di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
"Hmm baunya sangat Harum banget nih, jadi pingin makan Ay." ucap Ardan sambil tersenyum.
"Aduh kasihan banget sih Suamiku ini, pasti sudah sangat lapar dan ingin makan yah, tunggu sebentar lagi yah Hubby, eh By ko di matiin kompornya ini kan belum aaaa." sahut Asyifa.
Asyifa bingung kenapa Suaminya mematikan kompornya padahal belum selesai memasaknya serta Asyifa teriak saat Suaminya itu yang tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan membawanya ke Kamar.
Sesampainya di dalam Kamar Ardan langsung mencium bibir Istrinya serta tangannya aktif membuka satu persatu setiap kancing Gamis yang Istrinya pakai, Asyifa pun hanya pasrah saat Suaminya membuka Gamisnya dengan kancing yang di depan itu untuk tidak menyulitkan atau mempermudah Suaminya saat membukanya.
Setelah selesai dengan membuka semua pakaian sehingga Asyifa pun sudah polos, Ardan pun turun ke leher Istrinya bermain sebentar di sana sambil memberikan tanda Cinta setelah itu turun dan langsung menyesap ke Bukit Kembar Istrinya.
"Akhhh ssh Hubby."
Desahan Istrinya membuat Ardan semakin menyesap lama di Puting Bukit Kembar Istrinya, membuat Asyifa beberapa kali mendesah karena Suaminya itu bermain cukup lama di Bukit Kembarnya itu.
Asyifa terkejut di saat Suaminya turun ke Vaginanya serta menyesap dan menciumi Vaginanya.
"Ohhh Ssh stop By jangan di situ Ohhh Ssh."
Tapi Ardan tidak menghiraukan Istrinya masih terus bermain di Vagina Istrinya dengan mulutnya sampai-sampai membuat Asyifa menggeliat hebat.
"Ohhh Ssh aku sudah tidak kuat lagi By."
Masih tetap tidak di respon oleh Ardan yang asyik menyesap Vagina Istrinya setelah beberapa lama Ardan pun menyudahinya karena rambutnya di jambak oleh Istrinya yang sudah muncul hasratnya itu.
"Ayolah Hubby aku sudah tidak tahan nih."
Lagi dan lagi tidak di respon oleh Suaminya sehingga membuat Asyifa bangun untuk membalikkan tubuh Suaminya karena Suaminya itu tidak juga bergerak.
Kini Asyifa pun sudah berada di atas tubuh Suaminya karena sudah tidak tahan Asyifa pun Inisiatif sendiri dengan memegang Pusaka Suaminya yang sudah siap tempur itu serta langsung mengarahkan untuk di masukkan ke Vaginanya sendiri.
Jlebbb
"Ohhh Ssh Ay ini nikmat sekali."
Asyifa pun tersenyum saat melihat Suaminya menyukainya sambil menggoyangkan pinggul secara perlahan-lahan serta mengarahkan kedua tangan suaminya ke Bukit Kembarnya untuk di sentuh karena merasakan kenikmatan lama kelamaan semakin mempercepat goyangan pinggulnya, karena merasa Vaginanya sudah berkedut tak lama Asyifa pun ambruk di dada bidang Suaminya.
Ardan pun mengangkat tubuh Istrinya dengan posisi Pusakanya masih berada di dalam Vagina Istrinya serta membawanya ke tembok dengan menyandarkan punggung Istrinya ke tembok dan Pusakanya pun kembali aktif menyerang Vagina Istrinya.
"Ohh Ssh By emmm."
Ardan menyesap bibir Istrinya dengan Pusakanya masih aktif bergerak semakin lama semakin mempercepat menggerakkan Pusakanya sampai-sampai Vagina Istrinya pun kembali berkedut mengeluarkan cairan kenikmatannya.
Ardan pun menghentikan sejenak serta mengeluarkan Pusakanya dari dalam Vagina Istrinya,karena ingin berpindah posisi sambil memutar tubuh Istrinya secara perlahan dan memasukkan kembali Pusakanya ke Vagina Istrinya dari belakang.
Jlebbb
"Ohhh Ssh Hubby ini Ohhh."
Sambil memegang pinggul serta meremas bokong Istrinya, Pusakanya kembali menerjang Vagina Istrinya secara perlahan lama kelamaan semakin mempercepat Pusakanya menerjang Vagina Istrinya dengan mengangkat satu kaki Istrinya sedikit ke atas.
Di saat ingin terus melakukannya tapi melihat kaki Istrinya sudah bergetar hebat Ardan pun menyudahinya dan kembali mengangkat tubuh Istrinya menuju ke Kamar mandi.
Entah sudah beberapa kali sampai tak terhitung Asyifa mengeluarkan cairan kenikmatannya meskipun tubuhnya merasa seperti remuk redam, akhirnya keduanya memutuskan untuk langsung mandi.
Di saat Ardan menurunkan tubuh Istrinya ke dalam bathup, Asyifa pun meminta ke Suaminya untuk keluar dulu biar gantian saja mandinya, bukan tanpa alasan Asyifa meminta itu karena Asyifa takut di gempur kembali oleh Suaminya itu.
Ardan pun menuruti permintaan dari Istrinya setelah beberapa menit Asyifa pun keluar dari Kamar mandi dan langsung di gantikan dengan Ardan yang masuk ke Kamar mandi.
Kini Asyifa sudah memakai Pakaiannya setengah lengkap karena tinggal Hijabnya saja yang belum di pakai dan sedang berada di depan Cermin serta mengeringkan rambut, belum juga kering Ardan sudah keluar dari Kamar mandi yang masih memakai handuk saja berdiri di belakang Asyifa yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah.
"Ck.ini semua gara-gara Hubby nih, kan aku jadinya mandi lagi begini." kesal Asyifa.
"Ya habisnya kamu terlalu Seksi ya meskipun pakaian kamu selalu Gamis yang tertutup, entah kenapa di mataku kamu selalu terlihat Seksi dan menggoda." sahut Ardan sambil tersenyum.
"Haish!!! itu sih pikiran Hubby saja yang selalu mesum, eh Hubby apa yang kamu lakukan By." kesal Asyifa seraya kaget ketika Suaminya merebut pengering rambutnya.
"Sudah diam Ay!! biarkan Hubby yang mengeringkan rambut indah kamu ini." sahut Ardan.
Asyifa pun membiarkan Suaminya yang mengeringkan rambutnya sambil tersenyum saat melihat Suaminya dari Cermin yang begitu Romantis baginya.
.
.
Dua Hari Kemudian
Ardan sedang menikmati Kopi yang sudah di sediakan oleh Istrinya, sedangkan Asyifa lagi menyetrika Pakaiannya dan juga Pakaian Suaminya di Kontrakan, tiba-tiba kedatangan tamu yang mengetuk pintu Kontrakan.
Tok
Tok
Ceklek
"Permisi apa benar ini dengan Mbak Asyifa Putri Ramadhani?" tanya seseorang tamu.
"Iya benar Pak! saya sendiri orangnya, ada apa yah Bapak mencari saya?" jawab Asyifa seraya bertanya balik.
"Sudah Ay! tidak enak ngobrol di luar seperti ini, silahkan Pak masuk dulu." ucap Ardan sambil mempersilahkan.
"Terimakasih!!" sahut seorang tamu.
Seseorang tamu tersebut pun masuk dan setelah duduk langsung memperkenalkan diri dan mengungkapkan maksud kedatangan kesini untuk memberikan surat kepemilikan Perusahaan yang sudah di ubah menjadi nama Asyifa Putri Ramadhani, ya dia adalah Riki Asistennya Dimas di Perusahaan Ar Grup.
Karena lusa kemaren Ar Grup berhasil mengakuisisi Perusahaan dan langsung mengganti nama menjadi Asyifa Putri Ramadhani makanya sekarang akan menyerahkan ke sang pemilik aslinya.
"Mohon maaf Pak Riki!! saya rasa tidak berhak untuk menerima semua ini, apalagi saya tidak punya uang untuk menggantikan ini." ucap Asyifa.
"Saya tidak berharap untuk di gantikan Mbak, karena saya berniat membantu dengan Ikhlas." sahut Riki.
"Kenapa Bapak berniat ingin membantu saya..
Bersambung
~ See You Next ~