NovelToon NovelToon
IBU TIRI LUAR BIASA

IBU TIRI LUAR BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Cinta Murni
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Karena tak tahan dengan desakan keluarga dan masalah yang bertubi menghimpit keluarganya, Sutami(28tahun) menerima pinangan Juragan Waluyo(45tahun), seorang duda kaya yang memiliki seorang putra dan dua putri yang berbeda watak.

Menjadi ibu tiri bukan impian Sutami, tapi demi menyelamatkan kehormatan keluarga dari stigma 'perawan tua pembawa sial', maka pernikahan pun dilangsungkan.

Mampukah Sutami menjalankan perannya sebagai istri sekaligus ibu tiri?
Bagaimana cara Sutami menghapus stigma masyarakat tentang 'ibu tiri jahat?’

Mari berimajinasi bersama. Semua tokoh dan kejadian dalam cerita hanya sebuah karangan. Jika ada kebetulan yang dibetulkan, silahkan disalahkan kebetulannya yang disama-samakan.
Semoga semua berbahagia. —yosh—

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETENANGAN YANG TERUS TERUSIK

Tawa di teras rumah itu masih hangat. Dara tertawa terbahak-bahak karena Pak Sukimin menirukan suara kambing.

Mak Mia baru saja masuk ke dalam untuk mengambil teh hangat, ketika suara mobil terdengar memasuki halaman.

Braak!

Kuswara menutup pintu mobil dengan kasar, lalu berjalan terhuyung hampir menyenggol pot bunga Mak Mia.

Wajahnya kusut dan berminyak. Kemejanya yang seharusnya menjadi seragam karyawan pabrik selep padi milik Waluyo, terlihat kotor dan setengah dikeluarkan. Ia tampak sangat lelah, namun bukan lelah orang yang bekerja keras, melainkan lelah orang yang banyak mengeluh.

Begitu melihat Sutami duduk di teras, raut wajah lelahnya langsung berubah menjadi masam dan penuh perhitungan. "Nah! Kebetulan tersangkanya ada!" seru Kuswara ketus dan keras, membuat Dara yang sedang tertawa langsung terdiam dan bersembunyi di balik punggung Sutami.

Mak Mia yang baru keluar membawa nampan teh langsung menegur. "Kuswara! Jaga mulutmu! Ada tamu kecil!"

"Ah, Ibu ini. Tersangka kebahagiaan keluarga kita maksudnya! Pahlawan keluarga!" Kuswara tertawa sinis. Ia duduk di kursi bambu dengan kasar dan melepas sepatunya dengan cara menginjak tumitnya. "Sekaligus aibpembawa sial, padahal sudah menikah, tapi tetap saja bikin orang sial!"

Sutami langsung menegang. Ia tahu arah pembicaraan adiknya ini akan ke mana. "Kus, ada Dara di sini. Jangan bicara sembarangan," bisik Sutami pelan.

"Justru bagus, ada anaknya juragan di sini! Biar dia tahu, ibu tirinya ini adalah penyelamat keluarga! Sekaligus pembawa sial!" tekan Kuswara terus diulang-ulang.

Pak Sukimin menghela napas berat. Ia sudah hafal watak anak bungsunya ini. "Kuswara, kau sudah makan? Di dapur ada nasi." Ia mencoba mengalihkan.

"Makan apa? Aku sudah tidak selera makan! Bayangkan saja, dari pagi sampai sore aku harus mengangkat karung gabah 50 kilo di gudang belakang! Punggungku mau patah! Kulitku gatal karena debu gabah! Padahal dulu aku duduk di ruangan ber-AC, jadi akuntan! Pegang uang! Sekarang jadi kuli angkut!" keluh Kuswara dengan nada merengek yang dibuat-buat, tapi terdengar menyebalkan.

"Apa kau membuat kesalahan?" tanya Sutami. Meski ia sebal dengan kelakuan adiknya, tapi masih ada belas kasihan di sudut hatinya.

Sutami tidak tahu jika posisi Kuswara sebagai akuntan dicopot oleh Waluyo. Untuk sementara, semua urusan keuangan dipegang sendiri oleh Waluyo. Dan Kuswara diberi posisi sebagai buruh angkut karung di gudang. Sebuah pekerjaan yang melelahkan, jauh di bawah kemampuannya yang dulu.

"Aku? Bikin kesalahan? Itu tidak mungkin! Tapi entah kenapa juragan bilang, aku jadi kuli karena hutang. Padahal kan hutangnya sudah lunas! Sudah dihapus sejak Mbak Tami mau menikah sama dia! Jadi seharusnya aku kembali dong ke posisi lamaku!" Kuswara kini menatap lurus ke arah Sutami. Inti dari maksudnya akhirnya keluar.

Sutami menggenggam lututnya erat-erat, mencari kekuatan dan pengendalian diri."Kuswara, itu sudah menjadi keputusan Pak Waluyo. Aku tidak bisa ikut campur urusan pabrik," jawab Sutami dengan suara pelan namun tegas.

"Tidak bisa atau tidak mau?" Kuswara langsung menyambar. Nada suaranya naik. "Mbak, kau itu sekarang istrinya Juragan Waluyo! Juragan besar! Satu kata darimu, pasti dia akan dengarkan! Kau tinggal bilang, 'Mas, kembalikan adikku jadi akuntan'. Selesai! Mudah sekali!"

"Kus, bukan begitu caranya,"

"Lalu bagaimana caranya, Mbak?" Kuswara memotong. Ia berpundah duduk mendekati Sutami, tanpa jarak. "Kau enak-enakan tinggal di rumah gedong, tidur di kasur empuk, makan enak. Sementara adikmu ini setiap hari jadi kuli? Kau lupa siapa yang membuatmu harus menikah? Kalau bukan karena aku terlilit hutang dan hampir dipenjara, Juragan Waluyo tidak akan menikahimu untuk menebus hutang itu! Aku ini alasan pernikahanmu itu! Seharusnya kau berterima kasih padaku!"

Kata-kata itu begitu kejam dan tidak tahu diri. Mak Mia sampai menutup mulutnya, tidak percaya anaknya bisa berkata sejahat itu.

Sutami merasakan dadanya kembali sesak. Tempat yang tadi ia anggap sebagai tempat paling aman, kini kembali menjadi tempat yang menyesakkan.

"Jaga bicaramu, Kuswara!" bentak Pak Sukimin akhirnya. "Kakakmu sudah berkorban banyak untukmu! Juragan Waluyo menganggapnya lunas karena kasihan padamu, karena kakakmu bersedia mengurus anaknya! Bukan karena kau hebat!"

"Bapak selalu membela dia! Selalu!" Kuswara membanting gelas teh yang baru saja diletakkan Mak Mia di meja. Untung gelas itu tidak pecah, hanya tumpah. Tapi membuat Dara terkejut dan mulai menangis pelan.

Sutami langsung memeluk Dara.

"Kuswara, tolong jangan di depan anak kecil," bisik Sutami dengan suara bergetar menahan tangis.

Kuswara melihat Dara menangis, tapi tidak ada rasa bersalah di wajahnya. Ia kembali duduk dan melanjutkan tekanannya. "Aku tidak peduli. Pokoknya aku tidak mau jadi kuli angkut terus. Punggungku sakit semua. Teman-temanku yang dulu aku suruh-suruh, sekarang menyuruhku. Malu, Mbak! Malu!" rengek Kuswara. "Bagaimanapun caranya, kau harus membujuk Juragan malam ini juga. Bilang padanya, aku sudah jera. Aku sudah berubah. Minta dia kembalikan posisiku jadi akuntan lagi. Atau setidaknya jadi mandor gudang. Apa susahnya sih? Kau kan istrinya sekarang!"

Kuswara memanfaatkan Sutami. Ia menggunakan hutang dan pernikahan Sutami sebagai senjata untuk menekan kakaknya sendiri.

Sutami menatap adiknya yang duduk di depannya dengan wajah kusut dan penuh tuntutan. Adik yang dulu ia gendong, ia suapi, kini menatapnya seperti seorang penagih hutang Budi.

Di satu sisi, di sekolah ia dihina sebagai perusak rumah tangga orang. Di rumah suaminya, ia dituduh sebagai ibu tiri jahat. Dan kini, di rumah orang tuanya sendiri, tempat ia mencari ketenangan, ia kembali ditekan dan dianggap sebagai alat untuk mendapatkan jabatan.

Tidak ada satu tempat pun yang benar-benar menerima Sutami apa adanya.

Sutami mengusap air mata Dara yang masih menangis ketakutan, sambil air matanya sendiri jatuh tanpa bisa ia bendung lagi.

.......

Sementara itu, di tempat lain, Arka duduk berdampingan dengan seorang wanita berpenampilan seksi di salah satu sudut cafe.

"Jadi kapan kau akan pindah ke apartemenku, Sayang? Kapan kita bisa bermesraan?" rengek wanita seksi itu.

...****************...

Bersambung....

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sabar Tami,jgn sampai kau jadi stres 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ga bisalah,
rasain tuh 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pengen ku lempar pk sendal tuh mulutnya 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
berpindah duduk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Enak aja, kamu hrs berusaha dari bawah
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu kan salahmu sendiri, kenapa korupsi 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jangan bikin gara" 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mau apalagi kamu 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dara biasa makan cake 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sembarangan 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ga sakit tuh tenggorokan Bu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua itu bukan salahmu Tami 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
apa ini jalan terbaik 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bicarakan dengan kepala dingin 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dara dong 🤣
yosh—: 😮‍💨apesnya jadi author nggk ada yg dukung😁
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Waduh jgn berantem diluar, malu sama tetangga 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!