NovelToon NovelToon
Kau Hianatiku Kunikahi Pamanmu

Kau Hianatiku Kunikahi Pamanmu

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Cinta setelah menikah / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan / Menikah Karena Anak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:224.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marica

Sakitnya dikhianati pria yang dicintainya, membuat Amanda Adelia menjadi frustasi, ia pergi ke club malam dan tidak sengaja tidur dengan seorang pria bernama Brian Marcelino Bramasta. Namun, tidak disangka-sangka pria itu justru paman dari mantannya, Reno Bramasta.

Bagaimana kisah mereka?

follow akun IG othor Marica-Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vera, sang Ibu angkat

Laju mobil yang ia tumpangi mulai melambat sebelum akhirnya berhenti sepenuhnya. Amanda keluar dari mobil setelah Roy membukakan pintu untuknya. Setelah kakinya menapak di tanah, ia langsung membuka masker yang sedari terpasang di wajahnya.

Sesaat ia menatap dengan teduh rumah masa kecilnya, rumah sederhana yang dijadikan sebagai panti asuhan. Terlihat beberapa anak sedang bermain di halaman rumah itu, berlari, dan tertawa tanpa beban. Hanya beberapa anak yang masih tinggal di tempat itu, sisanya sudah seusianya, mereka sudah meninggalkan tempat itu dan tidak diketahui keberadaannya.

"Kakak Amanda!"

Seruan itu membuat lamunan Amanda buyar, pandangannya beralih ke ujung halaman, ada sosok anak perempuan yang berlari ke arahnya. Tanpa peringatan anak perempuan itu menubruk perut Amanda dan langsung memeluk pinggangnya begitu erat. Tindakan anak perempuan itu membuat tubuhnya mundur beberapa langkah, napasnya pun tercekat sesaat. Rasa nyeri di perutnya seketika muncul, membuat Amanda meringis menahan sakit.

"Nyonya!" seru Roy dengan wajah khawatir. Dia adalah salah satu anak buah Brian yang tahu akan kehamilan nyonya mudanya itu. Roy ingin menghampiri Amanda, tetapi wanita itu menghentikannya dengan sebuah isyarat.

Tangan Amanda naik perlahan, menunjukkan telapak tangannya yang membuka, memberikan isyarat pada Roy jika dirinya baik-baik saja. "Nggak apa-apa," ucapnya pelan, meskipun napasnya masih tersangkut di sela rasa sakitnya.

Dengan gerakan lembut, Amanda menjauhkan tubuh anak perempuan itu dari perutnya seraya menghela napas. Amanda lantas melihat ke arah anak perempuan itu sambil menunjukkan senyumnya.

"Jangan berlari, nanti kamu jatuh bagaimana?" tanya Amanda sembari meringis menahan nyeri.

Anak itu mendongak, menatap Amanda penuh sesal. "Maaf, Kak."

"Nggak apa-apa," ujar Amanda dengan senyuman tulus, tangannya pun terulur untuk mengusap-usap rambut bocah itu. "Oh iya, ibu ada di dalam?"

"Ada, Kak. Ayo masuk!" ajak bocah itu.

Amanda mengangguk lalu berkata, "Kamu duluan. Nanti Kakak menyusul."

Anak perempuan itu mengangguk kemudian menjauh dari Amanda untuk bergabung bersama anak-anak lainnya. Sementara itu Amanda masih berdiri di tempatnya, ia segera menarik napas dalam-dalam untuk meredam rasa nyeri di perutnya, tangannya pun terangkat untuk mengusap-usap perutnya, berharap anak dalam kandungannya akan baik-baik saja.

"Anda tidak apa-apa, Nyonya?" tanya Roy khawatir.

"Ya, saya baik-baik saja," jawab Amanda lirih nyaris tak terdengar.

"Perlu saya panggil dokter?" tawar Roy.

"Nggak usah, ini udah mendingan," tolak Amanda disambut anggukan pelan oleh Roy. "Ayo masuk."

"Baik, Nyonya," sahut Roy.

"Oh iya, barang-barangnya." Amanda berhenti melangkah mengingat barang-barang yang ia beli untuk adik-adiknya.

"Biar saya saja yang membawanya," kata Roy. "Silahkan Anda masuk lebih dulu."

Amanda mengangguk pelan diikuti senyumannya, "Terima kasih, Roy."

Roy merespon perkataan Amanda dengan sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai tanda penghormatan.

Amanda mengayunkan langkah lebih dulu untuk masuk ke dalam panti. Kedatangannya langsung disambut oleh Vera, seorang wanita paruh baya yang merupakan pemilik panti dan ibu angkatnya.

"Ibu," ucap Amanda seraya memeluk Vera.

Vera dengan senyuman hangatnya membalas pelukan Amanda, tangannya pun bergerak naik turun di punggung anak angkatnya itu. Sesaat kemudian, keduanya sama-sama menarik diri dari pelukan itu.

"Apa kabar, Nak?" tanya Vera.

"Aku baik," jawab Amanda. "Ibu sendiri bagaimana kabarnya?" Amanda bertanya balik pada Vera.

"Ibu juga baik," jawab Vera.

Pandangan Vera lantas mengarah pada Roy yang baru saja masuk ke dalam panti dengan beberapa paper bag di tangannya. Keningnya mengerut, ekspresinya seolah penuh tanya.

"Selamat sore, Nyonya," sapa Roy seraya membungkukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan.

"Eh, ya selamat sore," balas Vera sedikit canggung.

Amanda melihat isyarat dari Vera, seolah bertanya tanpa kata. Ia tahu jika ibu angkatnya itu menginginkan sebuah penjelasan mengenai Roy.

"Dia Roy, Bu," kata Amanda.

"Pacar barumu?" tanya Vera membuat mata Amanda membulat seketika. "Lalu pria yang bernama Reno itu?"

"Bukan, Bu. Dia salah satu anak buahnya Brian," jawab Amanda.

Kening Vera kembali mengerut ekspresinya bertambah bingung. "Siapa Brian?"

Amanda menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, jawabannya justru menbuat situasinya bertambah rumit, ia bingung bagaimana menjelaskan keadaannya pada Vera. Di sisi lain ia ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada Vera, tetapi di sisi lain lagi ia masih takut, ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Vera nanti saat mengetahui kehamilannya.

"Amanda, Ibu tanya kenapa diam saja?" kata Vera dengan dahi yang yang dipenuhi kerutan.

"Maaf, Bu. Aku kayaknya kecapean jadi nggak fokus," dalih Amanda.

Ekspresi Vera berubah cemas, dengan segera ia mengajak Amanda untuk duduk. Tidak lupa memberikan Amanda teh manis hangat.

-

-

Keduanya kini tengah duduk di teras depan rumah, ditemani secangkir teh dan cemilan, mereka mengobrol sambil memerhatikan anak-anak yang masih bermain.

"Bu, aku bawakan pakaian untuk anak-anak. Aku juga sudah tranfer sejumlah yang ke rekening Ibu," kata Amanda.

Vera tersenyum, mengedipkan mata, serta mengangguk pelan, tetapi ada tatapan yang sulit untuk diartikan oleh Amanda. "Ibu sangat berterima kasih padamu, Amanda. Kamu masih memerhatikan kami di sini."

"Bu ..." Amanda mengenggam tangan Vera. "Ibu jangan merasa sungkan padaku. Aku juga anak Ibu, 'kan. Sudah menjadi tugasku ntuk membantu Ibu."

Vera mengangguk dan kembali tersenyum dengan tulus. "Kamu akan selalu menjadi anak Ibu sampai kapan pun. Tapi ..."

Perkataan Vera menggantung, ia menunduk sekilas dibarengi dengan helaan napas, ada sebuah perasaan yang tak bisa Vera jelaskan kepada putri angkatnya itu.

"Tapi apa, Bu?" tanya Amanda membuat Vera kembali melihatnya. Jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat, ia penasaran dan merasa takut dengan apa yang akan ibu angkatnya sampaikan selanjutnya.

"Sudah saatnya kamu juga memikirkan kehidupan kamu sendiri, Amanda," imbuh Vera.

"Maksud Ibu? Ibu nggak bermaksud untuk ngusir aku dari sini, 'kan?" tanya Amanda.

"Bukan, Amanda," sahut Vera. Wanita paruh baya itu menumpuk tangannya di atas tangan Amanda. "Maksud Ibu ... kamu sudah bertambah dewasa, kamu nggak mungkin terus menerus memikirkan kami di sini. Kamu juga harus memikirkan masa depanmu. Kamu sudah harus membangun keluargamu sendiri," kata Vera. "Kamu mengerti maksud Ibu, 'kan?"

Amanda mengangguk pelan masih dengan tatapan mengarah pada Vera. Sesaat ia mengingat sesuatu. Haruskan ia menceritakan hal yang sebenarnya pada Vera? Mengatakan jika sebenarnya dirinya telah menikah.

Suasana menjadi hening, Amanda tenggelam dalam kebingungan. Namun, setelah memikirkannya Amanda memutuskan untuk jujur pada ibu angkatnya.

"Bu ... " Panggilan Amanda berhasil memecah kesunyian.

"Ada apa, Amanda?" tanya Vera dengan suaranya yang lembut.

Amanda memberikan jeda sesaat untuk menjawab pertanyaan Vera. Ia menelan salivanya untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak mengering. Sebuah rasa takut masih menghalanginya untuk bicara. Namun, Amanda mencoba untuk mengumpulkan keberaniannya.

"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan sama Ibu. Tapi ... tunggu seseorang datang dulu ya," kata Amanda disambut anggukkan oleh Vera.

"Baiklah." Tangan Vera terangkat untuk mengusap pipi Amanda. "Ibu siapin makan malam dulu ya."

"Tunggu, Bu!" Amanda berseru membuat gerakan Vera terhenti. Wanita paruh baya itu pun seketika melihat ke arah Amanda. "Jangan siapkan makan malam. Aku sudah memesan makanan untuk kita semua."

Mulut Vera terbuka bersiap untuk merespon perkataan Amanda, tetapi klakson motor lebih dulu mendahului.

"Pas banget makanannya datang." Amanda beranjak dari tempat duduknya, mengayunkan langkah ke dekat kurir makanan yang baru saja datang.

"Adik-adik, tolong bantuin Kakak bawa makanannya ke dalam ya," pinta Amanda, suaranya begitu lembut, tetapi mampu membuat adik-adiknya patuh.

Bersamaan dengan itu sebuah mobil datang, Amanda mengenali mobil itu. Benar saja, Brian muncul dari dalam mobil, masih dengan penampilannya yang memukau.

Senyum membingkai di wajah Amanda saat Brian datang menghampirinya. Kehangatan langsung terasa di sekujur tubuh Amanda ketika Brian mengecup keningnya.

"Makan dulu. Ada yang mau aku omongin sama kamu," kata Amanda yang langsung dibalas anggukan pelan oleh Brian.

1
Fulayah Haddad
Bagus & keren Thor.........👍👍👍🤗🤗 Lanjut lg dong ditunggu double upnye...........👌🙏🙏🫰
Nice1808
Tamat kah thor cerita ini🤣
ig: Marica_Author: Terima kasih 😍😍😍
total 4 replies
Fulayah Haddad
Lama banget br update lagi Thor 🤨🤗🤗 ditunggu selalu double upnye jangan lm", lanjut lg dooong..........🥰👌👌🙏🙏🫰
ig: Marica_Author: woke. Othornya kemarin-kemarin sibuk. biasa bulan Juni🤣🤣🤣🙏
total 1 replies
Indriani Kartini
akhirnya up, makasih thor
ig: Marica_Author: Terima kasih kak udah setia menunggu. 🥰🥰🥰🥰.
total 1 replies
Indriani Kartini
kpan Thor up lagi dah kangen bngt
Indriani Kartini
Thor kpn up lagi dah kngen SMA Brian amanda
Agustina Tina
lama ga up KK
vania larasati
lanjut
Rahma Inayah
maksih Thor SDH double up .so sweet mmg Brian suami idaman
Rahma Inayah
apa GK takut Amanda pakai gaun sampe lengser gimn klu ke injek sendri or kesandung ngeri bayangaknnya ..🤭 slmt akan launcing baby boy Amanda yga akn menjadi pewaris Brian nntnya
ig: Marica_Author: udah diatur sama sutradara. nggak bakalan jatuh 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Rahma Inayah
namnya juga bumil klu kangen alasan anknya yg di jadikan kambing hitam nya .
ig: Marica_Author: 😁😁😁😁😁😁😁😁😁
total 1 replies
Rahma Inayah
good Brian hukuman yg pas utk sahsa apa yg dia perinthkn PD Amanda PD org suruhan nya berlaku pula PD sasha
Nice1808
mampus kau shasha digilir 5 laki2 bayaran mu itu, brian gk akan kasih ampun palagi kau menyakiti istri trcintanya🤣rasakan gmna takutnya amanda waktu mereka mau perkosa amanda itulah yg kau rasakan
ig: Marica_Author: terlalu kejam gak sih😄/Grin/
total 1 replies
Nice1808
Semoga ja yg di tabrak nya itu brian atau org lain yg akn menolongnya bukan Eric ataupun org bayaran sasha, Amanda trlalu bodoh percaya sasha mlh gk percaya brian. Dan knpa org suruhan brian yg ngikuti amanda gk menolongnya bego bngt itu, geram bngt😡
Rahma Inayah
makanya Amanda percaya PD Brian bjr kt Sasha km terlalu polos padahal SDH berkali klu Sasha berbuat jahat PD mu tp km TDK waspada .semoga aja Brian CPT menolong mu
Nice1808
moga orang2 suruhan brian yg mengikuti amanda dtg menolong klo gak habislah nyawa mereka oleh brian klo istrinya dan bayinya knpa2🤭
Nice1808
Moga aja amanda tidak dicelakai oleh shasa, dan shasa beneran berubah jd org baik🤭
Fulayah Haddad
Kok belum update" nih cerita novelnya, lanjut dooong......👌🙏🙏
Echy Izzafa
sakit jiwa sasha
rupanya hanya anak adopsi koq belagu banget🤣🤣🤣
Echy Izzafa
teman koq nyuri pacar sahabatnya dasar ga ada otaknya si jolie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!