NovelToon NovelToon
Harusnya Aku, Bukan Dia

Harusnya Aku, Bukan Dia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:370.5k
Nilai: 5
Nama Author: faray_glad

Musim ketiga setelah Rafania Amora dan Stay With Me. Disarankan mampir dulu setidaknya membaca kilas balik sedikit agar tidak bingung.

Perpaduan antara dua novel, Kelanjutan Rafania Amora dan Love, Farenina.

Keen tak sengaja bertemu dengan seseorang yang dulu pernah dikenalnya sewaktu SMA disebuah Rumah Sakit ketika dirinya sedang menjenguk sang kekasih yang sedang sakit. Tak disangka dan tak diduga, sang dokter yang merawat kekasihnya itu adalah teman semasa SMA. Anggita Maharani.

Berawal pertemuan tak disengaja, Keen mulai kembali mengukir kisah. Pertemanan yang telah lama terputus, kini telah kembali. Hingga membuat Anggi meminta tolong pada Keen untuk menjadi Mak Comblang dirinya dengan sang kakak.

Keberuntungan memihak pada wanita itu. Khal selaku kakak Keen juga masih menjomblo. Keen menyetujui permintaan dari Anggi.

Hari terus berlanjut, Anggi dan Khal telah memulai kisah cinta mereka. Namun, sayangnya sebuah rahasia terungkap dan hal itu membuat Khal harus menahan rasa sakit dan luka yang begitu dalam. Berusaha untuk tetap bertahan dalam keadaan terendah sekalipun.

HARUSNYA AKU, BUKAN DIA

Yuk mampir dan kepoin cerita mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Sebelumnya...

Khal merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang ada di dalam kamar. Rasanya sungguh lelah sekali hanya karena menunggu. Perabotan sekedarnya sudah ada di rumah kontrakan. Keberuntungan berpihak padanya, karena orang yang mengontrak rumah samping keluarga Azmi telah pulang ke kampung halaman seminggu yang lalu. Sehingga ia bisa menempatinya.

Setelah sekian menit menunggu, menghabiskan waktunya hanya untuk mendengarkan cerita si burung beo kesukaan sang pemilik rumah. Satu jam lebih, ia rasa sudah cukup membuat hidupnya merana. Satu hal yang bisa diungkapkan hanyalah, menyebalkan.

Khal bersyukur dalam hati karena Faris bisa langsung faham dan berinisiatif untuk segera mengajaknya masuk ke dalam rumah kontrakan. Sedikit merasa lega karena ia telah terbebas dari cerita membosankan sang pemilik rumah.

Hembusan nafas panjang keluar dari mulutnya. Khal seperti sedang gelisah. Rumah kontrakan sebulan sudah ia dapatkan dengan harga yang cukup murah, menurutnya. Bahkan nominal sebesar itu biasa ia gunakan untuk menyewa hotel dalam sehari.

Namun, bukan perkara itu yang saat ini sedang mengganggu kesehatan jiwanya. Khal sedang memikirkan seseorang yang sejak beberapa menit lalu tidak lagi menampakkan diri.

Raya.

Wajahnya sungguh cantik menawan, membuat seorang Khal kelimpungan. Ini bukan hal biasa, perasaan yang melebihi kesan pertama saat bertemu dengan anggi.

Aneh.

Khal mengusap wajahnya berulang kali. Tidak biasanya ia mengalami hal semacam ini. Bahkan saat bertemu dengan Anggi kala itu, ia masih bisa santai dan masih bisa fokus pada kehidupannya.

Namun, kali ini berbeda. Ada ketertarikan pada dirinya untuk terus menatapnya. Ada kemauan untuk terus berada didekatnya. Sebuah keinginan yang hingga detik ini masih belum bisa ia jabarkan secara normal.

"Gila! What happened to you, Khaleed?" gumam Khal merasa kesal pada dirinya sendiri.

"Ini gila."

Khal mengubah posisinya hingga tengkurap. Menelusupkan kepalanya dibawah bantal. Sesaat setelahnya, ia sudah pergi ke alam mimpi. Dengkuran halus menjadi saksi bisu kegalauan sang pemilik rasa.

****

Malam harinya.

tok tok tok

"Assalamualaikum."

Suara ketukan pintu bersamaan dengan lembutnya lantunan salam bahkan semakin mengeras saja, namun seseorang yang berada di dalam belum juga membukakan pintunya. Helaan nafas terdengar lirih. Wanita cantik yang sedang membawa nampan di salah satu tangannya mencoba untuk tetap tenang walau sudah beberapa menit ia berdiri di sana.

tok tok tok

"Assalamualaikum."

Sudah ke empat kalinya, ia mengetuk pintu. Jika saja bukan sang kakak yang memintanya untuk mengantarkan makanan ini, bahkan untuk menampakkan diri saja, ia tak akan mau.

"Sepertinya, Mas Khal masih tidur. Sebaiknya aku nanti saja kuberikan," gumamnya.

Perlahan ia mulai berbalik, namun sesuatu hal buruk melintas di kepalanya. Seketika itu, ia memekik kecil. "Astaghfirullah haladzim, bagaimana jika terjadi sesuatu?"

Dengan gerakan cepat Raya si gadis lemah lembut mulai mengetuk pintu kembali dengan keadaan panik. "Mas...."

tok tok tok

"Buka pintunya!"

Seperti sedang berteriak, Raya sedikit beradu otot di tenggorokannya. "Mas...." Belum juga terbuka pintunya. Tangan kanannya mulai merasakan sakit sebab ia terlalu keras mengetuk pintu. Hingga membuat jemari tangannya terbuka. Kini ia mengetuk pintu dengan tangan yang terbuka. Layaknya sang kekasih sedang menggedor pintu. Hehehehe...

Jika saja Faris dan Azmi ada di rumah, sudah pasti Raya akan kembali pulang dan meminta salah satu dari mereka untuk mendobrak pintunya.

❤️❤️

Di dalam kamar Khal menggeliat pelan. Telinganya mulai kembali berfungsi. Tersentak kecil ketika mendengar suara teriakkan yang dibarengi dengan gedoran pintu. Ia pun segera membuka kedua matanya. Terbangun dari posisi tidurnya. Seketika itu rasa kesal mulai hinggap.

"Siapa sih, ganggu orang tidur saja," Sambil menggerutu kesal, Khal mulai turun dari tempat tidur dan melangkah ke depan.

Dalam keadaan minim kesadaran, Khal bahkan tidak memperhatikan dirinya yang saat ini telah bertelanjang dada. Salah siapa coba jika seperti ini? Rumah kontrakan nggak ada AC, cukup pakai kipas angin sudah dingin bagi mereka, tapi berbeda halnya dengan Khal.

Langkahnya terhenti tepat di depan pintu. Khal segera membuka pintunya.

Ceklek

"Nggak sop...."

"Astaghfirullah haladzim," pekik Raya lirih.

Wanita itu segera menundukkan pandangan matanya. Emosi tiba-tiba muncul tidak seperti biasanya yang bisa selalu sabar. Ah, elak ... si Khal pake acara tunjukin otot kotak-kotak sih. Bikin mbak Raya malu aja.

"Mas, lain kali kalau mau keluar pakai dulu pakaiannya. Jangan seperti ini!" ucapnya sambil menahan amarah.

Khal mengernyitkan keningnya. Ia bahkan seringkali bertelanjang dada ketika fitness di rumah. Lagian ia juga masih memakai celana. Oke fix, catat baik-baik. Mungkin setelah ini ia harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Oh, maaf Raya."

Tak ingin berlama-lama lagi Raya segera menyodorkan nampan yang sejak tadi berada di tangannya. "Ini makanan untuk, Mas." Khal kembali merasakan heran. Padahal ia tidak meminta, apalagi memesan, lalu kenapa dibawakan makanan?

"Ini diambil, Mas. Rejeki gak boleh ditolak."

Khal terpaksa menerima nampan berisikan makanan tersebut karena Raya yang memaksa untuk menerimanya. Daripada terjatuh lebih baik ia mengambil alih nampan tersebut.

"Permisi, Mas. Assalamualaikum."

Belum juga Khal sempat berucap terima kasih, Raya secepat kilat pergi. Khal membawa langkahnya keluar hingga kini ia bisa melihat gadis cantik itu tengah membuka pintu rumahnya, kemudian masuk dan menghilang di balik pintu.

"Dasar aneh."

Setelah puas memandang bayangan sosok Raya di depan pintu, Khal pun memutuskan untuk segera masuk kedalam rumah. Harum makanan membuat atensi seorang Khal teralihkan. Menatap makanan tersebut dengan mata berbinar.

"Kebetulan sekali aku sedang lapar."

Khal segera duduk di sofa mini yang ada di ruang tamu. Meletakkan nampan di atas meja dan ia pun mulai menyantap makanannya.

❤️❤️

"Raya, ada apa? Kenapa kamu teriak-teriak?" tanya Nindi istri dari Faris.

Raya mengelus dadanya. "Ih, Mbak Nindi ngagetin saja."

Baru saja ia masuk kedalam rumah. Sosok wanita cantik kakak ipar telah membuat dirinya terkejut.

Nindi terkekeh kecil. "Ada apa memangnya? Temen Mas Faris gangguin kamu? Mbak ngaji jadi gak konsen."

Raya menggeleng sambil menahan senyum. Merasa malu saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.

"Heh, malah senyum-senyum."

"Bukan, Mbak. Siapa yang senyum," elak Raya.

"Hayo ... kamu ada naksir ya ... sama dia," goda Nindi.

Dengan cepat Raya menggeleng. "Gak mungkinlah, Mbak. Lalu Mas Riki mau dibawa kemana."

Raya mulai melangkah pergi. Nindi hanya menatap santai adik iparnya itu. Merasa ada sesuatu hal yang aneh. Namun ia sendiri juga tidak bisa menebaknya.

"Cie-cie yang mau merrid."

Raya terbahak mendengar ledekan dari kakak iparnya. Baru saja dua bulan lalu Faris sang Kakak menikah, tak ada yang menyangka jika jodohnya juga datang. Riki, Teman semasa kuliah yang rumahnya juga masih satu kampung dengannya, dua minggu lalu telah resmi menjadi tunangannya.

"Mbak, aku ke kamar dulu. Kalau Mas Riki datang suruh nunggu bentar," ucap Raya sembari terus menaiki anak tangga.

Bersambung...

1
Enima Afla Sabita
bisa menjadi pelajaran hidup terutama ttg keluarga faraya / azmi yg agamis nan bahagia
Sunarti Sunarti
nanti si raya g jd nikah,trs tinggal nikah sm cowoknya raya.nah dr situ ada hilal jodoh khal sm raya .aduh andai satu sepemikiran sm author 👏👏
🌻Ruby Kejora
Wah rame banget komentarnya cetar pasti kisahnya Bagus Salam kenal dan salam sukses Kak. 💐⭐
Muhammad arfa Ayunda
pecah bgt bab ini 👍😭
Isabell Serinah
sambung lagi plseeee
Fa Rel
anggi jahat lu serakah jd wanita
Becky D'lafonte
sabarnya raya
Becky D'lafonte
sesek dadakau rasanya
Becky D'lafonte
kasian bener si khal
Becky D'lafonte
ayah yg luar biasa
Becky D'lafonte
ah mas khal, gentel bgt 😍
Becky D'lafonte
uhhh raya udah tunangan
Becky D'lafonte
anaknya farenina
Becky D'lafonte
sedih😭😭😭
Becky D'lafonte
lah masak ken suka jg sm anggi
Becky D'lafonte
ya ampun knp cepet kali nia dan ammar meninggal
Elly Setia Ningsih
mungkin ini kali yaa yang dimaksud pasanganmu adalah cerminanmu, mahen adalah cerminan dari anggi
Elly Setia Ningsih
ayah azmi setelah meninggalnya bunda fare tidak menikah lagi, hebat. setia sekali, padahal dia bisa menikah lagi kan waktu ditinggal meninggal bunda fare dia masih muda, bener bener cinta sejati
Salmah S
Thor kalo boleh kasih anak kembarkah...
Salmah S
semoga Adam di kasih pekerjaan yg lebih baik...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!