NovelToon NovelToon
Nona Kota Di Posko Kkn

Nona Kota Di Posko Kkn

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Alya Mahendra, gadis kota yang harus menjalani KKN di Desa Sukamaju, sebuah desa pelosok yang jauh dari kehidupan nyamannya. Karena tingkahnya yang sering mengeluh dan tak terbiasa hidup sederhana, teman-temannya mulai menjulukinya “Nona Kota.”

Di tengah hari-hari KKN yang penuh tantangan, ada Arga Pratama, cowok dingin dan kaku yang diam-diam sering membantu Alya meski wajahnya selalu terlihat tak peduli. Namun saat konflik mulai muncul di posko, mampukah Alya bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26.

Setelah salat Magrib, suasana posko kembali tenang. Masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri. Ada yang masih bermain ponsel, ada yang mengerjakan laporan KKN, sementara sebagian lainnya hanya duduk mengobrol.

Tak lama kemudian Rizki memegang perutnya.

“Ini kita mau makan apa ya? Gue udah laper nih.”

“Iya, emangnya nggak ada yang masak?” timpal Adrian.

Laura yang sedang duduk di sudut ruangan langsung menjawab.

“Mana bisa masak. Bumbu dapur udah habis. Tadi siang Alya kan udah aku suruh belanja, tapi malah nggak pergi.”

Semua mata langsung tertuju pada Alya.

Alya segera menggeleng.

“Aku nggak pergi karena kita harus kumpul di balai desa.”

Laura hanya mendecakkan lidah.

“Alasan banget.”

Nadia ikut menyahut.

“Iya, banyak alasan lo, Al. Bilang aja kalau malas disuruh belanja.”

Tiara yang mendengar itu langsung membela.

“Jangan ngomong gitu lah, Nad. Kan tadi memang kita semua harus ke balai desa.”

Namun Nadia tetap mengangkat bahu.

“Halah... balai desa cuma dijadiin alasan buat ninggalin tanggung jawab aja.”

Laura kemudian menatap Alya.

“Kalau gitu, malam ini biar Alya aja yang masak.”

Alya langsung membelalak.

“Aku?”

“Aku nggak bisa masak…”

“Itu risiko kamu sendiri, Al,” sahut Nadia datar.

“Di KKN nggak ada yang bisa manja. Semua harus sama-sama kerja.”

Mendengar perdebatan itu, Adrian dan Dion hanya saling berpandangan.

Mereka sebenarnya ingin membela Alya, tetapi suasana sudah telanjur canggung.

Tanpa membalas lagi, Alya perlahan bangkit lalu berjalan menuju dapur.

Sesampainya di sana, ia berdiri memandangi peralatan memasak dengan wajah bingung.

Di rumah memang ia pernah memasak.

Namun peralatan yang biasa ia gunakan jauh lebih lengkap dan modern dibandingkan dapur sederhana di posko.

Alya mengembuskan napas pelan sambil memandangi dapur di depannya. Ia benar-benar kebingungan harus memulai dari mana. Di tengaH kebingungan itu, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah dapur.

Alya menoleh.

Ternyata Arga.

Cowok itu langsung melihat isi dapur sekilas.

“Masih ada minyak?”

“Ehh... masih.”

“Cuma tinggal sedikit,” jawab Alya.

Arga mengangguk pelan.

“Kamu cuci sayurnya dulu. Habis itu potong kecil-kecil, nantI yang lain biar aku urus,” ucap Arga dengan tenang.

Tanpa banyak bicara lagi, Arga langsung mengambil daging ayam dari kiriman paket Alya tadi siang.

“Ar…”

“Potongnya kayak gimana?”

“Kecil-kecil aja.”

“Iya.”

Alya pun mulai mencuci sayuran dengan hati-hati sebelum memotongnya perlahan.

Sementara itu, Arga sibuk mengolah ayam agar porsinya cukup untuk semua penghuni posko.

Beberapa menit kemudian, Arga kembali berdiri di dekat tempat cuci piring.

Kali ini ia mulai mencuci beras untuk dimasak menjadi nasi. Dapur kecil itu kembali dipenuhi suara aktivitas memasak.

Suara pisau yang beradu dengan talenan, gemericik air, dan dentingan peralatan masak memenuhi dapur kecil itu.

Sementara itu, Alya masih terlihat canggung saat memotong sayuran. Potongan yang dihasilkannya pun Tidak beraturan, ada yang terlalu besar, ada pula yang terlalu kecil.

Arga yang melihat hanya menghela napas pelan.

“Pelan-pelan. Jangan terlalu tebal, biar nanti matangnya sama,” Ucap Arga sambil sesekali melirik potongan sayur buatan Alya.

“Iya…” jawab Alya pelan sambil kembali mencoba memotong sesuai arahan.

Beberapa menit kemudian, Arga mulai menumis bumbu sederhana.

Aroma bawang yang harum langsung memenuhi dapur.

Tak lama kemudian ayam yang sudah dipotong dimasukkan ke dalam wajan.

Sementara Alya berdiri di sampingnya memperhatikan dengan serius.

“Ar…Kamu memang bisa masak?”

“Bisa.”

“Belajar dari mana?”

“Rumah.” Jawaban Arga tetap singkat.

Alya hanya mengangguk pelan.

“Pantesan…Masaknya kelihatan jago.”

Arga tidak menanggapi pujian itu.

Ia tetap fokus mengaduk masakannya.

Beberapa menit kemudian, sayur yang sudah dipotong Alya ikut dimasukkan ke dalam wajan.

“Ar…”

“Ini garamnya berapa?”

“Sedikit aja. Kalau kurang nanti tinggal ditambah.”

“Iya.”

Alya mengambil garam dengan sangat hati-hati.

Saking gugupnya, ia sampai dua kali memastikan takaran yang akan dimasukkan.

Melihat tingkah Alya, sudut bibir Arga sedikit terangkat membentuk senyum tipis yang nyaris tak terlihat.

Tak lama kemudian aroma masakan mulai menyebar hingga ke ruang tengah.

Rizki yang sejak tadi duduk sambil memegang perut langsung mengendus-endus udara.

“Eh… harum banget. Kayaknya masakannya udah jadi deh,” ujar Rizki sambil mengendus-endus aroma yang berasal dari dapur.

Dion ikut berdiri.

“Wah…Laper gue makin parah.”

Kevin langsung berjalan mengintip ke dapur.

Begitu melihat Arga yang sedang memasak sementara Alya membantu di sampingnya, ia langsung tersenyum jahil.

“Buset… yang satu masak, yang satu bantuin. Dilihat-lihat cocok juga Ya,” goda Kevin sambil menyeringai jahil.

Alya yang mendengar itu langsung memelototinya.

“Kevin!”

“Apa?”

“Aku kan cuma bantu.”

“Bantu sekarang…”

“Nanti siapa tahu selamanya.” godanya sambil tertawa.

“Dasar!”

Alya langsung mengambil lap dapur dan melemparkannya ke arah Kevin.

Kevin buru-buru menghindar sambil tertawa keras.

Suasana dapur yang sempat canggung pun perlahan kembali dipenuhi tawa.

Beberapa menit kemudian, masakan akhirnya matang.

Arga mematikan kompor lalu menuangkan ayam ke dalam mangkuk besar.

Sementara Alya membantu menata tumis sayur dan menyiapkan piring untuk semua orang.

“Nasinya udah matang,” ucap Arga singkat sambil membuka penanak nasi.

Aroma nasi hangat langsung memenuhi dapur.

“Wah…Harum banget." gumam Alya tanpa sadar.

“Angkat piringnya.”

“Iya.”

Alya segera membawa beberapa piring ke ruang tengah.

“Guys…Makanan udah siap.” teriaknya pelan.

Mendengar itu, semua orang langsung berdatangan ke dapur.

“Alhamdulillah…”

“Gue kira malam ini cuma makan mi instan,” ucap Rizki sambil mengusap perutnya.

Dion mengangguk setuju.

“Gue juga udah pasrah.”

Mereka kemudian mulai mengambil nasi dan lauk masing-masing.

Tak lama kemudian terdengar suara Kevin.

“Eh…Ini yang masak siapa?”

Semua orang spontan menoleh.

Alya langsung menunjuk Arga.

“Arga, Aku cuma bantu motong sayur sama siapin piring.”

Kevin langsung menyendok sedikit ayam lalu mencicipinya.

Beberapa detik kemudian matanya membesar.

“Buset…Enak banget.”

Rizki yang ikut mencicipi langsung mengangguk cepat.

“Serius, ini enak banget. Rasanya kayak masakan rumah Makan,” puji Rizki sambil terus menyuap makanannya.

Ucapan itu membuat beberapa orang lain ikut mencoba.

Satu per satu mereka mulai memuji rasa masakan Arga.

“Bumbunya pas, ayamnya juga empuk, sayurnya juga enak,” puji Adrian sambil mengangguk puas setelah mencicipi masakan itu.

Suasana makan malam yang tadi sempat dipenuhi ketegangan kini berubah hangat.

Di sudut ruangan, Laura hanya diam sambil menyendok nasi. Ia tidak menyangka Arga akan turun langsung membantu Alya.

Bahkan tanpa banyak bicara, Arga justru mengambil alih hampir seluruh pekerjaan memasak.

Nadia yang duduk di samping Laura ikut terdiam.

Tatapannya sesekali mengarah ke Arga dan Alya yang sedang makan bersebelahan.

Sementara Alya sendiri sama sekali tidak menyadari tatapan itu.

Ia justru sibuk menikmati makan malam sambil sesekali memuji masakan Arga.

“Ar…Masakan kamu enak banget.”

Arga hanya mengangguk pelan.

“Makan yang banyak.”Jawabannya singkat seperti biasa.

Namun entah kenapa…

kalimat sederhana itu berhasil membuat pipi Alya memanas tanpa alasan yang jelas.

Di tengah suasana makan yang hangat, Rizki tiba-tiba mengangkat sepotong sayur yang ukurannya jauh lebih panjang daripada yang lain.

“Ini yang motong sayur siapa sih?” tanyanya sambil menahan tawa.

“Estetik banget potongannya.”

Ucapan itu langsung membuat semua orang menoleh ke arah sayur yang dipegangnya.

Dion langsung terkekeh.

“Hahaha... itu mah karya Alya.”

Alya yang sedang makan langsung mengangkat tangan pelan.

“Itu aku... maaf ya,” jawabnya sambil ikut cekikikan malu.

Rizki langsung mengangguk sambil tertawa.

“Hahaha... kalau yang ini sih gue langsung percaya hasil Alya.”

Setelah tawa mereka mereda, semua kembali melanjutkan makan malam dengan tenang.

Sesekali obrolan ringan masih terdengar, membuat suasana posko yang tadi sempat tegang kini berubah hangat dan penuh canda.

1
Revalina
akhirnya yang di tunggu" up jugaa🤩
Aylnn_: kemarin² sudah up tapi di review mulu..
total 1 replies
Revalina
gak expek alya bakal ngomong itu🤣🤣🤣 lanjutkan Alya lanjutkan 🤣🤣
Revalina
apasihhh liaaa gak suka dehhh, ketauan banget hidupnya gak pernah bahagia karna terlalu iri sama kehidupan orang lain😏😏😏 lanjut thorrr
Revalina
seseru itu yaa ternyata KKN tapi tambah in konfliknya donggg kaya monoton kalo gitu" aja🤭🤭
Aylnn_: baikk kak..
total 1 replies
Revalina
seseru itu yaa ternyata KKN tapi tambah in konfliknya donggg kaya monoton kalo gitu" aja🤭🤭
Revalina
nahh kan tau rasa tuhh di Lia sama Laura emang gampang jadi komentator yang bisa menghidupkan suasana? susah taukk sukurin dehhh 🤣🤣🤣 lanjut thorrr
Revalina
kamu extrovert banget alyaa, energinya gak habis" kalo aku mungkin suaranya udah habis🤭🤭🤭 lanjut thorr
Revalina
makanya Arga cepet Ngomong dong kalo suka, tembak nanti ke duluan adeknya pak kades lohhh🤭🤭 lanjut thorr
Aylnn_: Siap kak..
total 1 replies
Revalina
wihhh seru bangettt yaa Alya🤣🤣🤣
Revalina
plisss gak sukaaa liaaa, Alya terlalu befikir positif terhadap semua orang. menganggap semua orang itu baikkk 🥲🥲
Revalina
semoga besok gak ada Drama dari penggemar arga🤭🤭 lanjut thorr 🤣🤣
Aylnn_: Besok akan lebih seru lagi kak☺
total 1 replies
Revalina
suka dehh sama Alya, walaupun dari orang ber ada tapi gak lebah kayak jijik sama anak kampung gitu. mau berbaur🫰🫰
Revalina
nahhh tau rasaaaa kannnnn, sok iyeee bngt ihhhh gakk Sukaaa. 😏😏
Aylnn_: nanti malam up lagi kok kak☺
total 2 replies
Revalina
kayanya ada bau" orang ketiga lagi di antara Arga dan Alya nihhh😏😏
Revalina
menurut ku alur ceritanya menarik mudah di mengerti, dan tidak terburu-buru, sukaa🤩🤩
Aylnn_: Makasih kak, syukur lah kalo suka🥰
total 1 replies
Revalina
cerita seru bangettt sukaa 🤩🤩 semangat yaa thorr
Aylnn_: iyaa kak☺
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr👍🤣
Aylnn_: Terimakasih Sudah mampir kak☺
total 1 replies
Aylnn_
...
Ny.
Bagus Sekali..
Ny.
bagus kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!