NovelToon NovelToon
Kau Lupa Anak Istri

Kau Lupa Anak Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:751.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Buna Seta

Kartika Sari, di tinggal suaminya sejak pernikahannya yang baru berjalan enam bulan. Terlebih, saat itu Kartika baru mengandung tiga bulan.

Alasan ekonomi yang membuat Kartika merelakan suaminya pergi. Namun, tidak disangka bagi Kartika bahwa suaminya tidak pernah memberi kabar.

Hari berganti bulan, bahkan tahun. Angga tak kunjung pulang.

Kartika harus membesarkan anaknya seorang diri, walaupun dalam keadaan sulit. Hingga Jenita berumur enam tahun Kartika mencari Angga suaminya di rantau orang. Namun kenyataannya suaminya telah menikah lagi.

Akan kah Kartika mempertahankan rumah tangganya? atau justeru sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Datangnya malam selain untuk beristirahat seharusnya untuk mengoreksi ulang apa yang dilakukan seharian, dan akan memperbaiki esok harinya. Namun, berbeda dengan apa yang di lakukan oleh pasangan suami istri Rangga dan Diana.

"Rangga, kenapa semenjak kehadiran wanita sialan itu! kamu menjadi berubah?!" sarkastis Diana ia berdiri menatap tajam Rangga yang sedang tiduran di kursi sofa.

"Berisik Na, aku mau tidur, capek!" Rangga menutup telinganya dengan bantal.

Diana menarik bantal kasar. "Bluk" melemparnya mengenai daun pintu kamar. "Awas Ga, kamu sudah berani melawan, aku akan buktikan ucapanku."

"Setelah aku pecat dari DIANA BAKERY, ternyata istri Mu itu belum jera juga, justeru menjadi-jadi!"

Rangga yang dari tadi bergeming akhirnya bangun juga. "Apa! kamu memecat Kartika?!" kilatan marah mendominasi netra nya.

"Iya. Kenapa, mau marah? mau bela dia, bela saja terus, wanitamu itu!" Diana semakin marah.

"Kamu keterlaluan Na!" Rangga beranjak ambil jaket dari lemari, membuka piama menggantinya dengan kaos, lalu menyampirkan jaket di pundak.

"Heh! mau kemana kamu Rangga?!" Diana menarik kasar lengan Rangga.

"Pergi. Pusing kepalaku! meladeni wanita seperti kamu, yang nggak ada lembut-lembut nya."

"Rangga...!!" pekit Diana.

Rangga tidak menghiraukan justeru keluar dari kamar meninggalkan Diana. Sudah pasti Diana ngamuk didalam. Rangga tidak peduli.

"Kamu mau kemana Ga?" tanya Mama Uly. Menatap menantunya yang sedang menuruni tangga dengan wajah suntuk.

"Rangga cari angin dulu, Ma." sahutnya. Ia menuju dispenser menuang air, membawa gelas lalu duduk di depan Mama, meneguk tanpa sisa.

"Makan dulu, kamu kan belum makan."

"Nggak selera Ma" ujarnya, seraya mengenakan kaos kaki.

"Kalian ribut lagi ya..." Mama Uly menatap Angga seksama.

Angga menarik nafas dalam. "Maaf Ma, Rangga tidak sesuai harapan almarhum Papa, dan Mama." sesalnya.

"Rangga tidak bisa mendidik Diana, Rangga menyerah, Ma." Rangga menunduk meremas rambutnya.

"Maafkan kami nak, sudah membuatmu menderita." Tangan keriput Mama menyapu lembut lengan menantunya.

"Rangga ingin kembali ke masa lalu Ma. Masa yang manis saat kami bersama Kartika." menatap Mama Uly meminta dukungan.

"Apa lagi sekarang Kartika ada disini, kami sudah punya anak perempuan cantik, cerdas. Wajahnya mirip Rangga Ma, dan alhamdulillah... otaknya cerdas seperti ibunya." tutur Rangga tersenyum setiap ingat Jenita.

"Jadi benar apa yang dikatakan Diana, istrimu ada disini?"

"Benar Ma, sudah enam bulan bekerja di DIANA BAKERY, tapi sekarang justeru dipecat Diana."

"Padahal dia bekerja untuk menghidupi anak Rangga." Rangga sedih.

"Loh, kenapa kamu tidak memberikan nafkah Ga, dia itu istri dan anakmu." Mama terperangah.

"Dia menolak Ma, katanya uang yang Rangga dapat boleh menjual diri, dan yang mengatakan itu justeru Diana sendiri." Rangga menitikkan air mata tatkala ingat kata-kata Diana yang didengar dari orang suruhan Rangga. Agar memantau apa yang di lakukan Diana terhadap Kartika.

"Benar yang kamu katakan Ga, Diana bicara begitu." Dahi Mama berkerut.

"Benar Ma, Rangga ingin mengajak mereka tinggal bersama, dan hidup bahagia. tetapi... sulit Ma." Rangga putus asa bagaimana cara mengawali agar Kartika mau menerimanya kembali.

Mama menatap sendu menantunya. "Mama mendukung kamu Ga, untuk bersatu dengan istri pertama kamu, tetapi... Mama tidak ingin, kamu meninggalkan Diana."

"Mungkin ini kedengaran egois, tetapi hanya Diana yang Mama punya, Mama tidak ingin, anak Mama satu-satunya menderita." pungkas Mama.

Rangga benar-benar buntu, untuk berpikir apa yang harus dilakukan kini.

Obrolan pun berakhir Rangga akhirnya pergi menuju rumah pribadinya yang ia beli dari hasil keringat sendiri. Tentu tanpa sepengetahuan Diana. Ia menyisihkan gajinya setiap bulan untuk menyicil rumah walaupun saat ini belum lunas.

Rumah berlantai dua ini atas nama Kartika. Karena, Rangga memang ingin membelikan rumah untuknya.

Rangga turun dari mobil yang sudah di parkir di garasi. Setelah mengorek-orek laci mobil. Mencari kunci rumah. "Ini dia" gumamnya. Angga bergegas masuk kedalam.

Rangga menyalakan senter hp untuk penerangan, mencari stop kontak lalu menyalakan lampu. Rumah ini Angga tiduri kadang-kadang saja, setiap bertengkar dengan Diana, lebih baik menyendiri. Rangga tahu kebiasaan seperti ini tidak baik. Tetapi, Angga tidak sanggup menghadapi Diana jika sedang marah.

Rumah ini walupun jarang ditempati, tetapi selalu bersih. Bibi yang bersih-bersih rumah ini hanya seminggu tiga kali bekerja, agar tidak berdebu.

Derap langkah sepatu terdengar nyaring menggema di seluruh penjuru rumah mewah ini. Ketika Rangga menapaki tangga. Sebab, rumah ini belum ada isinya selain sofa dan tempat tidur.

Setelah kekamar mandi dan berganti celana boxer. Rangga merebahkan diri pikiranya menerawang. Andai ada Jeni dirumah ini tentu akan ramai, hidupnya kian hari kian sepi. Namun setelah kehadiran Jeni hidupnya semakin berwarna.

Rangga ambil hp yang ia letakkan di tempat tidur,

lalu membuka galeri memandangi fhoto Jeni dan juga Kartika. Ia hanya berharap akan ada kesempatan untuk berkumpul dengan anak istrinya.

Angga membuka aplikasi facebook, dan upload foto Jenita. Ia sudah berani terang-terangan publik, masa bodo orang mau bilang apa. Ia menulis bait kata di atasnya.

*Orang tua adalah seorang manusi biasa, yang pasti akan berbuat salah. Karena itu orang tua juga harus belajar dan terus berbenah."

*Jika Tuhan memberi waktu akan aku perbaiki semua. Jika anak salah sudah pasti orang tua yang wajib menegurnya. Namun jika orang tua salah sudah pasti Tuhan yang akan mengingatkan. Dengan caranya sendiri*

"Pak Rangga... anak siapa tuh?" chat salah satu nitizen, yang tak lain karyawan. Langsung memberikan like.

"Memang Pak Rangga dengan Bu Diana sudah punya anak ya?"

"Setahu gw belum, mungkin anak tetangga,"

"Anak perselingkuhan kali? ahahaha." komentarnya banyak yang menanggapi positif, ada juga yang menanggapi negative.

Pak Rangga upload foto Jenita, ada apa ini? oh, mungkin... Kartika pernah mengajak Jenita ke DIANA BAKERY. Tapi... perasan nggak pernah.

Devano saat ini yang belum tidur melihat Angga posting foto jeni, bertanya-tanya dalam hati, masih belum tahu apa yang terjadi.

Begitu juga dengan Kartika di tempat tidur sedang melihat pertemanan di facebook, ada yang mengirimi pertemanan padanya. "Satu teman dengan Devano, siapa ini?" Kartika berbicara sendiri. Foto profile Harimau. Yang bernama; Pria Sebatang Kara.

Kartika penasaran lantas intip-intip dulu sebelum menerima pertemanan. Kartika lantas membulatkan mata terkejut tatkala melihat fhoto Jenita di Upload.

Dengan dada yang gemuruh Kartika membaca komentar dan nitizen ada yang menyebut nama Rangga ia baru mengerti ternyata pria ini suaminya.

Like satu persatu berdatangan, ternyata teman Rangga cukup banyak hingga lima ribu orang. Kartika membuka tiap Angga membuat tulisan maupun upload foto.

1
imoe nawar
👍
Jumi Eko
Bagus
Hera sasuwe
👍
Isabela Devi
Kartina akan dapatkan orang yg lebih baik angga
Isabela Devi
semoga kamu tetap kaya terus angga
Isabela Devi
Angga bagai kacang lupa kulit
Isabela Devi
semoga Devan jodoh dgn Kartika
Isabela Devi
Kartika ga usaha harapin laki laki yang kaya Angga itu lagi
Evy
Harus nikah lagi kalo mau kumpul sebagai suami istri...
Evy
Karena sudah kaya ...Angga jadi lupa anak istri ..punya istri baru yang kaya ..tega menelantarkan anak istri dikampung.setifaknya walaupun sudah punya yang baru ..ingat akan nafkah pada keluarga yang ditinggal kan...
fadhila
bagus Kartika pembalasan yang cantik tak perlu saling mencakar...
emg Diana sakit jiwa kyaknya tu..🤭
ayu cantik
suka
Firgi Septia
Kartika sdh TDK ada harga diri jadi istri mau kembali sama suami yg menduakan walaupun ada alasan TDK jijik apa
Syilvi Hesty
kayaknya Diana itu pernah kena depresi deh makanya bapaknya maksa si Mokondo nikahin anaknya karna dia tau anaknya gila
LENY
DASAR WANITA SAKIT JIWA DIANA
LENY
KASIHAN MAMA ULY ORANGNYA BAIK BANGET😥😥
LENY
KASIHAN DEVAN ORANGNYA BAIK AKU SIH SEBETULNYA LBH SETUJU KL TIKA SAMA DEVAN 😊🙏🙏
LENY
PAPA HERMAWAN & MAMA ULY ORANG YG SANGAT BAIK KOK ANAKNYA DIANA KELAKUANNYA BEDA BANGET SAMA MM PAPA. APA ANAK PUNGUT 😊😅
SALAH DIDIK SIFATNYA GAK NURUN MAMA DAN PAPA.
LENY
DIANA INI KL MARAH SEREM YA BANTING2 BARANG DUH🙈
LENY
DASAR DIANA SAKIT JIWA😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!