NovelToon NovelToon
BLACK AND WHITE

BLACK AND WHITE

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Chicklit / Enemy to Lovers
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Bubble🫧

Pout for Me, Little Mouse.

Keylana Reinhardt, Putri seorang raja perbankan lokal Jerman, diatur ke dalam pertunangan dengan Julian Donnersmarck -- Seorang Miliarder muda dari Berlin yang arogan, pragmatis dan bergaul dengan bebas.

Setelah disatukan, mereka tinggal bersama di Berlin, Kota kelahiran Julian. Tidak ada satu hari pun tanpa perdebatan. Julian tidak meninggalkan kebiasaan moral yang buruk sedangkan Keylana tak kalah nakal, memanggil Julian dengan nama depannya.

Ini tentang Rasionalitas yang terus dipertanyakan dan Perasaan yang dianggap tidak penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubble🫧, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penetapan Hukuman

"Uang bukanlah hal yang kuinginkan darimu saat ini."

Implikasi dalam kata-katanya membuat tangan Lana berhenti bergerak, Berdasarkan karakter dan kebiasaannya dia bisa menebak apa yang dia inginkan namun tidak mau mengakuinya.

"Jadi, apa? Haruskah aku memasak atau.... membeli sebuah hadiah?"

Lana mengalihkan matanya agar tidak bertemu dengan tatapan Julian tapi pria itu menekan dagunya lebih kuat agar dia tidak menghindar.

"Aku juga tidak butuh rayuan semacam itu."

Julian mengangkatnya tiba-tiba membuat Lana terkesiap dan berpegangan dengan reflek ke pundaknya. Dia meletakkannya di atas tempat tidur mereka dan segera menempatkan lutut diantara kakinya sambil meletakkan kedua tangan di samping kepalanya untuk mengurungnya.

"Apa ini?"

"Ini adalah rayuan yang benar, bujuk aku jika kau bisa."

Lana diam menatap pria itu dari bawah, Dia tidak salah sama sekali dan tidak mau merayu Julian dengan cara itu.

"Aku minta maaf."

Dia mencoba memelas, Julian tetap dengan mata datar itu.

"Untuk apa?"

"Untuk menjadi cantik dan membuat mereka tertarik."

Julian tersenyum tipis mendengar pernyataan arogan itu, Ia menekan lebih kuat untuk menunjukkan dominasinya.

"Minta maaf dengan benar."

Kau ucapkan sendiri saja, brengsek. aku kan tidak salah, Konyol!

"Julian, maafkan aku. aku tidak akan mendekati mereka atau membiarkan mereka mendekat lagi. Sungguh..."

Julian menyeringai puas dan melepaskan Lana, Berdiri sambil berdehem menyembunyikan sedikit rona kepuasan di wajahnya.

"Bagus sekali. Ingat baik-baik bahwa kau adalah milikku, dilarang dekat-dekat dengan pria lain."

Julian sedang berdiri tegak dengan wajah tegas memandangi Lana yang beranjak duduk, Jubah mandinya sedikit kusut karenanya.

"Ponselmu akan sering kuperiksa, Tanggungjawab ku untuk mengetahui dengan siapa kau berbicara. Jika aku mengetahui kau memberikan Ethan itu lebih dari percakapan biasa....."

Suaranya penuh ancaman posesif.

"..... Aku sendiri akan memastikan dia akan menyesal pernah menghirup udara yang sama denganmu."

Reaksi yang ditunjukkan Lana hanyalah tersenyum patuh sambil mengangguk, ia tau betapa absurdnya.

Julian berbalik berjalan ke kamar mandi, melepaskan sepatunya sembarangan di dekat pintu.

"Pergi tidur."

Julian tiba-tiba berhenti di ambang pintu, Melirik lana dari balik pundaknya.

"Dan juga, Kau mendapatkan hukuman. Kau harus pergi menemui seorang pembeli besok, Negosiasikan harga satu unit rumah dan pastikan kita mendapatkan margin yang memuaskan. Paham?"

Lana mengangguk dan Julian dengan puas pergi mandi.

Lana beranjak ke lemari untuk berpakaian. Ia melepaskan jubah mandi itu dan mengambil pakaian tidurnya, Celana piama dan T-shirt longgar. Setelah menyusup ke pakaiannya, Lana kembali ke tempat tidur dan mengambil tempatnya. Ia berbaring dan menarik selimut sampai ke pundaknya.

Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Julian muncul dengan rambut yang lembab mengenakan Jubah hitam. Lana tidak mendongak atau membuka matanya, berpura-pura tidur.

Julian mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sambil berjalan ke tempat tidur, ia duduk di tepinya sambil mengusap rambut sebelum melemparkan handuk itu ke kursi terdekat.

Ia beranjak berbaring sambil menarik selimut menatap lana di samping.

"Lana?"

Lana tidak menjawab, dia mendekat dan memeluknya dari belakang, meletakkan dagunya di atas kepalanya.

Tangannya membelai perutnya hingga pinggang dan pinggulnya, membuat kulit Lana merinding. Tangannya selalu semakin kurang ajar, Mulai naik atau turun.

Jika aku tidak bangun sekarang, maka nasib tubuhku dalam bahaya.

Lana membuka mata pura-pura mengantuk karena tidur yang terganggu, menyingkirkan tangan Julian.

"Julian, Aku mencoba tidur."

Julian menyeringai tipis di bibirnya lalu membawa wajah Lana menghadap padanya. dia menyatukan bibirnya dan bibir Lana dalam ciuman yang perlahan pada awalnya. Lana sedikit terkejut, tangannya bersandar ke tempat tidur di bawahnya ketia dia miring ke belakang.

Bibir Julian membujuk mulutnya terbuka untuk memperdalam ciuman.

Saat bibir itu terbuka, lidah Julian menelusuri mulut Lana, menjelajahi setiap inci dengan cara yang sangat menuntut.

Lidah Julian menari bersama lidah Lana dalam eksplorasi yang lambat dan sensual, dia menikmati rasanya.

Lana berkedip memejamkan mata, wajahnya memerah dengan nafas berat.

Ciuman Julian semakin dalam, lidahnya menelusuri langit-langit mulut Lana sebelum mundur untuk membiarkan napas mereka berbaur. Dia mundur sedikit, matanya gelap karena hasrat baru saat dia menatap wajah memerahnya.

"Selamat malam."

Julian mengakhiri pertemuan mereka secara tiba-tiba dan dengan seringai puas. dia menarik selimut membalut mereka dengan nyaman meninggalkan lana yang memerah dan malu. Lana beringsut mengusut wajahnya di bantal.

Malam berlalu dengan tenang, Keduanya tertidur setelah sore yang tidak menyenangkan. saling bertautan padahal selalu bermusuhan.

1
Jordin Yanti
semangat yha kakak othor ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!