NovelToon NovelToon
DiBuang Suami Di Pungut Om

DiBuang Suami Di Pungut Om

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: AmeeraKa94

Namaku Kimira Janetha Usia 32 tahun. aku seorang Aktris sekaligus seorang ibu. dari Seorang putri yang bernama Quensha Almahira yang biasa kami panggil Queen..

selama lima tahun aku percaya pada satu hal. yaitu Tentang kesetiaan. setia pada Keenan Jeremi. Suamiku. pernikahan yang ku bangun dari nol ternyata kesetiaan itu hanya milikku sendiri.

malam itu harusnya jadi malam kepulangan yang indah bagiku. aku pulang lebih cepat dari lokasi syuting sambil membawa kue ulang tahun pernikahan kami yang ke-5 tahun. namun yang ku temukan bukan pelukan atau senyuman. dua tubuh telanjang bulat diatas ranjangku. ya mereka adalah Keenan Jeremi suamiku, dan Clara Adellia Sahabatku.

seketika darahku langsung mendidih. tanpa pikir panjang aku langsung jambak rambut panjang Clara. hingga dia terjungkal.

plak
plak
plak

"Dasar pelacur murahan! beraninya Kamu mengotori ranjangku! " teriaku murka, marah.

pisau lancip dari sakuku langsung melayang. dan menggores pipi Clara.

Cring

Zzzzzrrkkk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AmeeraKa94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Kepulangan Arsen

Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Jam 08.20.

Pintu kedatangan internasional kebuka pelan.

Arsenio Bagas Yudhistira keluar. Berpakain Rapi memakai Jas hitam. Kacamata hitam. Aura CEO yang bikin wartawan langsung diem.

Belakangnya ada Dimas bawa koper. Plus Dua bodyguard jalan di kiri kanan.

Wartawan langsung berkerumun kayak lebah. Kamera, mic, flash nyala semua.

“Pak Arsen! Beri Tanggapan soal skandal Keenan dong!” teriak satu wartawan.

“Pak Arsen! Bener nggak Netha selingkuh juga?” teriak yang lain.

Arsen nggak jawab. Nggak liat kanan kiri. Jalan terus. Rahangnya mengeras.

Dari Singapura dia udah nonton semua. Live Clara nangis-nangis pake bantal. Email HRD yang nyebar. Trending #KeenanSelingkuh.

Nama keluarga Yudhistira hancur gara-gara keponakannya sendiri.

---

Jam 09.00. Di dalam mobil Alphard hitam.

Arsen lepas kacamata. Gosok pelipis. Pusing.

“Berapa lama Keenan di rumah Netha?” tanya Arsen ke Dimas. Suaranya datar.

“3 hari, Pak. Tidur di kamar tamu. Pisah ranjang sama Bu Netha,” jawab Dimas.

Arsen manggut manggut pelan. Napasnya panjang. “Langsung ke rumah Kebayoran.”

Dimas angguk. “Siap, Pak.”

---

Jam 09.30. Rumah Kebayoran Baru.

Netha baru kelar anter Queen ke sekolah.

Gerbang kebuka. Tiba tiba Mobil Alphard warna hitam masuk pelan.

Netha langsung stand up dari sofa. Jantungnya deg-degan nggak jelas.

Arsen turun. Wajahnya datar. Nggak ada ekspresi.

“Om...” panggil Netha pelan.

Arsen masuk. Nggak peluk. Nggak senyum.

“Duduk,” kata Arsen. Satu kata. Perintah.

Netha nurut. Duduk di sofa seberang.

Arsen duduk. Dimas berdiri di belakangnya.

“Kamu baik-baik aja?” tanya Arsen. Suaranya rendah. Tapi nusuk.

Netha angguk. “Baik, Om.”

“Kejujuran,yang saya mau dengar dari mulutmu Tha,” kata Arsen dingin tegas. “Jangan bohong ke aku.karena Aku benci pembohong.” sambungnya lagi

Deg

Netha tarik napas. “Saya Capek, Om. Tapi saya masih kuat. Dan berusaha jalanin ini semua.”

Arsen manggut pelan. “Bagus.”

Diem 3 detik. Hening.

“Keenan mana sekarang?”

“Keluar rumah semalam, Om. Bawa koper. Karena Kontraknya udah dibekukan manajemen,” jawab Netha jujur.

Arsen senyum tipis. Tapi nggak ada hangatnya. Dingin. “Bagus. Dia harus merasakan akibat perbuatannya. "

“Clara?” tanya Arsen lagi.

“Masih live tiap hari. Masih fitnah. Tapi netizen udah mulai berbalik ke saya,” kata Netha.

Arsen berdiri. Jalan ke jendela. Liat ke luar. Punggungnya ke arah Netha. Membelakangi perempuak tersebut

“Denger ya, Tha. Aku nggak akan diem. Nama Yudhistira nggak bisa diinjak-injak sama model murahan yang cuma cari sensasi,” kata Arsen.

Netha langsunh noleh. “Om mau lapor polisi?”

Arsen noleh. Matanya tajam. “Bukan cuma polisi. Karier dia. Nama dia. Aku matiin semua sampai dia nggak bisa napas.”

Deg

Netha nggak jawab. Tapi di dalam hati... lega banget. Akhirnya ada yang bela dia.

---

Jam 11.00. Rumah Oma Rita, Menteng.

Oma Rita, 75 tahun. Mama kandung Arsen. Duduk di teras, minum teh anget.

Arsen datang. Jongkok. Cium tangan ibunya.

“Pulang juga akhirnya, kamu Nak,” kata Oma Rita. Senyumnya lega banget.

Arsen duduk di kursi rotan sebelah ibunya. “Iya, Ma. Ada masalah besar di rumah.”

Oma Rita udah tau dari berita TV pagi tadi. “pasti soal Keenan ya?”

Arsen angguk kepala. “Dia selingkuh. Hamilin model. Fitnah Netha. Nama kita hancur, Ma.”

Oma Rita narik napas panjang. “Astaghfirullah... anak itu... kurang ajar banget.”

Belum selesai ngomong, ada suara dari gerbang. Kenceng. Marah.

“Tante Rita! Keluar kamu! Keluar!”

Anggit. Mama kandung Keenan. Umur 55 tahun. Muka merah padam. Jalan cepet ke teras.

Arsen langsung berdiri. “Kak Anggit...”

Anggit nggak noleh ke Arsen sama sekali. Langsung nunjuk Oma Rita. “Tante! Tega sekali Anak saya kamu aniaya! Kamu bekuin kontraknya! Kamu bikin dia nggak punya kerjaan! Kamu nenek yang kejam!”

Oma Rita kaget. Tapi tetap tenang. Duduk tegak. “Anggit... kamu ngomong apa? Jaga ucapan kamu.”

“Jangan pura-pura nggak tau, Tante! Anak saya diputusin kerjaan gara-gara anak Tante ini,Si Arsen! " Bentak Anggit lalu beralih menatap adik tirinya itu dengan tatapan nyalang." Dan Kamu lebih belain istri Keenan, dari pada bela keponakanmu sendiri! Lalu kamu buang anakku kayak sampah!” teriak Anggit.

Arsen maju selangkah. “Kak Anggit, dengerin dulu penjelasan saya...”

“DIAM KAMU ARSEN!” bentak Anggit. “Kamu itu anaknya Tante pelakor ini! Kamu nggak berhak ngatur keluarga kami! Keenan itu darah daging saya! Kamu nggak tau sakitnya jadi ibu liat anaknya hancur kayak gini!”

Oma Rita langsung berdiri. Wajahnya berubah. Dingin. Tatapannya tajam.

“Anggit. Jaga mulut kamu,” kata Oma Rita. Suaranya pelan tapi berwibawa. “Arsen itu anak saya. Darah daging saya. Anak kandung saya sama Papa kamu, alm.Yudi. Dia pewaris tunggal Yudhistira Group. Dia berhak jaga nama keluarga ini.”

Anggit ketawa sinis. “Pewaris? Bukankah Keluarga Tante udah hancur dari dulu! Gara-gara Tante nikah sama Papa saya, saya nggak pernah dianggap! Papa saya dulu nikah sama Tante karena Tante yang kaya! Larita Group itu memang punya Tante, bukan punya Papa! Saya cuma anak tiri yang nggak dapet apa-apa!tapi bukan berarti tante bisa menginjak harga diri saya dan juga Anak anak saya terutama Keenan! " Amarah Anggit meledak

Arsen natap Anggit. Tatapannya datar. Tapi berat banget.

“Kak Anggit. Keenan hancur karena perbuatan dia sendiri. Bukan karena saya.ataupun mama saya! Dia yang selingkuh. Dia yang khianat. Dia juga yang melanggar akad nikah sah sama Netha. Jadi Itu dosa dia, bukan dosa saya,” kata Arsen. Pelan. Tapi tiap kata nusuk ke dada Anggit.

Anggit diem. Napasnya ngos-ngosan. Tapi masih nggak terima. “Dia anak saya! Dia memang khilaf! tapi seharusnya Kamu maafin dia! Bukan malah menghancurkan masadepannya! Dia itu keponakanmu Arsen! "

Oma Rita geleng kepala. “Khilaf? 6 bulan khilaf, Anggit? Sampai hamilin perempuan lain? Sampai fitnah Netha? Itu bukan khilaf namanya tapi Itu bejat. Dan bejat harus dihukum. Larita Group saya ganti jadi Yudhistira Group karena Arsen anak saya. Bukan karena Opa Yudi.” potong wanita paruhbaya itu dengan tegas

Anggit terdiam. Muka memerah. Tangannya gemetar.

“Keluar kamu dari rumah saya,” kata Oma Rita. “Sebelum saya panggil satpam.”

Anggit noleh ke Arsen. Matanya merah. “Tunggu aja. Saya nggak akan tinggal diem. Saya bakal belain anak saya.”

Terus keluar. Banting pintu gerbang sampai bunyi keras.

BRAK

Keheningan. Cuma suara daun.

Arsen narik napas. “Maaf, Ma. Bikin ribut di rumah.”

Oma Rita pegang tangan Arsen. “Kamu bener, Nak. Keenan harus dihukum. Biar dia sadar. Biar dia tobat. Kamu nggak salah. Kamu itu pewaris tunggal perusahaan ini.”

Arsen angguk. Tapi matanya liat ke arah gerbang yang masih kebuka.

---

Jam 13.00. Yudhistira Tower Lantai 47.

Arsen duduk di kursi CEO. Belakangnya pemandangan Jakarta dari atas.

Dimas bawa map tebel. “Ini data lengkap Clara, Pak. Akun IG, endorsement, brand yang kerja sama dia.”

Arsen buka satu-satu. Liat cepat. Ekspresinya nggak berubah.

“Cabut semua,” kata Arsen.

Dimas kaget. “Semua, Pak? Brand besar juga?”

“Semua. Blacklist dia dari semua agensi di bawah Yudhistira Group. Kirim surat ke brand lain. Kasih tau dia nggak kredibel. Dia pembohong. Dia perusak rumah tangga orang,” perintah Arsen.

Dimas angguk. “Siap, Pak.”

Arsen liat jam. “Panggil legal team sekarang juga. Kita lapor polisi. Pencemaran nama baik. Fitnah. Kita nggak main-main sama nama keluarga.”

---

Jam 15.00. MNC Studios, Jakarta Barat.

Netha lagi istirahat makan siang di tenda artis.

Inka lari-lari. Napas ngos-ngosan. “Tha! Om Arsen udah di Jakarta! Dan dia langsung gerak! Gila sumpah Gila!”

Netha kaget. “Gerak gimana, Ka maksud kamu?”

Inka nunjukin HP. Akun resmi @yudhistira_group baru posting 5 menit lalu:

“Klarifikasi: Keenan Jeremi diberhentikan sementara. Yudhistira Group tidak mentolerir pelanggaran etika. Kami sedang proses hukum terhadap pihak penyebar fitnah.”

Komentar langsung meledak. 100rb dalam 10 menit.

@tim_netha: CEO turun tangan! Gas! Hancurin pelakor!

@tim_clara: ...kok jadi gini? Kita dibohongin Clara?

@netizen_bingung: Jadi pelakornya Clara dong? Kasian Netha

Netha baca. Terus senyum kecil. Lega. “Akhirnya,” gumamnya.

---

Jam 16.00. Kos Cengkareng. Kamar 3x3. Pengap.

Keenan liat postingan itu di HP.

HP jatuh dari tangannya. Brak. Ke lantai.

“Oma... beneran udah pulang...” bisiknya.

Dia nggak bisa napas. Dadanya sesek. Kayak ditimpa tembok beton.

Dia buka chat Anggit, Mamanya.

Anggit: “Nak, Mama udah ke rumah Oma Rita. Mama marahin dia! Anaknya Arsen itu kejam banget sama kamu! Mama nggak terima!”

Keenan langsung nelpon. Suaranya panik. “Ma... udah, jangan! Jangan bikin masalah lagi! Udah cukup!”

Anggit di seberang nangis. “Mama nggak terima kamu diperlakukan gitu, Nak! Kamu anak Mama! Mama nggak rela kamu diinjak-injak!”

“Ma... aku yang salah. Bukan Om Arsen. Bukan Oma Rita. Aku. Aku yang selingkuh,” kata Keenan. Suaranya pecah.

Anggit diem 2 detik. Terus teriak, “Jangan salahkan diri kamu! Kamu dijebak Netha! Dia yang sengaja mancing kamu!”

Keenan tutup mata. Capek banget. “Ma... cukup. Aku capek dengerin itu. Aku yang milih selingkuh. Aku yang milih hancur. Titik.”

Tut. Matiin.

---

Jam 18.00. Rumah Kebayoran.

Arsen datang lagi. Bawa Dimas.

Netha kaget. “Om... kok balik lagi? Ada apa?”

Arsen duduk di sofa. “Mulai malam ini, ada 2 satpam jaga rumah ini. 24 jam. Perintah dari aku.”

Netha kaget. “Buat apa, Om? Mahal itu.”

“Buat jaga kamu dan Queen. Clara udah gila. Dia bisa lakuin apa aja kalau udah kepepet. Aku nggak mau ambil risiko,” kata Arsen.

Netha diem. Terus angguk pelan. “Makasih, Om. Sudah Repotin Om terus.”

Arsen liat sekeliling. “Keenan nggak balik lagi?”

Netha geleng. “Udah keluar, Om. Bawa koper sama kamera. Nggak tau kemana.”

Arsen diem lama. Terus bilang, “Bagus. Biar dia mikir.”

Keheningan.

“Tha... kamu nggak salah,” kata Arsen pelan. “Inget itu. Kamu korban. Jangan ngerasa bersalah. Jangan nyalahin diri sendiri.”

Netha noleh. Matanya kaca-kaca. Tapi dia tahan. Nggak mau nangis di depan Arsen. " Iya om. "

---

Jam 20.00 wib

Queen pulang dari sekolah. Langsung lari ke Arsen.

“Om Arsen!”

Arsen langsung jongkok. Peluk Queen kenceng.

“Hai, princess,” kata Arsen. Senyumnya baru muncul. Tulus banget.

Queen peluk kenceng. “Om udah pulang dari Singapura?”

“Iya. Om kangen Queen,” jawab Arsen sambil elus kepala Queen.

Queen noleh ke Netha. “Ma, Om Arsen bisa tidur di sini nggak? Biar nemenin Queen. Biar nggak sepi.”

Netha kaget. “Queen... nggak boleh gitu, sayang. Om harus pulang ke Rumahnya om sendiri.”

Arsen ketawa kecil. “Nggak, sayang. Om pulang ke rumah Om. Tapi Om janji bakal sering main ke sini. Buat main sama Queen.Oke? Deal?”

Queen diem. Terus bilang polos, “ Boleh nggak Queen mau Om jadi Papa baru Queen. Biar Queen punya Papa lagi.” cicit gadia imut itu

Jdaaaaar

Wajah Netha langsung tegang. Mukanya pucat. Jantungnya rasanya mau copot.

Arsen liat Netha. Senyumnya hilang.

“Queen... Papa kamu ya tetep Papa kamu. Om nggak bisa gantiin Papa kamu. Om cuma Om kamu,” kata Arsen pelan.

" Yaudah deh kalau nggak boleh. " seru Queen bibir ngerucut ngambek lalu

Queen nggak jawab. Mukanya sedih. Langsung masuk kamar.

Keheningan lagi. Berat. Canggung.

Arsen berdiri. “Aku pulang dulu, Tha. Jaga diri baik-baik.”

Netha angguk. “Iya, Om. Hati-hati di jalan.”

Arsen jalan ke pintu.

Sebelum keluar, dia berhenti. Noleh.

“Dan satu lagi Tha... mulai besok, kamu lapor ke aku tiap pagi. Meeting 15 menit di Tower. Soal kamu. Soal Queen. Soal keamanan,” kata Arsen.

Netha kaget. “Tapi Om... aku bisa sendiri. Nggak usah repot-repot.”

Arsen noleh. Tatapannya serius. “Aku tau kamu bisa. Tapi sekarang... kamu tanggung jawab aku. Titik.”

Klik. Pintu ketutup.

Netha diem di tempat. Jantungnya aneh. Deg-degan. " Ya Ada apa ini kenapa dengan jantungku. "

---

Jam 22.00. Rumah Oma Rita.

Anggit nelpon Oma Rita lagi. Suaranya serak.

“Tante! Tante puas?! Anak saya sekarang jadi gelandangan gara-gara anak Tante!” teriak Anggit.

Oma Rita jawab tenang. “Anggit. Kalau kamu terus belain kesalahan anak kamu, kamu sendiri yang hancur. Bukan saya. Dulu Papa kamu nikah sama saya karena saya yang punya Larita Group. Bukan sebaliknya.”

Anggit nangis. “Dia anak saya, Tante! Darah daging saya! Kamu nggak ngerti!”

“Dan Arsen juga anak saya. Anak kandung saya. Pewaris tunggal Yudhistira Group. Dan dia yang bener. Dia yang jaga nama keluarga ini,” kata Oma Rita. Tut.

Anggit banting HP ke tembok. Pecah berantakan.

---

Jam 23.30.

Netha belum tidur. Lampu kamar masih nyala.

Dia buka chat sama Dimas, asisten Arsen.

Dimas: “Bu Netha, mulai besok jam 8.30 meeting sama Pak Arsen di Tower. Driver kami yang jemput ke rumah jam 8.00.”

Netha diem lama. Jari di atas keyboard. Mikir.

Terus ketik: “Siap. Makasih, Mas Dimas.”

Dia rebahan. Untuk pertama kalinya dalam 6 bulan... dia nggak takut tidur.

Karena sekarang ada Om Arsen di Jakarta.

Dan Om Arsen nggak main-main

To be continued...

1
Anwar Ghazi
bagus cerita nya
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!