NovelToon NovelToon
Istri Rampasan Mafia Dingin

Istri Rampasan Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Pengantin Pengganti
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya Sonya Munic terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan Sagara Sardi tepat saat akan mengucapkan janji pernikahan. Batara Moretti datang merampas pengantin atas alasan utang keluarga. Padahal keluarga Munic telah mengatur pernikahan Batara dengan Talitha Munic, adik tiri Sonya. Di bawah ancaman nyawa ketua mafia paling berbahaya, Sagara terpaksa menyerahkan calon istrinya.
Tak mudah bagi Sonya, gadis yang terkenal lemah lembut hidup di lingkungan mafia dan sikap dingin Batara yang hanya menganggapnya sebagai istri pelunas hutang. Selain menagih hak suami istri Batara selalu diam dan acuh, saat Sonia mulai berdamai dengan keadaan, satu persatu kebenaran mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meletakkan Topeng Kesetiaan

​Di sayap barat lantai dua mansion utama, Talitha Munic baru saja merebahkan tubuhnya di atas kasur berbalut seprai sutra. Matanya terpejam, mencoba meredakan denyut menyakitkan di kepalanya akibat kehilangan dua labu darah. Namun, rasa pusing itu belum juga reda ketika ketukan beruntun yang agak tergesa-gesa terdengar dari arah pintu kayu ek kamarnya.

​Tok! Tok! Tok!

​Talitha membuka matanya dengan sentakan kesal. Rahangnya mengencang, dan dengan seulas gerutuan kasar yang keluar dari bibirnya yang pucat, dia bangkit berdiri. Tubuhnya sempat terhuyung sejenak, memaksanya bertumpu pada tiang ranjang sebelum akhirnya melangkah dengan menghentak menuju pintu.

​"Siapa keparat yang berani mengganggu waktuku?!" desis Talitha seraya menyentak gagang pintu hingga terbuka lebar.

​Di ambang pintu, berdiri seorang wanita paruh baya dengan seragam pelayan mansion yang rapi, namun memiliki binar mata yang terlalu hidup untuk ukuran seorang abdi. Itu adalah Jenna, pelayan senior di kediaman Moretti. Begitu mendengar kabar dari pelayan lainnya bahwa Talitha dipindahkan dari sel isolasi ke kamar VIP karena bersedia mendonorkan darahnya untuk Jevan, Jenna langsung bergerak cepat. Dia tahu ini adalah kesempatan emas untuk mencari muka, mendekati tunangan sah Batara Moretti.

​"Nona Talitha... ah, maafkan kelancangan saya, Nona," ucap Jenna dengan suara yang sengaja dibuat merendah, membungkuk dalam-dalam dengan raut wajah penuh keprihatinan yang dibuat-buat. "Saya mendengar Anda baru saja melewati masa-masa sulit dan baru saja mengorbankan darah yang berharga untuk menyelamatkan Tuan Jevan. Saya datang untuk menawarkan diri untuk melayani dan membersihkan diri Anda, Nona."

​Talitha menyipitkan matanya, menatap pelayan di depannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebagai wanita yang dibesarkan di lingkungan keluarga Munic yang penuh intrik, dia bisa mencium aroma oportunis dari sikap Jenna. Namun, tubuhnya yang lengket dan kepalanya yang pusing memang membutuhkan penanganan.

​"Masuk," perintah Talitha pendek, membalikkan badannya dan membiarkan Jenna mengekor di belakangnya sembari menutup pintu dengan rapat.

​Jenna segera bergerak dengan sangat cekatan, dia adalah pelayan pribadi yang sudah setia selama bertahun-tahun. Dia melangkah ke dalam kamar mandi mewah yang terletak di dalam kamar tamu tersebut, memutar keran air hangat, dan mulai menyiapkan kelengkapan mandi. Aroma terapi berbahan dasar bunga melati malam dan kayu manis mulai menguar, mengusir bau pengap sisa-sisa sel isolasi dari tubuh Talitha.

​"Nona Talitha, air hangatnya sudah siap. Mari, biarkan saya membantu Anda melepaskan pakaian kotor ini," ucap Jenna penuh perhatian.

​Talitha melangkah masuk ke dalam kamar mandi, menanggalkan pakaian kusamnya tanpa rasa malu, lalu menurunkan tubuh polosnya ke dalam bathtub yang dipenuhi air hangat berbusa melimpah. Sensasi hangat itu seketika merilekskan otot-ototnya. Jenna berlutut di samping bak mandi, mengambil spons lembut, dan mulai mengusap bahu serta punggung mulus Talitha dengan ketelatenan yang luar biasa.

​Saat pandangan matanya tertuju pada lekuk bahu dan kulit bersih Talitha yang berkilau di bawah uap air, Jenna mulai melancarkan aksi penjilatannya demi mendapatkan kepercayaan penuh.

​"Nona Talitha... Anda sungguh luar biasa cantik," puji Jenna, suaranya berbisik pelan, hampir menyerupai desisan ular yang merayu. "Kulit Anda begitu halus, struktur wajah Anda begitu sempurna. Sungguh, selama saya bekerja di mansion ini, saya tidak pernah melihat wanita seanggun Anda. Nyonya Moretti yang asli... posisi itu hanya diciptakan untuk Anda, Nona. Bukan untuk wanita lemah dan penyakitan yang saat ini menduduki kamar utama."

​Talitha membuka matanya, menoleh sedikit dengan seulas senyuman sinis yang sarat akan kepuasan ego. "Kau pelayan yang cukup tahu diri."

​"Pelayan ini akan membantu anda, Nona," jawabnya cepat, matanya berkilat licik. Jenna menghentikan gosokan sponsnya sejenak, lalu merogoh saku celemek bagian dalam miliknya, mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berukuran ibu jari yang berisi minyak esensial berwarna ungu pekat yang berkilau misterius. "Dan karena saya tahu malam ini adalah malam penentuan bagi masa depan Anda bersama Tuan Batara... saya memiliki sebuah hadiah yang sangat berharga untuk Anda, Nona."

​Talitha mengernyitkan keningnya, menatap botol kecil di tangan Jenna. "Apa itu?"

​Jenna mendekatkan wajahnya, merendahkan volume suaranya hingga nyaris tak terdengar oleh dinding ruangan. "Ini adalah ramuan rahasia kuno, Nona. Minyak aroma tubuh pemikat gairah. Jika Anda mengoleskannya di titik-titik nadi leher, belakang telinga, dan belahan dada Anda setelah mandi... aroma yang dikeluarkannya akan langsung menyerang saraf terdalam pria mana pun yang menghirupnya. Bahkan pria sedingin es seperti Tuan Batara tidak akan mampu mempertahankan akal sehatnya. Ramuan ini akan membangkitkan gairah yang paling pekat, mengikat pikiran dan jiwanya sepenuhnya pada kesempurnaan tubuh Anda malam ini. Dia tidak akan pernah bisa melupakan Anda, Nona. Dia akan bertekuk lutut di bawah kaki Anda."

​Talitha mengambil botol kecil itu dari tangan Jenna, memutarnya di sela jemarinya. Sisi cerdik dan liciknya langsung menangkap potensi besar dari konspirasi ini. Jika dia menggabungkan janji Batara yang harus tidur dengannya malam ini dengan ramuan pemikat gairah dari Jenna, maka posisi Sonya sebagai istri sah akan hancur lebur dalam satu malam. Batara akan kecanduan pada tubuhnya, dan rahasia kekuasaan Inferno akan berada di dalam genggamannya.

​"Rencana yang sangat cerdas, Jenna. Aku menyukaimu," ucap Talitha, tawanya rendah dan licik menggema di dalam kamar mandi. "Kau telah melakukan tugas yang sangat baik. Jika besok pagi aku berhasil membuat Batara Moretti merangkak di lantai kamarku dan menjadikanku Nyonya Moretti yang sesungguhnya... kau tidak akan lagi menjadi pelayan rendahan yang membersihkan kotoran. Aku akan mengangkatmu menjadi kepala pengelola seluruh pelayan di mansion ini!"

​Jenna membungkuk dalam-dalam di lantai kamar mandi, menyembunyikan senyuman penuh kemenangan yang mengerikan.

...****************...

​Sonya Munic duduk membeku di depan meja rias kaca besarnya. Tangannya yang gemetar perlahan meletakkan sebuah kuas bedah kecil ke atas meja. Di bawah temaram lampu kamar, wajah Sonya tampak sangat menyedihkan. Kehilangan dua labu darah membuat kulitnya yang semula putih alami kini berubah menjadi seputih mayat yang mengerikan.

​Demi menyembunyikan kondisinya yang kritis dari pandangan tajam Batara, Sonya terpaksa memaksakan diri bersikap kuat. Dia menyapukan sedikit bedak tabur dan pemerah pipi tipis agar kulit pucatnya tidak terlalu kentara. Jari-jarinya yang kurus kemudian mengoleskan pemerah bibir berwarna merah cerah secara tebal, semata-mata untuk menutupi warna kebiruan alami di permukaan bibirnya, sebuah tanda klinis yang jelas bahwa pasokan oksigen dan volume darah di dalam tubuhnya sedang berada di ambang batas bawah akibat kelainan katup jantungnya yang kambuh.

​"Kenapa... kenapa aku sangat mengantuk?" bisik Sonya lirih pada dirinya sendiri, kelopak matanya terasa luar biasa berat seperti ditumpangi sebongkah batu. Setiap tarikan napasnya terasa pendek dan melelahkan.

​Dia menatap pantulan dirinya di cermin, hatinya mendadak dicengkeram oleh rasa cemas yang meremukkan dada. "Bagaimana kondisi Tuan Batara saat ini? Apakah lukanya sudah membaik? Dan... apakah malam ini... dia benar-benar akan pergi ke kamar sayap barat? Apakah dia akan menghabiskan malam panjangnya bersama adikku, Talitha?"

​Sonya mengepalkan kedua tangannya di atas pangkuan gaun tidurnya hingga kuku-kukunya memutih. Hatinya sangat campur aduk. Rasa sakit karena cemburu, rasa takut akan penolakan, dan rasa bersalah karena telah membohongi suaminya tentang donor darah tadi bersatu menjadi sebuah beban mental yang sangat menyiksa jiwanya.

​Sonya melirik ke arah botol obat penambah darah dan kapsul penguat jantung yang diberikan oleh kepala dokter secara rahasia tadi. Tanpa membuang waktu lagi, dia mengambil dua butir kapsul tersebut dan menelannya bulat-bulat dengan bantuan seteguk air putih. Tubuhnya harus segera pulih, atau setidaknya tampak pulih malam ini. Jika sampai Batara kembali ke kamar ini dan memaksanya untuk melayani kewajiban biologisnya sebagai seorang istri nanti, dia tahu pasti tubuhnya tidak akan sanggup jika tidak ditopang oleh obat-obatan dosis tinggi ini.

​Klik...

​Suara putaran anak kunci dan engsel pintu kamar utama yang terbuka seketika memecah kesunyian malam.

​Aroma pekat, maskulin, yang bercampur dengan bau amis darah yang sangat khas langsung menusuk indra penciuman Sonya. Dia tidak perlu berbalik untuk tahu siapa yang datang. Melalui pantulan cermin rias, Sonya melihat sosok Batara Moretti melangkah masuk. Pria itu sudah membersihkan tubuhnya dari pengotor, namun dia belum mengganti perban di perutnya. Dia hanya mengenakan celana panjang hitam panjang, membiarkan dada bidangnya yang dipenuhi tato klan dan otot kekar terpampang telanjang di udara kamar yang dingin.

​Batara melangkah perlahan mendekati posisi duduk Sonya, sepasang matanya yang sehitam malam menatap lekat ke arah bibir merah merona dan riasan wajah istrinya yang tidak biasa malam ini.

​"Malam ini... kamu sengaja dandan secantik ini untuk menggodaku, hemmm...?" Ucap Batara, suaranya terdengar sangat parau, berat, dan dipenuhi oleh tekanan batin yang luar biasa pekat setelah apa yang dia lalui di ruang bawah tanah bersama Talitha tadi.

​Sonya meremas jemarinya, tubuhnya gemetar saat merasakan kehadiran fisik Batara yang begitu mendominasi di belakang punggungnya. "Tu-Tuan... jangan... saya mohon, jangan malam ini..." ucap Sonya dengan suara yang sangat lirih, nyaris menyerupai bisikan kepasrahan.

1
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰Alena ⍣⃝కꫝ🎸
apakah batara yang melakukannya langsung secara tubuhnya talitha diikat dan ditutup gitu
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰Alena ⍣⃝కꫝ🎸
panggilan sonya pada batara berubah, harusnya bukan hanya diranjang saja ya, kasian sonya sampai kehilangan kesadaran gitu
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉Um𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Sebenarnya yg anak haram itu siapa sih Talita, kok mulutmu gak bisa dijaga begitu bicara seperti orang yg tak berpendidikan saja
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉Um𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Talita masih belum kapok juga ya kamu, sudah dikasih pelajaran sedemikian rupa masih saja sifat mu masih angkuh saja
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉Um𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Tentulah rasanya manis Sonya kan sifat nya manis jadi gak salah kamu menjadikan dia istri mu yg penurut tuan Batara
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉Um𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Ibu dan anak sifat nya 11 12 sudah tau Batara seperti apa masih saja berani mengusik nya sekarang tau kak Talita rasanya di kasih pelajaran oleh tuan Batara
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉Um𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Makanya Talita jangan sok menggurui San mafia sekarang tau kan rasa nya dipermalukan oleh tuan Batara, kamu sama Sonya itu beda jauh sekali lhoo
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
dih emang bukan takdirmu, kalau kau belum tentu kuat juga sama si Batara kejam itu
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
gejolak apa itu🤣 ada rasa senang di rawat kah
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
astaga takut bener tiba² kena serangan jantung 😭🤣
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
ini orang gak tau diri dah, udah cuman pekerja gak ada hak buat memperlakukan istri majikan kayak gitu
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
jangan galak-galak apa batara
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
ini terlalu dewasa untuk aku yg kecil/Facepalm/
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
pakaian tempurnya terlalu kuat ini mah
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
yg dia mau bukan kau ngapain ih masih kayak gitu
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
semangat ya jangan menyerah wkwk
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kueselllll sumpah lihat Batara Moretti diperdaya oleh Talitha begitu saja pasti Sonya sakit hatinya melihat bayangan mereka berdua berhubungan intim 😢😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
Muft Smoker
lanjuut kaak ,,

gx tega iikh kak liat sonyaa di sakitin trus ,,

ayoo laa kak sx aj jadiin si Sonya wonder woman ,,
atau kasih kekuatan dikit ,, buat nampol si thalita ,, 😒😒😒😒
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
huffffs sulit bt meredakan rasa kecewa itu
terlanjur sakit dan kecewa
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Wanita gila yg terobsesi dengan tahta dan keangkuhan...
Hilang saja kau dr muka bumi ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!