NovelToon NovelToon
TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

TENTANG KITA YANG NGGAK SENGAJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: grayen

Berawal dari tabrakan di koridor sekolah saat terlambat, hidup Alya yang tenang mendadak berubah jadi penuh drama gara-gara Raka, si kapten basket populer yang hobi mengganggunya. Situasi makin kacau saat foto candid Alya tak sengaja masuk ke story Instagram Raka dan membuat satu sekolah gempar.

Namun, dari benci jadi chattingan. Di balik sikap usil Raka, Alya pelan-pelan menemukan sisi rapuh cowok itu yang tersembunyi dari dunia.

Sayangnya, saat benih perasaan mulai tumbuh, kehadiran Kevin—murid baru yang mendekati Alya—menyalakan api cemburu Raka. Ditambah rumor sekolah dan kesalahpahaman masa lalu, Alya mulai ragu dengan perasaan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon grayen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keraguan Alya

Sejak kedatangan Celine, ada sesuatu yang berubah dalam diri Alya.

Bukan perubahan yang terlihat jelas.

Ia masih tersenyum saat bertemu teman-temannya, masih mengerjakan tugas seperti biasa, dan masih membantu guru mengurus dokumentasi sekolah.

Namun, setiap kali tanpa sengaja melihat Raka berbicara dengan Celine, ada perasaan yang sulit dijelaskan muncul di dalam hatinya.

Perasaan yang membuatnya tidak senyaman dulu.

---

Pagi itu, Alya sedang berjalan menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku.

Saat melewati taman sekolah, ia melihat Raka dan Celine duduk di bangku yang tidak jauh dari sana.

Mereka terlihat sedang mengobrol sambil sesekali tertawa.

Alya berhenti beberapa detik.

Bukan karena ingin menguping.

Hanya... kakinya mendadak terasa berat untuk melangkah.

"Lya?"

Suara Kevin membuatnya tersadar.

"Lo kenapa?"

Alya langsung tersenyum kecil.

"Nggak apa-apa."

"Mau ke perpustakaan?"

"Iya."

"Ayo, bareng."

Alya mengangguk dan kembali berjalan.

Ia memilih tidak menoleh lagi ke arah taman.

---

Di kantin, Nadya langsung menyadari Alya lebih banyak diam.

"Lo dari tadi bengong terus."

"Hah? Enggak kok."

"Bohong."

Alya mengaduk minumannya pelan.

"Nad..."

"Hm?"

"Kalau misalnya... seseorang ketemu lagi sama mantannya, menurut lu masih mungkin nggak sih perasaannya balik lagi?"

Nadya menatap Alya beberapa saat.

"Ini soal Raka?"

Alya tidak menjawab.

Itu sudah cukup menjadi jawaban.

Nadya menarik napas pelan.

"Menurut gue, bisa aja."

Wajah Alya langsung berubah.

"Tapi..."

Nadya melanjutkan,

"...itu tergantung orangnya."

"Nggak semua orang yang ketemu mantan bakal balikan."

Alya hanya mengangguk pelan.

Meski begitu, ucapan pertama Nadya sudah lebih dulu memenuhi pikirannya.

---

Sementara itu, Raka sama sekali tidak menyadari perubahan sikap Alya.

Baginya, Celine hanyalah teman lama.

Sesekali mereka mengobrol karena Celine masih belum mengenal banyak orang di sekolah baru.

Tidak lebih.

Saat jam istirahat, Celine menghampirinya lagi.

"Rak, makasih ya udah bantu gue kemarin."

"Santai."

"Gue jadi nggak bingung lagi."

"Kalau masih nyasar, tinggal tanya aja."

Celine tersenyum.

"Lo masih sama kayak dulu."

"Apanya?"

"Suka nolong orang."

Raka hanya tertawa kecil.

Baginya, itu hal biasa.

Namun dari kejauhan, Alya kembali melihat mereka berbicara.

Ia langsung mengalihkan pandangan.

Entah kenapa, melihat pemandangan itu terasa sedikit menyakitkan.

---

Sepulang sekolah, hujan turun rintik-rintik.

Alya berdiri di depan gerbang sambil menunggu jemputan.

Biasanya, kalau hujan seperti ini, Raka akan menghampirinya membawa payung.

Hari itu pun Raka datang.

Namun belum sempat menghampiri Alya, Celine lebih dulu memanggilnya.

"Rak!"

Raka menoleh.

"Gue lupa bawa payung."

"Oh... sini aja."

Raka membuka payungnya.

"Gue anter sampai depan ya."

"Makasih."

Mereka berjalan keluar gerbang bersama.

Semuanya terjadi begitu cepat.

Alya hanya bisa melihat dari tempatnya berdiri.

Beberapa detik kemudian, jemputannya datang.

Ia masuk ke mobil tanpa berkata apa-apa.

---

Malam harinya, Raka kembali mengirim pesan.

> Raka:

Besok jadi ke perpustakaan habis sekolah?

Alya membaca pesan itu cukup lama.

Padahal beberapa hari lalu mereka memang sudah berjanji mengerjakan tugas bersama.

Namun entah kenapa, sekarang ia ragu.

Setelah beberapa menit, ia akhirnya membalas.

> Alya:

Besok kayaknya nggak jadi.

Tak lama kemudian muncul balasan.

> Raka:

Kenapa?

Alya menggigit bibir bawahnya.

Ia tidak mungkin berkata, "Gue lagi cemburu."

Akhirnya ia mengetik alasan lain.

> Alya:

Ada kerjaan di rumah.

> Raka:

Oke deh. Semoga cepat selesai ya.

> Alya:

Iya.

Percakapan selesai.

Singkat.

Tidak seperti biasanya.

---

Di kamarnya, Alya duduk di depan meja belajar sambil memandangi kamera miliknya.

Di dalam kamera itu masih tersimpan banyak foto Raka.

Foto saat latihan basket.

Foto di taman.

Foto ketika mereka kehujanan.

Foto di festival.

Tanpa sadar, Alya tersenyum.

Lalu beberapa detik kemudian senyum itu menghilang.

"Kenapa gue jadi begini sih..."

Ia tidak marah pada Raka.

Raka juga tidak melakukan kesalahan.

Justru yang membuatnya gelisah adalah pikirannya sendiri.

Ia takut berharap terlalu banyak pada hubungan yang bahkan belum pernah mereka jelaskan.

Karena sampai detik ini...

Raka belum pernah mengatakan bahwa ia menyukai Alya.

Dan Alya juga belum pernah cukup berani mengungkapkan isi hatinya.

Mungkin memang tidak ada yang berubah.

Mungkin semua ini hanya rasa takut yang ia ciptakan sendiri.

Namun satu hal yang pasti.

Untuk pertama kalinya, Alya mulai meragukan tempatnya di hati Raka.

Dan keraguan itu perlahan tumbuh menjadi jarak yang tidak mereka sadari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!