[BANYAK SALAH KATA, CERITA CAMPUR ADUK!!!]
Sinopsis :
Dibenci, dibully, dikhianati, dikucilkan, diftnah, terasa dunia hanya mempermainkannya. Ini yang terjadi dengan seorang pemuda berumur 16 tahun bernama Ryan yang terus ditimpa hal semacam itu sejak masih kecil.
Sempat berpikir dunia ini hanya sebagai tempat penyiksaan baginya, karena bagaimanapun ia terus ditimpa hal semacam itu secara berulang-ulang seakan-akan dunia tidak menerima keberadaannya.
Pada akhirnya, ia pun dibunuh dengan tangan sahabatnya sendiri yang mengaku malu mempunyai sahabat seperti dia, dia, dan dia. Namun, itu hanya sebuah awalan dalam kehidupannya. Setelah itu, jiwanya di reinkarnasikan dalam tubuh seseorang bernama Luca dan mendapatkan sebuah System yang sangat canggih.
Di samping itu, Luca juga mendapatkan nasib yang sama seperti Ryan. Akan tetapi, semuanya berubah semenjak ia bertemu dengan gadis bernama Aria yang dimana Aria adalah seorang Elf yang sangat cantik dan imut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B_Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Ramalan Masa Depan
Like : Komen : Share : Vote
Di malam yang cukup dingin, keadaan Desa Elvi mulai membaik seperti sedia kala karena adanya bantuan dari Luca yang memulihkan kondisi Desa. Di sisi lain, terlihat Luca sedang jalan berdua dengan Aria yang dimana ia menutup mata Aria dengan kedua tangannya dari belakang.
"Luca, sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Aria yang begitu penasaran apa yang dilakukan suaminya tersebut.
"Ikut saja, sudah pasti kamu bakalan suka kok." Luca terus menutup mata Aria dengan menggiringnya ke sebuah danau yang indah karena saran dari System tadi.
Sesampainya di sana, Luca dan Aria berada tepat di pinggir danau yang sangat indah. Luca menyingkirkan kedua tangannya dari pandangan mata Aria. Sedikit demi sedikit Aria membuka matanya yang tadi di pejamkan olehnya walaupun matanya sudah di tutup oleh Luca.
Aria terkejut ketika melihat pemandangan danau dimana airnya bercahaya dengan warna biru, hitam, dan ungu. Dengan kunang-kunang di sekitar danau membuat tempat itu sangat indah. Terlebih lagi adanya bulan purnama yang bersinar terang tepat di atas danau bahkan terdapat pantulan bayangan bulan tersebut di dalam air.
"Bagaimana? Suka tidak?" Tanya Luca yang tersenyum ke Aria yang matanya memperlihatkan keindahan yang belum pernah ia lihat.
Tanpa disadari, Aria mengeluarkan air mata bahagianya yang semakin lama semakin deras "Te-te-terimakasih... Luca!" Aria lalu memeluk erat Luca begitu juga dengan Luca yang membalas pelukan dari Aria dengan mengelus kepalanya.
"Aku mohon Aria, jangan terus bersedih. Jika tidak Ayahmu tidak akan pernah tenang, jika kamu sangat sayang pada Ayahmu akhiri kesedihanmu itu ya?" Kata Luca dengan suara yang lembut dan pelan.
Aria tersenyum dengan terus mengeluarkan air mata kebahagiaannya. Beberapa saat pandangan Aria pergi melihat wajah Luca, tiba-tiba Luca mencium bibirnya dengan hangat dan lembutnya.
"Cup."
Aria menikmati ciumannya bersama Luca, dan sedikit demi sedikit kesedihannya mulai menghilang akan tetapi ia masih saja mengeluarkan air matanya. Beberapa menit kemudian Luca melepaskan ciumannya dengan Aria, sejenak mereka berdua menikmati pemandangan indah itu terlebih dahulu dengan keadaan yang tenang dan damai.
Satu jam kemudian, Luca memutuskan untuk menyudahinya "Aria, sebaiknya kita pulang. Hari sudah sangat larut."
"Iya, ayo... Aku juga sudah mengantuk." Luca lalu membawa Aria dengan menggendongnya menggunakan kedua tangannya. Setelah itu, ia berjalan menuju ke rumah.
Sesampainya di rumah, terlihat Aria sudah tertidur di pangkuannya. Luca lalu meletakkan Aria dengan pelan di kasur karena ia tidak mau nantinya membangunkannya. Setelah itu, Luca mengambil selimut dan menyelimuti Aria agar tidurnya nyenyak hingga pagi nanti.
"Selamat tidur, sayang." Kata Luca yang kemudian mencium kening Aria dan membuat Aria tersenyum walaupun ia sudah tertidur pulas akan tetapi ia masih bisa merasakan kehangatan cinta dari Luca.
Sesaat kemudian, Luca pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah itupun ia beranjak tidur di samping Aria dengan memeluknya.
***
"Bangunlah, Luca..." Sebuah suara tiba-tiba terdengar di telinga Luca dan membuat ia membuka matanya secara langsung.
Di saat itu juga, Luca melihat kanan, kiri, atasnya hanya sebuah ruang dengan warna yang hitam. Luca yang kebingungan lalu bangkit dan berdiri "Dimana aku? Apa ini di alam mimpi?" Tanya Luca karena seingatnya ia tertidur di samping Aria saat itu sebelum akhirnya memejamkan matanya.
Suara yang tadi menyuruh Luca bangun muncul kembali dan sedikit agak keras dari yang tadi "Benar! Ini di alam mimpi."
"Hah? Siapa kau? Dan bagaimana kau bisa mengenaliku?"
"Mungkin jika aku memberitahu kau tidak akan percaya. Akan tetapi, akulah Dewa Pencipta!" Luca terkejut dengan suara itu yang menyebutkan dirinya adalah Dewa Pencipta.
Sesaat mata Luca membeku, tiba-tiba tubuhnya merasa lemas dan pada akhirnya Luca hanya bisa duduk di ruangan yang sepenuhnya hitam itu "Apa? Ada apa? Ada apa Dewa Pencipta memasuki mimpi saya?"
"Ada apa? Iya benar memang ada hal yang akan aku sampaikan padamu sebagai pewaris sebagian kekuatanku."
"Aku hanya memberitahu, bahwa Perang Besar Klan akan segera dimulai di masa mendatang nantinya. Tentu saja kau sudah tahu perang dengan siapa kan?"
"Aliansi Klan Dunia melawan Klan Api." Ucap Luca dengan wajah dan nada seriusnya.
"Benar, jadi sebab itu aku akan memberikan sebagian kekuatanku lagi. Akan tetapi, kau harus mencapai Kultivasi Immortal Level 5 terlebih dahulu."
"Aku akan menyegel kekuatan ini terlebih dahulu di dalam jiwamu. Bersiaplah untuk melihat dunia yang porak-poranda." Sebuah cahaya terang berwarna putih menghampiri Luca.
Luca yang pun memejamkan matanya karena cahaya itu yang sangat amat silaunya. Kini cahayanya pun masuk ke dalam diri Luca. Sesaat tubuh Luca mulai hangat dan berganti panas, walaupun hanya mimpi akan tetapi Luca bisa merasakan tubuhnya seperti dibakar hidup-hidup.
Beberapa saat kemudian, tubuhnya mulai kembali dingin, dan Dewa Pencipta mulai berbicara kembali "Saat kau sudah mencoba Kultivasi tahap Immortal Level 5... Maka tubuh fisikmu akan berubah menjadi lebih baik dari yang sekarang."
"Oh ya, berapa tahun lagi perang tersebut akan terjadi?"
"Soal itu, kau harus menanyakan pada System. Baiklah, jika begitu aku pergi dulu, Luca. Ingat ini... nasib dunia ada di tanganmu." Beberapa saat kemudian suara itu menghilang dengan sendirinya.
***
Tiba-tiba Luca terbangun dari tidurnya dan melihat hari sudah hampir pagi. Ia memutuskan untuk bangun saja, dan melihat Aria yang masih tertidur pulas. Sekitar setengah jam, Luca terus memandangi wajah Aria yang sangat cantik, manis, dan imut itu hingga Luca lupa dengan sekitarnya.
30 menit berlalu, kini sebuah hal melewati kepala Luca "Oh ya bukannya aku harus menanyakan hal itu."
"System, dimana kamu?"
[Iya Tuan! Ada perlu apa?]
"Aku ingin bertanya, kapan Perang Besar Klan akan terjadi?"
[Menurut perhitungan Perang Besar Klan yang melibatkan hampir seluruh makhluk hidup di dunia, akan terjadi sekitar 3 tahun lagi Tuan!]
"Tiga tahun... Itu sungguh waktu yang sudah sangat dekat." Kata Luca yang terkejut ketika mendengar hal itu dari System.
"Sepertinya aku harus secepatnya menjadi lebih kuat, kuat, dan kuat! Agar nantinya aku bisa melindunginya Aria." Ucapnya dengan memandangi Aria yang masih tertidur.
...To be Continued...
...Thank You and Have Fun:)...
paraaaaahh..