Novel ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis cantik bernama Vania Angelista.
Dia yang terjebak cinta antara sang mantan kekasih dimasalalu nya dan dengan orang yang di jodohkan dengan nya.
Bagaimana cara Vania Angelista menghadapi hidupnya ketika harus menerima perjodohan, namun hatinya masih dimiliki oleh seseorang di masa lalunya....?
Dan apa yang akan dilakukan seorang Vania Angelista, ketika dirinya mulai merasakan cinta pada pria yang telah dijodohkan dengannya namun tiba-tiba sang mantan kekasih muncul kembali menjelang hari pernikahan nya.
Siapa pula yang akan Vania pilih diantara dua cinta yang hadir di dalam hidupnya
Siapakah sebenarnya cinta sejati Vania Angelista...?
Apakah sang mantan kekasih dimasalalu nya, atau justru pria yang telah dijodohkan dengannya.?
Temukan jawabannya di novel TAKDIR CINTAKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Happy reading 🤗😘
🌷🌷🌷🌷
Keesokan paginya, Aditya melakukan rutinitasnya di setiap weekend. Dirinya selalu rutin berolahraga untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuhnya.
Aditya yang tengah sibuk melakukan gerakan push up, dikejutkan oleh kehadiran Andre didekat nya.
“Hay bro.!!” eapa Andre.
“Eeh... Lo, gue pikir siapa,” ujar Aditya.
“Tumbeng lo, pagi-pagi udah kesini," lanjutnya menyudahi gerakan push up nya, lalu duduk dan meraih botol air mineral dan meminum isinya.
“Gue kesini bawa mobilnya Vania, habis gue mau bawa ke rumahnya tapi kagak tau alamatnya, jadi gue bawa aja kesini,” ucap Andre yang ikut duduk disamping Aditya.
“Emang mobilnya udah beres dibenerin,” tanya Aditya.
“Iya udah beres, makanya gue pagi-pagi dateng ngambil terus gue bawa kesini deh,” jawab Andre.
“Ada kesempatan ini, ketemuan sama dia,” pikir Aditya.
“Oke deh, ntar gue sendiri yang anterin ke rumahnya,” ucap Aditya
“Gue ngikut dong,” ujar Andre
“Lo nggak usah ikut deh, Ndre.” larang Aditya.
“Yang ada lo bikin rusuh lag,i” sambungnya. Andre mengerucutkan bibirnya karna kesal, Aditya melarangnya ikut.
Batal sudah rencana Andre untuk ikut bertemu Vania, padahal dirinya sudah bersiap-siap agar dirinya tampil keren di depan Vania.
Bukan bermaksud untuk mencoba merebut calon tunangan sang sahabat, Andre memanglah tipikal pria yang suka tebar pesona jadi wajar saja jika dia sangat bersemangat bertemu Vania, karna kesempatan berkenalan dengan wanita cantik tak akan iyya lewatkan, meskipun hanya untuk menjalin pertemanan.
“Lo nggak usah kek gitu deh Ndre, kagak ada sexy-sexy nya tuh bibir, lo monyong-monyonging gitu,” cibir Aditya.
“Aish..., Lo emang cuma bisa nyela gue doang, Dit.” ujar Andre.
“Kan gue, emang paling seneng kalo liat lo menderita, rasanya gue bahagia banget”canda Aditya.
“Nggak ada akhlak emang lo jadi temen,” sahut Andre
“Enak aja lo, gue akhlak nya baek ye, gue ini baik hati dan tidak sombong,” balas Aditya, Andre memutar bola matanya malas.
“Iya, lo nggak sombong, tapi angkuh,” timpalnya.
“Angkuh dari mananya sih,” ujar Aditya.
“Itu lo nggak pernah tanggepin cewek-cewek yang ngejar-ngejar lo, kalo bukan angkuh, itu apa namanya,” ucap Andre.
“Itu beda lagi ceritanya pea,” sahut Aditya.
Sudah jadi kebiasaan Aditya dan Andre berdebat dalam candaan, saling menyela satu sama lain, namun tak memantik api pertikaian diantara mereka.
“Permisi tuan..!!” ujar seorang pelayan memasuki ruang olahraga milik Aditya.
“Kenapa? Bik,” tanya Aditya.
“Ditunggu sama nyonya besar hnruk sarapan bersama,” ucap pelaya tersebut.
“Baiklah Bik, sebentar lagi kami kesana.!” ucap Aditya.
“Kalo begitu saya permisi tuan muda”ucapnya seraya berlalu pergi.
🌷🌷🌷🌷
Kini Aditya dan kedua orang tuanya dan juga Andre yang ikut serta berkumpul di ruang makan dan melakukan sarapan bersama.
“Dit, nanti malam kamu jangan kemana-mana, kita akan pergi ke rumah Vania untuk membicarakan perihal perjodohan kalian,” ucap Bu Giska.
“Bila Vania menerima dijodohkan dengan mu, maka kita akan melakukan pertunangan di malam itu juga,” sambung Pak Baskara.
“Secepat itu, Pa.” tanya Aditya.
“Yah! Lebih cepat lebih baik,” jawab pak Baskara.
“Kamu tenang aja, Nak. Pilihan kami in shaa allah, yang terbaik buat kamu,” ucap Bu Giska.
“Bukan itu yang Adit pikirkan Ma, aku cuma nggak mau Vania menerima perjodohan ini karna terpaksa,” ujar Aditya.
“Justru dari itu, kami memberikan waktu sama kamu untuk meluluhkan hatinya sebelum hari pernikahan kalian tiba,” ucap Pak Baskara.
“Baiklah, Pa.” Adit mengangguk setuju akan keinginan sang ayah.
Mungkin ini memang yang terbaik, toh masih ada waktu untuk membuat Vania jatuh hati padanya, toh kalo memang jodoh maka Vania akan mencintai dirinya.
🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE dan KOMENTAR serta VOTE sebanyak-banyaknya.
Mohon beri RATE ya....😅
@Fatimah_AF22
ini sudah tahun 2021 lho Thor
aku mampir dan membawa like.
ditunggu feedbacknya di " A Falling Memory 2"
mari saling mendukung
Salam dari
🌹 "Infinity" (teenlit)
🌹 "Ve" (mystery thriller)
🌹 "Aku Bukan Pelakor" (romance)
mampir dan baca kisah ku juga ya dalam
HIDUPKU BERSAMA CEO
&
I LOVE YOU
yuk mampir di cerita novelku😉🤗
Salam, CINTA SANG JUITA