Mala, jatuh cinta pada pria amnesia yang ditolong ayahnya. Mereka saling jatuh cinta dan menikah. Ketika ingatannya kembali, sang suami tidak pernah lagi pulang ke rumah Mala.
Penantian Mala berakhir dan dia memutuskan merantau ke kota. Dia bertemu dengan suaminya yang ternyata adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
Bagaimana Mala akan bersikap dan kesalahpahaman apa yang membuat sang suami tidak pernah kembali?
Bagaimana si kecil Gala ketika tanpa sengaja bertemu sang ayah?
Dapatkah sang suami mendapatkan cinta Mala kembali, dan bersaing dengan pria-pria yang mengejar Mala?
Jawabannya ada disini, yuk baca selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dicko mendekati Mala
Mala sangat terpukul dengan kejadian itu, terutama saat tahu apa yang dilakukan Bara terhadap kehidupannya. Marah, kesal dan sakit hati.Semua tidak akan bisa kembali lagi seperti dulu. Rasa percaya yang sudah hilang,sulit untuk bisa kembali.
Dicko memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Mala. Tak ada lagi saingan dan tak ada lagi pengganggu. Dicko bisa dengan bebas dan leluasa mendekati mantan istrinya.
Hari itu, Dicko menjemput Mala dan mengajaknya makan malam di sebuah restauran mewah, namun Mala menolaknya. Mala bersedia makan di tempat yang membuatnya nyaman.
Demi tujuannya, Dicko menerima permintaan Mala. Mereka makan disebuah rumah makan sederhana. Walaupun Dicko tidak suka makanan di sana, demi Mala dia berusaha menikmati makanan yang ada.
"Mala, izinkan aku untuk menjagamu dan anak kita. Maafkan aku karena sudah hampir 4 tahun menelantarkan kalian. Aku ingin menebusnya kembali," kata Dicko sambil menatap Mala yang asyik makan.
Mala berhenti sejenak mendengar ucapan Dicko. Sepertinya dia memang sungguh-sungguh meminta maaf padanya. Namun rasanya tidak bisa semudah itu melupakan semuanya.
"Beri aku waktu untuk memikirkannya kembali. Saat ini aku sudah merasa lepas dari beban yang kurasakan selama ini. Membiarkanmu masuk kembali dalam kehidupanku dan Gala, rasanya masih sangat sulit," jawab Mala.
"Setidaknya, izinkan Gala mengenalku lebih dekat sebagai ayah kandungnya. Sekali lagi aku minta maaf, karena tanpa seizin mu aku datang menemui Gala, di kampung nelayan," kata Dicko membuat Mala sedikit kesal.
"Kapan?" tanya Mala.
"Beberapa hari yang lalu. Aku bertemu ibu dan Gala. Mereka masih sama baiknya seperti dulu. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku belum memberitahu bahwa aku adalah ayah kandungnya," jawab Dicko.
"Syukurlah, jika tidak,Gala pasti akan membenciku," kata Mala.
"Tapi kapan kamu akan memberitahu Gala?" tanya Dicko.
"Nanti, jika aku sudah siap," jawab Mala.
"Siap apa? Aku siap menjadi orang yang kamu butuhkan. Semua yang aku miliki untuk kalian berdua," kata Dicko sangat meyakinkan.
"Baiklah, akhir pekan ini aku akan mengajukan cuti. Apa kamu bisa pergi denganku?" tanya Mala.
"Tentu, kapanpun aku akan siap untukmu. Kita akan pergi menemui buah hati kita, tentu aku akan pergi dengan senang hati," jawab Dicko.
***
Akhir pekan yang panjang bagi Mala. Dia dan Dicko pergi ke kampung halaman Mala di kampung nelayan. Dicko sengaja tidak membawa sopir pribadi untuk membuat suasana lebih seperti sebuah keluarga.
Dalam hati Mala terus berpikir bagaimana caranya menjelaskan semua ini pada Gala. Anak itu begitu keras kepala dan banyak bicara.
"Mala, kamu tidak perlu khawatir. Aku akan membantumu bicara pada Gala," kata Dicko saat melihat Mala cemas.
"Terimakasih, aku hanya merasa kangen dengan Gala," kata Mala.
"Anak itu memang bikin hati kangen. Dia sepertimu, penuh semangat. Ceria dan banyak akal," cerita Dicko.
"Kamu baru pertama bertemu dia, kenapa bisa sok akrab?" tanya Mala.
"Dia anakku, darah yang mengalir ditubuhnya adalah darahku. Sama-sama seorang pria, tentu aku sangat memahaminya," jawab Dicko.
Mala tersenyum mendengar perkataan Dicko yang seolah mengenal Gala. Ayah dan anak itu memang sangat mirip, baik rupa maupun sifatnya. Walaupun beberapa hal Gala mewarisi sifatnya, namun saat melihat Gala seperti melihat Gama kecil. Walupun Gama dan Dicko adalah orang yang sama, tapi bagi Mala dekat dengan Dicko tak bisa seperti saat dia dengan Gama. Mungkin yang dia cintai adalah Gama bukan Dicko.
andra : Sakitnya mencintai sepupu ku,,
saat nya bu shella dan pak reno bahagia...
cepet halalin y pak reno... 😘
tiga kali apa ngga cape mala,,😁😁