NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Peliharaan Sugar Daddy

"Aira! Buka pintunya!" perintah Om Jovan, suaranya semakin menggelegar, karena termakan hasutan putrinya.

Aira menarik napas dalam-dalam. Ia mengatur dirinya ke dalam mode tenang. Di dalam kepalanya, nasihat Bapak dan Ibunya dari kampung langsung berputar kembali dalam kepalanya.

“Aira, ingat ... bagaimana pun perlakuan Tante Nani dan Reta kepadamu, jangan pernah kamu membantah kata Om Jovan. Dia itu adik kandung Ibu. Hormati dia sebagai pengganti orang tuamu di kota.”

Pesan itu adalah belenggu kuat bagi Aira. Dia bisa saja menghajar balik semua perlakuan Reta dan Nani hingga dengan mudah membuat mereka menangis, tapi untuk Om Jovan? Aira harus menahan diri bukan karena takut padanya, melainkan karena dia masih menjunjung tinggi nasihat ibunya.

Bahkan, saat Om Jovan ingin memberikan kamar yang layak, tetapi Nani dan Reta menolak, dengan terpaksa ia rela tidur di kamar yang harusnya diberikan untuk pembantu. Aira tak menceritakan hal ini. Ia hanya berpikir, cukup tiga tahun saja. Dan sekarang, setelah menyelesaikan semua stase praktik di beberapa rumah sakit, itu pertanda ia telah menuju akhir waktu menjelang ia menyelesaikan tugas akhir dan uji kompetensi keperawatan.

Aira membuka selot pintu kamarnya dengan perlahan. Dengan memasang wajah masa bodoh, lalu perlahan menundukkan kepala. Ia harus siapkan mental agar lebih kuat dengan apa pun yang akan terjadi.

Begitu pintu terbuka, sosok Om Jovan berdiri dengan merah padam. Ia masih mengenakan kemeja kantor yang kusut. Tak jauh di belakangnya, Tante Nani tampak duduk di kursi memegangi pinggangnya memasang wajah lemas tak berdaya.

"Apa-apaan kamu ini, Aira?!" bentak Om Jovan dengan mata melotot tajam menatap keponakannya.

"Om sudah berbaik hati mengizinkanmu menumpang di sini, memberi makan, menyediakan tempat tinggal supaya kamu bisa kuliah dengan tenang! Tapi ini balasanmu? Kamu sudah berani mencuri barang di rumah ini, lalu mendorong Tantemu sampai cedera begini?!"

Aira tetap menunduk, menatap ujung jari kakinya. Alih-alih merasa sedih atau sakit hati karena dituduh, isi kepala Aira justru dipenuhi oleh kilasan masa lalu yang ironis.

'Kuliah tinggi di ibu kota ...'

Aira mendengus geli dalam hati. Om Jovan yang sekarang berdiri dengan kemeja rapi dan berteriak seolah-olah dia adalah manusia paling berjasa di dunia ini, sepertinya sedang mengalami amnesia.

Dia lupa siapa yang membiayai kuliahnya dulu sampai bisa sukses seperti sekarang. Uang kuliah Om Jovan di ibu kota, uang kosnya, bahkan sampai uang sakunya setiap bulan, semuanya keluar dari keringat dan jerih payah Bapak dan Ibu Aira di kampung dari hasil ladang sawit mereka. Kedua kakek neneknya telah tiada, hingga tanggung jawab beralih pada ibunya yang menjadi kakak paling tua dari lima bersaudara.

Memang dulu, kebun orang tuanya baru beberapa hektar. Tentu berbeda dengan sekarang yang sudah ribuan hektar. Jangankan hape sultan, jika Aira meminta dibelikan rumah, dengan mudah diberikan orang tuanya. Hanya saja, mereka merasa khawatir dengan pergaulan kota, hingga memilih menitipkan Aira pada Jovan.

Padahal waktu itu, di saat kebun terlalu luas, Bapak dan Ibu Aira rela menyisihkan sebagian besar penghasilan mereka demi menyekolahkan adik kedua Ibu agar bisa mengangkat derajat keluarga. Tapi begitu sudah sukses dan menjadi orang kota, Om Jovan justru menikahi wanita angkuh seperti Tante Nani dan ikut-ikutan mengira keluarga Aira di kampung hanyalah petani miskin yang pantas disepelekan.

'Lucu banget manusia-manusia ini,' batin Aira, benar-benar merasa masa bodoh dengan segala bentakan yang keluar. Genggaman tangannya di balik saku rok seragamnya semakin mengerat, mengunci semua kebenaran itu rapat-rapat. Belum saatnya dia meluapkan kekesalannya.

"Maafkan Aira ya, Om," cicit Aira pelan, suaranya sengaja dibuat sedih seolah merasa bersalah. Dia pun tak membela diri, memilih patuh dan mengangguk. Karena terasa percuma jika ia melawan, karena membuat Om Jovan akan semakin mudah dihasut anaknya.

"Maaf saja tidak cukup, Mas Jovan!" sela Tante Nani dengan rintihan kesakitan.

"Lihat nih, kelakuan keponakanmu! Dia tidak memiliki sopan santun kepadaku yang telah ikhlas menerima kehadirannya. Malah, dia membuat pinggangku sakit begini. Pergelangan tanganku juga hampir dipatahkannya. Lihat nih!" Nani memamerkan pergelangan tangannya yang masih merah akibat cengkeraman kuat Aira tadi

Om Jovan mendengus kasar, menatap Aira dengan tajam dari atas hingga ke bawah.

"Om tidak mau tahu, Aira. Sekarang, kamu harus serahkan kembali kue yang kamu ambil dari Mbak Reta-mu tadi. Dan sebagai hukumannya, kamu harus membersihkan rumah dan tak boleh makan malam!"

Aira kembali mengangguk dengan wajah lempeng. "Iya, Om. Baik lah. Aira mengerti."

Melihat Aira yang hanya bisa menunduk dan patuh tanpa perlawanan, Reta merasa berada di atas angin. Reta langsung menerobos kamar Aira yang sempit.

Namun, begitu pandangan mata Reta jatuh ke atas meja kayu kecil di sudut kamar, langkah kakinya mendadak terhenti. Sepasang matanya melotot dengan sempurna, dan wajahnya berubah merah padam seketika.

Di atas piring plastik, kue red velvet mewah yang tadinya utuh dan cantik, kini sudah terpotong-potong rapi menjadi beberapa bagian kecil menggunakan pisau dapur.

"Astaga ... kau ini benar-benar pencuri yang tak tau diri ya, Aira?!" umpat Reta. Dia menunjuk-nunjuk potongan kue itu dengan jari gemetar.

"Jadi, kau hanya ingin menikmati kue ini sendirian tanpa membaginya untuk kami, Anak Kampung?"

Aira memutar bola matanya karena jengah. 'Ini hasil didikan Tante Nani, nih. Pandai bersandiwara dan jago sekali memfitnah,' decaknya dalam dada.

Neng Nong

Terdengar suara bel rumah mereka, hingga refleks seluruh kepala yang ada di sana menoleh ke arah pintu utama.

"Siapa yang datang jam segini?" Jovan menatap jam tangannya.

"Astagah, laki-laki yang dibawa Aira tadi," gumam Nani terlupa dengan janji makan malam Teddy tadi. Bahkan, ia lupa menyuruh ART-nya untuk menyiapkan makan malam enak seperti yang telah dijanjikan.

"Laki-laki siapa?" tanya Om Jovan masih belum paham dengan kejadian sebenarnya.

Reta keluar dengan membawa kembali red velvet yang berhasil didapatkannya kembali. Ia mengulas senyum penuh kemenangan yang sengaja ditunjukkan di depan hidung Aira.

"Itu loh, Pa. Om-Om yang jadi gadun-nya Aira. Bahkan, Aira dibelikan hape mahal sama dia. Aku curiga, sepupu aku ini udah jual dirinya sama Om-Om itu." Reta kembali dengan senjata hasutannya.

"Benar, Pa. Padahal, kata Beni mereka belum putus, tapi malah main gila dengan pria matang yang usianya tak terlalu jauh dengan kita," tambah Tante Nani melebih-lebihkan.

Om Jovan yang wajahnya sudah merah padam, mengembuskan napas dengan sangat kasar. Harga dirinya sebagai kepala keluarga serasa diinjak-injak mendengar keponakannya menjadi peliharaan sugar daddy. Tatapannya menghujam langsung pada gadis yang berada di hadapannya.

"AIRA ...."

*bersambung*

1
sryharty
juragan sawit boosss
sepadan lah juragan dan boss besar besanan,,si Jovan dan keluarga nya bakalan kebakaran jenggot
Anbu Hasna
ngakak bgt baca Jovan menderita. ceritain ke anak istrimu, Van. biar mereka juga ikut menderita karena iri 🤣🤣
sryharty
berasa lg cosplay jadi suami siaga ya pak bujang lapuk,,
sryharty
🤭semangat Ra,,
kerjain sekalian si bujang lapuk,,biar kamu puasss🤭🤭🤭
SoVay: spt kata emaknya ya kak, terserah mau diapain😭🤣
total 1 replies
sryharty
jiaaah pak bujang lapuk pocecif amat
SoVay: aku gak mau makin lapuk 😭
total 1 replies
Dewi kunti
heleeeeehhh dah posesif aj nich bujang lapuk😂😂😂😂😂😂
SoVay: sssstt, nanti dibaca anak nakal itu 🤣🤣 bisa nyebur ke kolam yg dikelilingin sawit 🤣
total 3 replies
sryharty
awas Aira hati2 kamu mau di manfaatkan sama si weri
jiaaah ada yg pengen jadi mokondo ternyata,,wes mending sama om2 bujang lapuk Aya Ra
pasti nanti kamu di ratukan sama bujang lapuk dan orang tuanya
SoVay: mokondo di balik profesi 😚
total 1 replies
sryharty
udah kamu diam saja ted,,biarkan sang nyonya yg ambil alih buat meluluh kan sang calon mantu,,kamu diem dan banyak berdoa saja biar jalan nya lancar
SoVay: /Facepalm/ gimana ya kak 🤣 tapi emang cuma bisa diem aja utk saat ini
total 1 replies
sryharty
jangan luluh dulu Aira
bikin ted2 merana dulu 😁
sryharty
calon mantu mu emang unik buk
sryharty
bagus cerita nya
SoVay: terima kasih kak, udah bantu kasih rate
total 1 replies
sryharty
mantaaapppp
calon mertua langsung gercep ga tuh
SoVay: harus, yg pnting ditangkap dulu 😭
total 1 replies
Anbu Hasna
emaknya Teddy lebih peka 🤣🤣
Anbu Hasna: bener tuh... Lova aja dah anak 2🤣🤣
total 2 replies
sryharty
jodoh mah ga kemana
SoVay: makasi ya kak, udah pantengin jodoh ciptaan aku utk bulan ini 🤣 kalau masih ada vote, boleh bagi ke sini ya. kasian bgt mereka masih 0 🙈
total 1 replies
Enisensi klara
Kayaknya seru nih ,aku mampir kk salam kenal
SoVay: yuk kak, lanjutkan kak 😚
total 1 replies
Dewi kunti
emang enak 😂😂😂😂😂 sokoooooooorrrr jd disuruh bersih2 biar gak cm bisa usiiiiiillll
Dewi kunti: tadi ad kriting pa daun ya😂🙈🙈🙈🙈🙈
total 2 replies
Anbu Hasna
SEMANGAT💪💪
SoVay: makasi ya kak ❤️
total 1 replies
Anbu Hasna
menangkan Teddy dong, Thor...
inikah novel tentang dia. biar Aira makin klepek2 dan nahan Teddy dekat dia. jadi sama-sama move on😍😍
SoVay: wkwkwkw..tunggu ya kak, benar syekali. ini bukan cerita Arnold lg, ini dia yg jd fokus cerita kita
total 2 replies
Eva Karmita
yaelaaahhhh Ted....!!
Yakin kamu bisa ngalahin Arnold si dokter gemulai, jadi deg"an aku 🤣🤣🤣 memangnya kamu ngerti di bidang kejiwaan 🥺 awas entar salah revisi habislah Aira di marahi lagi 🤣🤣
Eva Karmita: ya tapi sepil tipis" juga keseruan pak dokter mengurus anak"nya ya ...
total 2 replies
ari sachio
taddy....km ak menyesali perbuatan km dulu klo km tau klo ank pertama lova keguguran akibat sedikit bykny terpengaruh olh sikap km dulu.jd baikny jgn byk berkicau kaya burung merak.brisikkk!🤭
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!