NovelToon NovelToon
Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Suami ideal / Keluarga / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Bismillahirohmanirohim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Readers gemez kesayangan. Salam sejahtera bagi yang Non Muslim.

Berjumpa lagi dengan Author Rose Noor dalam ISTRINYA USTADZ part.2. Ini adalah kisah lanjutan dari ISTRINYA USTADZ?. Maka dari itu bagi yang baru mengikuti karya Author ISTRINYA USTADZ part.2 ini, ada baiknya membaca dahulu ISTRI USTADZ? agar faham dengan alur ceritanya.

Kisah Istrinya Ustadz part.2 ini akan menceritakan tentang Hasna, Ustdz Afnan dan Anak-anak nya dengan beberapa konflik dan penyelesaian nya.

"Aku tidak ingin menjadi siapa dan apapun. Aku hanya ingin tetap menjadi Hasna ISTRINYA USTADZ." Hasna Aulia Zaharni.

"Kamu memang tidak harus menjadi apapun dan siapapun. Jadilah diri mu sendiri sebagai Hasna yang ku kenal, yaitu ISTRINYA USTADZ. Namun alangkah lebih baik nya, jika kamu dapat menambah kualitas diri mu, dengan memperkaya ilmu," Afnan Al-jaris.

Pernikahan Adrian dan Angela di warnai keonaran, penyebab nya adalah, seorang tamu tidak di undang yang ingin merebut Angela dari Adrian. Siapakah dia?

Dalam ISTRINYA USTADZ part 2 ini akan muncul beberapa tokoh baru. Siapakah mereka?

Hotel Afnan di teror Bom dan di saat yang bersamaan, Anak-anak mereka menjadi korban penculikan. Apakah keluarga ponpes Hubbul Wathan mampu tabah dalam melalui nya? Siapakah gerangan si pelaku?

Di lain waktu, Hasna dan Lintang harus menempuh pendidikan Pascasarjana nya di Turki, atas keinginan para suami, tanpa melalui perundingan. Namun Hasna dan Lintang menolak. Lalu cara kocak apa yang akan mereka gunakan untuk menggagalkan rencana para Suami.

Impian Hasna untuk menjadi juara dunia di arena balap motor sudah hampir terwujud, namun bagaimana dengan Afnan dan rumah tangga mereka. Jika Hasna harus stay di benua Eropa selama dua tahun, karena terikat kontrak dengan salah satu club motor yang menaungi nya.

Ikuti Kisah lanjutan dari ISTRINYA USTADZ?

Selamat membaca. Akhirul kata, Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarrokatuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Hal Yang Belum Terselesaikan

Acara tasyakuran di rumah Ubaydillah pun sudah rampung.

para tamu undangan Guru pembimbing dan santri putra serta putri sudah membubarkan diri.

"Baiklah, kita pulang Dek! seperti nya sudah selesai semua," ucap Afnan pada Ubaydillah.

"Ya A, tidak menginap saja di sini!" goda Ubaydillah

"Lain kali saja Dek Sob! malam ini ada hal yang harus Ana selesaikan," ucap Afnan sembari tersenyum ke arah Hasna.

"Baiklah! selesaikan hal yang belum terselesaikan," ujar Ubaydillah dengan menyeringai, seakan ia mengerti apa yang dimaksud dengan Afnan.

Devano hanya terdiam, ia sedang mencerna kata-kata Afnan, apa yang dimaksud dengan hal belum terselesaikan.

"Baiklah! mari pulang By, Anak-anak betul hendak bubu di sini?" Hasna mengajak Afnan pulang.

"Sepertinya memang begitu Mimma, Alnaira juga menginap di sini," jawab Afnan.

"Betul, mereka hendak bobo di sini, tenang.. mereka akan baik-baik saja, walaupun mereka nanti malam minta pulang. Bisa diatur," ucap Ubaydillah kembali.

"Kami juga pulang ke Building Bang! nitip Nai ya!" sambung Devano.

"Oke Dev! silahkan..tenang saja, di sini ada Mommy dan Granny yang akan menemani mereka," respon Ubaydillah.

"A'a Kha dan Dedek Sha, Biyya serta Mimma, pulang ya.. Jika kalian ingin menginap di sini jangan nakal," Afnan berpesan pada kedua Anak nya sebelum ia pulang.

"A'a dan Dedek baik-baik yah," timpal Hasna.

"Baiklah Biyya, Ima! tenang caja, kami akan baik-baik di cini," jawab Afkha.

"Iya Imma, Biyya!" timpal Afsha.

"Ya sudah, kalau begitu kami pamit Assalamua'laikum," pamit Afnan, pada semua anggota keluarga, dibarengi dengan Devano serta Elyavira pula pamit kepada Lintang dan Ubaydillah.

**

Afnan Dan Hasna kini sudah berada di rumah mereka.

"By, bersih-bersih dahulu," ajak Hasna ketika mereka sudah berada di kamar.

"Baiklah Mimma, Mari kita lakukan sama-sama agar cepat selesai," ucap Afnan.

"Mari By, gendong!" Permintaan Hasna Membuat Afnan tersenyum. Walaupun kini usianya sudah hampir dua puluh lima tahun, Hasna masih pun seperti Hasna yang baru pertama ia nikahi.

Sebetulnya sudah sedikit dewasa ketika mengurusi dirinya dan Twins, namun sikap manja nya masih tetap seperti dulu, akan tetapi Afnan senang dibuatnya.

"Baik, dengan senang hati Mimma Sayang," ucap Afnan sembari mengangkat tubuh Hasna, menggendong di depan dengan kaki Hasna dilingkarkan ke pinggang Afnan dan Hasna memeluk leher Afnan.

**

"Anak-anak! mari kita bubu.." ajak Ubaydillah kepada Twins A, Arsya dan Alnaira, setelah orangtua mereka meninggalkan rumah itu.

Anak-anak itu seperti nya masih asyik bermain tidak nampak kelelahan diantaranya.

sebetul nya Ubaydillah dan Lintang masih seru bercakap- cakap bersama, Abi, Umi, Garanny, Grandad, Daddy dan Mommy Aaralyn. Sesekali tawa kecil terdengar dari mereka, seperti nya yang menjadi pelawak nya adalah Daddy.

"Baiklah O'om!" seru Afkha sembari menghampiri Ubaydillah yang masih duduk di sofa.

"Mari O'om," balas Afsha, ia pun melakukan hal sama dengan Afkha yaitu menghampiri Ubaydillah lalu naik ke pangkuannya Ubaydillah, dan memeluknya dengan erat.

"Bukan di sini sayang bubunya, tapi di kamar!" ucap Ubaydillah.

"Dedek tahu koq! hanya ingin memeluk O'om saja," ujar Afsha.

"Ouh begitu, baiklah," balas Ubaydillah, Alnaira pun ikut menghampiri Ubaydillah lalu ia berdiri di hadapan nya.

"Nai ada apa sayang? bicara pada Dad's," tanya Ubaydillah pada Alnaira yang hanya berdiri dan menatap nya.

"Ingin didong Dad's," ucap nya polos.

"Ouh ingin di gendong oleh Dad's, Mari bersebelahan dengan kakak Sha yah!" ajak Ubaydillah.

Seketika senyuman pun mengembang dari Alnaira.

"Telimaacih Dad's," ucap Alnaira lalu ia menghambur ke dalam pelukan Ubaydillah.

"Dad's lalu Acha, siapa yang dendong?" protes Arsya.

"Abang kan sudah besar, saat ini mengalah dahulu terhadap Adik nya ya sayang," bujuk Lintang.

"Iya, A'a Kha juga tidak minta di gendong," sambung Umi.

"Baiklah Mom's, Umma," balas Arsya.

"Nah begitu kan lebih baik, tambah tampan saja nih cucu nya Granmom's," hibur Mommy Aaralyn.

"Mari membersihkan diri, A'a dan Abang di gendong nya besok yah! saat ini untuk yang perempuan dulu," ajak Ubaydillah.

"Baik Dad's!" ucap Arsya. "Oke O'om, bacakan dongeng," pinta Afkha.

"Oke, salam dulu pada semua," pinta Ubaydillah.

"Siap."

Anak-anak itu pun berpamitan pada Semuanya yang saat ini ada di ruangan keluarga, mereka mengecup tangan kanan dan mengecup pipi semuanya.

--

Setelah beberapa menit kemudian dan Anak-anak sudah rapi setelah membersihkan, wajah, gosok gigi, mencuci tangan dan kaki. Maka Ubaydillah pun sedang berusaha menidurkan mereka.

"Baiklah semua sudah rapi, mmm.. kali ini O'om tidak membacakan dongeng yah," ucap Ubaydillah.

"Yah! lalu apa dong O'om?" tanya Afkha dengan ada penyesalan.

"Iya Dad's, koq tidak membacakan dongeng," timpal Arsya.

"Mmm.. Baik! sekarang bagaimana kalau Dad's beri tahu saja tentang tidur yang baik," ucap Ubaydillah.

"Tidak mengapa O'om, ayok muyai," pinta Afsha.

"Iya Dad's, ayuk cepat," timpal Alnaira.

"Baiklah, Bismillah!" Ubaydillah pun mulai berbicara.

"Jadi begini ya Anak-anak. Tidur itu merupakan saat yang sangat penting. Karena dengan tidur, kita sedang mengumpulkan tenaga.

"Apa tujuan nya? bagi Umat Muslim tentu saja untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ketika tidur hati seorang Muslim ada di antara jemari Allah. Seorang muslim laki-laki Tampan karena Agamanya. Begitu pun bagi Muslimah, ia Cantik karena Agamanya. Jadi tidurnya pun harus tampan dan cantik."

"Hendak nya seorang Muslim menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam agama Islam." ucap Ubaydillah Kembali.

"Bagaimana adab-adab nya O'om?" tanya Afkha.

"Adab-adab nya yaitu diantara nya tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga." jawab Ubaydillah.

"Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu 'anhu:

"Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya."

[HR: Al-Bukhari).

'Lalu Dad's?" tanya Arsya.

"Lalu..hendak nya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: 'Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR: Al-Bukhari). ujar Ubaydillah.

"Selanjutnya?" tanya Afsha.

"Selanjutnya, hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAaw: "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR: Al-Bukhari dan Muslim).

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanan nya di bawah pipi kanan nya." (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban) lanjut Ubaydillah.

"Lalu adakah pocici bubu yang tidak dibenaykan O'om?" tanya Afka kembali.

"Menurut Islam, tidak dibenarkan bubu dengan telungkup, posisi perut sebagai tumpuan nya! baik ketika bubu malam atau pun bubu siang. Seperti hadits "Sesungguh nya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla." (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih). jawab Ubaydillah.

"Yoh, tenapa Dad's?" tanya Alnaira.

"Thokhfah Al Ghifariy pernah tidur tengkurap di Mesjid Nabawi akibat begadang. Di waktu sahur, Rasulullah menggerak-gerakkannya dengan kaki beliau seraya bersabda: Sesungguhnya ini adalah cara tidur yang dibenci oleh Allah" (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud).

"Lalu, Sahabat nabi yang lain juga pernah melakukan hal serupa, Ia tidur dengan posisi tengkurap. Rasulullah pun menggerak-gerakkan kaki beliau ke badannya seraya bersabda: "Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka." (HR. Ibnu Majah)," penjelasan Ubaydillah.

"Iiyyuuhh," ucap mereka serempak.

"Ternyata, posisi tidur tengkurap juga tidak baik untuk kesehatan jika dilihat dari sudut pandang sains. Ketika tidur tengkurap, dada dan perut tertekan sehingga menghalagi pernapasan, sehingga bisa berbahaya!" ucap Ubaydillah.

"O..lalu?" Arsya menyimak.

"Selain itu, tidur tengkurap juga akan membuat jantung terhimpit sehingga aliran darah terganggu. Penelitian di Inggris pada tahun 1990 menemukan bahwa 67 dari 72 kematian Anak yang terjadi di inggris bukan terjadi karena penyakit.

Mereka meninggal dunia karena posisi tidur tengkurap atau pauaian yang terlalu ketat." jawab Ubaydillah.

"Selain itu, hasil penelitian dari University of Chicago Illinois menunjukkan bahwa risiko kematian akibat tidur tengkurap lebih tinggi pada orang yang menderita epilepsi." penjelasan Ubaydillah kembali.

"Uuuuu, takuuut," lagi-lagi mereka berbicara serempak.

"Sudah paham kah?" tanya Ubaydillah.

"Cudah."

"Kalau begitu mari bubu, Ikuti O'om, Dad's membaca doa yah!" pinta Ubaydillah.

"Baik.. Assiap!" ucap mereka.

Maka Ubaydillah pun mulai memimpin mereka membaca doa. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain: Membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.

Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengan nya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali. Sumber 👉(HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi).

Ubaydillah pun menuntun mereka membaca doa tidur seperti biasanya, yaitu: Bismika Allahumma ahya wa amuut  (Dengan nama-Mu Ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Anak-anak pun mengikuti Ubaydillah dengan begitu antusias, tanpa mengeluh.

Lalu Ubaydillah mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa "Bismikarabbii wa dho'tu jambii wa bika arfa'uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi 'ibaadakasshaalihiin."

Arti: Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR : Al-Bukhari)

Semua rangkaian doa tidur selesai. "Ayok Anak-anak bubu," pinta Ubaydillah.

Anak-anak pun menurut, tidak ada suara lagi, sepertinya mereka sudah mulai tertidur.

*NB: Disunnah kan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa: "Laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa 'aziizulghaffaru.”

Arti: Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Allah yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun." (HR: Al-Hakim).

Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali untuk berdoa sebagai berikut: "A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa 'iqaabihi wa syarri 'ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun."

Arti: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dll).

Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: "Bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu 'alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan." (HR. Ibnu Majah No. 3497).

Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘Bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi." (HR. Al Bukhari Muslim, At-Tirmidzi dan Abu Dawud.

Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu: "Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur."

Arti: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim.

Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahan nya kepada manusia lainnya.

Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.

Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.

Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.

"Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya." (HR: Muslim)

Bersiwak. "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak."

(HR. Al Bukhari dan Muslim)

Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). "Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya." (HR. Bukhari Muslim).

Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)

Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)

Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (HR: Muslim) dan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (HR : Muslim)

Hendak nya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelum nya. Atau bangun dan shalat bila mau. (HR: Muslim).

Tidak diperbolehkan bagi sesama laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. (HR. Muslim).

Setelah anak-anak tidur, Ubaydillah kembali ke ruang keluarga. kini saatnya ia mengajak Lintang masuk ke dalam kamar nya.

"Abi, Umi, Granny, Grandad, Daddy dan Mommy! kami tinggal ke kamar dulu," ucap Lintang.

"O ya silakan, Abi dan Umi juga hendak pulang sebentar lagi," ucap Umi.

"Ya kalian istirahat saja, setelah ini juga kami akan tidur," timpal Mommy Aaralyn.

"Terima kasih! Assalamua'laikum," ucap Lintang dan Ubaydillah.

"Wa'alaikum salam," sahut mereka.

**

Di rumah Afnan, Setelah mereka membersihkan diri, akhirnya Afnan dan Hasna kembali ke kamar mereka.

Mereka berdua sudah berada di atas tempat tidur, seperti biasa sebelum tidur mereka akan bercengkrama.

Setelah mengobrol hal apa saja, lalu Afnan bertanya mengenai Roy.

"Sayang, Lalu mengenai Roy bagaimana?" tanya Afnan.

"kurang tahu By! waktu berbincang dengan nya, belum terlalu jelas, akan tetapi kami sudah bertukar nomor ponsel. Tapi waktu Roy mendengar Pesantren sepertinya antusias sekali," Jawab Hasna.

"Oh begitu toh, sayang! namun apakah Roy masih bersedia mondok di pesantren ini, jika ia tahu siapa penyebab awal Ayah nya masuk penjara," ujar Afnan.

"Entahlah, namun dari perangai Roy dan cara ia berbicara, seperti nya saat ini ia sudah jauh lebih baik, lagi pulang Ayah Roy masuk penjara kan bukan karena kesalahan Byby, memang seharusnya begitu karena kelakuan yang ia perbuat, terseret Rengga Adipati dalam bisnis kotornya." Hasna mencoba menenangkan Afnan.

"Ya begitulah sayang, Coba kita tunggu Roy menghubungi, Jika dia ingin mondok di sini, Byby akan dengan senang hati menerima nya, mendengar dari cerita kamu saja, bahwa Roy sudah lebih baik, Byby merasa salut dan senang," ujar Afnan.

"Iya By. Alhamdulillah, seperti itu kenyataan nya! Nana merasa itu tidak dibuat-buat koq," ucap Hasna.

"Oke," ucap singkat Afnan sembari memanggut-manggut kan kepala nya, pertanda ia sedang sedikit berpikir.

"By.."

"Heumm,"

"Byby lupa yah?" tanya Hasna.

"Tentang?" Afnan malah balik bertanya.

"Ikhh.. Hal..itu.. uuumm..Byby koq lupa!" tukas Hasna sedikit merajuk.

"Hal apa itu sayang?" Afnan ingin menggoda Hasna.

"Ya sudahlah, Byby nya juga tidak ingat," ucap Hasna

"Ya maka dari itu, ingat kan Byby dong sayang," bujuk Afnan dengan posisi mengececupi pelipis Hasna yang sedari tadi di pangkuan nya.

"Bzbzbzbzb," (bisik Hasna di telinga Afnan.)

"Apa sayang, bicara apa? ulang sekali lagi, tidak jelas, suara nya seperti tabung gas yang bocor," Afnan makin menggoda Hasna.

"Uuumm Byby jahat, masa suara Nana di samakan dengan tabung gak bocor," protes Hasna dengan memajukan bibirnya.

"Maaf sayang.. SubhanAllah, singa betina nya Byby, bidadari nya Byby koq malah ngambek!" ucap Afnan dengan terus menggoda Hasna.

Akhir nya Hasna tidak tinggal diam, ia beranjak dari pangkuan Afnan.

"Loh hendak kemana Sayang?" tanya Afnan ketika Hasna sudah beranjak dari pangkuan nya dan turun dari tempat tidur.

"Hendak membuat Byby paham, dengan maksud suara Nana yang mirip tabung Gas bocor!" seru Hasna ketus dengan tetap dengan nada manja nya.

Mendengar nada bicara Hasna, Afnan bukan nya merasa terganggu, ia malah tertawa geli, menertawakan kelucuan Hasna.

"Awas ya By! tunggu Nana beraksi," ucap Hasna dengan ketus nya lagi dan berjalan menuju lemari, tak berapa lama ia mengambil sesuatu, lalu ia masuk ke ruang ganti pakaian.

Afnan masih mengekeh di atas tempat tidur, sembari menanti Hasna keluar dari ruang ganti, karena Afnan pun tidak tahu apa yang sedang Hasna lakukan saat ini.

Tidak berapa lama Hasna keluar dari ruang ganti, Afnan terbelalak, ternyata Hasna sudah mengganti pyama nya menggunakan sebuah dress tipis kurang bahan. Afnan dan Ubaydillah sering menyebut nya jaring ikan atau jaring laba-laba.

"Wouuww! Masya Allah, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" pekik Afnan merasa kegirangan melihat penampilan Hasna.

"Masih ingin menggoda Nana dengan cara terkejut begitu? Singa jantan ku.. tidak kah ingin langsung menerjang melihat mangsanya sudah di hadapan nih? pakai jaring laba-laba lagi, biasanya langsung di terjang saja!" goda Hasna dengan berpose seksi dan mengedipkan sebelah mata. yang membuat perasaan Afnan seketika pun melayang melambung ke awang-awang.

"Astagfirullah! mana mungkin mangsa semenggiurkan begini dan sudah di hadapan, akan di sia-siakan," ucap Afnan, ia lalu turun dari tempat tidur menghampiri Hasna dan tanpa aba-aba apapun lagi, ia langsung mengangkat Hasna membawa menuju kembali ke tempat tidur.

kini mereka sudah berada di atas kasur, saling menatap dan memandang penuh cinta, dengan di hiasi senyuman yang menggoda dari kedua nya. Maka Hasna dan Afnan pun mulai berlabuh di dermaga Asmara yang mereka miliki.

"Aw! Byby sebentar, pelan-pelan!"

"Ini kan, sudah pelan sayang."

"Lebih pelan sedikit, singa jantan ku."

"Laksanakan, Singa betina ku."

Selanjutnya hanya Afnan dan Hasna yang tahu, Author keluar dari arena, Readers tolong jangan piktor yah 🤭🙈.

Bersambung....

1
Miasell Tea
ter jawab sudah rasa penasan ku tentang mambruk alfa mabruk
Renesme
Bagus. Jadi banyak belajar doa2. Seru juga
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Anonymous
Luar biasa
Oktavia
part ini aku juga ga bisa bca
Oktavia
kenapa part ini tdk bisa kebaca ya ceritanya thot, hilang dan oangsung kolom komentar
Oktavia
kok ga bisa baca part ini ya
SEPTi
lucu ya si Ubay udh gede aja masih Dedek utun 🤣🤣🤣🤣🤣
SEPTi
wah kayaknya adem ayem bgt ya kalau jadi Hasna dan Afnan 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Yurniati
tetap semangat thorr
Sakia
👍👍👍
Sakia
sslu baper sma kemsraan mrka☺
Sakia
makasih bun rose dpt ilmu lgi sllu ❤️🧡💛 sma novel ini, kngen dh lma gk bca dikrnakn HP ku rsak ☺
Sakia
dh lma gk bca " bru mcul, kngen ma crta ni
Oktavia
thor mau tanya dong…. aku baru baca spi part dimana ustad cerita ke nana soal jumlah asset2 yg dia dan ubaydillah miliki. itu di part mana ya ?soalnya aku ga nemu mau baca lanjutannya. yg pertama atau kedua ya dan part brp. tks
Evi Rizky
part'y bikin sedih jd baca sambil mewek Thor😭
Abiy Dewa
good novel
Ama Rhylis
terimakasih author udah bikin novel sebagus ini...
😍😍
Ama Rhylis
nyesekkk baca BAB ini..🥺
Fitria Ciku
ada lanjutannya ga sih ini Thor ,, nungguin truusss
Follow Author.IG: rosenoor_193: sekuelnya Afkha (Dua Mata hati)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!