maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏
apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.
kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀
Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.
Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.
bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekesalan hendra
rona bahagia tampak terlihat di wajah manis Dinda saat ini, bagaimana tidak, usaha yang dia bangun sejak nol, kini telah sukses, dan ramai oleh pengunjung yang membeli beragam fashionya.
Dinda sangat bersyukur dengan karirnya saat ini, dia sangat bangga kepada dirinya dan semua karyawan butik yang membantu atas kesuksesan nya.
semenjak Dinda menikah dengan Hendra, Dinda jarang sekali datang ke butik, paling hanya melihat laporan barang, habis itu dia langsung pulang lagi ke rumahnya karena dia harus membagi waktu antara karier dan suaminya.
tapi sekarang dia jauh lebih tenang karena sekarang Hendra sudah memiliki istri baru yang bisa menggantikannys untuk mengurus dan memperhatikannya selagi Dia bekerja, jadi hari ini Dinda memilih menghabiskan waktunya di butik.
ketika Dinda sedang membatu Eva memajang baju di depan, Dinda melihat Bu ajeung sahabat Bu laras berjalan masuk ke dalam butiknya dengan seorang perempuan cantik berpakaian rapi dan modis
''dindaaaa, bagaimana kabar kamu sayang..'' teriak Bu ajeung. Bu ajeung merasa sangat senang bisa bertemu dengan Dinda
''alhamamdulilah Tante, kabarku baik, Tante sendiri gimana kabarnya..?'' tanya dinda. Dinda pangling melihat Bu ajeung yang masih terlihat cantik padahal umurnya lebih tua dari ibunya.
''alhamamdulilah Dinda, Tante juga baik sayang..'' jawab Bu ajeung tersenyum mengelus pundak Dinda
''ya sudah Tan, aku masuk ke ruangan ku dulu ya, Tante boleh lanjut lihat lihat, semoga Tante suka dengan baju yang ada di butik ini..'' ujar dinda. Dinda berjalan masuk ke dalam ruangan nya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang mulai lelah
...🌺 keadaan di rumah 🌺...
Hendra kaget melihat jam di dinding kamar menunjukkan pukul 08.30, sinar matahari sudah mulai menyorot kamar yang dia tiduri. "ya Allah, aku kesiangan. aku gak solat subuh lagi, gimana ini..?" batin hendra menyesal. hendrapun langsung bangkit dari tidurnya berjalan meninggalkan kamar Dewi.
''mas, mau kemana..?'' tanya dewi yang masih berbaring malas di tempat tidur
''aku mau mandi dulu, kamu ko ga bangunin aku..?" jawab Hendra sedikit kesal
"maaf mas, aku juga kesiangan.." ujar Dewi meminta maaf
Hendra diam karena merasa sangat kesal kepada dewi, diapun melanjutkan langkahnya berjalan menuju kamar Dinda. karena hanya Dinda lah yang selalu membangunkan dirinya dan mengingatkan dirinya untuk selalu solat tepat waktu.
''dinda sayang, kamu dimana..?'' teriak Hendra memanggil nama dinda, Hendra mencari Dinda di kamarnya ternyata Dinda tidak ada.
"mungkin Dinda di dapur, mending mandi dulu aja ah, malu kalau sampai Dinda tau aku bangun kesiangan.." batin Hendra
hendrapun melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah itu dia langsung ke ruang bawah menunju dapur untuk mencari Dinda.
''ehhhh pak Hendra sudah bangun..'' ujar bi Minah yang sedang mengelap kaca
''bi, bibi liat Dinda gak..?'' tanya Hendra. Hendra duduk di ruang keluarga untuk bersantai sambil menonton televisi
''non Dinda sudah berangkat ke butik pak, ini kan sudah siang..'' jawab bi Minah mengerutkan dahinya. BI Minah merasa aneh dengan majikannya, tidak biasanya Hendra bangun siang seperti ini
''oh ..'' ujar Hendra. Hendra bangkit dari duduknya berjalan menuju meja makan untuk sarapan
mas Hendra..
mas..
teriak Dewi dari ruang atas memanggil manggil nama hendra
karena tak ada sahutan dari Hendra, dewipun berjalan ke ruang bawah untuk mencari Hendra ke dapur, Dewi yakin kalau Hendra pasti berada di dapur untuk sarapan.
"pantesan aja di panggil gak nyaut, tau nya mas disini.." ujar Dewi. Dewi merasa sedikit kesal, dia ingin Hendra memperhatikannya, memanjakan nya seperti yang Hendra lakukan ke Dinda.
"memangnya ada apa..?" tanya Hendra sedikit jutek. Hendra masih kesal kepada Dewi
"mas, kita makan di luar yuk. aku mau makan yang enak enak nih.." jawab dewi manja
''ini juga makanannya enak enak, sayang kalau gak di makan..'' ujar Hendra. Hendra tetap melanjutkan sarapannya tanpa menghiraukan ajakan Dewi
''udah ah, males..'' ujar dewi berjalan meninggalkan Hendra
Dewi merasa sangat kesal kepada Hendra karena Hendra tidak mau menuruti semua keinginan nya. "awas saja kamu mas.." batin dewi menggerutu. dewipun berjalan keluar dari rumah itu masuk ke dalam mobil dengan wajah kesal, dia ingin sekali mengajak teman temannya untuk bersenang senang tapi dia tak cukup uang untuk mentraktir mereka.
"aku ini kan sudah jadi istri orang kaya, masa iya sih ga bisa traktir teman teman ku, malu dong..'' ujar Dewi. ''oh iya semalam kan mas Hendra tidur di kamarku, pasti dompetnya masih di kamar..'' ujar Dewi
Dewi ingat kalau semalam Hendra tidur dikamarnya. dewipun keluar dari mobil, berjalan menuju kamarnya untuk melihat lihat dompet hendra.
"mau kemana kamu..?" tanya Hendra yang melihat Dewi membawa tas. Hendra sudah menghabiskan sarapannya dia berjalan menuju ruang keluarga untuk kembali menonton televisi.
"aku mau ketemu teman mas, tapi lupa kunci mobilku ketinggalan di kamar.." jawab Dewi berbohong
Dewi masuk ke dalam kamarnya sedangkan Hendra dengan tenang bersantai di ruang keluarga sambil membaca majalah. Hendra tidak ngeuh kalau dompetnya masih tertinggal di kamar Dewi.
"itu dia dompetnya.." ujar Dewi yang melihat dompet di saku celana hendra
Dewi membuka dompet jintan tebal itu, dan ternyata tak ada selembar uang pun didalamnya. Dewi hanya melihat foto Dinda yang tersimpan rapi dan berbagai jenis ATM serta kartu kredit ..
"gak ada duitnya lagi, untung ada kartu kredit, kalo gue ambil satu gk kelihatan ilang kli ya, soalnya banyak, haha...'' ujar Dewi senang. karena Dewi sudah mendapatkan apa yang dia mau, diapun berjalan meninggalkan kamarnya menuju mobil
''ngambil kunci ko lama banget..'' ujar hendra yang melihat Dewi berjalan di hadapannya.
''iya mas, kebelet, jadi ke toilet dulu..'' ujar Dewi. dewipun berjalan meninggalkan Hendra tanpa berpamitan.
''dewi emang beda dengan Dinda..'' ujar Hendra merasa kesal
Dewi masuk ke dalam mobilnya dengan penuh semangat. dia akhirnya memiliki modal untuk mentraktir semua teman temannya.
''akhirnya, aku bisa senang senang bersama teman temanku. memang enak ya punya suami orang kaya..'' ujar Dewi merasa sangat senang
Dewi menghidupkan mobilnya menuju cafe reso karena teman temannya sudah menunggu disana. Dewi janjian lewat grup chat ibu ibu sosialita. mereka akan mengobrol, arisan bulanan sembari memamerkan barang terbaru mereka
...bersambung...
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv