Yuexin, seorang gadis dari dunia modern yang di abaikan okeh keluarga kandung nya demi sang anak angkat, ia harus mengalami nasib sial. Dirinya mati karena sengaja di dorong oleh saudara angkat nya, bukan nya mati jiwa nya terlempar ke zaman kuno dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga.
lanjut bac yuk ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 25
Semua ubi yang telah Yuexin kumpulkan cukup untuk di kirim ke ibu kota, semuanya berjalan lancar membuat tuan Chen Hu merasa panas mendidih.
"Apakah ada yang salah ?, itu tidak mungkin ! aku sendiri yang menabur racun - racun itu. Mungkin akan ada efek setelah di konsumsi ". Monolog nya sendiri.
Yuexin tertawa bersama para keluarga nya, melihat itu tuan Chen Hu semakin berniat untuk menghancurkan keluarga Li. Menteri Duan yang berjalan di ibu kota merasa ada yang aneh, mengapa semua orang tidak bereaksi kesakitan atau semacam nya.
"Tidak bisa di andalkan, aku akan bertanya kepada nya setelah ini " ucap menteri Duan yang pergi ke istana kekaisaran untuk sidang rapat seperti biasanya.
Semua nya tampak baik - baik saja tidak ada yang aneh, berbeda dengan Yuexin dan para warga yang sudah bersiap - siap menangkap pelaku kejahatan di desa nya.
"Ingat untuk tetap berjaga malam ini ya, kemungkinan mereka akan beraksi lagi malam ini. Kita pastikan untuk menangkap mereka semua dan berikan mereka hukuman yang setimpal ". Ucap Yuexin dan mendapat anggukan dari mereka semua.
Benar saja, menteri Duan datang menemui tuan Chen Hu.
"Kau benar - benar tidak bisa di andalkan ! ". Marah menteri Duan.
"Tuan saya telah melakukan semuanya, mungkin saya kurang banyak menaburkan racun nya. Tuan tenang saja malam ini saya akan melakukan nya lagi ".
Malam yang di tunggu - tunggu pun tiba, semua orang telah berjaga di depan samping rumah mereka masing - masing. Mereka juga telah mengepung ke seluruh desa agar jika para penjahat di desa itu melarikan diri mereka akan tetap terkepung.
Para warga memukul penjahat yang hendak menaburkan racun hingga terjatuh.
"Cih, mungkin kemarin aku melewatkan kebun kalian tapi kali ini tidak akan. Biar saja kalian menderita dan mati "ucap tuan Chen Hu.
Bugh
Tuan Chen Hu terjatuh di tanah Yuexin dan Li Xiaoshun mengikat tuan Chen Hu dan membawanya ke depan rumah kepala desa.
"Kau benar - benar kelewatan Chen Hu ! " marah tuan Li yang sudah benar - benar merasa muak.
"Cih, Mengapa kau hidup jauh lebih baik dariku ! mengapa kau selalu berada di atas ku dan aku tidak bisa melampaui kau ! Kenapa ! " teriak tuan Chen Hu yang menatap marah ke tuan Li.
"Karena kau menganggap pertemanan kita yang baik - baik saja sebagai perbandingan, aku menganggap kau murni sebagai teman. Tapi sifat buruk mu, ketidak syukuran mu yang membuat kau terpuruk. Apa yang sudah kau lakukan kepada warga desa Daxia kau tahu sendiri seberapa jahat nya kau " jawab ayah dengan wajah tenang namun menyimpan banyak sekali kekecewaan.
"Kau benar - benar bikin kami malu tuan Chen ! " ucap salah satu warga Daxia.
Seluruh warga Daxia berkumpul di panggil oleh Yuexin agar mereka bisa melihat bagaimana kelakuan kepala desa mereka.
"Kau bukan nya membantu para warga mencari solusi tapi kau malah menyita makanan yang sudah susah payah kami dapat kan. Kau membuat anak - anak kecil di desa Daxia mati kelaparan hanya untuk mengenyangkan perut mu sendiri ! " murka salah satu warga.
"Sudah bawa dia untuk di adili, hukuman mati adalah hukuman yang pantas untuknya ".
"Benar ! Ayo kita bawa ke ibu kota biar kaisar membunuh ke tujuh penjahat ini ".
"Tidak ! Aku tidak mau mati ! ".
"Tolong lepaskan aku ! Maafkan aku ! ".
"Aku mengaku kalau aku salah ! Tolong ampuni aku ! " teriak tuan Chen Hu namun tidak di perdulikan oleh mereka.
Sesampainya di istana kekaisaran, kepala hakim Bai turut hadir sebagai hakim yang akan menangani masalah ini seadil - adilnya.
"Salam yang mulia kaisar, kedatangan kami kesini untuk menyerahkan para penjahat yang mencoba mencelakai banyak orang. Mereka dengan sengaja menabur racun k dalam kebun - kebun kami ". ucap Yuexin lalu menyerahkan bukti bubuk racun tersebut.
Semua orang bersaksi tidak ada yang membela tuan Chen Hu bersama para teman aksinya.
"Kurang ajar ! berani sekali kau berniat tidak baik seperti itu ! " murka kaisar Zhang.
Tentu saja kaisar Zhang sangat marah, ubi dan kentang telah di kirim ke benua lain dan kerajaan tetangga. Kaisar Zhang mendapat begitu banyak pujian karena sebuah ubi dan kentang yang mampu menjadi sandang pangan buat semua orang.
Tentunya kaisar Zhang akan sangat murka jika tersebar rumor yang tidak baik tentang ibu dan kentang. Ia akan malu dengan kerajaan - kerajaan lain nantinya.
Mata tuan Chen Hu menatap menteri Duan, menteri Duan membalasnya dengan tatapan tajam seolah mengancam.
"Kepala hakim Bai tidak perlu bertindak, biar kaisar ini sendiri yang memutuskan hukuman buat mereka yang tidak tahu diri ". Ucap kaisar membuat para penjahat itu bergetar ketakutan.
"Bawa mereka untuk di arak ke seluruh desa dan beritahu apa kesalahan yang telah mereka perbuat. Setelah itu berikan mereka hukuman penggal " sorot mata kaisar menajam, mendengar itu tuan Chen Hu tidak ingin merugi sendirian.
"Yang mulia, menteri Duan yang telah menyuruh hamba untuk melakukan ini ! " teriak tuan Chen Hu.
Mendengar itu semua yang ada di persidangan mendadak memanas, menteri song memberikan kode kepada kepala hakim Bai dan menteri - menteri lain untuk mengeluarkan semua bukti kejahatan menteri Duan.
"Apa maksudmu ? "tanya kaisar Zhang.
"Itu tidak benar yang mulia ! berani sekali kau memfitnah ku akan ku habisi kau ". Marah menteri Duan dengan kepanikan nya.
"Tahan emosi mu menteri Duan, ini ruang persidangan dan kaisar ini tidak suka ada yang bersikap seperti binatang. Jika kau merasa tidak melakukan silahkan beri pembelaan setelah ini ". ucap kaisar Zhang.
"Hamba di beri sejumlah uang untuk melakukan hal kotor ini yang mulia, menteri Duan melakukan ini karena ingin mencelakakan nona Yuexin. Menteri Duan membenci nona Yuexin karena nona Yuexin telah membantu menteri song menangani masalah yang membuat menteri song semakin berada di atas nya ". ucap tuan Chen Hu tanpa ada kebohongan.
"Itu tidak benar yang mulia, dia - dia berbohong "sangkal menteri Duan dengan wajah yang sudah pucat.
"Hamba berani bersumpah yang mulia, hamba berani mengatakan ini karena hamba tidak ingin merugi sendirian. Menteri Duan lah yang sudah memprovokasi hamba sehingga saya gelap mata dan melakukan itu semua ".
Wajah menteri Duan pucat pasi saat tuan Chen mampu memberikan barang bukti dan para penjahat lain turut menjadi saksinya. Menteri song juga angkat bicara ia mengatakan menteri Duan telah berbuat kecurangan.
"Lapor yang mulia, menteri Duan di ketahui telah menaikkan pajak secara diam - diam dan semua uang pajak masuk ke dalam kantong nya sendiri. Ini bukti - buktinya yang mulia "ucap menteri song.
"Saya juga ingin melapor yang mulai, menteri Duan juga mengambil setengah uang bantuan masyarakat saat krisis pangan "ucap menteri lain.
"Saya juga ingin melapor yang mulia, putra hamba telah di lecehkan oleh menteri Duan. Tidak hanya putra hamba bahkan anak - anak dari masyarakat juga turut menjadi korban bejat nya. izinkan saya mendatangkan para korban nya yang mulia ". ucap menteri yang anak nya di lecehkan.
Hayooo .. semakin seru gak nih ?
Komen lanjut biar auto up
tp lw badan nduth gx bisa tuh😁😁😁