"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria Arogan itu?" pertanyaan Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya menunjuk Lucas yang duduk disofa dengan wajah datarnya.
"Lucas itu pria yang baik, Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil" pernyataan Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.
"Sejak kecil apanya, Lily baru lahir dia sudah tua" komplen Lily, selain terkenal arogan Lucas juga beda 8 tahun darinya.
"Lily menolak perjodohan dengan pria Arogan itu" pernyataan Lily.
"Berani kamu menolak saya?" pertanyaan Lucas dengan suara beratnya.
Yuk baca cerita Lily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 Babak belur
"Kamu pikir aku suami tantemu, di panggil Om" kesal Lucas mempelototi Marcel yang entah ada urusan apa di perusahaan nya bahkan memakai stelan jas lengkap.
"Kau suami Lily kan?" pertanyaan Marcel yang mendadak hilang rasa sopan nya.
"Ingin melihat bukti?" pertanyaan Lucas dengan begitu belagu mengangkat tangan kirinya menunjukkan cincin pernikahan nya dengan Lily.
"Itu cuma tanda kau pernah menikah bukan pernah dicintai oleh Lily" kata Marcel dengan lebih belagu lagi menunjukkan wallpaper ponselnya foto box berdua pakai baju couple dengan Lily.
"Damnnn, banget" batin Dave mendadak gemetaran takut Lucas lepas kendali hingga menghajar Marcel.
"Dasar perebut pacar orang, pulang-pulang langsung menikahi Lily," kesal Marcel dengan tatapan tidak terimanya.
"Lily itu sejak dalam kandungan sudah di jodohkan denganku, jadi kamu lah yang merebut dia dariku" pernyataan Lucas yang rasanya ingin meninju wajah Marcel tapi sayangnya mereka berada di lantai dasar.
Lucas tidak mungkin melakukan kekerasan dimuka umum, apalagi ini di perusahaan nya sendiri.
"Itu akal-akalan keluarga kalian saja, Lily saja tidak tau akan hal itu," ucap Marcel.
Lucas menarik kerah kemeja Marcel dan menyeretnya memasuki salah satu ruangan.
" Tuan Muda" beberapa staf dibelakang Marcel langsung mengikuti Lucas yang menyeret Marcel.
Diruangan yang ada monitor Lucas melakukan panggilan vidio dengan Daddy.
"Hallo Boy" kata Daddy dengan senyum kakunya ketika ternyata Lucas melakukan panggilan vidio dengan nya lewat layar monitor karena ada beberapa orang juga yang terlihat disana.
"Daddy, katakan padanya kalau aku dan Lily sudah di jodohkan sejak kecil bahkan sejak Lily dalam kandungan" tegas Lucas menunjuk Marcel dengan tatapan tajam.
"Om, katakan padanya kalau aku memang pacar Lily, Om tau itu kan?" kata Marcel yang juga merupakan anak teman Daddy.
...........
Daddy menutup telfon dengan perasaan was-was dan menelfon Ayah Lucas dan juga Marcel untuk menjemput anak mereka.
"Jemput anak kalian" Daddy lebih memilih menelfon kedua Ayah anak itu.
.............
"Kau tidak usah mengaku-ngaku, Lily itu istriku, berhenti mengejarnya sebelum aku habisi" ucap Lucas berdiri di hadapan Marcel.
"Lalu kalau Lily istrimu kenapa, kalian itu menikah dijodohkan dan Lily sama sekali tidak mencintai mu" pernyataan Marcel.
"Jangan suruh aku berhenti mengejarnya, karena jauh sebelum kau ada kami sudah saling jatuh cinta" sambung Marcel.
"Kau" Lucas melayangkan bogem mentah di wajah Marcel ketika emosinya sudah tidak tertahankan.
"Siapa takut" kata Marcel membalas dendam lebih gila hingga Lucas dan Marcel baku hantam sampai semua orang takut mencegahnya.
Takut kena tonjok!.
............
Kurang dari 10 menit.
"Cukup!" teriak Papi Lucas dan juga Ayah Marcel memegang putra mereka yang sudah babak belur.
"Lepasin Pi, biar aku beri dia pelajaran karena mengganggu istriku" pernyataan Lucas yang masih belum puas menghajar Marcel.
"Ayah, lihatlah pria tidak tau diri itu, aku yang lebih dulu menjadi pacar Lily" pernyataan Marcel yang juga sudah memukul Lucas puluhan kali.
"Huffft" Daddy yang baru datang menarik nafasnya berkali-kali, sebelum menyelesaikan masalah ini.
"Kalian semua keluarlah, tinggalkan kami," ucap Daddy.
............
Sore harinya Lucas pulang kerumahnya diantar Papi dan Daddy.
"Tuan, Tuan kenapa?" ucap Alena yang berdiri didepan pintu, sangat khawatir melihat kondisi Lucas yang di papah oleh Papinya.
"Siapa kau?" pertanyaan Daddy melirik Alena dari ujung kaki sampai ke ujung rambut.
"Saya, saya pelayan Tuan" ucap Alena langsung mundur beberapa langkah kebelakang melihat tatapan tidak suka Daddy Lily.
"Wahhhh, ada Daddy" kata Lily yang sedang menuruni tangga langsung berlari kencang begitu mendengar suara Daddy-nya.
"Daddy" kata Lily berlari kesenangan mendarat dalam pelukan Daddy nya.
"Hai Papi" sapa Lily juga memeluk Papi walaupun sedikit heran dengan kondisi Lucas.
"Hubby, berantem sama siapa?" tanya Lily memperhatikan kondisi Lucas.
Daddy dan Papi saling tatap melihat ekspresi wajah Lily yang biasa saja melihat Lucas terluka, malah ekspresi khawatir lebih jelas terlihat di wajah pelayan itu ketimbang Lily.
"Sama pacar kamu" ketus Lucas berjalan sempoyongan untuk duduk disofa.
"Pacar Lily yang mana?" tanya Lily dengan polos membantu memegang Lucas sampai duduk disofa.
"Jadi ada lagi, pacar kamu selain pria sialan itu?" pertanyaan Lucas dengan tatapan kesal nya.
"Lucas berantem dengan Marcel" ucap Daddy memijit pelipisnya dan duduk di sofa.
"Hubby menangkan?" pertanyaan Lily yang membuat semua orang melongo.
"Menurut kamu?" kata Lucas, padahal kondisinya sudah babak belur seperti ini tapi istrinya itu malah menanyakan menang atau tidak.
"Ya menanglah, masa orang Arogan kalah lawan Marcel, mau tarok dimana muka," kata Lily yang membuat Papi dan Daddy serentak tertawa.
Lucas itu memang pantang harga dirinya diinjak, mungkin itulah sebabnya dia berkelahi Marcel sampai mereka babak belur begini.
"Pelayan ambilkan kotak obat dan kompresan" kata Lily yang bahkan sudah lebih dulu disiapkan Alena yang datang dari arah dapur.
"Baring sini, Lily obati wajahnya dulu, nanti jadi jelek, kalah saing sama Marcel" kata Lily tertawa cengengesan.
"Ayo minum Kak" ucap Papi yang diangguki Daddy, sedari tadi Daddy terus senyum-senyum sendiri.
" Ada apa Dad," tanya Lucas yang berbaring diatas pangkuan Lily yang sedang mengobati nya.
"Daddy malah senyum-senyum saja, kenapa tidak membelaku?" pertanyaan Lucas karena tadi Daddy hanya bersikap netral.
Padahal dulu Daddy selalu membelanya bahkan dari kemarahan Papinya sendiri.
"Berani sekali bocah ingusan itu menantangku" emosi Lucas yang puas sekali menghajar Marcel walaupun juga di pukul balik.
"Lucas, kamu bukan orang pertama yang di tantang Marcel, tapi orang ketujuh" pernyataan Daddy yang cukup kagum dengan mental Marcel selama ini.
Tapi soal dia berani menantang Lucas, Daddy sedikit terkejut, karena secara umur mereka tidak sepadan.
"Jadi dia sering menantang orang lain?" pertanyaan Lucas.
"Marcel itu gila, setiap pria yang dekat dengan Lily selalu di hajarnya" pernyataan Lily yang pernah terseret kasus ketika perkelahian yang dilakukan Marcel sampai ke pihak kepolisian.
"Segitunya dia terobsesi sama kamu?" pertanyaan Lucas yang diangguki Lily.
"Aku akan melenyapkan nya" ucap Lucas mengepal tangannya.
"Jangan, dia itu anak teman kami, kamu ingin memecah persahabatan kami" ucap Papi dan Daddy bersamaan.
"Jadi kalian lebih mementingkan persahabatan dari pada pernikahan anak kalian?" pertanyaan Lucas.
"Boy, kenapa merasa begitu terancam, disini kamu suami Lily, dalam arti apapun kamu adalah pemenangnya" ucap Daddy, sebagai bukti dia mementingkan Lucas sebab itu perjodohan ini terjadi.
"Hubby tenanglah, lukanya cukup lebar" kata Lily yang fokus mengobati sudut bibir Lucas.
"Kami pulang dulu" kata Daddy dan Papi berdiri bersamaan .
" Ehhhh, makan dulu" kata Lily mencegah mereka pergi sebelum makan.
Lily mengobati Lucas di ruang makan demi bisa menemani Papi dan Daddy yang sedang makan.