NovelToon NovelToon
Menjadi Pangeran Kekaisaran

Menjadi Pangeran Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alfan von Arcadia

Mengetahui bahwa dirinya telah meninggal tanpa alasan yang jelas dan bahkan tidak bisa mengingat semua ingatan tentang kehidupan sebelumnya, di dalam kegelapan dia akhirnya melihat cahaya yang membawanya keluar dan bertemu dengan "Dewi Pencipta" yang memberinya cinta dan kehidupan baru yang lebih baik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfan von Arcadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Dari Akademi Sylvania

(Beatrice tertawa kecil melihat reaksi mereka yang berbeda. Dia sudah menduga hal ini dari Alice, yang selalu bersemangat dan penuh antusiasme. Dan dari Aaron, yang selalu berusaha bersikap santai tapi pada akhirnya gagal menyaingi sifat ramah tamah saudarinya.)

**Putri Mahkota Beatrice**: "Benar, Alice. Sekarang kamu menjadi bibi. Dan ya, Aaron, kamu menjadi paman. Memang terdengar sedikit aneh, bukan?" (Dia melempar senyuman nakal padanya, tahu persis apa yang dia pikirkan.)

**Putri Mahkota Beatrice**: "Ketika kalian masih di Istana Kekaisaran, bukankah kalian selalu mengunjungi kakak ipar Cassandra, kalian selalu bertanya kapan bayinya akan lahir? Dan sekarang sudah sekitar seminggu sejak keponakan kecil kita lahir."

(Baik Alice maupun Aaron mengangguk dengan semangat mendengar kata-katanya, kenangan tentang kunjungan-kunjungan itu masih segar di benak mereka. Aaron, khususnya, sedikit merona saat Beatrice menyebut tentang gangguan mereka yang terus-menerus.)

**Pangeran Aaron**: "...Ya, aku ingat... Tapi aku tidak terlalu bersemangat seperti itu" (Dia bergumam, menyilangkan tangannya dalam gestur defensif.)

**Putri Alice**: "Kami selalu bertanya kapan dia akan melahirkan, dan kami mencoba menyentuh perutnya untuk merasakan tendangan bayi, kan, Aaron?" (Alice menyela, matanya berkilau.)

(Wajah Aaron memerah lebih dalam, dan dia melemparkan tatapan marah pada adiknya.)

**Pangeran Aaron**: "Aku sudah bilang jangan bawa-bawa itu! Aku cuma penasaran—"

(Beatrice mendengus dengan nada terhibur, bahunya bergetar ringan saat ia menonton kedua saudara itu bertengkar. Para penjaga di luar saling bertukar pandang lagi—beberapa menahan tawa melihat reaksi gugup Pangeran Aaron.)

**Putri Mahkota Beatrice**: (Menggodanya) "Oh? Jadi adikku *tidak* terobsesi dengan bayi di perut kakak ipar perempuan Cassandra?" (Suaranya penuh dengan keusilan yang menggoda.)

(Begitu Beatrice mengatakannya, bahkan Alice pun tertawa terbahak-bahak. Aaron tampak siap bersembunyi di bawah meja terdekat karena malu.)

**Pangeran Aaron**: "Aku tidak *terobsesi*... Aku hanya... Aku hanya penasaran!" (Dia mencoba membantah, tapi argumennya tidak meyakinkan, wajahnya masih memerah karena malu.)

(Beatrice tertawa kecil, menikmati ekspresi gugupnya. Bahkan para penjaga pun hampir tidak bisa menahan tawa mereka, ekspresi mereka campuran antara terhibur dan iba melihat situasi Pangeran Aaron.)

**Putri Mahkota Beatrice**: "Kamu hanya ingin menyentuh perutnya setiap hari, kan? Dan kamu selalu mencoleknya dengan lembut, sambil berkata 'bayinya ada di sana'? (Dia meniru suara Aaron, mengejek nada bicaranya.)

**Pangeran Aaron**: "Aku--! Itu...! Diam!" (Dia tergagap, wajahnya kini merah seperti tomat matang.)

(Putri Alice kini hampir terguling di lantai, air mata tawanya mengalir di wajahnya. Para penjaga juga tertawa terbahak-bahak, tak lagi berusaha menyembunyikan kegembiraan mereka. Beatrice sendiri kini tersenyum lebar, menemukan rasa malu Aaron sungguh tak ternilai harganya.)

**Putri Mahkota Beatrice**: "Dan jangan lupa, kamu selalu mencoba menebak apakah bayi itu laki-laki atau perempuan, kan? Meskipun kamu selalu salah." (Dia menggoda dengan senyum nakal.)

**Putri Alice**: "Benar! Kamu selalu penasaran apakah bayi itu laki-laki atau perempuan."

(Pangeran Aaron tenggelam lebih dalam ke dalam kursinya, berharap tanah akan terbuka dan menelan dirinya utuh. Para penjaga di luar hampir tertawa terbahak-bahak, sementara Alice terengah-engah antara serangan histeria.)

**Pangeran Aaron**: "Bisakah kita tidak membicarakan ini lagi? Ini memalukan! Aku hanya *penasaran*, oke? Jadi apa masalahnya kalau aku mencoba menyentuh perut kakak ipar Cassandra?! Wajar saja penasaran dengan bayi!" (Dia mencoba membela diri, tapi argumennya terdengar lebih seperti permohonan putus asa.)

(Beatrice tak bisa menahan diri untuk tidak merasa situasi itu benar-benar lucu. Adik laki-lakinya, yang kelak akan menjadi Pangeran Kekaisaran, kini tampak malu-malu dan bingung. Dia berusaha menahan ekspresinya, tapi senyuman lebar terus mengancam akan meledak.)

**Putri Mahkota Beatrice**: "Mungkin biasa bagi anak-anak. Tapi bagi seorang pangeran masa depan seperti kamu? Itu hampir menggemaskan." (Dia menggoda, menikmati ketidaknyamanan sang pangeran.)

(Pangeran Aaron mengerang, menyembunyikan wajahnya di tangannya. Tawa Putri Alice kini mereda menjadi tawa pelan, masih gemetar karena tawa yang tertahan.)

**Pangeran Aaron**: "Berhenti menggoda aku! Ini buang-buang waktu. Bukankah kakak perempuan Beatrice akan datang ke sini untuk menjemput kita berdua agar kita bisa kembali ke Istana Kekaisaran?" (Dia dengan cepat mengalihkan pembicaraan ke topik utama, yang merupakan tujuan awal.)

(Beatrice tertawa kecil melihat usaha putus asa Pangeran Aaron untuk mengganti topik pembicaraan. Dia memutuskan untuk memberinya sedikit istirahat, menyadari bahwa dia sudah cukup diejek… *untuk saat ini.*)

**Putri Mahkota Beatrice**: "Baiklah, baiklah. Aku akan berhenti menggodamu. Kau benar, aku memang datang ke sini dengan niat untuk menjemput kalian berdua.

**"Kita akan kembali ke Istana Kekaisaran hari ini karena 'Pesta Perayaan' untuk keponakan kita yang baru lahir akan dimulai dalam dua hari lagi. Aku telah meminta izin kepada Kepala Sekolah Damian agar kalian berdua bisa mengambil cuti hingga waktu yang ditentukan."**

(Pangeran Aaron menghela napas lega, bersyukur topik pembicaraan telah beralih dari rasa malunya. Putri Alice, sementara itu, akhirnya berhasil menenangkan diri, tawanya mereda menjadi tawa pelan.)

**Pangeran Aaron**: "Itu kabar baik. Aku mulai bosan belajar..." (Dia bergumam, nada suaranya terdengar bosan.)

(Beatrice tertawa kecil mendengar kata-katanya, menggelengkan kepalanya sedikit.)

**Putri Mahkota Beatrice**: "Aku kira kalian berdua sudah siap dan siap berangkat?" (Dia mengangkat alisnya dengan ragu.)

**Putri Alice**: "Tentu saja! Aku tidak sabar untuk bertemu keponakan kecilku." (Alice berbicara dengan antusias)

(Beberapa saat kemudian)

(Sementara itu, para pelayan telah selesai mengemas barang-barang Putri Alice dan Pangeran Aaron. Putri Mahkota Beatrice diikuti oleh keduanya saat mereka keluar dari ruangan untuk kembali ke "Kapal Sihir Kekaisaran.")

(Sebelum itu, Putri Mahkota Beatrice bertemu lagi dengan Kepala Sekolah Damian untuk memberikan undangan resmi agar mereka dapat menghadiri Pesta Perayaan secara resmi mewakili Akademi Sylvania.)

(Beatrice dengan anggun keluar dari ruangan pribadi, diikuti oleh dua adiknya yang lebih muda. Para pelayan telah mengemas barang-barang mereka dengan efisien, Alice melompat-lompat di ujung jari kakinya sementara Aaron berjalan di samping mereka dengan alis sedikit berkerut, jelas masih pulih dari kejadian sebelumnya.)

**Putri Mahkota Beatrice**: (Kepada Kepala Sekolah Damian) "Kehadiran Anda di perayaan ini bukan hanya dihargai, tetapi *diperlukan*." (Suaranya lembut namun mengandung makna yang tak terucap—sejenis nada yang membuat jelas bahwa ini bukan permintaan.)

(Kepala Sekolah Damian membungkuk dalam-dalam, menyadari baik kehormatan maupun kewajiban yang ditempatkan padanya.)

**Kepala Sekolah Damian**: "Tentu saja. Saya dan beberapa guru lainnya akan hadir untuk mewakili Akademi Sylvania dengan bangga."

(Alice bersorak mendengar jawabannya sementara Aaron hanya menghela napas sudah membayangkan betapa lama pesta ini akan berlangsung.)

(Kelompok itu melanjutkan perjalanan menuju "Kapal Sihir Kekaisaran" yang menunggu di lapangan sihir Akademi. Kapal besar itu berkilau di bawah sinar matahari, dengan lambung perak berkilau dan putih serta berbagai ukiran sihir yang rumit, menjadi bukti kehebatan teknologi Kekaisaran Arcadia.)

(Beatrice memimpin jalan ke atas kapal, langkahnya percaya diri dan anggun. Alice mengikuti dengan antusias, matanya lebar penuh rasa ingin tahu. Aaron, di sisi lain, tertinggal di belakang, wajahnya menunjukkan campuran antara kesal dan antisipasi.)

(Sementara itu, di sekitar lapangan tersebut masih dipenuhi oleh siswa dari berbagai latar belakang. Kepala Sekolah Damian dan beberapa guru mengantar kepergian Putri Mahkota Beatrice, yang diikuti Alice dan Aaron.)

(Beserta dengan semua maid Kekaisaran dan Ksatria Kekaisaran yang akan ikut kembali)

(Pasukan Pengawal Kekaisaran memberi hormat saat rombongan melintas, para pelayan mengikuti dengan tekun di belakang. Banyak siswa dan siswi berbisik dan menonton, menyaksikan Putri dan rombongannya berjalan melewati. Beberapa mata penasaran melirik ke arah Beatrice, tetapi semua tampak menghormati, jauh berbeda dari tatapan kagum dan kegembiraan Alice. Aaron pun mendapat perhatian yang lebih sedikit dari biasanya mereka dapatkan. Jelas bahwa sorotan, sekarang, benar-benar fokus tertuju pada Putri Mahkota Beatrice)

(Meskipun Putri Alice dan Pangeran Aaron selalu menjadi pusat perhatian di Akademi Sylvania, hal itu tidak hanya karena bakat dan penampilan yang mereka miliki tetapi juga karena latar belakang mereka.)

(Putri Mahkota Beatrice, Putri Alice, dan Pangeran Aaron, diikuti oleh semua pelayan Kekaisaran dan Ksatria Kekaisaran, akhirnya naik ke kapal "Kapal Sihir Kekaisaran.")

1
Kazuma
jadi lupa ama alurnya
Nanik S
ternyata belum selesai
Nanik S
udah selese ini?
Pecinta Milf
masih belum selesai juga
Nanik S
masih nunggu selesai 🙏
Kazuma
kalo dipikir sejauh kubaca banyak novel jarang juga yang ngelihatin banyak ras beda
Alfan: Tidak masalah untuk yang lain, saya saja disini malah jadi bingung sendiri tapi udah terlanjur ditulis
total 1 replies
Kazuma
enaknya jadi bayi
Alfan: Kenapa?
total 1 replies
Pecinta Milf
lanjutkan thor 🙏
Alfan: Ya, sudah
total 1 replies
Pecinta Milf
👍👍👍
Nanik S
tertipu semua sama bayi palsu
Alfan: bayi nya asli loh
total 1 replies
Kazuma
lanjut Thor
Kazuma
nice 💪💪
Nanik S
masih belum selese juga
Pecinta Milf
gunanya apa?
Nanik S
cepet selesai lama kali
Nanik S
👍👍👍
Nanik S
serakah sekali
Kazuma
lanjutkan thirr
Kazuma
mentang-mentang bayi
Pecinta Milf
bocil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!