NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Mantan

Terpaksa Menikahi Mantan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Salah sambung hingga berakhir pacaran. Sepasang kekasih yang sudah siap menikah harus kandas karena sebuah kecelakaan.

Restu terlepas, seorang anak harus berbakti pada orangtuanya dengan menikahi wanita pilihan mereka.

Bertemu kembali dengan status berbeda, dengan harapan ingin kembali dengan cinta lama.


"Aku tidak ingin menikahi bekas orang!" kalimat penegasan keluar dari bibir seorang mantan.

Strategi meraih mantan tercinta hingga berujung pada sebuah pernikahan.

Perjuangan mendapatkan cinta kembali dari sang mantan hingga air mata menjadi saksi bisu.

Inilah kisah Terpaksa Menikahi Mantan yang penuh dengan tawa dan air mata.

Lanjutan novel ini 👉🏻 Sang Penakluk Playboy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak direstui

Setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih, kini Raka sudah sampai di kediamannya.

Ting..Tong..

Suara bel berbunyi dengan segera bibi membukakan pintu rumah.

"Assalamualaikum" ucap Raka tersenyum sumringah.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah. Den Raka! Ayo masuk! Masuk!" sahut bibi tersenyum sumringah.

Raka menganggukan kepalanya dan berjalan masuk dengan menenteng paper bag di tangan.

"Mommy dan daddy dimana bi?" tanya Raka melirik bibi.

"Tuan sama nyonya lagi bersantai di ruang tv. Den kesana saja" sahut bibi dengan lembut.

"Oh ya bi! Tolong buat teh ini dan sugukan untuk mommy dan daddy ya!" ucap Raka menyerahkan paper bagnya.

"Ok Den" bibi tersenyum dan beranjak pergi ke dapur.

Raka menyunggingkan bibirnya dan beranjak pergi menemui Talita dan Gunawan.

"Assalamualaikum, mon, dad" ucap Raka mencium punggung tangan mereka.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah"

"Kemana saja kamu?" tanya Talita menatap Raka dengan serius.

"Aku baru sampai mom, deh.. Capek banget" ucap Raka merebahkan tubuhnya di atas pangkuan Talita.

"Kamu dari mana?" tanya Talita mengusap rambut Raka.

"Bandung mom" sahut Raka spontan.

"Daddy suruh kamu kesana cuma untuk survey dan kenapa malah nginap di sana?" tanya Gunawan melitik Raka sekilas.

"Aku nginap di rumah pacar aku daddy dan aku juga diajak jalan sama mereka" jelas Raka sembari memejamkan matanya.

"Apa? Kamu sudah bertemu dengan keluarga mereka?" pekik Talita tersentak kaget.

"Iya mom. Mommy tau mereka sangat baik dan hangat" jelas Raka membuka matanya dan menatap Talita dnegan serius.

"Terus terus?" tanya Talita penasaran.

"Anak mommy yang ganteng dan pintar ini ya pasti di terima dong di dalam keluarga mereka" sahut Raka dengan tingkat kepercayaan dirinya yang melampaui batas.

"Issttt .. Kamu ini, kepedean sekali" sahut Talita menyungging bibirnya.

"Oh ya mommy, aku ada oleh-oleh dari Bandung" ucap Raka sembari bangun dari pangkuan Talita.

"Oleh-oleh? Apa itu?" tanya Talita mengernyitkan keningnya.

"Tunggu bibi buatkan dulu" sahut Raka menyungging bibirnya.

Tidak lama kemudian, bibi datang dengan nampan di tangannya yang berisi 3 cangkir minuman.

"Ini dia tehnya" ucap bibi meletakkan teh di depan mereka.

"Teh? Jadi ini oleh-oleh dari bandung?" tanya Talita dengan nada suara sedikit meremehkan Raka.

"Mommy dan daddy coba dulu! Aku jamin ini enak banget" sahut Raka mengambil cangkir dan menyerahkan pada mereka.

Gunawan dan Talita penasaran dengan rasa teh tersebut, mereka pun menyerumput tehnya.

"Gimana-gimana?" tanya Raka tersenyum sumringah sembari menaik turunkan kedua alisnya.

"Teh ini enak banget. Kamu dapat dari mana?" tanya Gunawan menatap Raka.

"Om Roni, papanya Melisa" sahut Raka dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.

"Wah baik sekali papanya Melisa kasih kamu oleh-oleh teh dari Bandung" ucap Talita melirik Raka.

"Harus dong mommy. Aku kan calon mantu mereka" sahut Raka spontan sembari menyerumput teh.

"Kamu sudah bilang mantu mantu dari tadi, memangnya kapan kami bisa kesana untuk melamar pacarmu itu?" tanya Gunawan mulai serius dengan Raka.

"Tunggu dia sembuh dulu baru bisa Raka nikahi dia" jawab Raka dengan santai.

"Dia sakit apa?" tanya Talita mengernyitkan keningnya.

"Dia accident di jalan, dan kakinya sekarang mengalami kelumpuhan" sahut Raka meletakkan kembali cangkir tehnya.

"Jadi kamu masih berhubungan dengan wanita lumpuh?" tanya Talita sedikit kaget dengan ucapan Raka.

"Iya mom. Dan Raka akan tunggu dia sampai sembuh, meskipun belum sembuh jika sudah waktunya Raka menikah juga akan menikahi dia" jawab Raka dengan santai, karena memang dia sudah sangat mencintai Melisa.

"Kalau dia lumpuh mommy gak setuju" tegas Talita.

"Mommy ini kenapa? Dia cuma lumpuh sementara kok, lagian bentar lagi juga sembuh" sahut Raka dengan serius.

"Pokoknya jika dia belum bisa normal seperti yang lain, mommy gak setuju dan mommy akan jodohkan kamu dengan Bella anak teman mommy" sahut Talita dengan tegas. Ia tidak menginginkan seorang mantu cacat, ia juga merasa malu bila berhadapan dengan teman-temannya.

"Daddy?" panggil Raka menatap Gunawan dengan melas, ia berharap Gunawan dapat membantunya.

"Maaf nak. Tapi kali ini daddy setuju dengan mommy kamu. Walaupun kami egois, tapi kami tidak ingin dipandang sebelah mata oleh keluarga dan teman-teman kami yang memiliki menantu cacat" jelas Gunawan dengan serius.

"Tapi dulunya Melisa bisa jalan mommy, daddy. Hanya saja sekarang lumpuh dan kata dokter itu bersifat sementara" jelas Raka kembali memberi mereka pengertian.

"Apapun itu. Kami mau menantu yang sempurna, bukannya cacat" tegas Gunawan tanpa berbelit-belit.

"Terserah kalianlah" ucap Raka berdecak kesal. Ia beranjak bangun dari duduknya dan berjalan ke kamarnya.

Hatinya saat ini sesak ketika mengingat ucapan kedua orangtuanya tanpa ada sedikitpun pertimbangan.

Talita dan Gunawan masih risau dengan Raka yang ngotot ingin menikahi Melisa dalam kondisi apapun.

"Daddy! Bagaimana kalau Raka itu beneran mau nikah dengan pacarnya yang lumpuh itu?" tanya Talita menatap Gunawan dengan rasa takut yang sudah meliputi hatinya.

"Aku juga bingung. Kamu cari caranya lah biar dia tidak sampai menikahi wanita cacat itu!" sahut Gunawan.

"Iya daddy juga bantuin aku mikir dong! Lagian aku gak mau semua orang ngehujat aku karena punya menantu cacat" sahut Talita.

-----

Di dalam kamar, Raka membaringkan tubuhnya seraya dengan tangan bermain gadget untuk menghubungi Melisa, ia seakan butuh suara Melisa untuk menguatkan hatinya yang saat ini mulai goyah dengan ucapan kedua orang tuanya.

"Assalamualaikum"

"Wa'alaikumusalam warahmatullah"

"Sayang! Rindu gak sama aku?" tanya Raka menggoda Melisa.

"Rindu, tapi sedikit" jawab Melisa menyungging bibirnya.

"Yah cuma sedikit" sahut Raka melas.

"Mas sudah sampai sampai?" tanya Melisa dengan lembut.

"Sudah. Tunggu aku alihkan ke video call" sahut Raka dengan segera mengalihkan telpon biasa ke video call.

"Hello sayang!" ucap Raka melambai tangannya.

Melisa tersenyum bahagia ketika melihat wajah Raka, walaupun jarak jauh seakan rindunya terobati.

"Aku sudah sampai di kamarku. Lihat ini!" ucap Raka menunjukkan ke seluruh isi kamarnya.

"Sudah mandi belum?" tanya Melisa menatap Raka yang ia yakini Raka belum mandi.

"Sebenar lagi mandi, tapi sekarang aku ingin terus memandang wajahmu" ucap Raka dengan tatapan sedih di matanya.

Melisa sadar dengan sorotan mata Raka yang tidak sepertinya iapun hendak menanyakannya.

"Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Melisa mencurigai.

"Gak ada apa-apa kok" jawab Raka dengan senyuman palsu yang ia perlihatkan akan Melisa tidak mengetahui kesedihan hatinya mengingat kembali ucapan kedua orangtuanya itu.

"Jangan bohong! Katakan sesuatu!" desak Melisa.

"Gak ada sayang" jawab Raka terus berusaha menutupinya.

"Aku gak suka lho sama orang suka bohong" tegas Melisa.

"Ok aku jujur, tapi kamu gak boleh marah ataupun sedih ya!" pinta Raka penuh harapan.

"Insyaa Allah" jawab Melisa dengan yakin.

"Mommy dan daddy ingin menjodohkan aku dengan temannya jika sayang masih lumpuh" jelas Raka dengan sedikit keraguan.

Bagai disambar petir, hati Melisa ingin sekali menjerit.

"Lalu apa yang Mas katakan sama mereka?" tanya Melisa dengan lembut berusaha menyembunyikan rasa pilunya.

"Aku tetap kekeh menikahkanmu apapun itu kondisimu" tegas Raka soal hatinya.

"Tapi bila aku gak sembuh? Apa keluargamu setuju dengan aku?" tanya Melisa dengan seribu pedang yang menggores hatinya saat ini.

"Sayang jangan pikirkan itu dulu, yang terpenting sayang berusaha sembuh, untuk yang lain biar aku urus!" sahut Raka mencoba menguatkan hati Melisa.

Melisa mwngangukkan kepalanya dengan senyuman palsu yang berkembang di bibirnya untuk menutupi kesedihannya pada Raka.

"Sekarang Mas mandi sana gih. Baunya sudah tercium sampai ke sini" ucap Melisa berdalih.

Raka dengan polosnya langsung mencium ketiaknya.

"Gak bau kok. Oh apa jangan-jangan sayang gak cebok ya!" goda Raka menyeringai.

"Enak saja. Mas itu yang belum mandi" sahut Melisa tersenyum sumringah.

"Ya sudah, aku mandi dulu biar wangi dan tercium sampai kesana" ucap Raka dengan segala ocehannya.

"Ok" ucap Melisa menyungging bibirnya.

"Cium dulu di pipi" ucap Raka menunjukan pipinya.

"Jangan Narsis! Aku gak mau" ucap Melisa menggelang-geleng kepalanya.

"Sekali saja, please!" ucap Raka memohon.

"Gak mau. Mandi sana gih" tutur Melisa sedikit malu dengan Raka.

"Ya udah deh kalau gak mau. Aku cium aja. Muach.. Assalamualaikum bye" ucap Raka setelah itu langsung mengakhiri panggilannta sebelum Melisa ngomel-ngomel.

"Aaishh.. Kebiasaan. Wa'alaikumussalam warahmatullah" jawab Melisa sedikit kesal dengan Raka yang selalu mengakhiri panggilannya setelah memberi kecupan.

1
Kembarr Kembaarr
itu bkn takdir. karna sejatinya masalah itu dibuat oleh raka dn ortunya. sementang2 orang kaya . mrk tdk memiliki perasa'an.
Kembarr Kembaarr
gak usah menurut kita pr komentator.. yg jelas ada nggak di dunia nyata seorang ibu. dn seorng wanita yg punya sifat sprt TALITA. wanita durjana . seorang ibu tak berhati nurani.... ? . aku berharap gak ada lg cerita yg model nya begini
Kembarr Kembaarr
ha ha ha 1thn bukannya melisa koma 4 bln yaa. ini anak tumbuh dr pohon jati x . bkn anak melisa
Kembarr Kembaarr
Talita Anjing .raka srigala dn gunawan babi. nyesel bene2 baca cerita ini
Kembarr Kembaarr
di novel ini pernikahan seolah bukan sesuatu yg di anggap suci. pernikahan hanya sebuah mainan. kpn ingin menikah lg ya... nikah tanpa memikirkan sakitnya yg di hianati.
Kembarr Kembaarr
itu si talita coba gunawan di suruh nikah lg kira2 boleh tidak. dasar talita ibu ber hati iblis .Ajing bener ortu si raka .si raka jg kelewat goblog. bikin emosi saja
Alina Bams
b saja
Kembarr Kembaarr
baca nya lompat jauh karna sangat jijik dngn penghianat tp sok gak punya salah bkannya menjelas apa yg terjd di masa lalu tp mlh seenak jidat raka sendiri
Kembarr Kembaarr
anak kuliahan tp goblog nya kelewat yaa si melisa ini
Kembarr Kembaarr
keturunan dr kedua orang tua yg menjijik kn.
eeeehh..... keturunannya jg sangat menjijik kan. pura2 polos padahal memang berhianat dngn menikah dngn wanita lain
Kembarr Kembaarr
kedua orang tua raka ini sangat2 menjijik kan
Kembarr Kembaarr
gak suka dngn ke2 orang tua raka. pa lg mamy nya
Daryati Idar
lanjut thor
Airiany Kwok
apa nama lapak nya pake koin gak baca kalau iya malas baca bagus disini aja bacanya
Airiany Kwok
gimana bisa kunci mobil pun ikut diletakkan di atas narkas, sedangkan pak anto disuruh pulang jadi pak anto pulang naik apa jalan kaki.
Utin Adha Edha
Gak pingin lanjut baca ini, nyesek sebagai istri, raka juga kenapa jadi bimbang, duit elo banyak, sewa aja dokter selain marisa
Kembarr Kembaarr: raka mengulangi hal yg sama. kegoblokanya. keegoannya. di tambah kedua ortu tak berhati lengkap sudah penderita'an melisa. karna kebiadaban m mertua dn suami tak punya pinsip
total 1 replies
Utin Adha Edha
Ceritanya kok gini, jadi ortu egois banget, marisa dgn sukarela menjaga keponakannya, di hati minta jantung 😬
Utin Adha Edha
Yah….jodoh kk reno siapa donk, gak rela klo kk reno meninggal
Utin Adha Edha
Salah sendiri melisa kenapa juga jd istri egois tidak memberi hak suaminya
Utin Adha Edha
Tega amat sih melisa sama suaminya, dosa lo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!