Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Saat ini Santa masih dalam perjalanan pulang, namun tiba tiba terdengar notifikasi pesan masuk. Santa membaca ternyata pesan dari Alisha.
Comel: Ngafe yuk, bosen nih...
Me: Oke, ditempat biasa kan?"
Comel: Yups..
Me: Otw
"Pak cafe pelangi ya" ucap Santa kepada supir taxi tersebut.
"Baik mbak" jawab sang supir patuh. Setelah 20 menit kemudian taxi yang ditumpangi Santa sudah sampai di cafe pelangi.
"Terimakasih pak" ucap Santa setelah membayar ongkos taxi.
"Iya mbak sama sama" setelah itu taxi tersebut meninggalkan tempat tersebut. Santa langsung masuk kedalam cafe, namun Alisha belum datang. Santa sengaja memilih tempat duduk paling pojok sehingga pemandangan luar cafe nampak terlihat jelas. Cafe pelangi adalah salah satu cafe tempat nongkrong Santa dan Alisha. Selain tempatnya nyaman cafe tersebut juga menyediakan berbagai macam makanan enak tidak kalah dengan restoran berbintang. Tak lama kemudian datanglah seseorang yang ia tunggu. Alisha melihat sang sahabat sudah duduk anteng dikursi paling pojok.
"Hay San, sorry lama nunggunya ya, jalanan macet banget jam segini" ucap Alisha menjelaskan.
"Hem, enggak apa apa gue juga belum lama datangnya. Mau pesan apa Lo..?" tanya Santa seraya memanggil salah satu pelayan cafe.
"Selamat siang kak, mau pesan apa kak?" tanya pelayan tersebut dengan tersenyum ramah seraya menyodorkan daftar menu.
"Lo mau pesan apa Al?" tanya Santa seraya melihat daftar menu makanan dan minuman.
"Aku samakan saja sama kamu San" jawab Alisha singkat.
Santa hanya mengangguk singkat lalu menyebutkan pesanan mereka dan setelah itu pelayan tersebut pergi meninggalkan meja mereka.
"Loh kenapa Al, kok tumben lesu gitu?" tanya Santa menatap wajah sahabatnya yang terlihat sedikit berbeda dari biasanya.
Alisha yang ditanyai langsung menghela nafas berat " Entahlah San, akhir akhir ini aku merasa mas Fandi sepertinya sedikit berubah sikapnya, enggak tau kenapa dia berubah sedikit cuek" jawab Alisha wajahnya berubah murung.
"Mungkin dia sedang sibuk dengan urusan kantor Al, jangan overthinking dulu takutnya Lo malah setres" ujar Santa.
"Apa iya gitu, tapi biasanya sesibuk apapun mas Fandi pasti kasih kabar kok meskipun hanya sebatas pesan singkat" ucap Alisha. Santa yang mendengar ucapan Alisha merasa prihatin, namun Santa tidak ingin menambah beban pikiran sahabatnya. Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa nampan berisi pesanan mereka.
"Makan dulu jangan karena suasana hati kurang baik, jadi enggak sempat isi perut. Karena menggalau juga butuh tenaga" ucap Santa berusaha menghibur sahabatnya. Dan benar saja Alisha langsung terkekeh kecil mendengar perkataan Santa.
"Iya kamu benar San" jawab Alisha tersenyum kecil.
Saat mereka sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba dari arah pintu masuk datanglah 2 orang laki laki dan perempuan. Si perempuan dengan manjanya memeluk lengan si pria. Mereka duduk di kursi berjarak 2 meja dari tempat Alisha dan Santa. Santa dan Alisha mereka sama sama terkejut melihat pemandangan itu. Terutama Alisha tiba-tiba jantungnya berdegup kencang bukan karena jantung cinta namun melihat pemandangan barusan yang membuat Alisha bagitu kaget.
"San, itu bukan mereka kan..?? Aku cuma salah lihat kan??" tanya Alisha dengan suara bergetar dengan mata sudah berkaca-kaca.
"Alisha Lo dengerin gue, lo tenang dulu jangan gegabah. Mungkin mereka enggak sengaja bertemu disini. Kalau pun mereka memang sengaja kesini bersama pasti mereka berkelit enggak akan jujur saat Lo tanyai secara langsung. Jadi sekarang Lo ambil ponsel lalu telfon si Fandi. Lo pura pura enggak tau, sehingga Lo tanya dia berada dimana. Kalau Fandi jawab jujur berarti dia enggak berbuat curang dibelakang lo" ucap Santa bijak.
Alisha yang mendengar perkataan sahabatnya langsung mengambil ponselnya dari dalam tas lalu segera menekan nomor telfon sang kekasih. Alisha berharap mereka hanya tidak sengaja bertemu disini.
Sedangkan Fandi yang sedang ngobrol dengan wanita tersebut langsung melirik kesamping saat ponselnya bergetar adanya panggilan telfon. Nampak jelas nama "my love" memanggil. Fandi yang tadinya tersenyum manis tiba-tiba expresi wajahnya berubah tegang. Namun ia berusaha menormalkan detak jantungnya. Fandi tidak langsung menerima panggilan tersebut ia menatap wajah cantik wanita didepannya dengan menunjukkan siapa yang menelfon dirinya. Hal yang sama pun terjadi wajah wanita tersebut juga berubah tegang bercampur gelisah.
"Angkat saja, kalau enggak diangkat dia malah makin curiga" ucap di perempuan.
Akhirnya Fandi menerima panggilan tersebut dengan suara dibuat sesantai mungkin.
"Hallo sayang, ada apa hem..?" tanya Fandi setelah panggilan terhubung.
"Mas sudah makan siang apa belum, ini aku mau ke kantor bawain makan siang untuk mas Fandi" terdengar suara lembut Alisha dari sebrang telfon.
"Eh..anu sayang, mas sedang enggak ada dikantor, lagi ada pertemuan di luar dengan salah satu rekan kerja mas" jawab Fandi sedikit gelagapan.
"Oh gitu ya, sayang sekali padahal aku sudah capek capek masak khusus buat mas. Tapi ya sudahlah mungkin lain kali saja aku bawakan makan siang untuk mas, yaudah mas aku tutup telfonnya assalamualaikum.."
"Wa'alaikum salam..
Maaf ya sayang, lain kali kita makan bareng oke.." bujuk Fandi lembut terdengar manis. Panggilan mereka pun berakhir. Perempuan yang datang bersama Fandi pun merasa kesal saat Fandi berbicara lembut dengan Alisha.
Setelah panggilan berakhir Alisha langsung meremas ponselnya. Entah mengapa Alisha merasa ada yang disembunyikan oleh Fandi.
"Al, Lo baik baik saja kan..?? Atau Lo mau.." belum sempat Santa melanjutkan ucapannya tiba tiba Alisha memintanya untuk diam.
"Sssstt...
Kamu diam dulu San, aku mau menghubungi Vania sebentar" ucap Alisha langsung menghubungi nomor sepupunya.
Sedangkan dimeja Fandi, terdengar dering ponsel ternyata berasal dari ponsel wanita tersebut yang tak lain Vania sepupu Alisha. "Hah Alisha, kenapa dia tiba-tiba menelfon" gumam Vania pelan.
" Kak, Alisha menelfon aku, aku harus apa?" tanya Vania seraya menunjukkan ponselnya yang sejak tadi berdering. Fandi langsung mendengus kesal "Ya tinggal angkat saja" jawab Fandi sedikit ketus.
Terpaksa Vania menerima panggilan tersebut dengan jantung berdegup kencang. "Iya Lis, ada apa.." sapa Vania setelah panggilan terhubung.
" Kamu dimana Vania, ketemuan yuk ..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu" ucap Alisha dari sebrang telfon.
"Sorry Lis, aku sedang ada urusan sama teman aku. Kapan kapan saja kita ketemuannya ya, maaf ya Lis teman aku sudah memanggil tut..tut.." panggilan dimatikan sepihak oleh Vania.
"Huft sangat menyebalkan sekali.." gerutu Vania dengan wajah cemberut. Fandi yang sejak tadi menatap Vania merasa ada yang janggal dengan sikap Vania. Sudah beberapa hari ini hubungan mereka semakin dekat, Fandi baru sadar bahwa Vania tipe wanita pemarah dan suka mengumpat.
"Ada apa hem.." tanya Fandi lembut.
"Ah enggak apa apa kak, yaudah ayo kita makan takut keburu dingin makanannya" jawab Vania santai. Fandi hanya mengangguk singkat lalu mereka menikmati makan siang mereka dengan diselingi obrolan ringan.
Sedangkan Alisha dan Santa yang melihat mereka dibuat kesal terutama Alisha hatinya sakit dan kecewa terhadap kekasihnya. "Aku salah apa mas, kenapa kamu akhir akhir ini mulai berubah. Vania aku harap pertemuan mu dengan mas Fandi hanya tanpa sengaja bukan karena ada sesuatu yang kalian sembunyikan dariku" batin Alisha.
Sejak kejadian siang tadi, Alisha berubah murung. Saat ini Alisha duduk ditepi kolam renang dengan kaki ia masukkan kedalam air kolam. "Apa mas Fandi sudah tidak mencintai aku lagi atau karena ada masalah dengan kerjaannya. Huft..aku bisa gila memikirkan ini semua, lebih baik aku pergi ke apartemen Santa nonton Drakor bareng dia" gumam Alisha langsung pergi meninggalkan kolam renang.
Setengah jam kemudian Alisha sudah rapi dengan penampilannya, ia segera menyambar tas selempang kesayangannya tidak lupa ponsel dan dompet ia masukkan kedalam tasnya. "Sebelum pergi ke apartemen Santa, mending aku beli beberapa camilan untuk menemani pas nonton nanti. Ke mini market dulu ah, jadi sekalian jalan" gumam Alisha langsung tancap gas menuju mini market yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Setelah selesai dari mini market dengan membawa 1 kantong besar berbagai jenis camilan dan minuman kaleng Alisha langsung melanjutkan perjalannya tujuan utama adalah apartemen sahabatnya. Sesampainya di apartemen Santa, Alisha langsung menekan nomor pin pintu apartemen Santa. Setelah pintu terbuka nampak sang sahabat sedang sibuk memasak. Aroma masakan yang lezat tercium di seluruh ruangan tersebut.
"Kamu sedang masak apa San, baunya harum sekali bikin perut lapar hehehe..." ucap Alisha terkekeh kecil.
"Cuma masakan biasa, Lo tau sendiri gue enggak jago masak kayak Lo" jawab Santa seraya menghidangkan 2 piring nasi goreng dan telur mata sapi di letakkan diatas meja makan.
"Yuk makan, baru nonton Drakor sampai pagi" ajak Santa terkekeh kecil. Alisha langsung duduk di kursi sudah tidak sabar ingin segera menikmati nasi goreng tersebut. "Memangnya kamu besok enggak ada jam pagi?" tanya Alisha. "Enggak ada, gue masuk jam 2 siang" jawab Santa seraya mengucapkan nasi goreng ke mulutnya. "Aku lusa baru masuk pagi, jadi besok bisa tidur sepuasnya" ucap Alisha senang. "Tinggallah disini Al, gue kesepian kalau tinggal sendirian" ucap Santa.
"Memangnya kakakmu sudah balik ke Rusia?" tanya Alisha yang belum tau kalau kakak sahabatnya sudah kembali ke negaranya. "Sudah tadi pagi berangkatnya" jawab Santa.
"Oh gitu, iya aku akan menginap sesekali disini, tapi kalau setiap hari enggak bisa San" ucap Alisha jujur. "Iya gue ngerti kok, santai lah" sahut Santa tersenyum kecil.
Alisha memilih menginap di apartemen Santa karena kedua orang tuanya sedang ada perjalanan bisnis diluar kota. Baru besok malam kedua orang tua Alisha baru balik ke Jakarta.