NovelToon NovelToon
Menantu Licik, Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Menantu Licik, Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:297.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Setelah dua tahun menikah, Laras tidak juga dicintai Erik. Apapun dia lakukan untuk mendapatkan cinta suaminya tapi semua sia-sia. Laras mulai lelah, cinta Erik hanya untuk Diana. Hatinya semakin sakit, saat melihat suaminya bermesraan dengan Dewi, sahabat yang telah dia tolong.
Pengkhianatan itu membuat hatinya hancur, ditambah hinaan ibu mertuanya yang menuduhnya mandul. Laras tidak lagi bersikap manja, dia mulai merencanakan pembalasan. Semua berjalan dengan baik, sikap dinginnya mulai menarik perhatian Erik tapi ketika Diana kembali, Erik kembali menghancurkan hatinya.

Saat itu juga, dia mulai merencanakan perceraian yang Elegan, dibantu oleh Briant, pria yang diam-diam mencintainya. Akankah rencananya berhasil sedangkan Erik tidak mau menceraikannya karena sudah ada perasaan dihatinya untuk Laras?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Tidak Boleh Menolak

Lagi-lagi, Briant tidak bisa memalingkan pandangan dari wanita cantik yang duduk anggun di hadapannya. Laras tampak menawan dengan pakaian kasual sederhana yang ia kenakan, ditambah kacamata yang terpasang rapi di wajahnya, membuat sosoknya terlihat semakin berkelas.

Briant tidak langsung menghampirinya. Ia membiarkan dirinya menikmati pemandangan itu sedikit lebih lama. Namun, ketika Laras yang sedang sibuk menunduk mendongak tanpa sengaja, tatapan mereka beradu.

“Hmm,” Brian berdehem kecil, pura-pura memperbaiki dasinya. Ia pun segera melangkah mendekat. Ia tahu, jika ia berdiri memandangi wanita itu terlalu lama, akan terlihat aneh.

“Pak Nugraha,” sapa Laras dengan senyum basa-basi, “aku hampir mengira Anda manekin yang dipajang di restoran ini.”

Brian terkekeh kecil. “Anda pandai bercanda, Bu Laras. Tapi melihat wanita cantik tepat di depan mata… rasanya semua pria akan bereaksi sama sepertiku.”

Laras menatapnya dingin. “Apa Anda sedang bercanda, atau justru mencoba menggoda saya?”

“Tolong jangan salah paham,” Briant menarik kursi lalu duduk. “Itu hanya lelucon. Jika menyinggung, saya minta maaf.”

Laras menghela napas panjang. “Saya sudah menikah. Jadi saya tidak suka ada yang mencoba menggoda saya.”

Briant menatapnya dalam, seolah mencoba menembus dinding yang Laras pasang. “Oh, saya yakin Anda pasti istri yang setia. Sayangnya…” ia berhenti sejenak, suaranya merendah, “Wanita seperti Anda justru menikah dengan Erik Wijaya, pria yang terkenal suka bermain wanita.”

Kalimat itu membuat Laras terdiam. Senyum pahit menghiasi wajahnya. “Ya. Saya memang istri setia. Setia sampai membuatku begitu bodoh.”

“Apa maksud Anda?” Briant bersandar, ekspresinya penuh rasa ingin tahu.

“Tidak. Aku tidak bisa menceritakannya.”

“Bu Laras, tolong jangan membuat seorang pria penasaran.” Senyum tipis muncul di wajah Briant. “Bagaimana kalau makan malam bersama? Saya yang traktir. Anggap saja kesempatan Anda untuk melampiaskan semua keluh kesah. Dan anggap saya… pendengar yang baik.”

Laras menatapnya tanpa ekspresi, lalu tersenyum tipis. Dalam hati berkata, mungkin Erik ingin memperbaiki hubungan mereka hanya karena rasa penasaran. Menyadari itu saja sudah cukup membuat hatinya sakit.

“Karena Bu Laras tidak menolak, saya anggap itu sebagai persetujuan,” kata Briant cepat.

“Oh, tidak. Jangan salah. Saya tidak bisa sekarang.”

“Itu berarti suatu hari nanti Anda bersedia?”

“Aku tidak berjanji,” jawab Laras datar, "Dan tolong jangan terlalu formal."

Briant tersenyum, “Baiklah. Aku akan menganggapnya sebagai hutang. Dan aku akan menantikannya.”

“Baiklah, hampir lupa.” Laras menambahkan dingin, “Jika makan malam denganmu, aku. akan membawa suamiku serta.”

Brian terdiam, lalu tertawa canggung. “Oh, benar. Kita memang sudah merencanakannya kemarin.”

“Setelah Pak Nugraha menandatangani proposal ini, kami yang akan mengundangmu makan malam. Anggap saja bentuk penghargaan atas kerja sama ini.”

“Baiklah,” Brian tersenyum menawan. “Aku menantikannya.”

Percakapan kembali bergeser ke pembahasan proposal. Sesekali, Briant masih mencuri pandang. Wajah Laras, aroma parfumnya yang manis, semuanya membuat pria itu semakin sulit mengalihkan pandangan.

Beberapa saat kemudian, mereka sampai pada halaman terakhir. Proposal itu hampir sempurna, hanya sedikit revisi kecil yang tersisa.

“Sekarang proposal ini sudah sempurna,” ucap Briant. “Kerja sama kita sebentar lagi akan resmi terjalin.”

Laras mengangguk. “Aku sangat senang. Terima kasih sudah membantuku memperbaikinya. Aku jadi merasa berhutang, Pak Nugraha.”

“Tidak perlu dipikirkan. Aku hanya membantu sedikit. Tapi kalau kau ingin membalas budi, mungkin suatu hari aku akan mempertimbangkannya,” jawab Brian dengan senyum samar.

“Terima kasih. Aku akan segera menyiapkan surat kontraknya dan menghubungimu nanti.”

“Aku tunggu,” balas Brian singkat.

Saat Laras membereskan berkas-berkas, Brian menambahkan, “Maaf kalau aku lancang. Aku dengar Pak Wijaya sedang keluar kota. Apakah beliau bisa menandatangani kontrak ini dalam waktu dekat?”

“Untungnya, dia sudah kembali,” jawab Laras cepat. “Jadi kau tak perlu cemas. Dialah yang akan menandatangani kesepakatan ini, bukan aku.”

Brian mengangguk. “Aku hanya memastikan, jangan salah paham.”

“Aku tahu.” Laras berdiri, membungkuk singkat. “Sekali lagi, terima kasih.”

Ia pun pamit pergi, Briant memandangi kepergiannya. Dia tak bisa memalingkan pandangan dari wanita itu. Seharusnya tak boleh dia lakukan, tapi dia tidak bisa menghentikan dirinya sendiri.

Laras kembali ke kantor untuk menyiapkan surat kontrak. Namun belum lama ia duduk, teleponnya berdering. Itu dari orang yang ia tugaskan untuk mengikuti Dewi.

“Bagaimana? Apa Dewi berhasil mendapat kerja sama dengan Pak Roby?” tanya Laras cepat.

“Sepertinya belum. Pak Roby tidak ada di tempat. Tapi… Dewi diminta datang ke suatu tempat nanti malam.”

Senyum tipis terbit di wajah Laras. Tepat seperti yang ia duga. Pak Roby hanya menginginkan satu hal.

“Baik. Ikuti dia. Cari tahu apa yang terjadi, dan pastikan aku mendapat semua yang kuinginkan. Jangan sampai dia tahu. Tidak seorang pun boleh tahu.”

“Baik, Nyonya.”

Laras meletakkan gagang telepon. Senyum licik merekah. Semua berjalan sesuai rencana. Sebentar lagi, Dewi akan terjebak dan jatuh seperti pengemis. Dan setelah itu, ia tak perlu lagi melihat wajah si pengkhianat itu.

Ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya. “Laras,” suara Erik terdengar di balik pintu.

Ia membuka, dan mendapati suaminya berdiri dengan ekspresi wajah dingin..

“Ada apa?” tanya Laras dingin. “Kalau kau menanyakan soal Dewi, aku tidak tahu apa-apa."

“Aku tidak perlu bertanya tentang Dewi. Dia pasti bisa mendapatkan kerja sama itu!"

"Lalu?” Laras bersedekap dada.

"Kenapa kau begitu lama bertemu dengan Briant Nugraha? Apa proposalnya belum selesai?” Suaranya dingin. Penuh dengan Rasa curiga.

“Kami membahas hal itu, Erik,” jawab Laras tanpa menatapnya. “Sekarang aku harus mempersiapkan surat kontrak. Aku ingin kau meluangkan waktu untuk bertemu dengannya. Aku berencana menjamunya makan malam.”

Erik menarik napas, ada rasa lega.. “Kau benar-benar bisa diandalkan. Baiklah, aturlah tempatnya. Kita akan menjamunya agar dia senang.”

Laras hanya mengangguk singkat, berharap suaminya segera keluar. Namun Erik masih berdiri, bahkan melangkah mendekat.

“Apa lagi?” Laras menatapnya sinis. “Kalau kau ingin menemui selingkuhanmu, pergilah. Jangan ganggu aku.”

“Laras…” suara Erik merendah. “Kenapa sekarang kau selalu memulai pertengkaran?".

"Tidak ada yang memulai!” Ucap Laras sambil berpaling.

"Jika begitu pergi denganku. Aku ingin kita makan siang bersama."

“Aku sudah makan bersama Pak Nugraha. Pergi saja sendiri.”

"Kau tidak boleh menolak ajakan suamimu!” Erik meraih tangannya lalu menariknya pergi.

"Tunggu Erik, aku sudah makan!"

"Sudah aku katakan kau tidak boleh menolak!" tidak peduli seberapa keras Laras memintanya untuk tidak memaksa tapi Erik tetap membawanya pergi.

Laras sangat kesal tapi dia tak berdaya. Dia terpaksa mengikuti Erik, menemaninya makan dan menahan diri untuk bersama dengannya sedikit lebih lama.

Semakin dilihat, justru semakin muak.

1
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
selamat Bryant n Laras/Alicia semoga kalian langgeng smpe kakek nenek n bahagia selamanya.
org yg sdh mencampakkan Laras pasti lagi nangis di pojokan Krn menyesal 🤣🤣
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
kirain Ratna di penjara berubah gt ternyata tetap sama, gila harta🤣
dia teriak karena sudah membuang berlian 🤣🤣
seharusnya Ratna tau selama ini yg membantu Erik maju siapa klu bukan Laras, dasar Ratna n Erik bodoh.
penyesalan emang datang nya belakangan 🤣🤣
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
ikutan mewek, ikut merasakan apa yg mereka alami, berpisah dg anak, baru ketemu sdh berpisah lagi 😭
mama Andien semangat, cepat sembuh yuuuk biar bs tinggal sama Alicia/Laras
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
Laras dilema semoga Laras bijak n mengerti keadaan ibunya. mama Andien cepat sembuh ya siapa tau mama Andien n papa Surya tinggal 1 rumah bersama Alicia/Laras di jakarta 🤗
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
semua orang tua pasti menangis bahagia ketika anak kandung nya yg hilang telah ada di depan mata, kalian layak mendapatkan kebahagiaan 🤗
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
ikatan ibu n anak sgt kuat, hasil test DNA hy "formalitas"
semoga keadaan mama Andien bisa lebih baik lagi
klu bisa Laras tinggal di Surabaya biar mama Andien cepat sembuh
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
nikmati "liburan" kalian selama di Surabaya isi dg kenangan buat kalian berdua 🤗
besok ibu andien pasti senang akan kedatangan Laras
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
semoga Laras bener2 anak pak Surya n ibu Andien, semoga mereka mendapatkan kebahagiaan yg sempat hilang dlm hidup mereka
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
ikatan batin antara ibu n anak begitu kuat, semoga mama Andien benar2 sehat ya tidak ada emosi yg terlalu kuat biar dokter mengijinkan pulang n bisa berkumpul dg Alicia/Laras
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
part mewek 😭😭😭😭
perasaan yg campur aduk, sedih terharu, penantian mama Andien tidak sia2, mama Andien kau hrs sembuh ya biar bisa berkumpul sama suami n anakmu
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
semoga ada keajaiban buat istri pak Surya yg adalah ibu dari Laras
Itin
always the best 👍🏼
balik lagi ke NT setelah sekian lama hapus aplikasi, dan langsung cari novel Mak yg belum dibaca...
Atmita Gajiwi
/Rose//Rose//Rose//Kiss/
Zenna Souw
😭😭😭laras'y baik bgt, pasti Krn ada ikatan batin antara ortu sm anak😭😭
Zenna Souw
OMG... jd mewek aq bc'y, sedih bgt cerita'y, ga kuat AQ jd'y😭😭😭
Zenna Souw
OMG.... jd banjir aq, ga tahan bc'y, cc Reni bikin aq mewek😭😭😭
Anonymous
N 🙏buuu
Anonymous
N 🙏buuu
Ikoh Jenggung
di sini udah ga ada yg action lg ka
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
semoga pemulihan hati Laras berjalan dg cepat jd bisa melangsungkan pernikahannya bersama Bryant
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!