NovelToon NovelToon
Love My Enemy

Love My Enemy

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Menikah dengan Musuhku / CEO / Nikah Kontrak / Romantis / Cinta setelah menikah / Enemy to Lovers
Popularitas:97.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: N Afriyan

Selama 21 tahun hidup, Lera merasa baik-baik saja, tidak ada satupun kesusahan yang ia lami sampai dimana sang Nenek datang untuk menyita semua asetnya, kartu ATM juga diblokir oleh Nenek dan Ayahnya.

Kesialannya bertambah ketika hidupnya digenggam oleh Stephano Bian Atmaja. Entah kesalahan apa yang sudah Lera perbuat pada pria itu, yang pasti pria itu tidak bisa membuatnya melarikan diri.

"Kau pikir aku menikahimu karena aku mencintaimu?" bisik Bian tepat ditelinga Lera.

Lera mengepalkan tangannya, "Aku tidak akan membiarkanmu merusak keluargaku, Bian! Tidak akan!"

Bian tersenyum, "Maka tetaplah disisiku untuk mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan pada mereka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N Afriyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Keputusan gila Oma

Bdump ... Bdump ... Bdump ...

Lera merasa jantungnya akan meloncat keluar dari balik tulang rusuknya karena dipompa lebih kencang dari biasanya. Jantungnya berdetak amat sangat tidak normal sejak ia bangun tidur pagi ini.

Bukan, Lera gugup bukan karena Bian yang sedang duduk di sampingnya. Kegugupannya melainkan karena wanita yang sedang duduk di depan mereka, menatap antara dirinya dan Bian secara bergantian dengan pandangan yang tidak bisa Lera tebak apa artinya itu.

Lera memijat kepalanya yang terasa berdenyut. Ia tidak mengerti kenapa semua hal buruk bertubi-tubi datang padanya setelah ia bertemu dengan pria menyebalkan itu. Kalau saja hari itu ia tidak menjemput Erry, mungkin ia tidak berakhir seperti ini. Mungkin dia sedang duduk di salon seraya menunggu cat kukunya kering seperti biasanya.

"Siapa namamu, Nak?"

Setelah 30 menit bungkam sambil memindai sosok laki-laki di seberang meja, itu adalah kata pertama yang keluar dari mulut sang nenek.

Lera terkekeh, "Oma lucu deh, masa nama cucu sendiri tidak ingat. Aku Lera, Oma. Satu-satunya cucu perempuan yang sangat cantik."

Sinta memberikan tatapan galak, "Oma tidak bertanya padamu." omelnya, "jadi, siapa namamu, anak muda?" ia kembali bertanya, tatapannya sama sekali tidak meninggalkan Bian.

"Bian, Stephano Bian Atmaja, Nyonya." jawabnya seraya mengulas senyum ramah.

Sinta mengibaskan tangannya tanda keberatan, "Tolong jangan panggil saya seperti itu. Panggil Oma saja seperti yang lainnya." ungkap Sinta, "jadi, apa kalian berpacaran?" wanita tua itu kembali bertanya dan anggukan kepala Bian membuat pipi keriputnya mengembang. "Benarkah? Sudah berapa lama?"

Bian sudah gila ya?!

Lera melotot tak percaya, ia hendak menyuarakan aksi protesnya namun Bian tidak mau memberikan kesempatan itu sama sekali. "Tiga tahun, Oma."

Oh, cukup! Lera tidak memiliki stok kesabaran sebanyak Chika, jadi ... Ia lekas berdiri dan meneriaki pria di sampingnya tersebut.

"Kau gila yah? Tiga tahun kau bilang? Dan siapa yang berpacaran dengan siapa?!"

"Lera, duduk! Jaga sikapmu ...." tegur Sinta pada sang cucu, ia kemudian kembali memberikan fokusnya pada Bian. "Cukup lama juga hubungan kalian. Lalu kenapa tidak pernah datang menemui Oma?"

Bian melirik Lera sejenak, wajahnya membuat ekspresi sedih dan kecewa. "Kalau masalah itu karena ... Lera melarangku, dia malu untuk mengenalkanku pada keluarganya karena dulu aku belum mapan."

Oh, Tuhaaan ... Bisakah Lera menghantam kepala pria itu dengan sebuah kursi? otaknya mulai merancang beberapa ide untuk membuat Bian berhenti memuntahkan omong kosong

"Benar begitu, Lera?" tanya Sinta, Lera menggeleng dengan cepat.

"Bu-bukan, bukan seperti itu cerita sebenarnya, Oma." ujar Lera seraya menatap Bian sengit.

"Kau pikir Oma orang yang seperti itu? Dengar, Oma tidak sekolot itu, Oma bukan orang yang memandang sebuah hubungan hanya dari strata sosial. Jika pasanganmu adalah orang yang baik dan bertanggung jawab, Oma akan merestui walaupun dia adalah seorang kuli bangunan sekalipun!" omel Sinta pada cucu perempuannya yang saat ini sedang mengerucutkan bibir.

"Oma, semua ini salah paham. Aku dan dia tidak punya hubungan apapun. Tolong dengarkan penjelasan Lera dulu ...." protes Lera untuk yang kedua kalinya, dia sangat stress dalam situasi tidak menguntungkan ini.

Tangan yang terangkat mengisyaratkan bahwa Lera harus berhenti membantah. "Oma tidak mau tahu, kalian berdua harus segera menikah sebelum aib ini menyebar luas."

Apa neneknya sudah gila? Tolong, siapapun tolong tampar Lera saat ini juga agar dia sadar bahwa ini masih di dalam mimpi.

"Aku tidak mau!" tolak Lera, "Aib apa yang sudah aku perbuat memangnya? Kami tidak melakukan apa-apa, itu alah paham saja!"

"Kalian tinggal dan tidur bersama, apa itu bukan aib? Bagaimana kalau kau hamil?"

"Hamil? Bagaimana bisa?" Lera mencoba memberi penjelasan dan pembelaan untuk dirinya sendiri. "Tadi malam dia tiba-tiba saja datang dan Oma bisa lihat sendiri, dia terluka dan aku yang baik hati ini tidak mungkin membiarkannya mati di depan pintu rumahku. Aku hanya mencoba berbuat baik seperti yang Oma selalu ajarkan. Dan yang Oma lihat tadi pagi ... Itu hanya salah paham." Lera menyelesaikan kalimatnya dalam satu tarikan napas.

"Bian, tolong jelaskan dong!" Ia kemudian menatap Bian dengan binar memohon.

"Maafkan aku, Le." ucap Bian.

Maafkan aku apanya! Lera sama sekali tidak butuh kata maaf. Dia hanya butuh Bian meluruskan kesalahpahaman ini.

"Kau tidak perlu takut, bukankah tadi pagi sudah aku katakan kalau aku akan bertanggung jawab?"

Sial! Lera bahkan tidak bisa menutup mulutnya begitu mendengar omong kosong pria gila itu. Omong kosong yang akan membuat keadaan semakin kusut.

"Kau dengar itu? Dia bahkan setuju untuk bertanggung jawab." Sinta terlihat senang, dia menatap Bian dengan binar pengharapan. "Jadi tidak ada alasan untuk tidak menikah."

"Aku tidak setuju, Oma! Berapa kali harus aku bilang? Kami tidak punya hubungan apapun dan kami tidak melakukan hal yang mencoreng nama keluarga!" seru Lera, suaranya terdengar frustasi dan putus asa.

"Baik, kalau kau tidak mau menikah, kau harus siap namamu akan dicoret dari daftar kartu keluarga." ancam Sinta, hanya itulah satu-satunya hal yang bisa membuat Lera menyerah.

Entah Lera benar-benar melakukan 'hal itu' atau tidak, Sinta tetap akan meminta cucunya tersebut untuk segera menikah. Lagi pula dari informasi yang diberikan Demon padanya, sosok bernama Bian ini adalah laki-laki baik dan bertanggung jawab, dia juga terlihat sangat mencintai cucunya

"Omaaa!" Lera berteriak marah.

Ada apa dengan mereka? Ada apa dengan kehidupan indahnya? Bagaimana bisa mereka memutuskan kehidupan seseorang dengan sepihak? Mereka pikir pernikahan adalah permainan?

Sinta mengibaskan tangannya, mengabaikan protes cucu perempuannya tersebut. Ini adalah kesempatan bagus. Menikahkan Lera dengan pria pekerja keras seperti Bian akan membuat Lera belajar untuk bekerja keras juga.

"Oma akan mempersiapkan semuanya kalau begitu."

"Tidak ada yang harus dipersiapkan, Oma!"

Bian mengabaikan bentuk protes Lera, dia kemudian bicara, "Tapi tidak bisa dalam waktu dekat ini mengingat saya harus menangani proyek yang masih berjalan, Oma."

"Tidak masalah, lagipula saya harus mengabari Ayah Lera lebih dulu." jawab Sinta, senyum bahagia terlihat jelas di wajah tuanya. "Kalian boleh pergi, akan Oma kabari lagi nanti."

Bian tersenyum, "Baiklah, kami pamit."

Ya ampun!

Lera benar-benar tidak percaya kalau sang nenek membuat keputusan besar atas hidupnya tanpa mau mendengarkan penjelasan maupun pendapatnya. Setidaknya harus ada salah satu yang waras di tengah kegilaan ini dan semoga orang itu adalah ayahnya.

Setelah keluar dari ruangan Nyonya besar Estan, Lera segera menghentikan langkahnya dan menangkap lengan Stephano —Gila— Atmaja.

"Ada apa?" pria itu bertanya dengan kedua alis yang bertautan. "Kau marah karena pernikahan kita diundur?" sambungnya kemudian.

Lera memutar bola mata kesal, "Justru aku marah karena keputusan gila kalian!" amuknya, "demi Tuhan, apa mau mu hah? Kenapa kau membuat hidupku seperti ini?"

Bian menatap Lera lekat-lekat seraya berjalan mendekati gadis itu. Setelah berdiri tepat didepannya, dia lekas menangkap kedua bahu gadis itu kemudian mencondongkan tubuhnya, "Aku beritahu satu rahasia—" bisiknya yang entah bagaimana bisa membuat seluruh syaraf tubuh Lera menegang seketika. "—alasan aku mau menikah denganmu karena ingin balas dendam." sambungnya kemudian.

Balas dendam? Pada keluarganya?

Lera tidak bisa menutupi keterkejutannya. Otaknya ia paksa untuk berpikir keras, untuk menebak siapakah objek balas dendam yang pria itu maksud. Jika Bian balas dendam perihal kejadian waktu itu, maka dia sudah sangat keterlaluan. Apakah dia tidak cukup puas dengan membuatnya bekerja sebagai cleaning service?

"Hahahaha ...." dan sekarang pria itu tergelak, Lera semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran pria sinting itu. "Astaga ... Lihat wajahmu, kau terlihat lucu. Dan kau percaya kalau aku akan melakukan itu?" Bian kembali bertanya, dan dijawab oleh gadis itu dengan gelengan kepala. "Baguslah kalau kau tidak percaya."

Bian pergi setelah mengatakan hal-hal aneh itu, meninggalkan Lera yang masih berusaha mencerna kata-kata yang syarat akan rahasia.

1
forain
Gamau dilanjut nih thor, seru bgt ini 😻😻
Yuni: nanti aku lanjut tapi bukan di sini say
total 1 replies
Hilma Rizqina
lanjut dong kaaa
Salwa
lanjutt kakk
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
woooo,, slow kenan 😂😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
yg usil memang bikin kangen ya Le 🤭
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
makasih updatenya thor 🤗
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
laahhh B boong dong, katanya dirumah 😛
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
muat Lee.. muaatt kok 🤭🤭
Salwa
lanjut aja kak cerita alur ceritanya bagus kak
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
dikenalin atuh pelan² ama Lera ularmu Bi 😂😂
Yuni: wkwkw nggak bahaya tah?
total 1 replies
Salwa
lanjut kak
Salwa: jangan lama" kak update aku nungguin kyk nunggu kepastian wkwkwk
total 2 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
poor Bian 🥲
Bagus, alurnya rapi dan enak dibaca. Karakter tokohnya juga hidup, jadi pengen nampol si Bian ini
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
cerita yang menarik
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
jiiaahhh.... gumusshh gak sih mereka berdua ini 😃
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
gak mungkin lah Bi kamu metong secara kamu pemeran utamanya, yaa paling babak belur lagi sedikit 😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
savage 😂😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
poor keenan 😥
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
tom en jerry gak tuh mereka berdua 😁😁
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
jiiaahhh... preman kok pingsan sih 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!