NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Mengutarakan perasaan

Seorang suster masuk kedalam ruang rawat yang ditempati oleh Alisha. Suster tersebut tersenyum ramah menyapa pasien cantik yang tak lain Alisha Azura Bastara. Gadis cantik tersebut sejak bangun dari komanya lebih banyak diam seorang diri namun saat bersama keluarganya wajah cantiknya akan dihiasi senyuman begitu manis.

"Selamat pagi nona Alisha, bagaimana keadaan anda saat ini?" sapa suster Rina tersenyum lembut. Alisha yang mendengar sapaan lembut suster tersebut ia balas tersenyum ramah "Alhamdulillah sus, keadaan saya semakin membaik cuma..." Alisha menatap kedua kakinya yang tertutup selimut dengan tatapan sendu bercampur sedih. Suster Rina tersenyum lembut lalu berkata "Sabar ya nona Alisha, suatu saat nanti pasti anda akan kembali bisa jalan seperti sediakala asal nona Alisha rutin berobat dan terapi berjalan" ucap suster Rina lembut. Alisha yang mendengar ucapan suster Rina hanya mengangguk lalu tersenyum kecil "Baik suster" sahut Alisha singkat.

"Suster tolong antarkan saya ke taman, saya ingin berjemur sebentar sekaligus menghirup udara segar pagi hari" ucap Alisha. Suster Rina tersenyum lalu mengangguk "Baiklah nona, mari" jawab suster Rina langsung membantu Alisha pindah ke kursi roda. Setelah Alisha pindah di kursi roda, suster Rina mendorong kursi rodanya. Selama berjalan menuju taman, Alisha dapat melihat beberapa pasien antri berobat. "Ternyata bukan hanya aku yang sedang berjuang untuk sembuh" ucap Alisha dalam hati.

Sesampainya ditaman rumah sakit, taman cukup sepi hanya ada beberapa pasien lansia yang sedang berjemur ditemani seorang suster. Alisha bisa merasakan hangatnya sinar matahari pagi itu serta angin semilir lembut menerpa wajah cantiknya. Alisha menutup kedua matanya seraya menghembuskan nafas perlahan untuk mengurangi beban dihatinya. Sedangkan suster Rina memantau Alisha dari jarak dekat untuk memastikan keamanan pasiennya. Tiba tiba ponsel suster Rina bergetar ada panggilan darurat, suster Rina langsung menerima panggilan tersebut. Karena panggilan urgent tersebut suster Rina langsung meninggalkan Alisha seorang diri ditaman tanpa berpamitan.

Sedangkan Alisha masih betah menutup kedua matanya ia masih menikmati sejuknya udara pagi itu. Tanpa disadari Alisha ada seseorang yang sejak tadi menatap begitu intens wajah cantik Alisha dari jarak dekat. Dia adalah David Cullen, pria tampan tersebut sengaja datang pagi pagi sekali hanya untuk menemui gadis pujaan hatinya. Pria tampan tersebut duduk di kursi taman tepat berada disamping kursi roda Alisha.

"Cantik.."Gumam David pelan.

Alisha yang merasa ada seseorang yang menatapnya, kedua matanya perlahan terbuka. Tatapan matanya langsung membeliak kaget "Tuan, sedang apa anda disini?" tanya Alisha heran melihat kakak dari sahabatnya berada ditaman tersebut. David tidak langsung menjawab pria tampan tersebut hanya tersenyum kecil. Setelah hening beberapa saat David berucap

"Bagaimana keadaanmu sekarang gadis kecil" tanyanya pelan namun tegas.

"Seperti yang anda lihat tuan, keadaan saya antara baik dan buruk!" jawabnya dengan nada ketus.

"Jangan berbicara seperti itu, seharusnya kamu bersyukur karena Tuhan tidak mengambil nyawamu saat itu. Kamu masih bisa berkumpul dengan keluargamu dan kedua orang tuamu tidak kehilangan putri mereka satu satunya" nasehat David bijak.

"Anda salah Tuan, justru saya berharap Tuhan mengambil nyawa saya saat itu juga dari pada saya hidup tapi menjadi orang cacat dan tidak berguna" sahut Alisha dengan tatapan mata berubah sedih. "Aku merasa menjadi orang yang tidak berguna hanya bisa menyusahkan kedua orang tua saya. Hidup saya sudah hancur apalagi orang yang saya cintai tega mengkhianati saya" ucapnya lagi dengan mata berkaca-kaca.

"Berarti dia bukan jodohmu, seharusnya kamu bersyukur mengetahui keburukannya sekarang dari pada nanti pas kalian sudah menikah" sahut David santai. Alisha yang mendengar jawaban David gadis cantik tersebut langsung menatapnya tajam. "Anda bisa berbicara seperti itu karena anda tidak merasakan apa yang saya rasakan!" ketusnya pelan. David yang mendengar perkataan Alisha expresi wajahnya langsung berubah datar. "Saya pernah kehilangan orang yang saya cintai sekaligus saya sayangi yaitu kedua orang tua saya. Karena kehilangan mereka adalah patah hati terberat bagi saya dan adik saya" ucap David dingin.

Deg...

Ucapan David membuat Alisha merasa tidak enak hati. "Maaf, saya enggak bermaksud" sahut Alisha lirih.

"Jadi kamu jangan merasa sendirian, masih banyak orang orang yang menyayangimu dan peduli padamu termasuk saya" ucap David pelan namun masih dapat didengar oleh Alisha. Alisha yang mendengar ucapan David tiba-tiba pipinya bersemu merah. "Maksudnya apa anda berbicara seperti itu?" tanya Alisha pelan seraya menatap wajah tampan pria yang duduk disampingnya. David yang ditanyai langsung tersenyum kecil lalu menjawab "Yakin kamu tidak mengerti maksud perkataan saya barusan Alisha Azura Bastara" tanya David dengan sorot mata serius.

Deg...

Tiba tiba jantung Alisha berdegup kencang saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata tajam namun teduh milik David Cullen. David bangun dari duduknya dan berlutut didepan Alisha lalu kedua tangannya menggenggam kedua tangan Alisha lalu berkata "Alisha saya tau pertemuan kita awalnya hanya pertemuan tanpa sengaja namun dari pertemuan itu benih cinta ini hadir dengan sendirinya. Kalau kamu tanya kapan rasa cinta ini datang saya pun tidak tau kapan rasa itu hadir akan tetapi semakin saya mengelak perasaan ini rasa itu semakin besar.

Alisha Azura Bastara hari ini saya David Cullen kenyataan perasaan ini dengan sungguh sungguh kepadamu. Alisha mau kah kamu menerima cinta saya dan menjalin hubungan serius dengan saya" ucap David dengan tatapan mata begitu lembut dengan nada penuh harapan. Alisha yang masih terkejut sampai bingung mau menjawab apa. Ditatapnya wajah pria didepannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah diam beberapa saat kemudian tiba tiba Alisha menjawab "Maaf Tuan David, saya tidak bisa menerima cinta anda karena saya merasa tidak pantas untuk anda. Carilah wanita yang benar-benar pantas untuk anda jangan saya yang hanya seorang gadis cacat tidak memiliki masa depan. Sekali lagi maafkan saya Tuan David, saya benar-benar merasa tidak pantas untuk anda, permisi" ucap Alisha dengan tatapan mata sendu lalu segera pergi meninggalkan taman dengan mendorong kursi roda depan kedua tangannya. Tanpa sadar air matanya jatuh membasahi kedua pipinya. "Maaf kak, aku enggak pantas untukmu" batin Alisha dalam hati.

Sedangkan David yang mendengar penolakan Alisha hatinya berubah kecewa namun ia tetap bertekad untuk mendapatkan hati Alisha. "Aku enggak akan menyerah untuk mendapatkan kamu Alisha Azura Bastara. Sampai aku benar-benar bisa mendapatkan cintamu dan memiliki kamu seutuhnya" ucap David dalam hati dengan tekad yang kuat.

David segera menyusul Alisha ia tidak tega melihat Alisha yang kesusahan mendorong kursi rodanya dengan kedua tangannya. "Biar saya bantu" ucap David tiba tiba sudah berdiri didepan Alisha secara tiba tiba. Alisha yang kaget hampir saja kursi rodanya oleng beruntung David dengan sigap menahannya. "Maaf saya enggak bermaksud mengagetkan kamu, biar saya bantu dorong" ucapnya merasa bersalah. David melihat kedua telapak tangan Alisha memerah karena ia gunakan untuk mendorong kursi roda. Diambilnya kedua tangan Alisha lalu ditiup secara bergantian "Pasti sakit" ucapnya pelan lalu dikecupnya kedua telapak tangan Alisha secara tiba tiba. Alisha yang kaget ingin menarik kedua tangannya namun masih ditahan oleh David. Wajah Alisha bersemu merah bahkan sampai kedua telinganya. "Tuan anda berlebihan, saya tidak apa apa" jawab Alisha pelan hatinya berdebar-debar tak menentu. David yang melihat wajah Alisha memerah dengan polosnya bertanya dengan nada kawatir "Wajahmu kenapa memerah, kamu sakit?" tanyanya dengan tangannya terulur lalu diletakkan di kening Alisha.

Blus...

Kedua pipi Alisha semakin memerah dibuatnya "Sa..saya tidak kenapa kenapa tuan" jawab Alisha tergagap karena salah tingkah. "Tidak, kamu sedang tidak baik baik saja Sha, kamu harus segera diperiksa oleh dokter" ucapnya kawatir langsung menggendong ala bridal style.

Alisha yang perilakukan seperti itu secara tiba tiba ia langsung kaget "Tuan apa yang anda lakukan, tolong turunkan saya sekarang juga karena malu dilihat banyak orang" bisik Alisha seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. David yang melihat tingkah lucu Alisha semakin gemas "Kenapa harus malu, saya benar-benar kawatir sama kamu Sha" ucapnya lembut. "Tapi saya tidak kenapa kenapa tuan, anda jangan berlebihan!" ketus Alisha kesal dengan bibir mengerucut lucu.

Cup

Kedua mata Alisha langsung melotot "Kamu..! Dasar Tuan mesum!" ketus Alisha dengan pipi semakin merona. "Diamlah atau mau saya cium lagi bibir kamu" ancam David dengan mengedipkan sebelah matanya. Sedangkan Alisha semakin kesal dibuatnya ingin rasanya ia mencakar wajah tampan David.

Suster Rina yang baru saja kembali dari urusannya langsung menyusul Alisha ke taman. Namun baru sampai lorong dekat taman ia melihat Alisha digendong oleh seorang pria tampan berwajah bule. Suster Rina merasa bersalah karena tanpa sengaja meninggalkan pasiennya seorang diri ditaman. Namun dia juga dibuat melting melihat keromantisan mereka berdua yang nampak begitu serasi sekali. Suster Rina buru buru berjalan mendekati mereka berdua "Maafkan saya nona Alisha, tadi saya mendapat panggilan darurat dari IGD jadi tanpa sengaja saya meninggalkan anda ditaman. Sekali lagi saya meminta maaf atas keteledoran saya nona" ucap suster Rina dengan menundukkan kepalanya. Saat Alisha akan menjawab tiba tiba suara bariton David menimpali "Anda sangat ceroboh..!! jika terjadi sesuatu dengan calon istri saya bagaimana hah..??!! Apa kamu mau bertanggung jawab..!!" sentaknya dengan nada naik satu oktaf. Alisha yang mendengar ucapan David langsung melongo "Apa apaan sih, calon istri dari Hongkong" batin Alisha kesal.

Alisha yang merasa kasihan melihat suster Rina dimarahi ia berkata "Enggak apa suster, saya ngerti kok tapi lain kali jangan anda ulangi lagi ya" ucap Alisha lembut pengertian. Suster Rina tersenyum lalu mengangguk cepat "Baik nona saya janji ini yang pertama dan terakhir melakukan kesalahan" jawab suster Rina. "Kalau begitu mari saya antarkan anda ke kamar anda" tawar suster Rina. "Iya sus..." belum sempat Alisha melanjutkan ucapannya David menjawab "Tidak usah, anda kembalikan saja kursi roda itu ke tempatnya" ketus David lalu kembali berjalan dengan masih menggendong Alisha. Karena tidak ingin menjadi perhatian banyak orang akhirnya Alisha hanya pasrah digendongan David.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!