NovelToon NovelToon
Tuan Galak & Nona Kecil

Tuan Galak & Nona Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Casilla Bella

Karya ini murni dari imajinasi penulis. Tidak ada unsur plagiat.

🌺🌺🌺

Angga Pratama, seorang pengusaha muda yang sukses. Dia terkenal dengan kedinginannya. Mamanya memaksa Angga untuk segera menikah. Jika Angga tidak menikah juga. Maka, Santi akan menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya.

Anastasya, seorang gadis yatim piatu berusia 21 tahun. Ia dibesarkan oleh asisten rumah tangganya. Yang di kenal dengan panggilan Bibi Ratih.

Suatu hari Angga dan Tasya dipertemukan. Namun, bukan pertemuan yang baik seperti pada umumnya.

Penasaran dengan kisah mereka? Jangan lupa favoritkan novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casilla Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-26

PLAK!

Mona menampar pria itu, "Kau memang sudah tidak perawan lagi!" kata pria itu sambil menyeringai dan menyentuh pipinya yang habis ditampar Mona.

Ia menggertakan giginya, "Kau!" Mona mengangkat jari telunjuknya.

"Jangan coba-coba untuk memberitahunya! Atau---"

"Atau apa sayang?" potong pria itu.

Pria itu mendekati Mona, "Aku tidak akan memberitahukan rahasia kita pada siapapun, asal..."

"Asal apa?" tanya Mona dengan sedikit berteriak.

Pria itu mengendus bau tubuh Mona, "Asal kau mau menemaniku malam ini!"

PLAK!

"S*alan kau! Kap**at g*la! Baj*ngan!" umpat Mona kesal.

"Ohh... tenang sayang, tenanglah!" ucap pria itu sambil mencolek pipi Mona.

Mona memalingkan wajahnya, "Kalau kau tidak mau. Tidak apa-apa! Aku akan memberitahu Angga tentang hubungan kita yang sejauh apa. Dan tidak hanya Angga yang tahu. Tapi, kedua orang tuamu juga akan tahu," ancam pria itu.

"Kau!!" Mona berusaha menahan emosinya.

"Bagaimana? Pilih menemani aku malam ini. Atau... semua rahasia kita, akan kubongkar?" tanya pria itu.

Mona berpikir sejenak, "Baiklah... baiklah. Aku akan menuruti kemauanmu!" jawab Mona sambil mendengus kesal.

"Nah, begitu dong!" seru pria itu, lalu merangkul tubuh Mona.

***

"Kenapa melihatku begitu? Kamu pasti senang karena bisa kembali tidur di kamar ini kan?" tanya Angga dengan sinis.

Tanpa sadar Tasya mengangguk dengan senyumannya yang sedari tadi belum pudar.

"Aku tidak mau kita seranjang! Jadi sebaiknya kamu tidur di lantai saja!"

Perkataan Angga membuat Tasya tersadar, "Apa? Di lantai? Yang benar saja?" celetuk Tasya.

"Suruh siapa kamu menghasut Mama?"

Tasya mengeryitkan dahinya, "Maksudnya?"

"Kamu menghasut Mama lagi kan? Kenapa Mama jadi berpihak sama kamu? Atau kamu mengancamnya?"

"Kamu ngaco! Aku gak pernah menghasut, mengancam atau sejenisnya! Mama bilang kayak gitu, karena keinginan Mama sendiri!"

Flashback On

"Angga, ke... mari Nak." Panggil Santi.

"Iya Ma?!" Angga berjalan mendekati Santi.

"Angga... Tasya harus... tidur di kamarmu... lagi!"

"Apa?!" Angga memicingkan matanya ke arah Tasya.

"Tapi, Angga tidak ingin sekamar dengannya! Dia sudah membuat Mama sakit seperti ini. Mengapa Mama masih baik terhadapnya?" sambungnya.

"Tasya mengurus Ma... ma de.. ngan baik. Pokoknya, Mama... ingin Tasya tidur lagi... di kamarmu!"

"Mama, apa Mama diancam oleh wanita ini lagi? Apa yang dia katakan pada Mama? Padahal Mama tahu betul jika dia bukan wanita baik-baik! Mama juga tahu kan? Kalau wanita ini selingkuh?"

Santi mengeryit tidak mengerti, "Apa yang Angga katakan? Selingkuh? Tasya selingkuh? Ah! Ini pasti hasutan wanita pengkhianat itu!" batin Santi.

"Tasya tidak... seperti yang kamu bi.. lang Nak!"

"Ma, sebaiknya wanita ini kita usir! Angga tahu, wanita ini pasti mengancam Mama lagi!"

"Kamu terlalu suudzon sama aku Ga!" celetuk Tasya.

"Diam kamu! Aku sedang berbicara dengan Mama!" bentak Angga. Tasya memanyunkan bibirnya kesal.

"Kalau kamu... sayang, sama Mama. Kamu, ha... rus tidur sekamar dengan.. istrimu!"

Ia menghela nafas kasar, "Percuma berdebat dengan Mama. Aku harus cari cara agar wanita ini tidak betah berada di dekatku!" gumam Angga dalam hati.

Flashback Off

"Baiklah, kamu tetap harus tidur di lantai!"

"Aku gak mau!" sergap Tasya sambil membuang muka.

"Ya sudah, tidurlah di mana saja. Asal, jangan tidur di kasurku! Hanya orang yang kucintai, yang berhak tidur bersamaku!" ujarnya.

Tasya tersenyum, lalu dengan gesit langsung naik ke atas tempat tidur. "Hei! Kubilang kan orang yang kucintai yang berhak tidur bersamaku!" bentak Angga geram.

Tasya menghela nafas, "Suamiku, bukankah kita saling mencintai? Itu artinya aku berhak tidur bersamamu suamiku..." lirih Tasya.

"Suamiku?" Angga bergidik geli mendengar kata 'suamiku' dari mulut Tasya.

"Kamu kan memang suamiku Ga..." Tasya menarik selimutnya, dan mulai membaringkan tubuhnya itu.

"Eh! Eh! Turun! Kamu tidak boleh tidur di sini!" usir Angga, sambil mendorong-dorong tubuh Tasya yang sudah terlanjur berbaring.

"Angga, aku ini istrimu! Aku berhak tidur di sini!" Tasya mempertahankan posisinya agar tidak terusir dari tempat tidur.

"Aku tidak mencintaimu! Yang boleh tidur di sini hanya Mona seorang!" ujar Angga dengan lantang.

Tasya bangkit dari tempat tidur itu. Matanya melihat ke arah Angga dengan kecewa. "Ya sudah, aku tidur di lantai..." lirih Tasya kesal.

"Nah gitu dong!" seru Angga.

Tasya mengambil selimut dan menggelarnya di atas lantai. "Segitu cintanya kamu terhadap Mona?"

Tasya menatap punggung Angga dengan sedih. Rasa sesak mulai menyelimuti dirinya. Mengapa? Mengapa Angga bisa setega itu padanya?

***

Hari-hari telah berlalu, setiap hari keadaan masih tetap saja sama. Angga tidak pernah lagi sarapan bersama Santi maupun Tasya. Angga selalu menghindari Tasya. Bahkan, ia sampai sengaja pulang larut malam demi menghindari Tasya.

Hari ini, keadaan Santi semakin membaik. Bibir Santi sudah kembali normal, begitupun sekarang ia sudah bisa berbicara normal seperti sebelumnya. Santi pun sudah mulai bisa berjalan kembali, meskipun masih belum kuat untuk berdiri ataupun berjalan dalam waktu lama.

Santi begitu kesal dengan sikap anaknya itu. Sudah satu bulan semenjak anaknya kehilangan ingatan, Angga menjadi semakin jauh darinya. Tentu saja apa yang dilakukan Angga itu sangat berpengaruh. Semua waktu, Angga habiskan untuk bekerja dan bekerja. Berangkat pagi-pagi buta, pulang pun larut malam. Hanya sesekali saja Santi dapat melihat putranya itu. Yaitu saat Angga akan berangkat bekerja.

"Tasya, pokoknya mulai hari ini kamu harus mengantar makan siang untuk Angga. Kamu harus sering ke kantornya. Atau wanita itu akan terus mempengaruhi Angga!" ujar Santi sambil memberikan kotak bekal makan siang milik Angga.

"Ta-tapi... kalau Angga menolak bagaimana Ma?"

"Kamu tinggal bilang, itu makanan buatan Mama. Pasti Angga akan menerimanya. Oh ya, jangan sampai Mona berada di dekat Angga. Mama tidak mau wanita pengkhianat itu mempengaruhi anak Mama dan menyakitinya lagi!"

"I-iya kalau begitu, Tasya berangkat sekarang..."

"Tasya, makanannya harus dimakan sama Angga ya? Mama lihat, Angga kurusan. Pasti Angga jarang makan. Ditambah, dia sering tidak sarapan. Kamu hati-hati ya?!" ujar Santi mengingatkan.

"Iya Ma..." lirihnya.

Tasya pergi ke perusahaan suaminya. Saat sampai, Tasya merasa gugup untuk masuk ke dalam gedung besar itu. Ini pertama kalinya, Tasya memasuki perusahaan itu setelah menikah dengan Angga. Bagaimana dengan para temannya? Yuli dan Riri? Apakah mereka marah padanya? Karena, semenjak Tasya bekerja di salon. Tasya tidak sempat berhubungan lagi dengan mereka. Bahkan, saat menikah dengan Angga pun, mereka tidak sempat ia undang. Karena yang mengatur adalah Santi dan Bije. Tapi, itu semua tidak disengaja. Tasya tidak berniat untuk memutuskan hubungan dengan mereka.

Perlahan Tasya memasuki gedung besar itu. Ia melirik ke kiri dan ke kanan.

BRAK!

Tasya menabrak seseorang yang melewat di depannya.

"Kau! Kalau jalan itu pakai mata!" bentaknya, sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Maaf!" kata itu yang dilontarkan oleh Tasya. Lalu ia menengadahkan kepalanya.

"Mona!" seru Tasya.

"Cih! Ternyata kau! Pantas saja ada aura tidak enak di sekitarku!" sindir Mona.

Tasya tidak mempedulikan perkataan Mona. Ia memutuskan untuk kembali berjalan menuju ruangan suaminya.

"Hei!" panggil Mona sambil menahan Tasya.

"Mau ke mana? Jangan bilang kau ingin bertemu kekasihku!" sambungnya.

"Dia suamiku!" sahut Tasya dengan enteng.

"Bije!" Tasya melambaikan tangannya saat melihat Bije.

Bije menoleh, "Nona Tasya?" Bije berjalan mendekati Tasya.

"Bije, apakah Angga ada?" tanya Tasya.

"Ada Nona. Mari, saya antarkan Nona ke ruangan Tuan Angga!" seru Bije.

"Hei! Kalian!" panggil Mona. Namun, ia diacuhkan oleh mereka berdua.

"S*alan! Aku harus mengikuti mereka! Aku tidak akan membiarkan wanita itu mendekati Angga!"

***

Happy reading 🥰

#Hai semua! Dukung saya dengan Like, komentar, Rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan Votenya. Ngasih hadiah juga boleh 😊 terima kasih.

1
Qaisaa Nazarudin
Wahh licik,itu mah tanda gak laku..kalo yg laku itu harus ada peguamnya keluarga tasya sekalian..
Qaisaa Nazarudin
Dasar ngenyel,udah gak punya urat malu.ilfil langsung aku dgn cewek kayak gini,paling gak demen dgn cewek yg ngejar2 cowok..
Qaisaa Nazarudin
Ngebet banget pengen cucu...
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah ku duga..
Qaisaa Nazarudin
Ciih udah kebaca modusnya papa kamu..
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
gemini 210
😂😂😂. masa bos galak takut sama ibu kost wkwkwk
Yeni Sri
ceritanya lumayan menarik
Devi Handayani
yaahh yahhh yaahhhhh
.... payyyaahhhhh dahhh😤😤😤😤😤😤
Devi Handayani
yg sabar ya tasya😢😢😢
Devi Handayani
wkwkwkwkwkwkwkwkk... mules perut gw.... waddoiiwwww😂😂😂😂😅😅🤣🤣😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣😅🤣🤣🤣
Devi Handayani
dubraakkkk😅😅😅😂😂😂😂😂😅😅
Devi Handayani
iya tasya mainkan magic muuu... buat dia terbucin bucin padamu tasya🤪😚😋
Devi Handayani
waahhh wahhhh niat nyaa dah ngga bener ini....nanti kena kutuksn mm reader baru tau kamu angga🤨🤨🤨
Devi Handayani
mama memang the best deh😍😍😍😍
Devi Handayani
hayooo loohhh😏😏😏😏
Devi Handayani
wahhh ibu nya si galak ini.... jodohin Buu si tasya ama si galak biar tau rasa dia hahhaahhaahh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Devi Handayani
sungguh sadis caramu tuan angga.... awas aja jatuh cinta ama tasyaaa😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Devi Handayani
gpp jadi OG..... tapi OG nya CEO hihihihi😁😄😄😄😁😄😄😄😁😁😁😁
Devi Handayani
untung ada bibi peri sang penolong.... klo ga tinggal dimana tasya?? 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!