NovelToon NovelToon
Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:50.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: rini sya

Stevani Safira adalah putri seorang mandor bangunan. Ia harus rela meninggalkan kekasihya yang seorang dosen karena harus membayar kerugian perusahaan yang diakibatkan oleh oknum yg tidak bertanggung jawab.

Para oknum itu menjebak Ayahnya seolah olah ayah gadis itu terlibat.

Bukti bukti yang didapat perusahan mengarah bahwa Ayahnya benar benar terlibat.

Kerugian senilai miliyaran harus dia bayar dengan pernikahan.

Big bos perusahan itu mengingikan Stevani menjadi budaknya seumur hidup berkedok pernikahan.Agar ayahnya tak dijebloskan ke penjara.


Stevani terpaksa berhenti dari kuliahnya, karena dia benar benar dipenjara oleh suaminya, mahasiswi tataboga ini terpaksa menghabiskan hari harinya di rumah big bos tersebut.

Willam Wijaya adalah nama big bos ayah Stevani.William pernah pengalami kegagalan dalam hubungan percintaanya,yang mengakibatkan perubahan sikap yg amat drastis.

Dia menjadi pribadi yang kasar arogan dan dingin.
Akankah Stevani mampu menjalani hari harinya ditengah tekanan.

Hinanan dan perlakuan kasar suaminya.
Simak kisahnya selanjutnya ga gaes.
Dalam Kasabaran Cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf Aku Harus Memilih

Willi mengikuti Vani ke kamar, Vani mendiamkanya, Vani merebahkan badanya di samping Devan.

dia merebahkan badanya disamping wanitanya, Willi memeluk Vani dan seperti biasa dia menyembunyikan wajahnya di tengkuk kekasihnya.

"Van, maaf." Vani masih diam.

"Van, pliss jangan diemin aku." Vani juga masih tak bergeming.

"Van, lebih baik kamu marah dari pada diemin aku, aku tau aku salah honey, maaf." Vani berbalik dan menatap Willi.

"Tidurlah Willi, ini sudah malam." Vani memegang pipi Willi, tatapan Vani memancarkan binar cinta yang mendalam.

"Aku mau kamu." bisik Willi.

Mereka saling menatap.

"Wil bukan aku ga mau kita dalam keadaan ga halal sekarang." balas Vani.

"Besok aku halalin kamu ya Van."

"Wil, bukan aku ga mau, aku hanya ga ingin kita melakukan kesalahan yang sama." Vani malah berusaha menghindar.

"Kesalahan mana yg kamu maksud Van, aku ga ngerti."

"Dasar dari pernikahan kita salah Wil,kita menikah tanpa restu orang tua kita masing masing kan."

"Apakah kamu mau dapat restu dari papaku? " tanya Willi berusah menebak jalan fikiran kekasihnya.

"Tentu, biar rumah tangga kita bisa sakinah mawadah dan warohmah Wil." jawab Vani.

"Baiklah honey, besok kita temui papa, aku akan bicara padanya." Willi menata anak rambut Vani yang menutupi keningnya.

"Heemm, sekarang tidurlah, aku akan memelukmu Wil."

"Heemm, terimakasih banyak honey." bisik Willi, kali ini Vani memeluk willi, lama kelamaan Vani menjadikan lengan Willi sebagai bantalnya.

Vani menghirup aroma wangi tubuh Willi.

Willi kamu harum sekali batin Vani ,aku sukak, tapi maaf Wil, aku tak bisa berada disisimu tak terasa air mata Vani menetes mengingat apa yang dilaluinya tadi pagi.

**flasback on

Pagi itu ketika Vani hendak pergi ke toko, Vani sudah bersiap dengan motornya,bahkan Devan pun sudah ada digendongan Vani. seseorang menghampirinya didepan rumah Vani.

"Maaf nona, apakah nona bernama Vani?" tanya seseorang berpakaian serba hitam yang menghampirinya.

"Iya saya pak." jawab Vani, tentu saja dia gugup.

"Maaf nona, anda ditunggu tuan besar,tuan besar ingin bicara." ucapnya.

"Tuan besar siapa ya?" tanya Vani penasaran.

"Ayahnya tuan muda William." Vani diam dan melangkah ke mobil BMW yang terpakir didepan rumah Vani.

Sopir membukakan pintu Vani, dia pun masuk sebelumnya dia menyapa dulu seseorang yang ada didalam mobil itu.

"Selamat pagi tuan." sapa Vani.

"Pagi, masuklah." Vani masuk bersama Devan, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan mantan mertuanya, bapaknya aja ganteng gini pantesan anaknya tampan sempurna, batin Vani.

"Berikan kunci motormu, biar anak buahku yang bawa, kamu saya antar, saya mau bicara sama kamu." ucapnya, disini Vani merasa ada aura tak seneng dari nada bicaranya yang tak bersahabat. Vani memberikan kuci motornya.

"Baik Vani, saya rasa kamu sudah tau siapa saya." Vani mengangguk.

"Ya." jawab Vani takut dan menunduk.

"Apa itu anakmu?" tanya nya sedikit ketus. o

"Benar tuan."

"Aku heran sekali denganmu Vani, kamu sama sekali tidak tau malu." tentu saja ucapan itu berasa seperti tamparan pedas dihati Vani.

"Maaf."jawab Vani sepelan mungkin.

"Kau tau berapa uang William yang dicuri ayahmu, bukan mengembalikan nya kamu malah menggoda Willi." tambahnya.

"Maaf tuan saya tidak bermaksud seperti itu."

jawab Vani.

"Aku memberimu kesempatan untukmu memperbaiki kesalahan Vani, tinggalkan Willi, biarkan dia hidup bahagia, aku sudah memilihkan wanita yang sepadan dengan kami."Vani diam bibirnya gemetar.

"Willi adalah anaku satu satunya Vani, dia adalah penerus keluarga kami dan dia juga pewaris tunggal Wijaya grup, kamu pikir kamu pantas mendampinginya,hah..wanita sepertimu jangankan bersanding dengan Willi, menatap wajah Willi saja kamu tidak pantas." saat itu juga Vani sadar posisinya,

air mata Vani pun lolos.

"Maaf tuan."

"Aku mau kamu sadar posisimu Vani, dan satu lagi , aku tidak percaya ada wanita penggoda sepertimu, kau bilang dia anak Willi apakah kamu yakin, atau kamu hanya ingin menjebak Willi, katakan berapa uang yg kamu mau untuk kompensasi meningalkan Willi, aku akan berikan berapapun yang kamu mau"

Vani tak mampu menjawab, dia merasa tamparan barusan lebih menyakitkan.

"Aku akan terus mengawasimu, jika sampai besok kamu masih bersama Willi maka aku akan menghabisi adekmu, hanya dia kan yang kamu milikikan atau anakmu mungkin." Vani terkejut.

"Jangan tuan,maaf ampuni saya, tolong bebaskan adek saya." seketika pertqhanan Vanibpun runtuh.

"Bagus, kamu sudah memilih, aku akan membebaskan adikmu dan membiarkanmu hidup tenang jauhi Willi kamu mengerti." ancamnya lagi, ujian ini berasa lebih berat dibanding saat Willi menyuruhnya pergi.

"Baik tuan." Vani merasa tak punya pilihan lain selain pasrah.

"Aku tidak butuh kata katamu Vani, baca ini dan tanda tangani, jika kamu ingin adek dan anakmu selamat." Vani mengambil dan membaca surat perjanjian itu,dia menangis, maaf Willi aku harus memilih, dia pun menandatangani surat itu dan segera turun dari mobil papa Willi dengan berlinangan air mata.

Sesakit inikah Wil mencintaimu.batin Vani meronta.

*****

Willi sudah terlelap, Vani mulai membereskan barangnya.

"Willi maafkan aku aku sangat mencintaimu tapi aku tak ingin terus menyakitimu juga aku tidak bisa mengorbankan Doni dan Devan mengertilah sayang keluargamu nyatanya tak bisa menerima kehadiranku dan anakmu, maafkan aku pemilik hatiku, sekali lagi aku menyakitimu, bertahanlah, doa terbaik selalu untukmu sayang, aku mencintaimu sangat." bisik Vani dalam isaknya, dia mengecup kening Willi dan ******* bibir nya pelan.

Vani takut Willi terbangun.

Vani menggendong Devan pelan pelan agar Devan pun tak bangun juga, sebelumnya dia sudah mengirim pesan pada Lauren bahwa malam ini dia ingin menginap dirumah nya, dia pun menerimanya dengan senang hati.

Sesampainya dirumah Lauren, Vani menceritakan apa yg dialaminya sekarang..

"Van, aku turut sedih, sabar ya Van."ucap Lauren sambil menerima Devan dari pelukan Vani.

"Apa cicik percaya padak? "pertanyan macam apa itu Van, batin Lauren.

"Tentu Van." jawab Laurem

"Cik aku ingin meninggalkan kota ini tapi aku masih banyak hutang sama cicik." ucap Vani mengeluarkan kekhawatiranya.

"Jangan pikirkan itu Van kamu bisa membayarnya nanti yang penting adekmu dan anakmu selamat." Lauren berusaha membantu Vani agar tetap tenang.

"Cik aku sangat mencintai daddy nya Devan,sangat cik" Vani menangis menjadi jadi, Lauren mengerti dan mengelus pundak Vani, Vani meluapkan segala rasa sakitnya lewat tangisanya.

"Aku mengerti Van ini sulit untukmu." ucapnya.

"Pasti dia sangat membenciku sekarang." jujur Vani juga menyesali perbuatanya, tapi dia ga ada pilihan lain, dia juga ga bisa mengorbakna keselamatan adek dan anaknya demi cinta yang tak berestu.

"Suatu hari nanti dia pasti mengerti, kenapa kamu melakukan ini."

"Vani harus gimana cik, Vani menyakitinya cik, "

"Van,mungkin ini berat cobalah menghindarinya dulu apakah kamu mau pergi ke Banjarmasin, disana aku mau buka cabang join sama temenku nanti akan ku kabari dia apa kamu mau?" berasa mendapat jalan Vani pun mengiyakan usul bosnya ini.

"Mau cik, sekali lagi terimakasih atas bantuanya."ucap Vani sambil mengusap kasar air matanya.

"Ya udah aku pesen tiket dulu kamu siap siap besok aku akan antar kamu kesana." Lauren membaringkan baby Devan diranjang lalu beranjak pergi meninggalkan Vani dikamar, Vani menagis mengingat betapa bahagianya dia bertemu dengan Willi namun seketika semua hancur karena kedatangan mantan mertuanya.

" Wil, sekali lagi maaf aku harus memilih." gumam Vani dalam tangisnya.

***bersambung***

1
Aisya Rafeyfa
Dinda foto
Aisya Rafeyfa
lagu
Reni Suryani
Luar biasa
Borahe 🍉🧡
heh
Borahe 🍉🧡
Jahat banget omongan kmu Ric. sudah berapa kali kamu nyakitin anak org dgn omonganmu
Borahe 🍉🧡
si Eric mah plin plan. jgn mau Dit sm si duda itu
Borahe 🍉🧡
baca utk yg kedua kalinya
guntur 1609
brti nikah jodoh dari lauren yg didalam mimpinya aeric
guntur 1609
mungkin tuh jodoh tk erik
guntur 1609
cari penyakit kau will
guntur 1609
makanya kalau ngomong pakai otak. kau membuat harga diri calon mu semakin gak ada. mentang2 tu anakmu kau suka hatimu buat org lain
guntur 1609
dita yg bodoh. laki seperti erik tinggalkan saja. bodoh kah kau mau saja di hina terus. gak ada harga dirimu
guntur 1609
sudah kesalahan fatal mulai erik
guntur 1609
jadi sedih aku di partai ni
guntur 1609
Hhha semua di novel ni laki2 nya pada narsis semua
guntur 1609
brti ada kemungkinan dita pengganti lauren. kasihan juga lauren ya
guntur 1609
masing2 pada syok lah semuanya
guntur 1609
jangan bilang bisnya doni malamnya will
guntur 1609
sekarang kau baru nyesal bodar
guntur 1609
akhirnya kelar statusnya wull
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!