NovelToon NovelToon
My Crazy Boss

My Crazy Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

"Bos gila ku" maksudnya adalah gila dalam artian benar-benar membuat Thifa stress. Bagaimana tidak? status Thifa yang merupakan sekretaris orang gila itu harus membuatnya menahan amarah.

"Selain bos ku, untungnya kau juga suami ku. kalau tidak, sudah ku gedik habis kau ini." Geram Thifa mengepalkan kedua tangannya.

Bagaimana kisah Arfen dan Thifa selanjutnya? yuk simak kekesalan Thifa bekerja di sana!

~Sequel dari My Special Boyfriend~ Diharap mampir dulu kesana baru ke sini yah^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Karna aku

***

Bukan! Jasad yang terbaring itu bukan Arfen! Aku kenal Arfen! Ya Allah, aku mohon. Aku mohonn..., jangan biarkan aku menjadi janda.

Dengan napas tersengal Thifa sampai di depan kamar nomor 21 itu.

Semoga dokter salah, dan yang di dalam ini itu kamu... Arfen ku, suami akuu!!!

Thifa memegang engsel pintunya, dengan perlahan membuka itu. Dia perlahan mendekat ke arah ranjang.

Thifa menangis seketika, dia menggenggam erat tangan orang yang terbaring di sana. Thifa menangis sejadi-jadinya.

Aku bahagia, dokter salah. Aku bahagia, kamu masih di sini.

Thifa bahagia, orang yang terbaring di sana adalah Arfenik Arkasa. Thifa memastikan apa dia masih bernapas, dan Arfen benar-benar masih hidup.

"Kak? Kakak kenapa lari-lari? Hati-hati kak, kakak lagi hamil, dan itu anak kak Arfen." Shiren mengejar Thifa sampai masuk ke ruangan itu. Ternyata diikuti oleh Nathan dan Sheryl juga, beserta dokter itu.

"Ar-fen!! Anak ku!!" Teriak Nathan saat dia sadar, pria yang terbaring itu adalah putra sulung kebanggaannya.

Shiren dan Sheryl ikut terkejut, mereka melihat dengan seksama. Meskipun banyak goresan luka di wajah Arfen, namun mereka masih bisa mengenalinya.

"Kak Arfen!!! Itu kak Arfen ma! Kak Arfen masih hidup!!" Teriak Shiren.

"Iya, Arfen ku masih hidup."

Tangis haru bahagia keluar mengalir begitu saja dari mata semua orang.

"Ja-jadi dia tuan muda Arfen? Jadi A-aku salah mengenali pasien? Ja-jadi yang meninggal adalah supirnya, Alan?" Gumam Dokter itu gemetar sendiri, dia benar-benar tidak tau. Habisnya dia memang tidak pernah melihat wajah Arfen.

Nathan langsung menarik kerah baju dokter itu. "Kau bilang salah mengenali?! Setelah kami semua kehilangan harapan?! Kau ingin mempermainkan kami?! "

"Maaf, maafkan saya tuan Nathan. Saya benar-benar tidak tau bahwa yang meninggal adalah supirnya, saya benar-benar tidak tau." Dokter itu berlutut di depan Nathan. Tapi Nathan masih saja menatap penuh benci ke arah dokter itu.

"Udah lah Nat, bukannya bilang makasih sama dokternya kamu malah marah-marah, mungkin kalo gak ada dokter ini, nyawa anak kita udah melayang. Jadi udah ya, kesalahan itu kan wajar, dia juga manusia.

Yang penting sekarang kita harus bersyukur karna Arfen masih hidup, dia di berikan kesempatan untuk lebih lama melihat dunia ini. Kamu harusnya makasih sama dokternya." Nasihat Sheryl,  sungguh Sheryl adalah orang paling tenang. Dia mampu menguasai hatinya di saat apapun.

"Pergi, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi, aku mau dokter untuk perawatan anak ku di ganti." Titah Nathan dengan suara beratnya, benar-benar terdengar mengerikan.

Sheryl hanya bisa menghela napas, tidak di pecat saja sudah merupakan hal baik untuk dokter itu.

"Apapun itu, kak Arfen selamat, dan Shiren seneng banget."

"Tapi Alan tiada, bocah itu tiada demi menyelamatkan putra ku."

Aku akan melindungi tuan muda Arfen selamanya, bahkan jika itu harus mengorbankan nyawa saya!!!

Itu adalah janji yang Nathan ingat, di ucapkan oleh bocah berusia 15th itu dulu.

***

Beberapa jam sudah berlalu, dan hari juga sudah larut malam. Semua orang sedang nyenyak tidur karna mereka tau, Arfen masih hidup. Tapi, bagaimana dengan Thifa? Apa perasaannya?

Aku jahat, aku lah penyebab utama kecelakaan ini. Kalau aja waktu itu aku gak maksa minta sate, mungkin Alan masih ada di sini, dan Arfen gak akan terlula separah ini.

Ini semua salah ku, aku yang salah.

Thifa menutup matanya, namun air mata itu mengalir deras mengiringi penyesalannya.

Kata andai, selalu saja menyakitkan.

Arfen, kamu bakal maafin aku kan? Enggak! Aku emang gak pantes buat di maafin!

***

"Alan,  di depan!!!!!" Teriak Arfen saat dia melihat sebuah Truk besar melaju berlawanan arah. Ya, Truk itu yang salah. Dan sepertinya rem truk itu blong.

Bruakkk!!!!!

Dengan cepat Truk itu menabrak mobil Arfen, bahkan menyeretnya sampai beberapa meter, terjadi tabrakan beruntun saat itu, yang melibatkan empat buah mobil,  dan beberapa kendaraan bermotor.

Namun, Arfen bisa melihat Alan melindunginya dengan menutupi badannya, jika tidak ada Alan, mungkin Arfen sudah tertusuk serpihan kaca itu.

Mobil mereka terseret ke belakang, demi melindungi kepala Arfen, tangan Alan harus putus terlindas salah satu kendaraan itu.

"Tuan muda, anda baik-baik saja kan?" Tanya Alan dengan suara yang begitu pelan.

"Alan!!! Kau, tenang saja! Aku akan membayar dokter terbaik di dunia untuk mu!"

"Tidak perlu tuan, saya rasa waktu saya tidak akan lama lagi. Dan ya, saya cuma ingin mengatakan. Bekerja dengan anda, adalah kebahagiaan tersendiri dalam hidup saya."

Saat itu Arfen begitu terharu, tapi dia tau saat itu Alan belum tiada. Dia dengan luka-luka yang lumayan berat berusaha membawa Alan keluar dari tumpukan puing-puing mobil yang berserakan. Bahkan tak jarang tangan Arfen terluka dengan kaca, untuk melindungi tubuh Alan.

"Alan...," gumam Arfen saat dia baru saja membuka matanya. Dia ingat, yang terluka parah adalah Alan. Di sepanjang tidurnya, Arfen hanya bisa melihat tragedi kecelakaan itu secara berulang-ulang.

"Pa! Ma! Shiren! Arfen udah sadar!" Teriak Thifa penuh kegembiraan.

Ketiganya langsung terbangun, dan mendekat ke ranjang Arfen.

"Alan di mana? Dia di sini kan? Sama ku? Gimana keadaannya?"

Semuanya mendadak diam, mata mereka hanya bisa tertunduk layu.

"Kak Alan udah gak ada kak, kak Alan udah meninggal, kemarin udah di makamin." Hanya Shiren lah yang mampu memberitahukan fakta itu secara tegas.

***

1
Aik Unique
Luar biasa
Vitamincyu
👍👍👍
RithaMartinE
luar biass
RithaMartinE
semoga hamil nya Thifa 🤗🤗🤗
dw granny
Karya kedua mu yg aku BC thor setelah my hidden detective ... mksh othor kuh utk karya2 mu 👍🏻
dw granny
waahh keisengan arfen ini pasti , ngerjain bpk nya lbh parah nih
Vitamincyu
...
Vitamincyu
..
Kenzi Kenzi
keren nih ceritanya
Yullie Kasih
Aωαℓ вαcα ∂αн ηgαкαк, ѕєrυ кαуαηуα ηιє cєrιтα
Retno Isusiloningtyas
hehehe
IPA dan IPS besanan
Rafanda 2018
istri keluar rumah tanpa izin suami kaya authorrr
Rafanda 2018
najis
Rafanda 2018
orang kaya ga punya pengawal,,,masa tifa doang yg jagain,,mama sabpapanya jg ga pernah jenguk...hhh
Rafanda 2018
bukanya ga di kasih no tlp ya,,apa authorr yg kasih
Aini Sabila
alhamdulillah... akhirnya keturunan nathan ada yg waras juga🤣🤣
gshsjoanabsbns
thifa goblokkk ahhh kpn kebongkar nya
Anonim
😆😆 gk tw mau koment apa..tpi yg pasti keren abis sih sih arfen..
Melani Salsabila
kak..my mine?
Zaira Kritika
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!