Takdir membuat wanita bernama Anna terlempar ke zaman sebelum abad pertengahan. Menuntut agar ia bisa mengubah sejarah dan takdir kelam seorang raja tirani.
Namun, alih-alih kekejaman seperti yang di katakan semua orang, yang ia temukan hanyalah sesosok jiwa rapuh yang selalu memperlakukan dirinya dengan penuh kepedulian. Dan perlahan, sebuah rasa mulai tumbuh bersama raga yang ia tempati, tapi, apakah itu pantas? Apakah takdir sudah mengizinkan?
Anna terus menahan perasaanya, sampai ketika ia melihat raja datang dengan darah yang menetes di tangannya, sebuah permintaan akhirnya tidak bisa lagi ia tahan. Jauh di dalam hatinya terucap sebuah permohonan.
"Tolong biarkan aku tetap di sisinya, biarkan aku tetap di tempat ini untuknya, biarkan aku mencintanya sampai
akhir."
Tepat setelah permohonan itu terucap, ia langsung berlari, melangkahkan kakinya menuju orang yang telah menjadi sebagian dari jiwanya.
Namun, mampukah ia bertaruh takdir tidak akan membuatnya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Borraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bintang di langit malam
...Perlahan Anne mulai memasuki ruangan besar yang sudah menjadi kamarnya dengan sang Raja. Langkahnya pelan, tatapannya beredar ke seluruh sudut kamar yang gelap dan tidak seperti biasanya....
..." Kenapa gelap sekali? Apa pelayan lupa menyalakan lilin?" gumamnya pelan, karena memang tidak pernah seperti ini sebelumnya....
...Biasanya para pelayan sudah menyalakan lilin dari sore hari saat menjelang petang, lalu kenapa sekarang malah tidak ada satupun lilin yang menyala? Mungkin memang pelayan lupa menyalakan lilin di kamar ini. ...
..." 𝘈𝘱𝘢 𝘓𝘦𝘰𝘱𝘰𝘭𝘥 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨? " batinnya penuh tanya....
...Sampai sebuah tangan tiba-tiba meraih tubuhnya dari belakang, menciptakan sebuah pelukan erat yang tidak mudah untuk di lepaskan....
...Awalnya Anne terkejut, tapi ia langsung bisa tahu jika orang itu adalah suaminya. Lantas Anne mulai menggenggam tangan Leopold yang melingkar kuat di pinggangnya, dan menikmati kehangatan dari pelukan sang suami di belakang tubuhnya. Senyum Anne mengembang, karena ia pikir ini hanyalah kejailan yang Leopold lakukan padanya, padahal kenyataannya jauh berbeda....
..." Kenapa kau mematikan semua lilin di sini? " Anne bertanya lembut, memecah keheningan dalam kegelapan yang menyelimuti....
...Belum ada jawaban, hanya ada suara hembusan napas kacau milik Leopold yang terdengar jelas di telinga Anne, membuatnya seketika berpikir, pasti ada yang salah....
...Anne langsung berbalik untuk menghadap ke arah suaminya, dan mulai mengulurkan tangan untuk meraba wajah yang ternyata sudah basah karena air mata. Jelas Anne khawatir....
..." Kenapa? Ada apa denganmu? "...
...Tetap tidak ada jawaban, dan kali ini Leopold malah semakin menguatkan pelukannya seolah tidak ingin melepaskan tubuh sang istri, dan ia juga langsung membenamkan wajahnya di sela leher Anne, membiarkan air matanya terus menetes sampai membasahi leher wanita kesayangannya itu....
..." Kau kenapa? Apa ada masalah? " Anne mulai panik, saat isakan tangis Leopold terdengar semakin keras dan tak kunjung berhenti. ...
..." Kenapa? Jawab aku Leopold, jangan membuatku khawatir "...
...Sepertinya memang tidak akan berhasil, jadi Anne mengubah caranya, dengan membiarkan pria itu agar meluapkan semua kesedihan yang di rasakan. Memberinya ruang agar ia bisa kembali tenang....
...Dan hal pertama yang sudah pasti Anne lakukan hanyalah memberikan usapan lembut tepat pada kepala Leopold yang masih terbenam di bahunya. ...
...Waktu terus berlalu, membiarkan dua orang itu tetap berada dalam keheningan yang cukup lama....
...Sampai akhirnya Leopold mulai bersuara dengan tangisan yang belum sepenuhnya reda. " Aku...aku hanya merindukanmu " Sebuah isakan menjeda ucapannya sejenak. " Aku tiba-tiba takut kau akan pergi dariku......aku, aku takut kau meninggalkanku....aku- " Isakan itu kembali membuat Leopold terdiam dan tak bisa melanjutkan kalimatnya....
..." Siapa yang akan meninggalkanmu? Sudah, sudah, kenapa sampai harus menangis sampai seperti ini? Untuk apa aku pergi darimu? " balas Anne, mencoba untuk menenangkan Leopold yang masih terus menangis dalam pelukannya. Bahkan Anne juga sempat tertawa di sela ucapannya, karena alasan yang menurutnya terlalu sederhana....
..." Janji, ya........ jangan pernah meninggalkanku. "...
...Ohhh, Anne tidak bisa menahan rasa haru saat mendengar permintaan itu. Bagaimana bisa seorang Raja yang berkuasa sampai harus menangis hanya untuk memohon hal sederhana seperti itu padanya....
..." Iya, aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun, tapi dengan satu syarat " Anne menjeda kalimatnya....
..." Apa syaratnya? " Leopold bertanya tanpa mengangkat kepalanya yang terbenam di bahu Anne. Membuat siapapun yang melihatnya bisa langsung tertawa karena sikap manja sang Raja. Bahkan Anne sendiri juga tidak bisa menahan senyuman saat mendengar kata yang masih diiringi dengan sisa isakan itu. ...
..." Syaratnya adalah, kau tidak boleh membuatku kehilangan cinta yang sudah ku bangun untukmu "...
...Leopold langsung mengurai pelukannya, dan kembali berdiri dengan tegak saat mendengar kalimat itu, karena pada dasarnya itu bukan syarat, tapi sesuatu yang memang tidak akan pernah berhenti ia lakukan....
..." Apa kau bercanda? Tanpa kau minta sekalipun, aku akan selalu melakukannya untukmu " ucap Leopold sambil terus mengusap lembut tangan Anne yang ada dalam genggamannya....
...Anne hanya tersenyum seraya menarik tangannya dari genggaman Leopold, membiarkan pria itu sedikit kebingungan dengan tindakannya. Tapi yang ia lakukan setelahnya hanyalah membelai lembut wajah sang suami, dan mengusap sisa air mata itu dengan ibu jarinya. ...
..." Lalu? Apa kau ingin menolaknya? " tanya Anne sedikit menggoda. ...
..." Tentu tidak " Leopold menjawab tegas, tidak setuju dengan apa yang Anne katakan padanya. ...
...Kini Leopold mulai menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya, melakukan persis seperti yang Anne lakukan padanya. ...
...Hening, tak ada satupun yang bersuara, keduanya tenggelam dalam kesunyian malam yang tenang. Tanpa suara, tanpa kata, keduanya perlahan mendekat, mengikis jarak di antara mereka, sampai wajah keduanya benar-benar bertemu, menyatukan kening dan hidung sebelum sebuah ciuman akhirnya tercipta. ...
...Semua itu terjadi cukup lama, membuat keduanya merasakan kehangatan dalam setiap detiknya. ...
...Anne sadar jika dia telah melewati batas, tapi ia benar-benar tidak bisa menolak semua ini, ia menikmatinya, bahkan sangat menikmati setiap rasa yang hadir dalam dirinya. Anne mengakui kebodohannya dalam mengendalikan rasa yang tak seharusnya ada. Tapi mau bagaimana lagi? Itu memang berada di luar kendalinya. ...
..." 𝘉𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨! 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘴𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪. " Semua itu terucap begitu saja dalam hati Anne, seolah meminta pada takdir agar ia di izinkan untuk egois sementara. ...
..." Aku pasti akan selalu membuatmu jatuh cinta padaku, jadi, jangan pernah meninggalkanku sampai kapanpun. " Dengan adanya kalimat ini dari sang Raja, seolah keduanya sudah menandatangani perjanjian tak tertulis yang telah mereka buat....
...Malam itu benar-benar terasa indah bagi mereka berdua, karena hanya ada kebahagiaan yang menemani mereka dalam ketenangan malam. ...
...Lantas Leopold langsung mengangkat tubuh Anne kedalam gendongannya, membawa wanita itu ke sebuah meja yang berada tepat di samping jendela besar kamar ini. ...
..." Kenapa membawaku kesini? " ...
...Leopold ikut duduk di atas meja, bersanding dengan sang istri yang kini sedang menatap ke arahnya. ...
..." Ingin membawamu melihat bintang bersama " ...
..." Kenapa? Apakah malam ini bintangnya lebih indah? " ...
..." Jelas bukan " balasnya sembari menoleh ke arah sang istri, menatap netra yang menurutnya begitu cantik saat terkena cahaya samar dari bulan. ...
..." Lalu? " ...
..." Aku hanya ingin menunjukkan pada langit malam, jika istriku jauh lebih cantik daripada bulan dan bintang miliknya " ...
...Ah kenapa Leopold bisa mengatakan hal semanis itu? Yang jelas langsung membuat Anne tersenyum karena merasa ada banyak kupu-kupu beterbangan di hatinya, yang membuatnya benar-benar merasa sangat bahagia. ...
...Leopold perlahan menarik tubuh itu agar lebih dekat dengannya, membiarkan sang istri bahagia dalam rengkuhannya. ...
...Lihatlah, bagaimana bisa Anne menahan hati untuk tidak jatuh cinta pada pria sepertinya? ...
..." 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘥𝘢𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 " ...