NovelToon NovelToon
Istri Muda Tuan Mafia

Istri Muda Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Auraliv

Hidup Ruby berubah ketika memutuskan menikah dengan lelaki bernama Ryan. Bagaimana tidak? Ryan ternyata adalah seorang ketua mafia. Parahnya Ryan sudah memiliki dua istri sebelum menikahi Ruby.

Istri pertama bernama Megan. Seorang model cantik dan seksi. Dia ahli melakukan tipu muslihat dengan kecantikannya. Sedangkan istri kedua adalah Sarah, jenius dan ahli bela diri.

Ruby harus bersedia menjadi istri ketiga karena keadaan yang memaksa. Dia menghadapi hinaan dan juga remehan dari dua istri serta bawahan Ryan. Ruby dianggap orang yang tidak berguna dalam organisasi mafia milik Ryan.

Ruby yang awalnya menolak menjadi istri ketiga, akhirnya menerima. Namun masalah malah semakin pelik, karena dua istri Ryan melakukan segala cara untuk mengusirnya.

[Visual karakter ada di bab 14.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Telepon Dari Ryan

...༻❀༺...

Pencarian masih berlangsung. Ruby sudah mengobrak-abrik beberapa laci lemari. Dia juga tidak lupa untuk memeriksa tas hitam milik Ethan. Nihil, kunci masih belum juga ditemukannya.

Ruby menghela nafas panjang. Dia menggaruk bagian belakang kepala akibat kebingungan. Hanya ada satu tempat yang belum diperiksa, yaitu kamar mandi.

'Tidak mungkin Ethan menyembunyikannya di kamar mandi... Tetapi, apa salahnya memeriksa dahulu," gumam Ruby dalam hati. Dia segera masuk ke kamar mandi. Memeriksa ke bagian lemari. Matanya langsung membulat, tatkala menyaksikan ada dua buah kunci di sana. Salah satunya Ruby yakini adalah kunci bunker yang mengurung Megan dan Sarah. Terbukti dari warnanya yang merah. Sedangkan untuk kunci yang satunya, Ruby tidak tahu untuk apa. Kuncinya sendiri sama besarnya seperti yang merah, tetapi berwarna hijau.

"Thank god!" Ruby lekas-lekas mengambil kunci. Dia memutuskan untuk mengambil kedua kunci untuk berjaga-jaga.

Saat keluar dari kamar mandi, Ruby melihat Ethan masih terbaring di kasur. Sebelum meninggalkan lelaki tersebut, Ruby tidak lupa untuk mengunci pintu kamar. Dia kini membawa kunci kamar Ethan. Kemudian melemparkannya ke laut. Saat itulah ponselnya mendadak berdering. Ruby bergegas mengangkat panggilan yang ternyata dari Ryan.

"Apa-apaan Ryan! Kenapa kau baru menghubungiku sekarang?! Kami benar-benar kesulitan di sini!" Ruby menjawab panggilan telepon dengan omelan.

"Ada apa? Apa sesuatu yang buruk menimpa kalian? Akhh..." Ryan merasa khawatir. Dia juga terdengar mengerang seperti orang kesakitan.

"Ryan, kau tidak apa-apa?" sekarang malah Ruby yang bertanya mengenai keadaan Ryan.

"Jangan pikirkan aku. Beritahu saja, kekacauan yang kau alami. Aku berjanji akan secepatnya menolongmu..." sahut Ryan dari seberang telepon.

"Ini benar-benar gila. Sarah, Megan dan tim lainnya sedang dikurung dalam bunker. Entah bagaimana orang-orang The Drugs mengetahui kedok mereka. Parahnya The Drugs akan membuang mereka ke laut!" Ruby memberitahu sambil melajukan langkahnya menuju gudang penyimpanan.

"Apa kau bilang?! Lalu bagaimana denganmu, kau baik-baik saja kan?" tanya Ryan.

"Aku baik-baik saja. Tetapi aku sendirian sekarang! Ryan, kumohon bantu aku!" ujar Ruby memohon. Dia tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi.

"Tentu saja. Aku akan segera menjemputmu. Bertahanlah Ruby, aku akan secepatnya menyusulmu. Jika ada sesuatu hubungi aku, oke?" balas Ryan. Pembicaraan berakhir ketika Ruby menyebutkan kata oke.

Ryan yang baru saja tiba di markas, harus bergegas pergi lagi. Dia bahkan tidak peduli dengan luka-luka yang ada dibadannya.

"Ryan, kau mau kemana? Lukamu belum semuanya aku obati," tegur Harry. Dia merupakan seorang dokter yang dipekerjakan Ryan di markas.

"Aku harus pergi secepatnya!" jawab Ryan sembari mengenakan baju atasannya. Lalu langsung memanggil beberapa anak buahnya untuk ikut. Ryan segera pergi menaiki helikopter. Dia membawa sekitar dua buah helikopter untuk berjaga-jaga.

Ryan memilih terbang dari markasnya yang berada di kota Lousiana, Amerika Serikat. Sebab lelaki itu tahu, kapal pesiar yang dinaiki istri-istrinya sebentar lagi akan tiba di pelabuhan. Jadi dia tidak perlu terbang terlalu jauh menggunakan helikopter.

Sementara itu Ruby. Dia sudah tiba di gudang penyimpanan. Dahinya mengerut heran saat menyadari bunker Sarah dan Megan sudah menghilang.

"Kemana perginya?" Ruby mengedarkan penglihatan ke segala penjuru. Dia mencari-cari keberadaan bunker tempat Megan dan Sarah dikurung. Dirinya semakin terkejut, kala mengetahui ada banyak bunker berwarna merah di gudang penyimpanan. Namun Ruby tidak menyerah. Gadis tersebut memeriksa satu per satu sebelum semuanya terlambat.

"Sarah? Megan?" panggil Ruby penuh harap. Tetapi tidak ada seorang pun menyahut.

Menit perlahan berubah menjadi satu jam. Sudah cukup lama Ruby mencari-cari, dan masih belum ketemu juga. Lama-kelamaan pencariannya memakan waktu hampir dua jam. Gudang penyimpanan kapal memang sangat luas. Memuat barang-barang yang besar. Termasuk banyak bunker yang berisi semua macam benda. Apalagi untuk ukuran kapal pesiar mewah yang kini dinaiki Ruby.

Ruby berhenti sejenak. Dia mengusap kasar wajahnya. Sia-sia dirinya mendapat kunci, jika bunker Megan dan Sarah telah menghilang dari tempatnya. Atensi Ruby perlahan tertuju ke arah gerbang yang ada di depannya. Tangannya iseng memencet tombol pembuka gerbang.

Mata Ruby membelalak, ketika menemukan ada ruangan lain di balik gerbang. Dirinya juga menemukan ada bunker merah dan hijau di sana.

"Sarah?" Ruby memanggil sambil berjalan mendekati bunker merah.

"Ruby! Kami di sini!" suara Sarah terdengar menjawab. Dia bahkan menggedor-gedor bunker untuk memberitahukan keberadaannya.

Tanpa pikir panjang, Ruby segera membuka gembok dengan kunci yang sudah didapatnya dari Ethan. Benar saja, kunci yang dibawanya mampu membuka gembok dengan mudah. Kini tampaklah Megan, Sarah dan empat orang lainnya dari balik pintu bunker.

"Good job, Ruby!" Sarah menepuk pelan pundak Ruby. Sementara Megan berjalan melingus begitu saja melewati Ruby.

"Sekarang lebih baik kita mencari sebuah helikopter, agar kita bisa pergi dari kapal secepatnya!" ungkap Megan. Memberikan usulan.

"Aku sudah memberitahukan Ryan tentang keadaan darurat kita. Dia dalam perjalanan ke sini sekarang!" ucap Ruby. Dia berpikir berita yang diberitahukannya dapat membuat Megan dan Sarah tenang.

"A-apa? Kau memberitahu Ryan?" Sarah menggeleng tak percaya. "Jangan bilang kau mengatakan kepadanya, kalau aku dan Megan ditangkap oleh orang-orang The Drugs?" lanjutnya lagi, memastikan.

"Ya... itu yang sebenarnya terjadi kan?" Ruby menjawab dengan kerutan didahinya. Dia tidak mengerti terhadap sikap yang ditunjukkan oleh Sarah.

"Apa yang salah, Sarah? Bukankah bagus, jika Ryan membantu kita?" tukas Megan yang juga tak paham akan gelagat Sarah.

Bola mata Sarah memutar kesal. Dia mengabaikan Ruby dan Megan. Gadis berambut pendek sebahu tersebut hanya tidak mau Ryan mencampuri misinya. Bahkan jika itu gagal. Sebab seperti yang sudah dibilang, Sarah adalah seorang perfeksionis. Dia benci jika harga dirinya tercoreng. Sarah yang awalnya merasa bersyukur, kini begitu sebal kepada Ruby.

Ruby yang merasa diabaikan hanya terperangah. Dia tidak menyangka, niat baiknya sama sekali tidak dihargai. Dia diam di tempat cukup lama. Menatap tajam punggung Sarah dan Megan yang kian menjauh. Tanpa sengaja, perhatiannya tertuju ke arah bunker hijau. Ruby merasa penasaran dengan isi bunker tersebut. Dirinya menghampiri bunker hijau dan membuka pintunya.

Bruk!

Pintu bunker hijau menghempas saat berhasil terbuka. Penglihatan Ruby sontak disambut dengan banyaknya tumpukan kotak besar di dalam bunker. Entah benda-benda apa itu.

Terdengar bunyi derap langkah yang kian mendekat dari belakang. Ketika Ruby menoleh, ternyata yang datang adalah Sarah dan Megan. Nampaknya suara hempasan pintu mencuri perhatian mereka.

Sarah segera masuk ke dalam bunker. Kemudian memeriksa salah satu isi kotak dalam bunker hijau. Mata gadis itu membulat sempurna, tatkala melihat isi dari kotak tersebut.

"Apa isinya?" tanya Ruby.

"Ini adalah barang-barang yang harus kita rebut dari The Drugs!" Sarah mengambil satu bungkus dari dalam kotak. Dia memperlihatkan satu bungkus pelastik berisikan sabu.

"Apa kita akan membawanya?" Megan menuntut jawaban.

"Kalau bisa..." jawab Sarah seraya keluar dari bunker, lalu mendongakkan kepala. Dia memastikan ada jalan keluar dari atas. Benar saja, ada gerbang yang dapat terbuka di sana. Sepertinya berguna untuk jalan keluar dari barang yang disimpan. Biasanya diambil menggunakan pengait dari kendaraan crane atau helikopter.

"Aku yakin bisa." Sarah tersenyum senang. Dia merasa harus tetap menjalankan misi utamanya. "Ayo, lebih baik kita bergegas menemukan helikopter!" ajaknya. Lalu memimpin jalan keluar gudang penyimpanan.

Ruby terpaksa mengikuti. Dia berusaha menyamakan langkahnya dengan Sarah dan Megan.

"Ruby, kau tidak ada melihat helikopter saat berkeliling kapal?" tanya Megan. Dia menatap Ruby dengan sudut matanya.

"Tidak ada." Ruby menjawab sambil menggelengkan kepala.

1
Surati
bagus
Lisa Halik
apa tujuan ryan nikahi ruby pada hal ryan sudah punya isteri
Lisa Halik
mampir thor
Tarmi Widodo
bodoh banget rubi.laki² serakah punya 3 istri sebel aq,TPI penasaran klu tak di baca hihihi 😀
Tarmi Widodo
kesel baca ya masak lari terus kpn damai ya hihihi
Tarmi Widodo
apa tak capek Rubi lari terus,pergi jauh Rubi jgn smpi ketangkap lgi buang tas ya😀😀😀
Tarmi Widodo
gemes aq baca ya tapi seru
Bu Kus
semakin seru dan bikin tegang aja ceritanya sih
Bu Kus
semakin seru dan bikin tegang aja
Bu Kus
wah Riyan kuat imam gak ya semakin seru tahu
Bu Kus
makannya jadi orang jangan jahat Ruby Yana baik aja bisa sama kalian kan lebih baik koreksi diri
Bu Kus
hhh Ruby Ruby ada ada aja ya balas dendam nya biar kedua istri Riyan cemburu ya
Bu Kus
duh ada apa ko Ruby ceki ceki jadi penasaran dong
Bu Kus
bagus biar tahu rasa siapa suruh jahat sesama istri seharusnya kan saling membantu
Bu Kus
kasih pelajaran mereka Ruby buat mereka nyesel dan pelajar lha jadi semakin kuat ruby
Bu Kus
megah megah udah di tolong ko gak ada terimakasih nya sih malah main fitnah aja sungguh jahat ya kamu
Bu Kus
uuu...di tolong malah gak terimakasih malah nyalahin pada sampe Ruby korban kan harga diri buat bantu kalian eee malah kaya gitu sih orang di bilang gak punya ke ahlian teryata bisa bantu tu
Bu Kus
wah Ruby cari mati aja demi membantu Sarah dan kawan kawan harus rela berbuat lebih hot
Bu Kus
ayo Ruby semangat buat mabuk Ethan dan bisa bantu darah da megah
Bu Kus
Ruby ayo cepat cari jalan keluar yang terbaik buat megah malu pada ucapanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!