Aaron Conan Drax, seorang pengusaha muda serta anak tunggal dari keluarga kaya yang terpaksa menikahi seorang wanita sederhana, Hayley Marshall, sebagai pengantin bayaran demi menyelamatkan hubungan dirinya bersama sang kekasih.
Namun, tidak di sangka jika kekasihnya berkhianat darinya. Aaron memilih untuk melepas dengan ikhlas, namun kini dirinya terjebak dengan perasaan yang membingungkan kepada istri bayarannya.
Aaron sudah kalah start, Hayley sudah menjatuhkan hatinya pada laki-laki lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah rekan bisnis Aaron.
Akankah kontrak pernikahan mereka berakhir begitu saja, hanya waktu yang akan menjawabnya.
Happy reading 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Private Party
Setelah kejadian malam itu, Hayley berusaha tetap bersikap biasa saja pada Aaron, hanya saja ia menjaga jarak dengan hati-hati.
Ada perasaan takut jika Aaron akan memaksanya untuk segera menyanggupi syarat dari orang tuanya, yaitu memberikan pewaris.
Pernikahan yang mereka jalani memang sudah sah secara agama dan negara, seharusnya Hayley berkewajiban untuk memberikan tubuhnya pada Aaron, namun gadis itu tetap pada pendiriannya, bahwa pernikahan mereka hanyalah kontrak, tidak lebih dari sebuah perjanjian hitam di atas putih.
Seperti biasa, sarapan bertiga di meja makan adalah hal wajib setiap harinya. Sudah hampir satu bulan Hayley melakukan pekerjaannya di kantor pusat, selain mengurus keperluan meeting yang akan Alex dan Aaron hadiri, Hayley juga biasa menemani kedua laki-laki itu ke acara-acara formal yang di adakan kantor.
"Nanti malam tuan Gio mengadakan private party di pulau miliknya. Kita akan datang, Alex," ujar Aaron memberi kabar di sela sarapan mereka.
"Tuan Gio?" Alex menatap Aaron sekilas, mencoba mengingat nama itu. "Oh, pengusaha kelapa sawit yang pernah mendatangi kita?" tanyanya.
"Ya, bahkan dia memberikan undangan khusus untuk kita. Kita harus datang demi menjaga hubungan kerja yang baik," imbuh Aaron.
Alex hanya manggut-manggut sambil menyelesaikan sarapannya. Bukan tentang pekerjaan dan hubungan kerja yang ada dalam pikiran laki-laki itu saat ingin menghadiri pesta, melainkan asiknya menikmati malam bersama banyak wanita dengan pakaian bikini mereka.
"Bagaimana? kau mau datang?" tanya Aaron.
"Tentu saja, aku tidak akan melewatkan kesempatan bersuka ria dengan para wanita," sanggup Alex sambil tersenyum riang.
Hal lain yang paling membahagiakan bagi Alex selain keuntungan bisnis adalah tentang wanita, apapun tentang pesta dan hiburan penari erotis selalu menjadi hal yang membuatnya bersemangat.
"Kau juga akan ikut, Hayley." Aaron melirik Hayley yang duduk tenang menyantap makanannya tanpa peduli obrolan mereka.
"Aku? kenapa aku?" tanya Hayley.
"Karena kita sepaket. Pasti itu jawaban Aaron." Sebelum Aaron menjawab, Alex lebih dulu mengatakan jurus andalan yang biasa Aaron sampaikan.
"Benar, bukan? sudah ku duga!" Alex tersenyum miring.
"Oke, dress code private party itu adalah tentang pantai, maka pakaian yang di kenakan juga harus sesuai. Kita tidak akan mempermalukan diri dengan memakai kostum yang salah," jelas Aaron.
"Apa? maksud kamu aku harus pakai bikini?" Hayley melongo. "No! aku nggak mau, enak aja."
"Kamu cari pakaian lain yang sesuai, tapi masih bertema pantai," tutur Aaron. "Pestanya diadakan malam hari, jadi usahakan pakai baju yang tidak terlalu terbuka," imbuhnya.
Sudah menjadi kebiasaan, Hayley akan ikut menghadiri pesta-pesta yang diadakan oleh rekan bisnis ataupun para pejabat tinggi demi kerjasama perusahaan. Aaron selalu membawa Alex dan Hayley kemanapun ia pergi, mereka seperti satu paket yang tidak bisa terpisahkan.
🖤🖤🖤
Karena nanti malam Hayley harus ikut menghadiri pesta dengan tema yang aneh, yaitu tema pantai malam hari, maka dia meminta izin pada Aaron untuk pulang kerja lebih awal, Hayley berniat pergi ke mall sebentar untuk mencari pakaian yang cocok.
Berkeliling mall sendirian membuat Hayley merasa frustasi, ia tidak suka memilih baju sendirian tanpa mendapatkan nasehat dari ahlinya, yaitu Breanda.
Lelah memilih dari satu toko ke toko lainnya, akhirnya pilihan Hayley jatuh pada baju yang tidak begitu cocok di pakai untuk pergi ke pantai, namun tidak terlalu buruk jika dia mencoba memakainya.
Baju bergaris biru putih dengan model pendek yang memperlihatkan sedikit pusarnya.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, ia langsung kembali pulang sebelum sore. Karena Aaron dan Alex mengajaknya berangkat pukul 4 sore.
"Baru pulang? udah dapet bajunya?" tanya Aaron yang sudah menunggu Hayley di ruang tamu.
"Udah, mau berangkat sekarang?" tanya Hayley.
Aaron mengangguk, lalu kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Alex sudah bersiap lebih awal, jika berurusan dengan pesta dan wanita, maka semangat laki-laki itu selalu berkobar, tidak peduli jam tayang yang akan diadakan.
Aaron dan Alex kompak memakai celana kain pendek dengan dalaman kaos polos, namun mereka membawa jaket sebagai cadangan jika cuaca pulau lebih dingin.
Sedangkan Hayley, dia sudah memakai pakaian yang ia beli di mall siang tadi, ia menguncir kuda rambutnya dan memoles lipstik merah terang di bibirnya.
"Hayley ... apa nggak masuk angin?" tanya Alex sok peduli.
"Bisa jadi, mau gimana lagi. Katanya tema pantai, ini lebih mendingan daripada pakai bikini," kilah Hayley yang di jawab anggukan oleh dua laki-laki di depannya.
"Oke, mari berpesta, yuhuuuu ...." Alex berteriak riang sambil berjalan menuju mobil.
Akhir-akhir ini Hayley dan Alex memang jarang bertengkar karena hal-hal sepele, meskipun sikap dan sifat Alex yang masih menyebalkan seperti sejak awal mereka kenal, namun sekarang Hayley lebih bisa menahan diri untuk tidak meladeninya, dan jurus itupun membuat Alex lama-lama menjadi bosan mencari gara-gara dengan Hayley.
Setelah perjalanan hampir satu jam menuju pelabuhan, akhirnya mereka mendapatkan giliran menaiki perahu boots yang sudah tuan rumah pemilik pesta siapkan.
"Kita harus naik perahu?" tanya Hayley ragu, ia sedikit takut dengan lautan.
"Iya lah, kalau kamu mau renang sampai ke pulau sebrang ya nggak apa-apa. nyebur aja!" sahut Alex, Hayley hanya meliriknya sekilas tanpa ingin meneruskan perdebatan mereka.
Perjalanan menggunakan perahu boots tidak lebih dari 10 menit, karena mereka sampai lebih awal, mereka bisa mendapatkan momen matahari terbenam di tengah pulau kecil yang sangat indah.
"Mari kita sapa tuan rumah," ajak Aaron.
"Oke!" Alex bergegas menyusul Aaron, sedangkan Hayley mengekor di belakang mereka.
"Pestamu sungguh hebat, Tuan Gio. Kami sangat tersanjung mendapatkan undangan khusus di pesta yang menarik ini," ujar Aaron berbasa-basi.
"Terimakasih sudah bersedia hadir, Mr. Aaron. Pesta ini diadakan atas permintaan putriku, Melanie. Dia sangat suka pantai," jawab Gio, laki-laki berperawakan tambun dengan usia hampir menginjak 60 tahun itu tetap terlihat awet muda.
"Melanie Rendra, artis cantik itu putrimu, Tuan Gio?" sela Alex, laki-laki itu selalu mengenal wanita cantik dari semua kalangan.
"Kalian saling kenal?" tanya Gio antusias.
"Ya, tidak cukup dekat," jawab Alex. "Tapi setelah pesta berakhir, aku yakin kami akan sangat dekat, Tuan Gio." Alex terkekeh, ia ingat saat dua bulan yang lalu bertemu dengan Melanie di sebuah bar, gadis itu merayunya berkali-kali untuk tidur bersama satu malam, namun Alex menolak karena sudah memiliki janji dengan wanita lain.
"Oh ya, siapa gadis cantik itu, Mr. Aaron. Istrimu?" tanya Gio menunjuk Hayley yang berdiri bingung di belakang Alex.
"Emm ...."
"Papa!" Suara seorang wanita muda yang berteriak dari dalam ruangan membuat Aaron tidak menjawab pertanyaan Gio.
"Oh, Melanie. Perkenalkan, ini Mr. Aaron dan saudaranya, Alex." Gio memperkenalkan, lalu Melanie menyalami Aaron, setelah itu memperhatikan Alex yang tidak sabar berjabat tangan juga dengannya.
"Hai, cantik. You look so sexy!" bisik Alex di dekat telinga Melanie. Benar saja, Melanie mengenakan bikini berwarna merah muda polos dengan renda di bagian dada, membuat jiwa lelaki Alex meronta-ronta.
🖤🖤🖤