Satu... dua... tiga..."
Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.
[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]
"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.Wasteland
"Tembak! Jangan biarkan dia mendekat!" teriak sang Ketua dengan suara parau.
Dua anak buahnya yang tersisa langsung memberondongkan tembakan secara membabi buta ke arah gua.
*DOR! DOR! DOR! DOR!*
Laras senapan mereka memuntahkan kilatan cahaya konvensional di tengah kegelapan lorong teater. Peluru-peluru tajam itu mengikis dinding beton dan menyisakan lubang-lubang menganga tepat di tempat gua berdiri sedetik yang lalu.
Tapi bagi gua, dalam radius sedekat ini, lintasan moncong senjata mereka terlihat sangat jelas sebelum peluru itu keluar. Stat *Dexterity* gua yang tinggi dipadukan dengan kesadaran penuh dari mesin *Sovereign Edition* membuat gua bisa bergerak selangkah lebih cepat.
Gua melakukan *low-dash*, meluncur rendah di atas lantai beton yang berdebu untuk menghindari rentetan peluru atas.
*SREEEKK!*
Dalam posisi meluncur, tangan kanan gua mengayunkan *Bone-Eater* membentuk busur horizontal yang rendah. Bilah pedang yang dilapisi tulang tajam itu langsung menebas pergelangan kaki salah satu penembak.
*JLESSS!*
"AAAGHHH! KAKIKU!"
Pria itu langsung tumbang, senapannya terlepas dan menembak liar ke langit-langit. Belum sempat dia menyentuh tanah, gua memutar tubuh, menggunakan momentum ke atas untuk menusukkan *Bone-Eater* menembus zirah taktis bagian bawah ketiaknya—celah sempit yang tidak dilindungi lempengan besi.
*CRACK!*
**[Sistem: Kerusakan Organ Vital! Critical Hit!]**
Pria ketiga dari Faksi Iron-Fang langsung hancur menjadi abu abu-abu digital, menyisakan senapan serbunya yang berdenting jatuh di atas lantai beton.
"S-Setan! Dia benar-benar agen rahasia atau monster?!" Pria keempat, yang memegang senapan runduk pendek, panik total. Dia mencoba mundur sambil mengisi ulang peluru (*reloading*), tapi tangannya gemetaran parah sampai magasennya jatuh ke lantai.
"Jangan mundur, bego! Tembak dia!" Sang Ketua berteriak, parang besarnya diangkat tinggi-tinggi, mencoba menebas kepala gua dari samping dengan amarah yang meluap.
Gua bahkan gak menengok ke arah parang tersebut. Menggunakan insting murni pendekar kelana, gua mengangkat tangan kiri gua yang bebas, menangkap laras senapan pria keempat yang sedang panik, lalu menariknya dengan sentakan kuat untuk dijadikan tameng hidup.
*TEBAS!*
Parang besar sang Ketua menghantam telak pundak anak buahnya sendiri hingga zirah besinya hancur.
"Ugh! Ketua—" Pria keempat itu melotot tak percaya, darah virtual mengucur dari mulutnya sebelum tubuhnya ikut hancur menjadi abu hitam di tangan ketuanya sendiri.
**[Sistem: Efek Friendly Fire Terdeteksi. Target tewas.]**
Kini, di lorong teater yang berdebu itu, hanya tersisa gua dan sang Ketua Faksi Iron-Fang.
Senter taktis yang terpasang di pundak sang Ketua kedap-kedip, menyinari wajahnya yang kini pucat pasi, dipenuhi keringat dingin. Parang besarnya yang berlumuran sisa abu digital bergetar hebat. Lima orang dalam pasukannya yang bersenjata lengkap, habis dalam waktu kurang dari satu menit oleh seorang cowok dengan pedang tulang rakitan.
"L-Lu... lu bukan Level 3 biasa..." Ketua itu melangkah mundur, matanya melotot menatap sepasang mata emas gua yang berkilat tajam di balik tudung hitam. "Jangan bunuh gua! Gua punya koordinat suplai makanan faksi kami! Gua bisa kasih semuanya!"
Gua melangkah maju dengan tenang, ujung *Bone-Eater* gua bergesekan dengan lantai beton, menimbulkan suara decitan yang terdengar seperti lonceng kematian di telinganya.
"Di dunia yang lama, lu bisa minta maaf setelah menjarah orang lain," ucap gua dingin, suara gua bergema di lorong teater yang sunyi. "Tapi di Wasteland... hukum rimbanya cuma satu. Kalau lu udah berani ngangkat senjata ke arah gua, artinya lu udah siap kepalamu menggelinding di tanah."
Gua melesat maju, mereduksi jarak lima meter di antara kami dalam sekejap mata.
Sang Ketua mencoba mengayunkan parangnya dalam keputusasaan maut, tapi tebasannya terlalu lambat. Gua memiringkan kepala sedikit, membiarkan parangnya lewat, lalu melepaskan tebasan silet murni menggunakan teknik *Void Flash* yang presisi tepat di tenggorokannya.
*JLESSS!*
**[Sistem: Anda telah memusnahkan 'Faksi Iron-Fang (Penyusup)' x5!]**
**[Mendapatkan: 1.200 EXP, 150 Koin Wasteland.]**
**[Level Anda meningkat: Level 3 -> Level 5!]**
**[Mendapatkan Item Drops: [Zirah Taktis Rusak] x3, [Senapan Serbu Scrap (Tier 1 - Common)] x1, [Kunci Akses Kamp Iron-Fang] x1]**
Gua nurunin pedang gua seiring dengan meledaknya tubuh sang Ketua menjadi kepulan abu hitam terakhir. Efek kenaikan tingkat langsung ke Level 5 membuat energi hangat mengalir deras ke seluruh pembuluh darah gua, memperkuat kepadatan otot tubuh virtual ini secara signifikan.
Gua nengok ke belakang, ke arah Bunker 404 yang pintunya sudah hancur berantakan. Jinho pelan-pelan keluar dari balik meja konsol sambil memeluk laptopnya, mukanya masih syok tapi matanya langsung berbinar pas ngeliat barang-barang jarahan (*drops*) yang berserakan di lantai.
"Ji... gila, lu langsung naik ke Level 5 dalam semalam!" Jinho buru-buru nyamperin gua, meriksa senapan serbu *scrap* yang terjatuh. "Dan liat ini! Kunci Akses Kamp Iron-Fang! Ji, ini artinya kita punya koordinat markas mereka. Mereka pasti punya tumpukan logistik dan generator energi yang besar di sana!"
Gua tersenyum tipis, menyarungkan kembali *Bone-Eater* ke pinggang gua. "Bunker ini udah gak aman karena pintunya hancur dan baunya bakal ngundang predator malam yang lebih gede. Jinho, beresin konsol *crafting* lu."
Mata emas gua menatap ke arah luar teater, ke arah fajar pertama Wasteland yang mulai menyingsing dengan warna langit merah keunguan yang asing.
"Fajar udah tiba. Saatnya kita ganti peran... dari yang tadinya diburu, sekarang kita yang bakal mengudeta markas Faksi Iron-Fang."