NovelToon NovelToon
DOKTER CINTA

DOKTER CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Dokter / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ind_Chris

Adiyanto Prasetyo, psikiater muda berprestasi. Ia dijuluki 'Dokter Cinta' karena metode pengobatannya yang unik, yaitu menggunakan 'CINTA' sebagai medianya. Ia ahli dalam melakukan pendekatan emosional dengan pasiennya, dan hampir semua pasiennya dapat sembuh dengan metode yang ia terapkan tersebut.

Meskipun ia ahli dalam 'percintaannya' dengan para pasien, namun ternyata Ia masih terjerat dengan kisah masa lalunya yang menyisakan kenangan buruk untuknya, bahkan karena hal itu akhirnya ia tidak bisa menjalin hubungan dengan wanita lainnya.

Suatu ketika ia dipertemukan kembali dengan wanita 'masa lalu'-nya dalam sebuah pekerjaan. Ia merasa sangat bahagia dan berharap untuk bisa bersamanya menata masa depan, namun wanita itu memberikan persyaratan untuknya, jika ia mampu menyembuhkan seorang pasien 'spesial' maka mereka bisa bersama di masa depan.

Mampukah 'Dokter Cinta' menyembuhkannya dan hidup bahagia bersama pujaan hatinya? Ataukah ada takdir lain yang akan terjadi di hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ind_Chris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Enam

"Bagaimana dengan tunangan Lia?" tanya dokter Adi.

"Dia sudah bertemu dengan jodohnya, pak dokter! Dia sudah hidup bahagia dengan wanita lain bahkan sudah memiliki dua orang anak." jawab pak Tanto. Entah kenapa hati dokter Adi terasa bergetar.

"Miris rasanya mendengar Lia mendapat musibah tapi orang yang disayanginya justru bisa melanjutkan hidupnya dengan orang lain lagi. Lalu bagaimana dengan nasib Lia yang mencintainya, apakah orang itu tidak pernah memikirkannya?" batin dokter Adi.

"Sebenarnya saya sedikit kecewa, pak dokter." aku pak Tanto tiba-tiba.

"Dulu ketika dia meminta anak saya, dia bilang akan mendampinginya dalam suka maupun duka, tapi ketika dia tahu kalau Lia dilecehkan lima orang, dia langsung pergi begitu saja. Ingin rasanya saya menahannya dan menagih janjinya untuk mendampingi anak saya dalam dukanya ini, tapi saya tidak punya kekuatan, pak dokter! Bahkan untuk kebahagiaan anak saya saja, saya tidak mampu memperjuangkannya." ungkap pak Tanto.

"Bapak sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Lia. Mungkin beginilah Tuhan menuliskan jalan hidup Lia, saat ini mungkin Lia memang berada dalam dukanya, tapi Tuhan pasti sudah menyiapkan kebahagiaan untuk Lia di masa depannya. Sekarang yang kita perlu lakukan adalah memberi semangat untuk Lia." Dokter Adi berusaha menguatkan pak Tanto yang terlihat sekali kalau ia sangat rapuh saat ini.

"Saya hanya merasa ini tidak adil, pak dokter! Lia anak yang baik, dia juga sering membantu warga-warga sini, dia sangat sayang dan setia pada kekasihnya, tapi kenapa ketika dia dalam kesusahan seperti ini semuanya malah meninggalkannya. Apa salah putri kami hingga harus merasakan hal seperti ini?" Pak Tanto kembali menangis, terlihat sekali kalau ia benar-benar menyayangi anak angkatnya itu.

"Biarkan semuanya meninggalkan Lia, tapi jangan kita, keluarganya, yang meninggalkan Lia. Dia butuh support dari kita agar cepat sembuh dan punya kekuatan lagi untuk melanjutkan hidupnya." Sekali lagi, dokter Adi berusaha untuk menguatkan pak Tanto.

"Maaf pak Tanto saya mau bertanya, apakah peristiwa ini di ketahui oleh keluarga kandung Lia?" tanya dokter Adi.

"Sudah, pak dokter. Saya mencoba bertemu dengan keluarga kandung Lia untuk meminta bantuan, saya berpikir mereka punya kekuatan lebih untuk membawa Lia pengobatan di luar negeri atau bagaimana pun juga, tapi mereka menolak, pak dokter. Mereka bilang kalau mereka kecewa dan menganggap kalau Lia bukan lagi anak mereka ketika Lia menolak hidup dengan mereka lagi. Makanya saya bilang kalau semua orang meninggalkannya, pak dokter! Bahkan keluarga kandungnya pun meninggalkannya." ungkap pak Tanto.

"Kalau begitu, hanya tinggal keluarga di sinilah yang bisa memberi semangat pada Lia agar dia bisa sembuh." ucap dokter Adi.

"Ngomong-ngomong, saya dari tadi tidak melihat istri bapak." tukas dokter Adi.

"Istri saya jadi orang yang pemurung dan mengurung diri sejak Lia masuk rumah sakit, pak dokter. Dia ada di kamar." terang pak Tanto.

"Boleh saya bertemu dengan istri bapak?" tanya dokter Adi.

"Saya panggilkan sebentar ya pak dokter, tapi saya mohon maaf kalau dia banyak menangis." Pak Tanto beranjak dari tempat duduknya dan memanggil sang istri. Samar-samar dokter Adi mendengar pembicaraan mereka, sepertinya istrinya menolak bertemu dengan dokter Adi, tapi tak lama kemudian akhirnya pak Tanto muncul bersama istrinya.

"Selamat siang ibu." sapa dokter Adi sambil mengulurkan tangannya untuj mengajak istri pak Tanto itu berjabat tangan.

"Gimana keadaan ibu?" tanya dokter Adi.

"Iya dok, saya sehat." jawab wanita berumur 45 tahun itu. Perlahan istri pak Tanto menundukkan kepalanya dan tiba-tiba saja air matanya bercucuran, nafasnya terlihat tersengal-sengal. Pak Tanto segera merangkul istrinya dan menenangkannya.

"Maaf ya pak dokter!" ucap pak Tanto. Dokter Adi menepuk-nepuk pundak istri pak Tanto itu dengan lembut.

"Ibu tidak usah sedih lagi, Lia sudah mengalami banyak kemajuan." Dokter Adi berusaha menghibur istri pak Tanto.

"Tolong putri saya, pak dokter!" seru ibu Tanto di sela-sela tangisnya.

"Pasti ibu! Saya pasti akan terus menolong putri ibu." sahut dokter Adi.

"Ibu kangen sama Lia, pak dokter! Tapi kalau ibu ke sana, Lia pasti minta pulang. Ibu ga ingin Lia ke sini lagi." Tangis ibu Tanto semakin menjadi-jadi. Terlihat sekali kalau ia sangat terbeban dengan keadaan ini.

"Nanti kalau Lia sudah lebih baik lagi, mau kan ibu dan bapak mengunjungi Lia?!" tawar dokter Adi.

"Apa Lia akan baik-baik saja kalau kami kunjungi, pak dokter?" tanya pak Tanto.

"Tidak apa-apa, pak! Lia malah butuh semangat dari bapak dan ibu." jawab dokter Adi.

"Saya yakin Lia juga sangat merindukan bapak dan ibu." tambahnya.

"Kami ingin Lia sembuh, pak dokter. Apapun yang terjadi, kami mau Lia sembuh. Kami pasti akan membayar berapa pun biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan Lia." ucap ibu Tanto. Ia seperti sedang meyakinkan dokter Adi untuk tidak takut akan biaya pengobatan Lia karena mereka pasti akan melunasinya.

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, pak, bu!" sahut dokter Adi.

"Kami percaya dengan pak dokter!" seru pak Tanto. Ibu Tanto meraih kedua tangan dokter Adi dan menggenggamnya lembut.

"Ibu mohon pak dokter mau selalu menjaga putri kami, anak satu-satunya yang kami miliki!" pinta ibu Tanto. Dokter Adi mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum manis.

"Tunggu dulu!! Anak satu-satunya?!" seru dokter Adi dalam hati.

...

Dokter Adi berpamitan dengan bapak dan ibu Tanto dan berjalan kembali menuju mobilnya. Ketika hampir tiba di tempat ia memarkirkan mobilnya, ia melihat ketiga orang yang tadi memberi tahukannya dimana pak Tanto tinggal masih ada di warung di tambah satu orang lagi yang baru bergabung dengan mereka, tiba-tiba rasa penasarannya muncul, ia ingin memastikan apakah ketiga pria yang ada di warung tadi pagi adalah para pelaku yang melecehkan Lia atau bukan.

"Wah, mas-masnya masih pada kumpul semua." sapa dokter Adi ramah.

"Eh pak dokter!" seru pria dengan luka di pipi.

"Sudah bertemu dengan pak Tantonya, dok?" tanyanya.

"Sudah, mas! Terima kasih ya sudah diberitahukan rumahnya pak Tanto." ucap dokter Adi. Dokter Adi memperhatikan pria-pria itu dengan seksama. Pria yang baru bergabung dengan mereka itu memiliki bekas luka di kepala bagian belakangnya, berarti hanya tinggal satu lagi yang belum bisa dipastikan apakah ini gerombolan pelaku pelecehan itu atau bukan.

"Oh ini dokter orang gila itu ya?" tanya pria yang baru bergabung itu.

"Iya!" sahut pria dengan luka di pelipis.

"Memangnya ada apa dengan anaknya pak Tanto, dok?" tanya pria yg tanpa luka tapi bertubuh paling besar itu.

"Putrinya sudah hampir sembuh sempurna dan akan segera pu.." Ucapan dokter Adi terhenti karena terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ketika pria yang bertubuh paling besar itu mengangkat gelas berisi kopinya, tampak tangan kanannya yang kehilangan tiga jarinya. Tepat dugaan dokter Adi, pria-pria inilah para pelaku.

"Ini gerombolan pria-pria brengsek!" batin dokter Adi geram.

"Putrinya mau dibawa pulang ke sini lagi, pak dokter?!" seru pria bertubuh besar itu. Dokter Adi hanya diam memandangi mereka, emosinya meluap-luap, tangannya terkepal dan siap meluncurkan bogem mentah untuk keempat pria itu.

...

1
IndChris
Luar biasa
arfan
up
Par Tini
autornya jahat kalau karakter Rina jahat kenapa di awal dia seolah wanita baik menyatukan pasangan kekasih bisa kok dgn cara baik2 tanpa ada unsur kejahatan Adi dan Lia bisa bersatu dan Rina bisa menerima dgn ikhlas,,, walaupun Rina jahat dia tetap seorang ibu yg baik utk anaknya dan q selalu menangis 😭 bila ada scene ibu dan anak itu
Par Tini
setiap membaca kisah suster Rina q tdk bisa membendung air mataku walaupun byk pembaca yg kasian dgn kisah Lia tp q salut dgn perjuangan suster Rina yg bisa berlapang dada menerima dan membesarkan anaknya sampai detik inipun Dina blm tau gimana awal dia sampai lahir ke dunia dan teman2 pasti tdk tau Rina korban pelecehan sampai menghasilkan anak,, untuk dr Adi apa yg di katakan ibumu benar adanya jgn menikahi Rina KL sdh tdk cinta jgn Krn mau menepati janji yg PD akhirnya menyakiti kalian berdua terutama Rina ..
Par Tini
sampai sini saya lebih tertarik dgn kisah suster Rina bagaimana dia melalui hidupnya membesarkan anak dari perkosaan itu tapi sayang dialog Rina sama anaknya seuprit
Lila
Sampai part ini…. Banyak hikmah yg bisa diambil.

Salah satunya adalah:
Karakter dan sifat seseorang bisa dibentuk karena orang lain.
Salwa Aqila
udah mending meninggal ajh PK dokter ...
benci dokter Adi 😡
IndChris: waduh.. pemeran utamanya yg di benci.. 😅
total 1 replies
Salwa Aqila
benci sama dokter Adi ... 😡😡😡
Alfan Salim
sama" diperkosa sampek bingung mna yg pacarnya adi
lovetoon
wedding organizer kayaknya kerjanya lia
Queensha
akuu sukaa... bagus thor karya nya.. berdeda dg yg lain... ayo thor semangat utk nulis cerita selanjutnya...
lady El
itu alasan kenapa Lia jadi pasien spesial untuk suster rina karena dia juga pernah mengalami nya
Risna Wati
suka banget ceritanya.💖💖💖💖💖💖
IndChris: Terima kasih sudah suka karya ini..
total 1 replies
Risna Wati
💕💕💕💕💕
Aisyah Siregar
👍👍👍👍
Kim Yoona
sukaaaaaa...
Kim Yoona
aq suka karya mu thor beda dari novel kebanyakan.. semangat... trus berkaryaa💪💪
Kim Yoona: siap kak tapi nanti tak tabung dulu... nunggu agak banyak biar tdk terlalu lelah menunggu ... suka galau
total 2 replies
Kim Yoona
akhirnya bisa ketawa lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kim Yoona
apakah seperti ini korban pelecehan seksual... bknkah dia pernah merasakan diposisi disiksa orang lain.. knpa dia bisa setega itu
Kim Yoona
lia lbh bijak dlm menghadapi segala hal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!