NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PhepipoOrevi

"Aku telah mati karena cinta, kali ini aku ingin hidup untuk diriku sendiri" atau begitulah yang diucapkan Evelyn awalnya sebelum dia mengenal kepribadian Matthew si Pangeran Kulkas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PhepipoOrevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Black Widow Tears

Langkah kaki para pengawal elit berderap cepat membelah lorong-lorong megah Mansion Pendragon. Tandu darurat yang mengusung tubuh Matthew meluncur tergesa-gesa, sementara Evelyn berjalan separuh berlari di sampingnya. Jemari Evelyn mencengkeram erat telapak tangan Matthew yang kian mendingin, seolah jika ia melepasnya sedetik saja, nyawa pria itu akan terbang melayang.

Tiga orang dokter elit kekaisaran bersama beberapa asistennya sudah bersiap dengan peralatan bedah dan tabung-tabung ramuan di meja samping tempat tidur Grand Duke.

"Gunting jas dan kemejanya sekarang!" perintah Kepala Dokter Kekaisaran dengan suara tegang.

Kain jas tebal bertatahkan sulaman emas dan kemeja sutra putih yang semula itu pun dipotong kasar. Ketika bagian belakang bahu Matthew tersingkap, Evelyn membekap mulutnya sendiri untuk menahan jeritan.

Luka tusuk itu tidak lebar, namun warna kulit di sekitarnya telah berubah menjadi ungu kehitaman yang menjalar cepat bagai sarang laba-laba. Urat-urat di leher dan punggung Matthew menegang kaku, sementara napasnya tersengal lambat—tanda bahwa racun tersebut mulai melumpuhkan organ dalam dan sistem pernapasan sang Grand Duke.

"Racun Black Widow's Tears..." bisik Kepala Dokter dengan raut wajah memucat. "Ini racun pasar gelap dosis tinggi. Jika tidak ditangani dalam hitungan jam, pembuluh darah jantungnya akan membeku."

"Lakukan apa pun! Selamatkan dia!" potong Samantha tegas dari sudut ruangan. Matanya menyala dingin penuh ancaman "Jika terjadi sesuatu pada kakakku, kalian bertiga akan menyusulnya ke neraka malam ini juga."

Para dokter makin bergegas. Salah satu dari mereka mengambil pisau bedah steril untuk menggores sedikit area sekitar luka demi mengeluarkan darah beracun yang mengental, sementara dokter lain meracik cairan antibiotik darurat untuk dioleskan di atas luka bakar racun tersebut.

Evelyn tak beranjak dari sisi tempat tidur. Ia berlutut di marmer dingin, menempelkan telapak tangan dingin Matthew ke pipinya sendiri yang basah oleh air mata.

"Matthew... dengar aku," bisik Evelyn dengan suara yang terdengar sangat putus asa "Kamu sudah berjanji, kan? Kamu akan terus disampingku. Kehidupan kali ini, kita akan bersama. Jadi tolong, Matthew bertahanlah."

Bayangan ingatan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya kembali melintas di kepala Evelyn. Dulu, ia selalu mati, dan Matthew yang selalu memeluknya sampai akhir napasnya. Namun malam ini, di kehidupannya yang ke sembilan, Matthew menyelamatkannya. Kenapa bukan dia saja yang terluka.

Rantai takdir itu memang sudah terputus, tetapi harga yang harus dibayar terasa begitu membakar dadanya.

Glek.

Obat pembersih racun pertama berhasil diteguk secara paksa ke tenggorokan Matthew. Pria itu sedikit meringis kaku dalam ketidaksadarannya, keringat dingin membasahi dahinya yang pucat. Dokter dengan cepat mengoles rakican herbal untuk menahan penyebaran racun dan mulai membalut luka di bahunya dengan perban tebal.

"Bagaimana Dok? Apakah racunnya sudah berhenti menyebar?" tanya Samantha, melangkah mendekati ranjang.

Kepala Dokter menyapu keringat di pelipisnya seraya menghela napas berat. "Kami berhasil menahan penyebaran utamanya ke organ vital, Lady Samantha. Namun racun ini sangat keras. Tubuh Grand Duke akan mengalami demam tinggi dan kritis selama dua puluh empat jam ke depan. Kita hanya bisa berharap ketahanan fisiknya mampu melewati masa kritis ini."

Samantha mengepalkan tangannya rapat-rapat. Ia menatap kakaknya yang terbaring lemah, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Evelyn yang masih berlutut menggenggam tangan Matthew.

Raut wajah Samantha yang tadinya keras perlahan melunak. Ia melangkah mendekati Evelyn dan memegang lembut bahu gadis itu.

"Evelyn," panggil Samantha pelan. "Kamu harus istirahat dan membersihkan diri. Baju maroon-mu... basah oleh darah Matthew."

Evelyn menggeleng pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah pucat Matthew. "Aku tidak akan ke mana-mana, Sam. Aku yang menjadi alasan dia seperti ini. Biarkan aku menunggunya sampai dia sadar."

"Baiklah. Kalau begitu, aku mengandalkanmu untuk menjaga Matthew malam ini. Tapi aku mohon, Eve. Kamu jangan memaksakan diri. Kamu tahu Matthew tidak akan suka melihatmu seperti ini" ujar Samantha sambil beranjak pergi meninggalkan kamar Matthew.

Begitu pintu ditutup, Samantha menangis sejadi-jadinya. Ia telah lalai dan gagal mengantisipasi rencana cadangan Cedric dengan belati beracun itu. Samantha padahal sudah bertekad di kehidupan kali ini, ia akan membuat kakaknya bahagia. Bahkan, Samantha tidak menanyakan maupun menentang keputusan Matthew tentang Evelyn. Ia hanya mendukungnya dari belakang. Apapun akan dia lakukan, demi melihat kakaknya hidup.

Fajar mulai menyingsing di balik jendela kaca besar, memancarkan sinar matahari pagi yang hangat ke dalam ruangan, jemari Matthew yang berada dalam genggaman Evelyn mendadak bergerak pelan.

Evelyn terperanjat, langsung menegakkan tubuhnya dengan jantung berdebar kencang.

"Matthew?" bisiknya penuh harap.

Kelopak mata pria itu bergerak perlahan. Iris mata keemasan yang tadinya redup kini perlahan fokus, menatap lurus ke arah wajah Evelyn yang sembap dan lelah.

Napas Matthew terdengar serak saat ia memaksakan bibirnya yang kering bergerak.

"Eve..." bisik Matthew sangat pelan, hampir tak terdengar. "...kamu... tidak apa-apa?"

Air mata Evelyn kembali menetes. Ia menggenggam tangan Matthew erat-erat dan mencium punggung tangan pria itu dengan terisak.

"Dasar bodoh," bisik Evelyn tertahan di antara tangis bahagianya. "Harusnya aku yang menanyakan itu padamu, Grand Duke."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!