Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 SULIT DI TERIMA
Janet sudah kehilangan semua dari ibu dan ayah nya, menjalani hidup tak terbayangkan, dan baginya Sulit mendapatkan kebahagiaan dalam hidup nya. Bahkan berfikir tentang hikmah dari penderitaan agak nya telah membantu oleh leon melewati masa-masa sulit. Entah kapan lagi orang -orang jahat itu datang padanya lagi, untuk saat ini dirinya cukup aman.
Janet yang masih di dalam hotel tampaknya, dirinya sedang merapikan lantai yang berantakan setelah tadi pagi kedatangan orang jahat yang mencoba untuk menculik nya. Suasana luar hotel terlihat panas dengan matahari sudah di atas kepala, di tambah dengan gelombang laut di sertai angin sejuk bergelombang ringan.
*****
Plak
satu tamparan tepat di wajah pipi pria yang tadi pagi menculik Janet Oleh Piter ayah dari ana, tampaknya mereka berdua kena hukuman karena gagal menculik Janet.
"KERJA KALIAN TIDAK BECUS!!! BAGAIMANA KALIAN BISA GAGAL!HAH!?". Ucap Piter marah pada mereka berdua yang saat ini berdiri di hadapannya
"laki-laki yang bersama nona Janet datang! kami berdua kalah, dia badannya besar!maaf bos!". jawabnya menunduk kepala karena merasa malu gagal dalam missi
"SAYA TIDAK MAU TAU!! BERESKAN!! SEKARANG JUGA! PAHAM!". Perintah Piter pada mereka berdua
"SIAP!!". Jawab mereka berdua bersamaan, kini mereka berdua melangkah pergi meninggalkan Piter sendirian.
(dalam hati) ."laki-laki itu harus di singkirkan, Leon.....!!?". Gumam Piter dengan ekspresi wajah tajam serasa berniat jahat.
Tampaknya Janet menikmati suasana pantai dengan santai dan merasa hidup dalam dirinya. ia sedang berdiri di luar jendela kaca dengan suasana angin bergelombang hingga rambut panjangnya berterbangan gelombang, ia melihat Leon sedang bermain bersama anak-anak kecil di pesisir pantai sana, terlihat menyenangkan dan begitu asik untuk di lihat. Janet tersenyum tipis memperhatikan Leon dari jauh.
Berdering
Janet menoleh kebelakang setelah mendengar suara dering ponsel berbunyi, ia melangkah mendekat ke ponsel nya yang ada di atas ranjang kasur itu. Dengan gugup Janet mengambil ponselnya, ia terdiam melihat layar ponsel yang ternyata mendapat kan telepon dari omnya, dengan berat hati Janet mengangkat telepon dan menjawab _____
"hallo,om!" jawab Janet ragu-ragu
"berapa lama kamu ada di sana??". Tanya om dengan nada tegas
"besok aku pulang om". Jawabnya singkat
"ok!". Balas om
Janet pun menutup ponsel dari omnya dan meletakkan kembali di atas ranjang kasur. Melangkah jalan pergi keluar kamar.
Sesampainya di ruangan Janet melangkah ke meja makan dirinya merasa lapar ingin makan sesuatu untuk bisa di makan. Janet mencari di kulkas namun tidak ada apa pun terlihat kosong hanya ada botol air putih ia menutup pintu kulkas melangkah lemari dapur, tapi sama saja tidak ada apa pun, ia pun tarik laci bawah meja dapur tidak ada apa pun juga, Janet melihat ke atas terlihat ada lemari ia pun berjinjit, Janet berusaha meraih dan_____
Bruk
untungnya tubuh Janet di tahan oleh leon, sangking tidak sampainya Janet hampir saja jatuh terkelincir. Kini mereka berdua saling menatap satu sama lain cukup lama, jantung Janet tiba-tiba saja berdebar kencang saat melihat bola mata Leon dengan seksama.
kedua tangan Leon masih pegang tubuh Janet menahan berat yang dari tadi hanya terdiam menatap satu sama lain.
"eh..maaf nona!!". Ucap leon menunduk malu
"iya!". Balasnya, Janet pun sama menjadi pemalu dan tidak nyaman hatinya.
"ngomong -ngomong!nona sedang apa?". Tanya leon dengan wajah ringan
"aku, cari sesuatu yang bisa aku makan, perut aku agak lapar dari pagi aku belum sarapan!". Jawab Janet pada Leon. Tubuh Janet terasa lemas seperti tidak ada tenaga karena tidak ada asupan makanan di perut nya.
"mau saya belikan?". Tanya leon
"boleh!". Balasannya
"ok, di tunggu!". minta leon langsung melangkah jalan pergi meninggalkan Janet.
******
******
bagi banyak orang, pakaian kerja adalah jenis pakaian yang paling elegan dan sempurna di pandang banyak orang, sama hal dengan ana harus berjalan melangkah dengan elegan yang saat ini memasuki ruang metting. Ana menghabiskan banyak waktu dalam kantor kerjaan yang semakin menumpuk setiap harinya. Ana tidak ada waktu untuk berjumpa sama teman -teman lamanya atau pun bertemu dengan seseorang, ia memilih bertemu dengan kelaiyen bersoalan kerja aanya itu. Dirinya harus profesional dalam kerja.
Ana duduk depan kelaiyen bisnis nya dengan meja memajang baris setiap yang mereka duduki saat ini. Pandangan mata mereka memperhatikan setiap kata yang di ucapkan oleh ana, memahami dan mengerti setiap perkataan ana. Beberapa lama kemudian sekitar dua jam berlalu akhirnya semua kelaiyen bisnis membubarkan diri mereka
ana melangkah keluar ruang metting. Ia melihat dev saat dia berjalan melewati pintu, tatapan ana tak pernah lepas dari dev dalam kerumunan depan lift itu. ANA begitu heran pada seorang pria yang berjas abu-abu yang suka sekali berkeliaran di setiap kantor nya. Dev salah satu pria yang suka sekali banyak beralasan sesuatu kalau ana bertanya. Ana pun tidak memperdulikan dia, ia lanjut jalan pergi tanpa menghiraukan Dev yang saat ini sedang menunggu depan pintu lift di kelilingi karyawan kantor itu.
Ana melangkah ke depan lobby dan____
"kamu tahu ayah ku ada dimana??". Tanya ana pada seorang karyawan perempuan
"tidak, Bu bos!". Jawabnya
"kapan ayah ku datang ke kantor??" tanya ana pada dia
"setahu saya, beliau suka sebentar lalu pergi lagi!". Jawabnya
" ok". balas ana singkat langsung melangkah pergi begitu saja.
Di tempat lain
tampaknya Dev melangkah di lorong Kantor seakan lagi mencari sesuatu di lingkungan kantor milik ayahnya ana yaitu pak piter.
Dev memasuki ruang kantor pak piter terlihat kosong tidak ada siapapun. ia melangkah menghampiri meja kerja.
Dev mengorek mencari sesuatu di meja kerja tersebut. setelah mencari ke sana kemari tidak menemukan apapun dirinya kebingungan harus bagaimana.
Terlihat ana melihat sebuah ruang CCTV memperhatikan apa yang di lakukan Dev di ruang ayahnya itu. ana curiga kalau Dev mengetahui kejahatan ayahnya, sebagai anak tidak tahu harus apa kalau sudah seperti ini. ana bingung harus berbuat apa terhadap ayahnya sekarang Dev sudah curiga pada ayahnya sendiri.
kecemasan dan khawatir an akan terjadi untuk ana, mau tidak mau bersiap untuk kehilangan ayahnya nama baik keluarga akan hancur.
"matikan CCTV-nya dan bila ayahku tanya! bilang rusak". minta ana pada seorang pria yang lagi duduk depan CCTV
ana melangkah jalan di lorong, Hati yang hancur dan rasa malu, di tambah kekecewaan dan kekesalan akan terjadi pada diri ana. bagaimana tidak sebagai anak ini adalah awal kehancuran hidup nya. Setelah ini tidak tahu apa yang akan terjadi. ana melangkah membelok ia akan menemui Dev yang saat ini ada di ruang ayahnya yang sedang mencari sesuatu.