NovelToon NovelToon
Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Leogirl's

Keysa Indira Fidelya, gadis cantik dan kaya raya, menutupi latar belakang dan kecantikannya demi melarikan diri dari pernikahan. Ia pergi ke Kota B dan menjadi seorang mahasiswa yang berpenampilan culun dan tidak menarik sama sekali di sana.

Namun, tidak pernah disangka kalau hari pertama di kota pelariannya, Keysa akan bertemu dengan seorang pria paling disegani di Kota B. Seorang pria yang berani mencium paksanya sampai dua kali.

Devano G Mahardika, lelaki sombong, orang terkaya nomor satu di kota B, bahkan di Negara X. Lelaki yang menyebabkan Keysa marah karena telah berani menciumnya secara paksa dan terjadi konflik di antara mereka. Akan tetapi, Devano juga tanpa sengaja telah menyelamatkan Keysa yang sedang dalam masalah.

Dengan hal tersebut, cerita kedua insan ini dimulai, dari yang menantang banyak masalah, latar belakang kehidupan, permusuhan menjadi percintaan serta orang ke tiga juga mewarnai cerita kehidupan mereka.

*Cerita ini mengikuti Misi Kepenulisan yang diselenggarakan oleh Noveltoon. Jika ada kesamaan dengan novel lain harap maklum, karena alur ditentukan oleh editor dan author hanya mengembangkannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

'Mampus sepertinya firasatku benar adanya.' Keysa menatap wanita itu dan Cheryl secara bergantian. 

"Iya. Aku adalah Keysa. Aku bertugas untuk mengantar pesananmu," jawab Keysa dengan setenang mungkin. 

"Wajah jelek, cupu, penampilan norak enggak karuan kayak gini berani-beraninya membuat masalah dengan gadis terpopuler di sini." Wanita itu tidak lantas menerima orderannya, ia malah menunjuk-nunjuk wajah Keysa sembari menghina Keysa. "Seharusnya kamu itu nyadar diri. Lihatlah! Penampilanmu saja tak sepadan dengan kami! Hanya seorang kurir makanan pun sombongnya minta ampun," lanjutnya sembari mendorong bahu Keysa.

Membuat tubuh Keysa sedikit oleng, tetapi tidak sampai terjatuh. 

"Sudahlah Fell, jangan diperpanjang. Lepaskan gadis itu! Aku sudah tidak apa-apa, luka-lukaku juga sudah tidak sakit. Bukankah kita hanya berniat memesan makanan darinya? Ambil makanannya dan bayar, lalu lepaskan dia," Cheryl membujuk wanita bernama Felly itu, agar melepaskan Keysa. 

"Lihatlah sahabatku malah memintaku melepasmu! Tapi, tidak segampang itu. Kau sudah menghinanya bahkan melukainya dan itu berarti kau juga telah menghina dan melukaiku. Dan aku tidak terima! Kau harus merasakan apa yang sahabatku rasakan oleh ulahmu." 

Perkataan Cheryl malah membuat Felly semakin marah dan semakin mencaci maki Keysa dengan segala sumpah serapah yang keluar dari mulutnya. Itulah yang sebenarnya Cheryl inginkan, membuat Cheryl menarik salah satu sudut bibirnya saat mendengar hinaan demi hinaan yang ditujukan kepada Keysa. 

Keysa memilih tidak peduli dengan ucapan Felly. Ia hanya meminta mereka menerima pesanan mereka dan membayarnya. "Aku ke sini bukan untuk mencari ribut.  Aku ke sini hanya untuk mengantarkan pesanan anda. Silakan terima pesanan anda dan bayar sesuai nota yang tertulis!" tandas Keysa. 

Namun, Felly yang terlanjur membenci Keysa malah menyuruh Keysa membawa kembali makanan yang dipesannya dan tidak mau membayar sepeser pun. "Aku tidak berniat untuk mengambil dan membayar makanan yang kau bawa. Karena sebenarnya aku hanya ingin membuatmu kesusahan sebagai salah satu balasan atas perbuatanmu," ucap Felly dengan diiringi tawa yang menggema di ruangan kelas. 

Mendengar ucapan Felly, Keysa pun lantas mengeluarkan semua makanan yang dibawanya lalu menyiramkannya ke arah mereka berdua serta meja dan lantai sekitar Felly dan Cheryl, membuat kedua gadis itu berteriak memaki Keysa. Akan tetapi, Keysa tidak peduli. Ia berbalik dan berkata kepada orang-orang di kelas tersebut bahwa ia melakukan itu hanya karena Felly dan Cheryl tidak mau membayar pesanan keduanya. Keysa juga meminta orang-orang tersebut membantu menjelaskan kepada dosen jika ada yang bertanya mengenai kejadian yang terjadi saat ini. 

"Kamu tenang saja. Kami sudah melihat semua yang terjadi dan tahu siapa yang salah di sini. Kamu tidak perlu khawatir, kami akan membantu menjelaskan sejelas-jelasnya tanpa membesar-besarkan dan melebih-lebihkan." Salah satu dari orang di dalam kelas itu angkat bicara.  

Ucapan orang itu membuat Keysa jauh lebih tenang. 

"Sekolah di fakultas hukum, tetapi kelakuan kayak yang gak ngerti hukum." Keysa menatap sinis Felly dan Cheryl, lalu pergi meninggalkan ruang kelas beserta Cheryl dan Felly yang sudah berantakan.

Keysa  kembali ke kelas untuk memberikan uang kepada Disti karena elanjaan yang tadi dibawa Keysa dibeli oleh uang Disti, dan Keysa tidak mau sahabatnya itu merugi karena ulahnya.

Setiba di kelas, Keysa langsung duduk di bangkunya, menunggu Disti yang belum kembali. Namun, baru saja duduk, Keysa merasakan ada pandangan menusuk yang menatap ke arahnya. Ia pun menoleh ke kanan dan kiri, lalu menggigit bibir bawahnya saat menyadari sesuatu. Bisa-bisanya ia melupakan keberadaan Devano. Sejurus kemudian, Keysa kembali berdiri hendak kabur dari lelaki yang sedang menatapnya intens. Akan tetapi, pergerakan Keysa terhenti karena secepat kilat Devano menarik lengannya.

"Apa kau mau kabur lagi?" tanya Devano dengan kedua mata yang menatap tajam Keysa. 

"Ish ... siapa yang mau kabur? Jangan suudzon!" Keysa tersenyum canggung. "Sebenarnya aku itu sengaja berdiri untuk menghampirimu dan meminta maaf atas kejadian tadi pagi," jelas Keysa, "maafin aku, ya!"

Devano menyipitkan sebelah mata, tidak percaya begitu saja dengan ucapan gadis yang  masih dicekalnya itu. 

"Sebagai permintaan maafku, bagaimana kalau aku traktir kamu es krim?" lanjut Keysa, memberikan penawaran. 

Sejenak, Devano tampak berpikir, lalu mengiakan tawaran Keysa. "Baiklah aku terima maafmu, tapi aku ingin makan es krim yang ada di toko depan gerbang kampus," ucap Devano. 

"Dengan senang hati  aku akan membelikannya." Keysa tersenyum mendengar jawaban Devano. 

"Ya, sudah belikan aku es krim sekarang sebelum aku berubah pikiran," tandas Devano. 

"Ok." Keysa mengangkat tangannya dengan telunjuk dan jempol menyatu membentuk huruf 'o', kemudian pergi untuk membeli apa yang Devano inginkan. 

'Sejak kapan si Arogan bisa memaafkan seseorang dengan sangat mudah seperti itu?' Sepanjang perjalanan, Keysa memikirkan tingkah Devano yang dengan mudah memaafkannya. Tidak seperti biasa-biasanya yang malah mengajaknya bertengkar terlebih dahulu. Sikap Devano yang seperti itu tak ayal membuat Keysa bingung. Hingga kebingungan itu terjawab sudah saat Keysa sampai di toko es krim dan akan membayar es krim pesanan Devano. 

"What??" pekik Keysa saat si kasir menyebutkan nominal yang harus dibayar untuk satu es krim yang dibelinya. "Apa itu tidak salah?" tanya Keysa mencoba memastikan. 

"Tidak, Mbak. Es Krim yang Mbak beli harganya memang segitu," jelas si kasir. 

Keysa membuang napas kasar. Kebaikan Devano hanyalah akal busuk lelaki itu semata. Mau tidak mau Keysa membayar es krim yang harganya sangat mahal. Satu es krim yang dibelinya sama dengan setengah harga pendapatannya dari endorse produk.

'Pantas saja dia memaafkanku dengan mudahnya, ternyata dia ingin membuatku bangkrut hanya dengan satu es krim,' rutuk Keysa. 

Keysa pun kembali ke kelas dengan wajah sedih. Uangnya melayang begitu saja hanya untuk membeli satu es krim, padahal dengan uang sebanyak itu ia bisa membeli seratus es krim yang biasa terpajang di mini market.

'Nyesel aku nawarin es krim pada si Arogan,' gumam Keysa sembari masuk ke kelas. 

Namun, langkah Keysa terhenti saat melihat Cheryl sedang duduk di bangkunya. Dengan air mata yang berderai Cheryl mengadukan perbuatan Keysa saat di kelas hukum beberapa waktu lalu kepada Devano. 

"Kenapa gadis jelek itu terus mencari masalah kepadaku? Aku hanya mengganggunya sekali, tetapi ia terus mengusikku. Kamu bilang aku tidak boleh mengganggunya lagi. Kamu bilang aku harus mengalah. Aku sudah melakukannya." Setelah kepergian Keysa tadi pagi, Devano yang melihat amarahnya mencoba menenangkan dan memintanya untuk tidak terbawa emosi. Keysa yang tidak selevel hanya akan membuat reputasi Cheryl hancur jika terus memperpanjang masalah itu. Devano meminta supaya ia yang mengalah dan demi Devano, Cheryl pun mengiakan.

"Tapi, lihatlah apa yang sudah dia lakukan lagi padaku?" Dengan air mata buayanya, Cheryl menangis sesenggukan di hadapan Devano. 

"Memangnya apalagi yang telah dilakukan Keysa padamu?" tanya Devano penuh selidik. 

"Dia menyiramku dengan kuah bakso panas dan sekarang kulitku terasa perih dan sakit sekali." Cheryl menunjukkan kulit lengannya yang tampak memerah. 

"Kok bisa? Bagaimana ceritanya? Dia tidak mungkin mengganggu kalau kau tidak mengganggunya." 

Cheryl pun menceritakan tentang Felly yang memesan makanan kepada Keysa dan tidak mau membayar. Akan tetapi, gadis itu tidak menceritakan kalau dirinya juga ikut memesan makanan. 

"Felly yang memesan dan tidak mau bayar, tapi malah aku yang disiramnya. Dev, gadis itu jahat sekali. Bagaimana mungkin kamu terus membelanya? Luka semalam saja belum sembuh sepenuhnya! Dia sudah nambahin luka baru," ujar Cheryl sambil bergelayut di lengan Devano dengan air mata dan tangis yang semakin pecah. 

1
Suardi Suardi
astaga naga.....🤣😂menghibur sekali beda dri cerita yg lain
Suardi Suardi
🤣😂🤣😂ngakak terus ka bela..
mutiyah wiyono
Kesya itu bego atau gimana, mau2 nya ditindas, gk cocok, seharuse jujur aja ke dev
Wulan Bahrain
udah kayak film india aja ini thor mah hadeuuhhhhh
Roseanne
Devano sifat manja ya kek laki kecilku🤣🤣
Juhrani Juhrani
bagus 👍👍👍
Alya Yuni
Mati aja kau Keysa jdi prmpuan jngn murahn
Alya Yuni
Kau murhan Keysa
ko Thor biar si Keysa mcm prmpuan murahn
Alya Yuni
Mkanya jdi prmpuan baik jngn prgi clube
msa si Thor suka sngat prgi clube
Eka Wati
Rumit
M'oiselle Caels
huhhhh zian.
M'oiselle Caels
masih narsis.
Azlina Ab aziz
Terima kasih kerana telah menghasilkan karya yang baik .Saya dr Malaysia juga dapat memahami gaya Dan bahasa penulisan..
Indri Ary
Lanjutannya kak lagi seru juga
Eghe
helikopter mati trus masih sempet terjun payung?? hahaha lucu gak masuk akal banget, ngada2 aja loe thot
Shee Chewe Leo Thea: maaf kalau banyak plot hole, Kak. kerangka cerita diberi oleh pihak NT, saya hanya mengembangkannya. 🙏🙏
total 1 replies
Anonymous
Udah gak masuk akal ceritanya, ngelantur, apa susahnya ngebatalin taruhan klo udah tau devano curang? Aisshh, logikanya keman thor??
Eghe
ini keysa tolol apa bloon sih thor? gampang banget dibohongin musuh2nya, gak alea, ceryl, exel, udah tau mereka ular kepala 2, masih aja mao ikut diajak pergi
Eghe
mulai gak asik nih cerita pake masuk plot game, jadi gak seru gak nyambung dan bikin bosen bacanya
Lela
halu ini sihhhh🤣
Lela
memangnya bisa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!