NovelToon NovelToon
Teror Sang Pemerkosa

Teror Sang Pemerkosa

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:505.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eko Hartono

Novel ini berkisah tentang Melani, seorang gadis muda yang mengalami pemerkosaan oleh orang tak dikenal di ruang toilet kantor tempatnya bekerja. Sayang, dia tak bisa melihat wajah sang pemerkosa karena lampu padam. Akibat pemerkosaan itu dia menderita depresi berat. Ketika dia melaporkan kejadian ini pada polisi malah berakibat buruk. Dia dimusuhi dan dicemooh rekan-rekan kerjanya. Sementara sang pemerkosa meneror Melani melalui SMS dan telepon. Hidup Melani jadi tidak tenang. Sang pemerkosa meminta agar Melani bersedia melayaninya lagi, karena bila tidak mau adik perempuan Melani akan dijadikan sasaran. Karena polisi tak juga menemukan si pelaku, akhirnya Melani memberanikan diri menghadapi sendiri sang pemerkosa. Dia mengikuti permainan sang pemerkosa. Hingga akhirnya Melani bisa berhadapan langsung dengan si pemerkosa. Siapakah dia? Kenapa dia memperkosa Melani? Ikuti kisahnya hingga selesai. Sangat mencekam dan penuh misteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eko Hartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melani Mendekati Toni

Diah bisa memahami perasaan Melani. Memang berat menghadapi persoalan yang cukup sensitif ini. Melani dihadapkan pada berbagai kesulitan yang membelit dirinya. Tak ada perempuan di dunia ini yang ingin mengalami nasib buruk seperti yang dialami Melani. Korban pemerkosaan biasanya menanggung beban trauma dan luka hati yang amat dalam, hal itu dibawa seumur hidup. Mereka juga menghadapi berbagai kesulitan dan ganjalan dalam menjalani kehidupan ke depan. Mereka dibayangi rasa takut, cemas, malu, dan menanggung aib karena telah ternoda. Mereka mengalami hambatan dalam pergaulan sosial. Dan semua itu sangat tidak mudah untuk dilalui!

“Kadang-kadang aku sering bermimpi buruk, Di. Dia datang dengan wajah yang sangat seram. Aku jadi takut. Oh, kenapa cobaan yang berat ini ditimpakan kepadaku. Apa salah dan dosaku? Hu hu hu…” Melani tergugu pilu.

Diah segera memeluk Melani untuk menenangkan dan menghibur hatinya. Dalam hati Diah juga ada rasa sedih melihat penderitaan sahabatnya. Dia mengutuk perbuatan si pemerkosa biadab yang telah menghancurkan hidup Melani. Orang seperti itu pantasnya masuk ke dalam neraka!

“Sudahlah, Mel. Tabahkan hatimu. Percayalah, Tuhan Maha Adil!” ujarnya menghibur.

Melani hanya mengangguk sambil menggigit kedua bibirnya.

Sore itu Deni kembali menjemput Diah dan Melani di kantor. Tapi tidak seperti biasa Melani tidak akan ikut mobil Deni. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan Diah maupun Deni.

“Kenapa kamu tidak mau pulang bareng, Mel?” tanya Diah jadi heran.

“Eee… aku…,” Melani bingung untuk menjawab. Dia tidak siap memberikan alasannya.

Tiba-tiba melintas Toni dengan sepeda motornya. Melani menemukan ide. Dia langsung menunjuk ke arah Toni.

“Aku pulang sama Toni, Di!” ujarnya mantap.

“Toni??!!” Diah tampak kaget dan mengernyitkan dahi.

“Ya! Aku sudah janjian sama dia!” jawab Melani mantap tanpa mempedulikan ekspresi Diah yang bingung dan diliputi beribu tanda tanya. Melani segera melambaikan tangan menyetop Toni. Seketika laki-laki muda itu menghentikan motornya tepat di sebelah Melani.

“Ada apa, Mel?” tanya Toni dari balik helmnya.

“Kita kan sudah janji mau pulang bareng. Yuk, aku sudah siap!” ujar Melani seraya naik ke boncengan sepeda motor Toni. Dia lalu melambaikan tangan pada Diah.

Meski masih dibuat bingung dan tak mengerti oleh sikap Melani, tapi tak urung Toni merasa sangat senang. Dia kemudian melajukan sepeda motornya meninggalkan tempat itu. Sementara Deni dan Diah masih dibuat terpaku dan bengong menatap kepergian Melani bersama Toni. Wajah Deni terlihat gusar, sorot matanya menyiratkan rasa kecemburuan. Sayang, Diah tak sempat memperhatikannya.

Di perjalanan Toni tak bisa menyembunyikan rasa suka citanya karena Melani berkenan membonceng motornya.

“Akhirnya, kamu mau juga kuantar pulang, Mel? Hatiku senang bukan main. Sering-sering saja begini, aku tak keberatan. Dari pada tiap hari kamu diantar jemput Deni, nama kamu bisa jatuh!” ujar Toni seraya melambatkan laju motornya agar mereka bisa ngobrol santai di jalan.

“Apa maksudmu namaku bisa jatuh?” tanya Melani penasaran.

“Lo, memang kamu belum dengar kalau di kantor berhembus gosip tak sedap bahwa kamu telah merebut Deni dari tangan Diah? Kamu dikabarkan telah selingkuh dengan pacar sahabatmu sendiri!”

Mata Melani melotot mendengar keterangan Toni. “Astaga! Siapa yang bikin fitnah begitu? Biar kuremukkan kepalanya!” desisnya gusar.

“Sudahlah, Mel! Tidak usah ditanggapi gosip seperti itu. Aku sendiri tak percaya, gadis sebaik kamu mana mau sama Deni. Tapi kalau Deni yang mengguna-gunai kamu mungkin itu bisa saja terjadi. Soalnya Deni dulu memang dikenal buaya darat. Aku tahu kartunya luar dalam!”

“Kamu mengenal Deni akrab?”

“Akrab sih, tidak. Tapi dulu dia satu kampus denganku. Kami pernah kuliah bareng. Aku tahu, dia anak penggede. Punya beberapa mobil, suka pesta, dugem, dan play boy. Dia dijuluki buaya darat karena suka mempermainkan gadis-gadis. Entah, sudah berapa banyak gadis yang telah digombalinya. Tapi anehnya, sama Diah kok bisa awet. Padahal dia paling anti dikekang perempuan. Dia lebih suka hidup bebas. Pasti ada yang tidak beres dari pacaran mereka!”

“Kamu jangan memfitnah orang, Ton. Deni tidak seperti yang kamu kira. Dia cowok baik-baik!” tukas Melani sengit.

“Aku bicara apa adanya, Mel. Dulu Deni memang cowok brengsek. Kalau tidak percaya, tanya saja sama bekas teman-teman kuliahnya. Dia bahkan pernah menghamili seorang gadis, tapi dia tidak mau mengakuinya. Entah bagaimana kelanjutan kasus itu, aku tak tahu. Kalau Deni sekarang terlihat baik dan alim, mungkin saja dia memang sudah bertobat. Dia sudah insyaf. Tapi perasaanku tak yakin kalau dia sudah berubah!”

Melani tertegun mendengar cerita Toni. Rasanya dia tak percaya kalau Deni pernah memiliki masa lalu yang hitam. Selama ini Diah sendiri tak pernah cerita tentang kehidupan Deni di masa lalu. Jangan-jangan ini cuma karangan Toni saja untuk menjatuhkan nama Deni. Dia tahu, Toni punya maksud hati padanya. Mungkin dia ingin membuatku menjauh dari Deni, demikian pikir Melani. Tapi Melani pun tak bisa mengabaikan begitu saja cerita dari Toni. Sebagai bekas teman kuliahnya, Toni tentu tahu banyak tentang masa lalu Deni.

“Kamu tidak mengada-ada kan, Ton?” tanya Melani ingin meyakinkan.

“Buat apa aku bohong, Mel?” sahut Toni tegas.

Melani terdiam sejenak. Hatinya jadi semakin penasaran.

“Kalau begitu, mulai besok aku mau kamu mengantar dan menjemputku ke kantor, Ton!” ujar Melani tiba-tiba meminta.

“Yang benar, Mel?” Toni seperti tak percaya.

“Sungguh!”

“Cihuiii…!” sorak Toni gembira.

Di tempatnya Melani tersenyum kecil.

Cerita Toni itu memang cukup menarik perhatian Melani. Dia jadi ingin tahu lebih banyak lagi tentang masa lalu Deni. Dia merasa penasaran, benarkah Deni yang selama ini dikenalnya baik dan alim itu pernah melakukan perbuatan tercela. Deni yang memiliki kepribadian bak dewa ternyata pernah jadi ‘anak brengsek’? Karena dibuat penasaran itulah, Melani sengaja membuka kesempatan Toni untuk dekat dengannya. Dia menerima tawaran Toni mengantar jemputnya ke kantor setiap hari. Dengan cara begitu dia bisa mengorek keterangan pada Toni seputar kehidupan Deni di masa lalu.

Begitulah. Kini setiap kali berangkat dan pulang dari kantor Melani selalu diantar Toni. Hal ini tentu saja membuat Diah, sahabatnya, jadi heran. Dia sempat mempertanyakan tindakan Melani yang mau berdekat-dekatan dengan Toni. Padahal Toni pernah melukai hati Melani dan mempermalukannya di depan umum. Bahkan Toni masih dicurigai sebagai pelaku pemerkosaan terhadap Melani. Tapi Melani dengan mantap menjawab bahwa Toni bukanlah pelakunya. Toni sudah meminta maaf atas sikapnya beberapa waktu lalu. Melani menganggap Toni sebenarnya pemuda baik-baik. Tapi sesungguhnya alasan Melani itu tak lain adalah upaya untuk menghindar dari kejaran Deni.

Sementara itu ada orang yang diam-diam tidak suka kedekatan Melani dengan Toni. Siapa lagi kalau bukan Deni. Mata Deni dihiasi rasa cemburu setiap kali melihat keakraban Melani dan Toni. Bahkan dia sempat dibuat kecewa saat hendak menjemput Melani, tapi Melani tak mau menumpang mobilnya dan memilih membonceng motor Toni. Hati Deni diliputi marah dan gusar. Tapi Melani seperti tak peduli dengan kemarahan Deni. Dia melakukan semua ini juga demi menyelamatkan persahabatannya dengan Diah. Dia tak mau melukai hati Diah jika sampai tahu Deni diam-diam mencintai sahabat karibnya !

 

 

1
Andra
secara hukum melani tetap bersalah. dia memang berencana membunuh si pemerkosa dengan menyiapkan pisau dari rumah.

waktu mendapat telepon untuk datang ke hotel melani menyanggupinya dengan kesadaran penuh, padahal dia bisa memilih opsi untuk melapor ke polisi tentang posisi pelaku.

melani juga memberikan keterangan palsu mengenai wajah pelaku yang berimbas pada salah tangkap.
Andra
faktanya melani mempersiapkan pisau itu dari rumah memang dimaksudkan untuk membunuh.
Andra
biar bagaimanapun melani tetap bersalah. apalagi ada unsur pembunuhan berencana di sini.
Andra
berarti benar kalau lelaki bertato yang menyerang melani di toilet resto dan yang menyerang nina adalah manipulasi deni.
Andra
aku merasa kejadian ini hasil manipulasi deni saja. apakah denilah penjahat sebenarnya ?
Andra
kalau tidak yakin lebih baik bilang saja. tambah ruwet nanti kalau sampai salah tangkap orang .
Andra
apakah omongan deni masih bisa dipercaya mengingat reputasinya selama ini ?
Andra
terkadang, masyarakat kecil terpaksa main hakim sendiri. tanya kenapa ? 😥
Andra
jika masih ada jejak sperm di tubuh melani atau di pakaian dalamnya, bisa dilakukan analisis dna untuk mengungkap pelakunya.
Andra
dan selama hampir empat tahun, deni berhasil mengelabui diah.
Andra
kalau bekas kekasih berarti tidak selingkuh.
Andra
cek cctv kantor dan cctv gedung sekitar kantor
Andra
seharusnya bisa. karena kepolisian pasti memiliki tim cyber.
Andra
bukankah melani tidak memiliki saudara kandung laki2 ? 🤔
Andra
menghampiri diah
Andra
dikerucutkan saja berdasar ciri fisiknya.
Ibu Dewi
apa kata ku juga aku curiga sama si deni bener kan ayah ku dulu bekas sutra dara jdi sedikit bsnyaknya aku bisa menevak nya kan bukan so tspi aku sering menebak cerita yang rumit sll benar aneh aku juga
Ibu Dewi
toni kaya nya orang ny jujur biar pun sipatnya urakan tpi kaya nya dia bener2 mencintai melani jdi tidak mungkindia akan nenyakiti orang yng di cintai nya klo sku curiga sama deni klo rikco ts mungkinmelakuksn nyasedang ida itu pacarnya ida tida akan menyuruh pacarnya intuk mrmperkosa cewe lsin biar pun dia membenci melani ksn
Ibu Dewi
ko aku jdi curiga sama si deni y sial nya barusan nlp ke hp nya mel udah tau yang ngangkat diah dia jdi pura2 bilanh nya mau jemput gitu
Ibu Dewi
y betul harus nya itu baju buat barang bukti nnti ahir barang kali bisa jdi bukti untuk mengetahui siapa pelaku nya klo didimkan keenakan bisa2 dia mengulang lgi perbuatan bejat nya itu karena mel tida nencari tau malah diam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!