apa maksudmu Ajeng?" bentak Tuan Wiro.

"Laki-laki penurut seperti Papa kan, yang ingin dijodohkan dengan Ajeng? Seperti tadi kan?"

"Papa juga dulu dijodohkan dengan Mama. Papa asal ya aja, karena menurut dengan keinginan kakek dan nenek. Tapi nyatanya?"

"Diam Kamu! Semua yang Kamu ketahui itu tidak semuanya benar!"

Akhirnya Ajeng yang sudah marah sejak diminta untuk pulang, semakin marah, mendengar semua perkataan papanya.

Begitu juga dengan Tuan Wiro sendiri.

Dia juga tampak semakin marah, karena kelakuan anak gadisnya yang tidak bisa dinasehati dengan cara apapun.

Nyonya Yenny akhirnya hanya bisa menangis, sambil memeluk Ajeng. Berharap agar anaknya itu menghentikan perang mulut yang dilakukan bersama dengan papanya sendiri.

*****

Di jalan, Umi hanya duduk berdiam diri saja sedari tadi. Dia tidak mau mengucapkan sepatah katapun dengan Jamal.

Dia begitu kecewa, dengan gagalnya rencana perjodohan ini.

Umi marah dan kecewa pada Jamal. Dia menyangka bahwa, Jamal melakukan semua ini hanya karena masih memikirkan Lina. Kakaknya Indah. Sehingga membuat alasan yang tidak masuk akal menurutnya.

"Ami. Maafkan Jamal."

Ucapan permintaan maaf Jamal, tidak mendapatkan perhatian dan tanggapan dari Ami nya.

"Hhh..."

Mendengar Jamal membuang nafas panjang, tidak menggoyahkan Umi, yang tetap diam. Bahkan menoleh pun tidak.

"Nanti Jamal cerita saat sudah berada di rumah Ami. Tapi tolong, maafkan Jamal."

"Jamal bukannya tidak mau menjalani perjodohan yang Ami rencanakan bersama dengan Tuan Wiro dan istrinya. Tapi ada alasan lain, yang membuat Jamal menolak perjodohan ini."

Dalam keadaan diam nya Umi, sebenarnya dia juga berpikir jauh.

Tidak mungkin Jamal mengambil keputusan dalam waktu singkat, jika tidak ada alasan yang kuat.

Akhirnya, Umi berangsur-angsur menyadari kekeliruannya. Yang memaksakan kehendaknya sendiri kepada anaknya itu.

"Hemmm..."

Mendengar helaan nafas panjang dari samping, Jamal pun melirik sekilas. Di mana Ami nya itu sedang menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.

Dia sendiri pun akhirnya bisa tersenyum tipis. Karena helaan nafas panjang Ami nya tadi, menandakan bahwa Umi sudah bisa mengendalikan perasaan dan amarahnya pada Jamal yang tadi.

Jamal berharap, Ami nya tidak akan merasa kecewa. Seandainya tahu kebenaran yang akan dia ceritakan padanya nanti.

*****

Tin tin!

Mobil berhenti di depan rumah.

Jamal turun terlebih dahulu, dan bermaksud untuk membukakan pintu untuk Ami nya.

Tapi ternyata, Indah sudah membukakan pintu untuk Umi. Bahkan Indah juga tampak memegangi tangannya Umi, yang dalam keadaan lemas.

"Mas, Ami kenapa Mas?"

"Ami! Ami gak apa-apa?"

Jamal panik, saat mendengar pertanyaan Indah. Yang sedang membantu Ami nya berjalan masuk ke dalam rumah.

"Ndah. Tolong bawa Ami ke kamar. Aku mau panggil dokter dulu."

"Tidak usah Mal... Ami baik-baik saja. Ami... Ami mau istirahat saja di kamar."

Jamal pun menghentikan langkahnya, kemudian berbalik. Dia membantu Indah untuk memapah Ami nya itu.

Suhu tubuh Umi terasa panas.

"Ami. Ami panas ini badannya. Jamal panggi dokter dulu ya!"

Tapi Umi tetap mengelengkan kepalanya beberapa kali. Menahan Jamal agar tidak pergi memanggil dokter untuknya.

Setelah sampai di dalam kamarnya Umi.

"Mas. Indah siapkan kompres untuk Ami dulu. Mas Jamal temani Ami ya!" Jamal hanya mengangguk saja, tanpa menoleh ke arah Indah.

Tak lama kemudian, Indah sudah kembali ke dalam kamar Umi.

Tangan kirinya membawa baskom kecil, berisi air biasa. Lengkap dengan handuk kecil di dalam baskom tersebut.

Sedangkan tangan kanannya, membawa segelas air putih untuk diminum Umi.

"Mas. Bantu Ami, biar bisa minum."

Jamal pun menuruti permintaan Indah. Dia menopang tubuh Umi, bagian kepala dan pundaknya. Kemudian Indah memberikan gelas berisi air kepada Umi.

"Ami, minum dulu ya! Setelah itu nanti dikompres kepalanya."

Umi hanya menurut saja. Tubuhnya terlalu lemas. Padahal dia tidak melakukan apa-apa tadi, sepanjang perjalanan pulang.

Sekarang, Indah sudah selesai memeras handuk kecil. Kemudian menaruhnya di atas kening Umi.

"Maaf ya Ami. Di kompres dulu."

Jamal memperhatikan bagaimana cara Indah merawat Ami nya tanpa berkedip. Dia terlihat kagum, dengan cara Indah yang tidak ada jijik atau pun sungkan merawat Umi.

"Mas. Mas Jamal sebaiknya beli obat, atau parasetamol ke apotek. Takutnya, demam Ami gak turun juga hanya dengan dikompres."

Mendengar perkataan Indah, Jamal pun menurut. Dia segera melepaskan tangannya, yang sedari tadi digenggam oleh Umi.

"Aku ke apotek dulu. Nitip Ami ya Ndah!"

Indah hanya mengangguk saja, saat Jamal pergi dari hadapannya.

1
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖺𝗐𝖺𝗅 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈. 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗆𝗂, 𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗎𝗆𝗂? 𝖪𝖤𝖯𝖱𝖨𝖡𝖤𝖭
Hidayat 92a
woy, udah g gadis kalee
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Jamal
Fano Jawakonora
dari awal bgs pada dekat"akhir cerita author bikin jengkel dasar kentut, nyesal sdh ikuti dari awal lain kli jgn lg bikin novel ya karwna jelek skl dn amburadul cerita mu
Fano Jawakonora
mls baca cerita jadi awal kmbali dasar author tdk profisional dlm membuat cerita author kentut bau
Fano Jawakonora
ujung lina pura" baik jg ank biar kawin sma jamal dasar murahan
Fano Jawakonora
ternyatanya koq jd jelek diahir ya
Fano Jawakonora
cerita kabualan masa sistim apaan sdh sukses tba"mulai ulg dari awal ceooooooo thor kentut bau, bgt juga dgn kina knp tdk mati sj orgjht bgt
Fano Jawakonora
knp lina tdk ikut meninggal juga
Fano Jawakonora
diundang je planey sistim hny ngeyel gk tau ngapain disitu
Fano Jawakonora
knp dibiarkan lina apem bau mencret dn hendra babi itu bebas, krn mereka jamal kehilangn sitim jamal juga kekewat baik smbagaikn sapi ditusuk hidung
Fano Jawakonora
si lina bau punya perbuatan itu, knp tdk ada yg bisa nebak sih
Fano Jawakonora
ohh hendra biadap, memang
Fano Jawakonora
si hendra juga goblok apa ya atau juga punya rencana hancurkn jamal
Fano Jawakonora
hufff goblok trllu berkebihan hny salamatan empat bulan hamil sj bikin sampai jatuh takabir pada hl dibaluk itu asa yg berencna lick dgn usulan acara tersebut yg tntunya silina bau apem busuk sebusuk"nya
Fano Jawakonora
percuma punya sistim tpi mendekteksi ada bhy datang utk jamal dn indah
Fano Jawakonora
gk kapok" si lina dasar apem bau kentut busuk
Fano Jawakonora
alaaah si lina kentut masih bereaksi
Fano Jawakonora
cerita hanya kawin dan dalam celana aja nih🤣
Fano Jawakonora
si jamal gara"minum susu campur madu kudapannya semakin kuat kaya rudal aja kekuatannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!