NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:740
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Istri Rafka?

Serangkaian acara ulang tahun telah terlaksana dengan sangat amat lancar, Princess pertama keluarga Kanagara menerima banyak ucapan dan hadiah sebagai perayaan. Menyanyikan lagu dengan ceria, meniup lilin di damping kedua orang tuanya serta dapat membagikan bingkisan untuk teman-temannya yang turut memeriahkan acara ulang tahunnya.

Hanya berlangsung satu jam saja, setelah acara inti selesai semua tamu di persilahkan menikmati hidangan yang telah di siapkan oleh tuan rumah. Aurelia beserta suami senantiasa berdiri di samping Putri mereka, menyapa para tamu dengan penuh rasa syukur dan berterima kasih.

Selama acara itu Senja tak pernah menjauh dari Mama Adistya, hanya beberapa saat sebelum mulai Rafka mengajak menemui Princess pemilik pesta. Menyapa dan memberikan hadiah yang sudah di siapkan, setelahnya Senja memilih berdiri dan duduk di samping Mama Adistya.

Jangan salah mengira, apa yang Senja lakukan adalah permintaan dari Mama Adistya langsung, baik Rafka apalagi Senja tidak bisa menolaknya. Senja sendiri tidak pernah mempermasalahkan hal itu, berada di dekat orang yang ia kenal jauh lebih baik saat ini.

“Senja, Cobain kue ini deh” Senja menoleh ke arah Mama yang sudah lebih dulu mengangkat satu suapan kue di tangannya, lalu pelan menyodorkan ke depan mulut Senja.

Senja menerima suapan itu, meresapi rasanya sebelum melontarkan pendapat. Tak lama gadis itu mengangguk-angguk “Enak, Ma!” seru nya setuju mengundang senyuman hangat di wajah Mama Adistya. “Mama kok bisa sih tau kue kue yang enak gini?”

“Ini kan dari Restoran Mama, Senja”

Senja tercekat mendengar tuturan santai dari Mama Aditya. Salahkan ke kepoannya yang kadang tidak bisa di pergunakan di waktu yang tepat. Si all!

“Ah… dari Restoran Mama ya?” Mama Aditya tertawa pelan melihat Senja yang tampak salah tingkah. “Senja belum tau ya?” tanya Mama yang begitu tepat, Gadis tunangan Rafka menyengir seraya menggelengkan kepala.

Uluran tangan mengusap penuh sayang Senja dapatkan di atas kepalanya “Ngga papa, bukan sesuatu hal yang memalukan, Senja”

“Iy-“

“Adistya, dimana Rafka?” obrolan santai keduanya terhenti, kompak menoleh ke sumber suara yang menghentikan ucapan Senja.

Tampak lah seorang Wanita sepuh, di sampingnya gadis muda berdiri membantu nya jalan. Jika tidak salah ingat, Mereka yang mau Rafka kenalin padanya. Hanya saja di tahan oleh Aurelia. Senja hanya mengenal Wanita sepuh yang Rafka sebut Nenek, tidak untuk gadis di sampingnya.

“Ada apa nyari Rafka, Ma?” Tanya Mama Adistya.

Wanita sepuh itu mendengus “Kau itu, setiap di tanya pasti nanya balik!” Mama Adistya tidak gentar meski mendengar cibiran itu. “Mana Rafka? datang bukannya langsung temui saya malah pergi-pergian begini! Padahal ada calon istrinya sama saya. Tidak sopan!”

Calon istri?

Tubuh Senja mematung, siapa? Siapa yang di maksud calon istri oleh Wanita tua di depannya ini? Tidak mungkin dirinya, Rafka belum ada mengenalkannya. Senja sendiri sangsi jika Wanita itu mengenalnya sekarang, Di tatapnya gadis muda yang sedang menenangkan Nenek Rafka. Apakah… dia?

“Rafka sudah mengenalkan calon Istrinya ke Mama?” pertanyaan itu secara tidak langsung mewakilkan tanda tanya yang teramat besar di benak Senja. Ia menunggu jawaban itu.

Nenek itu memandang heran pertanyaan Mama Adistya “Kenalkan apa? Tanpa di kenalkan aku sudah tau, Adist! Bukan kah aku yang memperkenalkan mereka?”

Bersamaan itu, Rafka beriringan dengan sepupunya mendekati mereka. “Ada apa ini?” Senja mendongak menatap Rafka yang sudah berdiri di sampingnya, menatap penuh tanya kesemua orang yang ada.

“Ini dia cucu nakal! Kemana saja kamu sampai ngga datangin Nenek hah?” Hardiknya marah, menatap kesal Rafka yang hanya meresponnya biasa saja.

“Aku dari tadi di sini saja, Nek. Baru tadi pergi menemui Bagas, sekarang sudah di sini lagi” jawabnya santai, tenang tanpa emosi. Tangannya bergerak meraih jemari Senja, menggenggamnya erat.

“Tapi kau tidak mendatangi kami! Kamu bahkan tidak menyapa calon istrimu sendiri, Rafka!”

Seakan menganggap hembusan angin sekelebat, Rafka menatap lembut tepat di bola mata indah milik Senja yang juga menatapnya. “Siapa bilang aku tidak menyapa calon istriku?” pandangan Rafka beralih menatap ke sang Nenek “Dia justru pergi bareng aku ke sini” sambungnya kembali.

Aksi Rafka yang terang-terangan memamerkan kepemilikan semakin menyemburkan bensin kemarahan semakin membara di mata Nenek “Siapa yang sedang kamu maksud, Rafka? Dinda bahkan pergi bareng Nenek kesini!”

“Nenek sedari tadi menyebut calon istriku, Benar? Ah… aku lupa memperkenalkannya, Arunika, calon istriku, Nek” perkenalan dadakan, di tengah amarah seorang Wanita sepuh Rafka berucap begitu santai dan sangat percaya diri. Senja bahkan tidak berani bergerak meski sekedar senyuman tulus sebagai sapaan awal.

Dan benar saja, sesaat setelah perkenalan itu wajah Nenek Rafka sangat marah, tak terima kenyataan. “Apa-apaan kamu, Rafka!! Nenek sudah menjodohkanmu dengan Dinda dari setahun lalu! Dan sekarang kau membawa perempuan lain hah!”

Perjodohan? Setahun lalu?

Kalimat itu tidak bisa Senja abaikan sekarang, spontan ia menarik tangan yang masih di genggam erat oleh Rafka, pikirannya sudah tidak jernih sekarang. Tapi dia adalah Rafka, Pria yang sama keras kepala dengannya. Gadis manis itu gagal melepaskan diri.

Teriakan marah Nenek memantik rasa penasaran orang-orang yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Papa, saudara Rafka, Aurelia serta yang lainnya bergerak mendekati mereka. Bersyukurlah para tamu sudah berangsur-angsur pulang hingga menyisahkan para anggota keluarga saja.

“Kenapa, Mama sampai teriak-teriak?” Itu Papa yang mengangkat bicara, memecah keheningan setelah teriakan sang Nenek.

Nenek Sumi menatap tajam menantunya. “Kau tanyakan pada anak kurang aj armu itu, apa yang sudah dia perbuat!!” seakan masalah malam ini di perbuat oleh Papa Abimanyu, semua di bebankan ke dia.

“Rafka, ada apa ini?” pria paruh baya itu menatap penuh tanya Rafka, meminta penjelasan secara singkat dan jelas setidaknya cukup menyelesaikan masalah ini.

“Aku hanya mengenalkan calon istriku, Pa. Senja” Papa Abimanyu mengangguk mengerti, Aurelia mengusap wajah gusar, ketakutannya tadi terealisasikan, di usapnya bahu Mama Adistya yang memurung, sedangkan yang lainnya kini mengerti akar permasalahan ini.

Nenek Sumi menunjuk Rafka marah “Liatkan! Calon istrimu itu Dinda, Rafka. bukan Dia!”

Deg…

Seakan terhantam palu besar tepat di atas hati, denyut perih dapat Senja rasakan di hatinya. Sakit, teramat sakit yang Senja rasakan sekarang. Lidahnya keluh, badannya lemas, perasaan berkecamuk menjadi satu. Ia bingung harus melakukan apa.

“Tidak ada pernyataan resmi selain Senja yang menjadi calon istriku. Dan itu sah oleh kedua belah pihak!” suara dingin Rafka menarik paksa kesadarannya yang ingin pergi. Pria ini membelanya di depan keluarga.

"Tutup mulutmu, Rafka! kalian sudah betunangan setahun lalu. Sekarang waktu yang cocok untuk membicarakan tanggal pernikahan kalian! Kamu sangat jarang datang ke pertemuan keluarga. Hentikan omong kosongmu, Nenek anggap tadi hanya lelucon saja. Nenek memaafkanmu” entah Nenek Sumi yang menolak akan fakta atau memang tidak mengerti. Rafka menatapnya malas.

“Sudah tau saya tidak pernah datang ke pertemuan keluarga, seharusnya Nenek sadar bahwa saya menolak perjodohan yang Nenek atur sepihak itu!” jawaban mutlak Rafka memancing rasa tak terima di hati Nenek Sumi.

“Rafka! kurang ajar. Apa yang kamu ucapkan hah?” Bukan hanya gadis Bernama Dinda itu yang menahan Nenek Sumi, Bagas selaku sepupu Rafka turut membantu menahannya, “Kamu harus tetap menikah dengan Dinda! Putuskan gadis itu!”

Seringaian tipis muncul di wajah Rafka, memandang tanpa takut Nenek Sumi. Wajahnya semakin dingin, menyebar ruangan. Sebaik mungkin mengatur emosi sebagai tanda penghormatannya sebagai cucu “Nenek tidak punya hak mengatur hidup saya menikah pada siapapun, silahkan nikahkan gadis pilihan Nenek itu ke orang lain. Tapi tidak dengan saya. saya hanya akan menikah dengan calon istri saya yang sebenarnya. Selain itu, tidak akan pernah terjadi. Jadi teruslah bermimpilah!”

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!