(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26 - Melatihmu Berjalan
Keesokan harinya
Karena hari ini hari libur jadi Gian tidak masuk kekantor seperti biasa, pagi harinya gian selalu olahraga di ruangan yang sudah tersedia dimasion.
Setelah olahraga Gian ia pun kembali kekamar untuk membersihkan tubuhnya dari sisa sisa keringat sehabis olahraga.
Sehabis mandi dan memakai baju santainya ia pun segera turun untuk sarapan, disana terlihat Hilya dan Nurul yang sedang mengambil makanan untuk Hilya
"Selamat pagi" Sapa Gian sembari tersenyum pada Hilya, lalu ia pun duduk dikursinya dan mulai mengambil lauk pauk yang sudah tersedia.
"Selamat pagi juga"
Mereka pun makan bersama seperti kemarin tapi kali ini tidak ada obrolan disela sela makannya, mereka berdua hnya fokus pada makanan dihadapannya.
Sesudah makan Gian pun menyuruh Nurul pulang karena hari ini Gian sedang libur jadi ia yang akan menjaganya
"Kau pulang saja hari ini, aku yang akan menjaganya, nikmati hari libur mu"
"Baik kalau begitu... Tuan dan Nona saya permisi dulu" Nurul pun akhirnya pulang kerumah dan menikmati liburannya.
Setelah Nurul pergi kini tinggal Gian dan Hilya yang berada dimeja makan.
"Hari ini aku yang akan menjaga dan merawat mu, jika kamu butuh apa apa katakanlah padaku jangan sungkan"
"Baiklah... "
"Hari ini aku akan melatih mu untuk berjalan, ya... bisa dibilang seperti terapi"
"Memangnya bapak bisa?" Hilya sedikit ragu kalau Gian bisa melatih dirinya untuk berjalan.
"Iya aku bisa, lagipula aku sudah banyak melihat di yutub cara caranya"
Gian pun mendorong kursi roda Hilya menuju taman belakang, setelah itu ia pun membatu Hilya berdiri perlahan lahan dan menaruh kedua tangan Hilya di bahunya.
Perlahan namun pasti Hilya pun berdiri dibantu Gian yang memegang pinggangnya untuk mencegah bila mana Hilya kehilangan keseimbangan.
Gian mundur perlahan lahan yang masih memegang pinggang Hilya, Hilya pun mengangkat kakinya perlahan lahan untuk melangkah maju. Tapi itu benar benar sulit dilakukan.
"Ini sangat sulit... Aku tidak bisa"
"Kau pasti bisa Hilya... Kita baru saja memulainya"
Hilya pun mencoba mengangkat kakinya lagi dan akhirnya ia pun bisa melangkah sedikit sedikit meskipun hanya beberapa langkah saja.
Tapi tiba-tiba kakinya terasa begitu lemas dan Hilya pun kehilangan keseimbangan sampai ia pun jatuh kepelukan Gian.
"Aaaa....!!! "
Brukkk
Tatapan mereka saling bertemu dalam beberapa saat, saling menikmati tatapan itu satu sama lain, apalagi Gian merasa ada sesuatu yang menonjol dari Hilya yang membuatnya mematung membiarkan dua gundukkan sintal itu menempel saat mereka tidak sengaja berpelukan.
Namun satu titik kesadaran dari mereka langsung memutuskan tatapan tersebut.
"Ma... maaf tiba tiba kakiku lemas"
"Tidak apa.. apa kau masih sanggup melanjutkannya?"
"I.. iya a.. aku masih sanggup"
Mereka pun melanjutkan latihannya sekitar satu jam diselingi istirahat, dan mengakhirinya setelah dirasa Hilya sudah mulai bisa melangkah beberapa saat meskipun masih harus dibantu seseorang.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seseorang yang melihat mereka dan mengepalkan tangannya menahan emosi yang membara, siapa lagi jika bukan Rika? si pembantu genit yang suka mencari perhatian tuannya.
"Cih.. Lihatlah sekarang dia begitu tidak tahu malu, pasti dia sengaja memanfaatkan kelumpuhan nya untuk bisa berdekatan dengan Tuan Gian. Benar benar wanita murahan" Rika pun menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan dua insan yang sedang duduk di taman belakang.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe