Mengetahui suaminya berselingkuh, Raina memilih tidak menangis. Baginya, pengkhianatan harus dibalas dengan cara yang sama.
Nyawa bayar nyawa. Selingkuh balas selingkuh.
Target balas dendamnya adalah Hadiraksa Gautama... suami dari Monica, wanita yang merebut rumah tangganya.
Raina mendekati Hadi yang selama ini dianggap pria gagal oleh istrinya sendiri: miskin, tak punya masa depan, dan hidup dari belas kasihan keluarga. Namun siapa sangka, di balik penampilan sederhananya, Hadi menyimpan identitas sebagai pengusaha muda kaya raya yang sengaja menyembunyikan status demi menguji cinta Monica.
Saat permainan balas dendam dimulai, perasaan ikut berubah.
Robby mulai menyesali perselingkuhannya. Monica panik setelah mengetahui pria yang ia buang ternyata jauh lebih berharga dari yang ia kejar.
Mereka ingin kembali pada pasangan masing-masing.
Tapi terlambat...
Karena dua hati yang awalnya dipersatukan oleh luka, perlahan berubah menjadi candu dan saling cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikah siri
Flashback beberapa jam yang lalu.
"APA! KAMU GILA!"
Robby syok! Ia sangat terkejut, saat Monica memberitahukan dirinya tentang kabar kehamilan nya.
Ya, Monica sudah mengeceknya sendiri dengan menggunakan alat tes kehamilan yang ia beli di minimarket 24 jam. Terkejut dan syok berat. Itulah dua kata yang terjadi, saat Monica melihat hasilnya.
"Kanapa? Kenapa? Dan kenapa?"
Satu kata itu yang terus ia ulang-ulang sejak pertama kali yakin jika dirinya sedang berbadan dua. Kenapa dia bisa hamil? kenapa datangnya disaat seperti ini? Dan kenapa ia tidak bisa mencegahnya? padahal setiap berhubungan mereka selalu pakai pengaman.
Awalnya Monica sempat ingin melenyapkan anak itu. Tapi kemudian...
Ia berubah pikiran.
Sekarang Hadi sudah meninggalkannya. Dan sangat mustahil jika pria itu mau kembali padanya. Sekarang, satu-satunya harapannya hanya Robby. Dan... anak yang ada di dalam kandungannya bisa menjadi senjata utama untuk menjerat Robby agar mau menikahinya.
"Aku serius Rob! Aku hamil dan ini anak kamu!" Monica memelas. Ia mengusap lembut permukaan perutnya yang rata.
Robby mengusap wajahnya dengan kasar. Ia menarik rambutnya dengan kuat. Mungkin dengan cara itu ia merasa semua ini hanya sebuah mimpi. Dan ia bisa terbangun dari tidurnya!
"Rob! kamu mau nikahin aku kan? Kamu mau bertanggungjawab kan?" Monica meneteskan air mata. Ia sangat pintar membuat sebuah sandiwara kesakitan.
"Aku... Aku..." Robby tak bisa berkata-kata. Semuanya isi kepalanya buyar dan hilang begitu saja.
"Robby... Please nikahin aku? Hadi sudah meninggalkan aku! Dia mantap ingin bercerai dariku?"
Robby bimbang, ia bingung harus memberikan jawaban apa.
"Rob jangan diam saja!" lanjut Monica.
Robby kembali mengusap wajahnya dengan kasar. Ia mengumpat dan memaki entah untuk alasan apa dan ditujukan pada siapa.
"Tapi itu gak mungkin Mon!" Robby stress berat. "Raina sudah tahu aku selingkuh. Bahkan dia tahu kamu hamil!" ungkap Robby.
"Bagaimana mungkin? Kehamilan ini hanya aku, Hadi dan kamu saja yang tahu. Gimana mungkin Raina bisa tahu?" tanya Monica.
"Mana aku tahu!" dengan otaknya yang buntu. Robby tidak bisa memikirkan jawabannya.
Untuk beberapa saat, mereka saling diam. Robby sedang larut dalam kekalutan dan kekacauan pikiran yang ia ciptakan sendiri. Sedangkan Monica, sedang menyusun siasat... agar Robby secepatnya mau menikahinya.
"Tapi kalau Raina tahu bukannya bagus ya? kamu jadi bisa nikahin aku secara terang-terangan. Gak masalah aku jadi yang kedua Rob!" Monica menyentuh lembut punggung tangan Robby.
Robby menatap wajah Monica. Cantik, modis, dan selalu menggairahkan. Wanita seperti inilah yang ia inginkan. Karena bersama Monica, ia mendapatkan sensasi baru yang tidak pernah ia dapatkan dari Raina.
"Rob nikahin aku ya? kasihan anak kita kalau dia tidak memiliki status!" Monica kembali memohon. Ia mengeluarkan semua jurus rayuannya.
"Tapi... sepertinya Raina tidak akan setuju aku menikah lagi! Dan lagi pula, Ibuku sangat menyayanginya. Bagiamana jika besok Raina meninggalkan aku karena hal ini?" Robby makin pusing. Semakin dipikirkan... otaknya semakin buntu dan sulit untuk berpikir.
Monica ikut membantu. Ia memikirkan solusi terbaik dari semua masalah yang sedang mereka hadapi.
"Bagiamana kalau panggil Ibu kamu untuk datang ke sini?" usul Monica.
"Panggil untuk apa?" Robby tidak mengerti.
"Kita panggil ibu kamu untuk mencegah Raina agar tidak meninggalkan kamu. Sedangkan kita, diam-diam menikah dibelakang mereka. Nanti jika ketahuan, semuanya sudah terjadi. Dan Raina tidak akan punya pilihan lain selain menerima semuanya."
"Memangnya bisa begitu? bagimana kalau dia nekat menceraikan aku?"
Bagaimanapun situasinya, sejujurnya Robby lebih mencintai Raina dibanding Monica. Bersama Monica, ia hanya menemukan kesenangan. Tapi bersama Raina, ia menemukan kenyamanan yang tidak pernah ia dapatkan dari wanita manapun.
"Itulah fungsinya kita panggil ibu kamu kesini. Kalau ada ibu kamu, Raina pasti tidak akan bercerai dari kamu! Karena dia tidak mungkin tega membuat penyakit jantung ibu kamu kambuh!"
Robby kembali diam. Semua yang Monica katakan sangat masuk akal. Jika ia juga menikahi Monica, bukankah hidupnya jadi lebih lengkap. Ia punya Raina yang membuatnya nyaman, dan ia juga punya Monica yang membuatnya senang. Kombinasi yang sempurna bukan?
"Oke kalau begitu aku akan panggil ibu sekarang juga!"
Flashback off!
---
"Kamu mau kemana Rob?" tanya Bu Joko saat melihat putranya bersiap pergi.
"Bukannya kamu bilang hari ini sudah izin?"
Robby memakai sepatu dihadapan ibunya. "Iya Bu! Tapi ada laporan dadakan yang harus aku kerjakan sekarang juga! Ibu jangan kemana-mana ya? Tunggu Raina pulang!" Robby mencium punggung tangan ibunya. "Oh iya untuk makanan udah aku pesan ke warung gang depan. Nanti akan ada yang nganterin ke rumah!"
Tanpa menunggu jawab dari ibunya, Robby langsung pergi. Ia menaiki motornya menuju ke sebuah tempat yang sudah ia sepakati bersama Monica.
Ya, Robby akan menikahi Monica hari ini juga. Pernikahan itu, di adakan di rumah kerabat Monica yang bersebelahan desa dengan mereka.
"Akhirnya kamu datang juga!" Monica menyambut kedatangan Robby dengan senyum lebar.
Ia sudah bersiap menggunakan kebaya putih dan riasan ala seorang pengantin.
"Aku tidak pernah melanggar janjiku Mon!" jawab Robby.
Monica mengamit tangannya. Ia menuntun Robby, mengarahkannya menuju ke ruang tamu tempat dimana mereka akan menikah.
"Sudah bisa dimulai?" tanya seorang tetua, yang biasanya sering dipanggil untuk menikahkan secara siri.
"Sudah pak!" jawab Monica.
Robby sudah duduk dihadapan tetua tersebut. Tadinya ia cukup tenang untuk menikahi Monica hari ini. Tapi tiba-tiba...
Ia mendadak diam.
Pikirannya berkelana. Membayangkan momen yang sama, dimana saat ia menikahi Raina dulu. Senang, bahagia, dan meriah.
Saat itu ia merasa jadi pria paling beruntung di dunia. Karena ia, berhasil menikahi Raina. Wanita yang ia kagumi sejak jaman SMP.
Tapi sekarang... semuanya berbeda.
Entah benar atau tidak. Robby sendiri tidak yakin dengan keputusan yang ia buat sekarang. Mendadak ia ragu, me dadak ia merasa bersalah. Karena sudah mengkhianati wanita yang ia cintai.
"Rob! Robby!" Monica memanggil. Tanpa sadar ia malah melamun.
"Ah iya!" Robby terkejut.
"Sudah bisa dimulai?" tanya tetua itu lagi.
Mereka mulai menjabat tangannya. Dan ijab kabul mulai dilaksanakan.
---
"Mereka menikah!" kata Hadi, saat mereka sedang makan siang berdua.
Tak!
Sendok ditangan Raina jatuh.
"Mereka menikah?" ulang Raina.
Hadi mengangguk. Ia menunjukkan foto candid saat Robby dan Monica sedang menikah.
"Gila!" komentar Raina.
Ia mengembalikan foto itu. Lalu lanjut menyantap makan siangnya.
"Jadikan foto itu sebagai bukti tambahan perselingkuhan mereka!" lanjut Raina sangat tenang.
Hadi menatap kekasihnya dalam.
"Kamu gak terkejut?" tanyanya.
"Terkejut untuk apa? dengan kedatangan ibu yang secara tiba-tiba saja, sudah menjadi pertanda. Jika ada sesuatu yang akan dia lakukan! Tapi aku gak nyangka, jika mereka akan menikah hari ini!"
Raina menggelengkan kepala. Ia sangat menikmati makan siangnya.
"Setelah kita menikah nanti... aku janji tidak akan menyakiti kamu seperti Robby!" ucap Hadi.
Raina menatapnya. "Sekarang, aku sudah tidak percaya dengan janji. Yang aku butuhkan itu bukti!"
"Aku pasti akan membuktikannya!" lanjut Hadi dengan yakin.
Raina tidak menjawab. Ia hanya menunggu, menunggu apakah Hadi akan menepati janjinya? atau justru akan menyakitinya.
suami ny Raina bukan Hadi ,, tp Robby bund ,,🤭🤭🤭🤭
Dan hadiii gx kan nyesaal krn Hadi udh punya Rania ,, 🤭🤭🤭😁😁😁😁
Robby dan Monica mungkin akan kacau, karena Monika tahunya hanya menahan uang