NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

Mahesa tiba di kantor polisi, sesampainya di sana ia di sambut oleh pak polisi yang menangani kasus Nayla. Mahesa langsung bergegas ke ruangan yang telah di siapkan. Di sana ia melihat langsung barang barang milik Nayla termasuk sebuah gelang dengan ukiran awalan huruf R.

Mahesa merasakan debaran ketakutan di dalam dadanya, tapi ia langsung menepis jauh jauh pikiran nya yang hanya sekedar menuduh tanpa bukti. Mahesa tahu bagaimana Nayla sangat mencintainya, tidak mungkin Nayla menyimpan pria lain di belakangnya.

" Apa ponsel almarhum istriku sudah bisa di buka tanpa kehilangan data apapun?." tanya Mahesa dengan serius.

Polisi pria itu membuka sebuah kertas dan mulai membacanya, " Kami sudah melakukan penyelidikan terhadap ponsel korban. Selain perjalanan yang kami selidiki, tak ada yang kami temukan dalam ponsel istri anda. Semua data dalam ponsel itu sudah di hapus baik itu pesan ataupun gambar dan lain sebagainya. Kami telah mengunjungi bar yang menjadi titik lokasi keberadaan terakhir korban sebelum di temukan tak bernyawa, tapi sesampainya kami di sana, pemilik bar mengaku tak pernah melihat pelanggan yang mirip seperti korban di sana. Kami juga mengecek CCTV, di sana kami tidak menemukan korban, kami juga tidak menemukan adanya rekaman CCTV yang di hapus pada hari itu. Kami yakin jika korban memang tidak ke sana sama sekali pada hari kejadian. Kami semakin yakin ada yang sudah merencanakan pembunuhan korban dengan sangat teliti dan presisi, untuk saat ini kami belum bisa menemukan pelaku sebenarnya, tapi dari pemahaman kami wanita yang kita tangkap beberapa waktu yang lalu bisa jadi bukan pelaku sebenarnya. itu bisa dibuktikan dengan lokasi yang berbeda di antara keduanya tuan."

Mahesa terdiam sambil menatap dengan tatapan sendu, dapat di lihat dari raut wajahnya ia menyimpan kegelisahan di balik sana. Polisi mengatakan jika Nayla di bunuh oleh seseorang yang sudah merencanakan semuanya, sementara Nadira bisa saja bukan pelaku sebenarnya.

" Saya ingin kasus istri saya segera di selesaikan berapapun biayanya. Kalau perlu kalian sewa detektif terhebat di dunia ini. Katakan saja padaku berapa yang dia inginkan!."

Mahesa meninggalkan kantor polisi itu dengan tatapan dingin. Ia sudah cukup bersabar selama ini karena masalah Nayla. Tapi kali ini ia tak bisa sabar lagi, semakin hari bukti pembunuhan Nayla semakin jelas, itu menandakan masih ada kejanggalan dari investigasi kemarin saat Nadira di tetapkan sebagai tersangka.

Mahesa terlihat begitu frustasi, pikirannya berkecamuk dan melayang kemana mana. Pertama Nayla, sang istri yang sudah tiada namun meninggalkan begitu banyak misteri untuknya. Kedua, tentang Nadira. Gadis yang sudah di tetapkan sebagai pembunuh istrinya dengan banyaknya bukti yang ada tapi sekarang malah ada bukti lain yang bisa saja membuktikan bahwa Nadira tidak bersalah.

Mahesa mulai berpikir keras, selama ini Nadira tak pernah terlihat memiliki sikap yang kejam. Wanita itu juga tak pernah menyakiti Keano meskipun Mahesa sering menyiksanya. Beberapa orang mungkin akan melakukan balas dendam melalui putranya, tapi tidak dengan Nadira. Bahkan wanita itu mengurus dan menjaga Keano dengan baik.

" Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama menggantung, aku harus tahu siapa yang ada di balik semua ini!." ucap Mahesa dengan tatapan dingin.

***

Di kediaman, Nadira baru saja selesai menyiapkan air mandi untuk Keano. Hari sudah sore, saatnya bagi Keano untuk mandi. Nadira menaikkan sebelah kaki celananya. Kemudian ia melepaskan kancing baju Keano. Namun saat sedang melepaskan baju Keano, Nadira panik karena perut Keano dipenuhi dengan bintik merah.

Nadira tak jadi memandikan Keano, ia berlari panik ke kamar bi Siti dan mengajaknya melihat keadaan Keano.

Setelah melihat perut Keano yang merah dan sepertinya sedang gatal membuat bi Siti menutup mulut dengan tangan.

" Kita harus menghubungi tuan Mahesa!." bi Siti menelpon Mahesa saat itu juga.

Tapi sayang sekali, Mahesa sama sekali tak mengangkat telepon.

Bi Siti dan Nadira semakin panik, jika mereka membawa Keano keluar dari kediaman tanpa izin Mahesa maka itu akan menjadi masalah besar, tapi jika Keano tak segera di bawa ke rumah sakit, mereka takut keadaan Keano akan memburuk.

Mereka akhirnya tak punya pilihan, tidak masalah terkena marah yang penting Keano baik baik saja.

Nadira langsung menggendong Keano keluar kamar, tubuhnya panas dan bintik merah di perutnya membuat Keano menangis menahan sakit.

Bi Siti pergi menemui sopir di area garasi, tapi sayangnya pak sopir sedang cuti.

Tepat di saat yang sedang genting itu, Arya datang dan masuk ke dalam rumah.

Pemandangan pertama kali yang Arya lihat membuatnya panik setengah mati. Apalagi saat melihat Nadira yang mulai menangis sambil mencoba menenangkan Keano.

Dengan langkah cepat Arya menghampiri Nadira. " Apa yang terjadi dengan keponakanku ha!?." ucapnya dengan geram.

" Tuan, ini bukan saatnya untuk marah padaku. Keano sedang terkena demam dan perutnya penuh dengan kemerahan. Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit!." Nadira menjelaskan apa yang terjadi.

Arya tak melawan, memang benar apa yang dikatakan Nadira.

Mereka kemudian bergegas memasuki mobil, dengan kecepatan yang cukup tinggi mereka menuju rumah sakit.

Selama di perjalanan, Arya melihat ekspresi panik di wajah Nadira saat Keano sedang menangis. Arya tak bicara, tapi tatapannya terus mengawasi Nadira.

Arya kemudian teringat saat kejadian Keano yang mengalami demam tinggi saat usianya baru empat bulan, saat itu kakak iparnya yaitu Nayla malah sibuk pergi bersama teman temannya tanpa mengangkat telepon sama sekali. Mahesa akhirnya mengurus Keano sendirian di saat keadaan Keano sangat memprihatinkan. Arya juga merasakan panik saat itu walaupun hanya lewat sambungan telepon karena ia berada di luar negeri.

Tak berselang lama mereka akhirnya tiba di sebuah klinik yang cukup terkenal di jakarta, Keano langsung di bawa ke ruangan penanganan.

Saat perawat meminta salah seorang diantara mereka masuk untuk menemani Keano, Arya memilih untuk membiarkan Nadira masuk.

Entah mengapa saat melihat Nadira begitu panik bahkan sampai menitikkan air mata membuat hatinya sedikit tersentuh. Apalagi wanita itu tak memikirkan penampilannya sama sekali saat panik dengan keadaan Keano, Nadira tak mengenakan sandal, bahkan celananya tergulung sebelah membuatnya terlihat begitu tidak memperdulikan apapun selain keadaan Keano.

Setelah Nadira memasuki ruangan, Arya duduk di kursi tunggu sambil mencoba menghubungi Mahesa.

Di sisi lain, Mahesa saat ini sedang berada di dalam club tempat penyelidikan terakhir keberadaan Nayla. Mahesa memperhatikan sekeliling dengan seksama dan mencoba melihat apakah ada kejanggalan atau tidak.

Suara musik yang begitu besar membuat Mahesa tidak menyadari ponselnya sedang berdering.

Mahesa memutuskan duduk dan memesan satu gelas minuman. Ia merasa kepalanya sangat berat hari ini. Mahesa memutuskan untuk meluangkan waktu sejenak agar bisa kembali berpikir jernih.

Sementara itu di rumah sakit, Arya mengumpat kesal pada sang kakak yang tidak mengangkat teleponnya sama sekali. Di tambah lagi dengan Nadira yang tak kunjung keluar dari ruangan membuat kepanikan Arya semakin besar.

Beberapa saat kemudian kedatangan Diana membuat keadaan semakin runyam. Diana tak berhenti menyalahkan Nadira, Diana mengatakan jika penyebab sakitnya Keano karena Nadira.

" Wanita itu memang tidak becus menjadi pengasuh Keano. Dia hanya wanita pembunuh!." cibir Diana dengan penuh kebencian.

" Ma, pikirkan Keano, jangan pikirkan wanita itu terus. Dia juga khawatir pada Keano, bahkan... Dia terlihat lebih khawatir dari mama..."

1
Haura Az Zahra
👍
Emi Sudiarni
ad yg jatuh cinta ni..
Quin: hehehe iya ni lagi cemburu2 gemas 🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Quin: mohon maaf ya teman teman untuk beberapa hari ini saya tidak bisa upload dulu karena sedang ada urusan penting 🙏 mohon dimaklumi ya teman teman, 🩷🩷🩷 saya berjanji akan kembali melanjutkan ceritanya 🥰🥰 love you all 🩷
total 1 replies
Emi Sudiarni
kren kak, di tungu kelanjutannya
Emi Sudiarni
lanjut kak...
Quin: ciapp👍🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
entar lo jatuh cinta ama nadira.
Emi Sudiarni
kamu tu mahesa yg peluk anindira🤣🤣
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!