NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: tamat
Genre:Action / Dark Romance / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Setelah rapat selesai, semua orang mulai keluar dari ruang rapat.

Evelyn mengambil kunci mobil di atas mejanya lalu berjalan menuju pintu.

Damien segera menyusul dari belakang.

"Aku yang menyetir. Aku membawa mobil," kata Damien.

Evelyn tidak menjawab.

Saat itu A Fei yang sedang memeriksa laporan forensik mengangkat kepalanya.

"Detektif Evelyn, Jaksa Lu, kalian harus hati-hati."

Keduanya menoleh.

"Lokasi pembunuhan biasanya menjadi tempat yang paling sering didatangi pelaku untuk menghapus bukti atau memantau penyelidikan."

"Aku mengerti," jawab Evelyn singkat.

Tak lama kemudian, seorang kurir masuk ke kantor sambil membawa beberapa kantong makanan.

"Permisi, pesanan untuk Tuan Lu."

Damien berdiri dan menerimanya.

"Wah, Jaksa Lu baru datang sudah mentraktir kami makan?" canda Joy sambil tertawa.

Beberapa anggota tim langsung berkumpul.

Damien meletakkan kantong makanan di atas meja.

"Sebelum bekerja kita harus makan dulu agar bertenaga."

"Jaksa Lu memang pengertian."

"Hahaha!"

Satu per satu anggota tim mengambil makanan mereka.

Kapten Wong bahkan ikut tersenyum melihat suasana yang kembali santai.

Damien kemudian mengambil satu kotak makanan dan sebotol minuman.

Ia berjalan ke arah Evelyn.

"Evelyn, ini untukmu."

Evelyn bahkan tidak melihat makanan itu.

"Aku tidak lapar," Jawabannya dingin. Kemudian ia langsung beranjak pergi.

Suasana mendadak sedikit canggung.

Beberapa anggota tim saling pandang.

Damien hanya menatap punggung wanita itu tanpa berkata apa-apa.

"Paman, apa mereka akan baik-baik saja?" tanya Wesley pelan.

Kapten Wong menghela napas.

"Tenang saja. Evelyn sangat profesional."

"Tapi..."

"Mungkin sudah waktunya mereka saling berhadapan."

A Fei yang sedari tadi penasaran akhirnya ikut bertanya.

"Kapten, kenapa Detektif Evelyn terlihat tidak begitu menyukai Jaksa Lu?"

"Iya," sambung Andy Liu. "Sejak tadi suasananya aneh. Seolah mereka adalah pasangan yang telah berpisah "

"Andy, jangan bicara sembarangan!" tegas Kapten Wong

"Baik, Kapten."

"Lanjutkan pekerjaan kalian."

Tidak lama kemudian.

Sebuah mobil hitam melaju meninggalkan departemen kepolisian.

Damien berada di belakang kemudi.

Sedangkan Evelyn duduk di kursi penumpang sambil membaca berkas kasus.

Sepanjang perjalanan, hanya suara mesin mobil yang terdengar.

Damien beberapa kali melirik ke samping.

Wanita itu tetap fokus pada dokumen di tangannya.

Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.

Akhirnya Damien membuka percakapan. "Bagaimana kabarmu?"

Tidak ada jawaban.

Evelyn bahkan tidak mengangkat kepala.

Damien menggenggam setir sedikit lebih erat.

"Maaf..."

Untuk pertama kalinya suaranya terdengar lebih pelan.

"Karena kejadian itu."

Evelyn akhirnya mengangkat pandangan.

Namun tatapannya dingin.

Sangat dingin.

"Jaksa Lu."

Damien terdiam.

"Kalau kau seorang profesional, tolong jangan mengungkit hal yang tidak penting saat bekerja."

Nada suaranya datar tanpa emosi.

"Evelyn, aku..."

"Lurus sampai ujung jalan. Belok kanan di persimpangan berikutnya."

Evelyn kembali menatap berkasnya.

Seolah percakapan mereka baru saja tidak pernah terjadi.

Beberapa saat kemudian, mobil Damien akhirnya tiba di lokasi penemuan korban keenam belas.

Area itu masih dipasangi garis polisi meskipun penyelidikan awal telah selesai beberapa hari sebelumnya.

Di sekitar lokasi hanya terlihat gudang-gudang tua dan lahan kosong yang jarang dilewati orang.

Damien mematikan mesin mobil.

"Kita sudah sampai."

Evelyn menutup berkas di tangannya lalu keluar dari mobil tanpa berkata apa-apa.

Keduanya membuka bagasi kendaraan.

Evelyn mengambil sepasang sarung tangan lateks dan mengenakannya.

Damien melakukan hal yang sama.

"Mulai dari titik penemuan korban," kata Evelyn sambil berjalan menuju bagian belakang gudang.

Damien mengangguk dan mengikuti dari samping.

Bekas garis kapur dan penanda barang bukti masih terlihat di tanah.

Evelyn berjongkok lalu memeriksa permukaan tanah dengan teliti.

"Tim forensik sudah menyisir area ini tiga kali."

"Tapi terkadang petunjuk kecil terlewat," jawab Damien.

Keduanya mulai menyebar ke arah berbeda.

Evelyn memeriksa semak-semak di dekat pagar belakang.

Sementara Damien berjalan menuju tumpukan peti tua yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Beberapa menit berlalu.

Tidak ada yang berbicara.

Yang terdengar hanya suara angin yang berembus pelan.

Tiba-tiba Evelyn berhenti.

Matanya tertuju pada sesuatu di bawah rerumputan liar.

Ia berjongkok lalu menyingkirkan rumput tersebut dengan hati-hati.

"Ada sesuatu."

Damien segera mendekat.

Evelyn mengeluarkan kantong barang bukti dari sakunya lalu mengambil benda kecil itu menggunakan pinset.

Sebuah kancing logam berwarna hitam.

"Kancing?" tanya Damien.

Evelyn memperhatikannya beberapa detik.

"Ini bukan milik seragam polisi. Juga bukan milik korban."

Damien menerima kantong bukti tersebut dan mengamatinya.

Di permukaan kancing itu terdapat simbol kecil yang hampir tidak terlihat.

Tatapannya langsung berubah.

"Simbol ini..."

Evelyn menoleh.

"Kau mengenalnya?"

Damien tidak langsung menjawab.

Ia mengeluarkan foto barang bukti yang sebelumnya ditemukan dalam berkas kasus.

Kemudian membandingkannya.

Beberapa detik kemudian, matanya menyipit.

"Simbol yang sama."

"Apa?" tanya Evelyn.

Damien menunjukkan foto itu.

"Simbol ini pernah muncul pada lencana yang ditemukan di salah satu lokasi korban lama."

Evelyn segera mengambil foto tersebut.

Untuk pertama kalinya hari itu, ekspresinya berubah serius.

"Kalau begitu benda ini mungkin milik pelaku."

"Atau seseorang yang berhubungan dengannya," tambah Damien.

Keduanya saling berpandangan.

Meskipun hubungan mereka masih dingin, dalam hal penyelidikan mereka memahami satu hal yang sama.

Evelyn segera memasukkan kancing itu ke dalam kantong barang bukti.

"Kita bawa ke laboratorium. Mungkin A Fei bisa menemukan sesuatu."

Damien mengangguk.

Namun tepat saat keduanya hendak beranjak—

Krak!

Suara langkah kaki terdengar dari balik tumpukan kontainer tua.

Keduanya langsung berhenti.

Tatapan mereka berubah tajam.

"Siapa di sana?" teriak Evelyn.

Tidak ada jawaban.

Hanya suara angin yang berembus di antara gudang-gudang kosong.

Damien perlahan memasukkan tangannya ke dalam jas dan bersiap.

Evelyn melangkah maju beberapa langkah.

"Keluarlah!"

Tiba-tiba—

Sesosok pria berlari keluar dari balik kontainer.

Pria itu mengenakan topi hitam, masker hitam, dan jaket gelap yang menutupi sebagian besar tubuhnya.

Di tangannya tergenggam sebuah batang besi.

1
Dian Fitriana
update
Mei TResna Rahmatika
cepet bangett kak udah end aja😭
Dame Manalu
maafkan lah Evelyn,balikan SM Damian+ketemu ayah kandung.dua kebahagiaan sekaligus
Kinara Widya
maafkanlah evelin
Kinara Widya
lanjut kak ...tambah seru..serasa LG nonton film kungfu Andy lah...😂
merry
trm ajj ksh Steven hdp sndri evelyn lgian kmu jdi ad ayahnya🙏🙏🙏🙏
merry
berati bpkmu Steven evelyn, dgrinn duluu pnjlsann x ya knp Steven tglin mmu
Dame Manalu
karna mungkin tuan ma mafia,tapi mafia yg memberantas org korupsi doank makanya BS kenal jaksa Damian..
Kinara Widya
yaaa d gantung...tambah up kak...makin penasaran
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
btw knp Steve ma nggak bertanggung jawab dlu waktu tau dya melakukan kesalahan
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤭
merry
jgn jgn Steven papa y evelyn tu 🤔🤔🤔
Kinara Widya
terima Damien ya evelin
merry
Ohw ternyta Ronald nikh sm luci dh pyn ank dan,,, dgn Ronald gk pyn ank mlhnn Ronald selingkuh dgn cwe lain,,, dan pyn ank tp mrk gk tau malu y dh numpang mau morotin hartanya lg,, bhknn evlin lbh tgl di luar dr pd serumah dgn manusia gk tau diri cm syg ajj evlin selma in ngalah sm eve
merry
pantes Ronald gk syg eve lbh syg ank selingkuhan ya,, ternyta evlin bukn ank kandung ya,, berati disini lucy mm y evlin bodoh ya mau ajj ngerawat ank hsil perselingkuhan suaminya dgn cwe dalih luci cinta sm Ronald,,, dan lucy gk tau klo laki y ngegrotin harta bersama ank yan🤔🤔🤔
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
usir saja dan penjarakan mereka
Kinara Widya
bagus Evelin...hajar terus 2 orang tidak tau malu itu
Kinara Widya
siapa sebenarnya ayah Evelin...pantes saja Ronald tidak menyukai Evelin ...karena bukan darah dagingnya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jd bpk kandung Evelyn siapa, nah bener kan pantasan roland g suka Evelyn
merry
banjingan bgtt si Ronald dh selingkuh ank selingkuhan y yg rawat mm ya evelyn lg🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ank selingkuhan gk tau dri lg mau bunuh ev sm mmy trs ajkinn mmy tgl drmh milik mmy evelyn lgg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!