Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Broken Ties
Kemaren kan hari Minggu. Billby ada kelas masak gak?" Tanya Xelín sambil memainkan rambut billby yang duduk di sebelahnya.
Saat ini billby,jiza dan dua teman jiza sedang bersantai ria di sofa ruang tengah.
Billby mengangguk "ada.. billby bikin.. bikin apa coba?" Tanya billby balik sambil menaikkan dagunya sekilas
Levi yang duduk di kiri billby itu bergumam "mmm.. apa ya? Pasti kue yang ada tepungnya kan?" Balas Levi yang tampak sekali kalau ia malas berfikir
"Aunty tebak billby bikin croissant. Kalo gak kue tart" timpal xelin
Billby menunjuk xelin dengan wajah terkejut "dari mana aunty tau?"
Xelín terkekeh "terakhir aunty ke sini billby cerita kalau kelas masak berikutnya mau bikin croissant kalo gak kue tart. Jadinya kemaren billby bikin apa?"
"Oh.. kemaren billby bikin kue tart. Tunggu ya.. billby ambil hp billby dulu di kamar di situ ada videonya" tanpa menunggu jawaban Levi Dan xelin billby sudah lebih dulu meninggalkan mereka berdua sambil berlari menuju kamar nya yang ada dilantai dua.
Tidak sampai satu menit, billby sudah kembali sambil membawa benda gepeng pink nya di tangan. Napas gadis itu tak beraturan.
Xelín menarik tangan billby untuk duduk "haduhh.. gak usah lari lari.. kita tungguin kok.. kita gak kemana mana"
Levi mengambil air lalu menyodorkan nya untuk billby "nih.. minum dulu"
Billby mengangguk "terima kasih" setelah nya billby menenggakair yang di sodorkan Levi tadi sampai tandas
"Mana?" Tagih levi setelah billby usai membasahi kerongkongan nya
"Tunggu" billby langsung mengutak-atik hp nya lalu menunjukkan sebuah video yang berdurasi 7 menit "nih"
"Tapi, aku cuman buat kue nya.. yang nge hias bukan aku"tutur billby saat Levi Dan xelin fokus menonton video tersebut
Di pertengahan video, Xelín menunjuk hp billby yang masih memutar video berdurasi 7 menit itu "lah.. ini kamu iku ngehias kok" timpal billby dimana ia melihat billby sedang mengolesi kue nya dengan cream.
"Cuman sedikit.. sisanya ya chef-nya itu" balas billby jujur membuat keduanya mengangguk paham
Setelah usai menonton video tersebut jiza menyodorkan tangannya. Levi yang paham langsung memberikan hp billby. Billby tersenyum senang melihat mamanya yang tampak tertarik dengan kegiatan nya
•••
"Gimana kabar kamu?" Tanya Jack pada jiza yang baru mendapat waktu untuk ngobrol berdua.
Ngobrol? Semoga saja beneran ngobrol. Bukan ribut yang tak berujung seperti biasa nya
Jiza mendengus malas "Abang nanya itu setiap hari"
Ya, Jack memang selalu menanyakan kabar adiknya itu melalui WhatsApp jika jiza tidak di rumah
Jack menatap jiza yang tampak begitu malas untuk berinteraksi dengan nya. Bahkan jiza enggan menatap nya. Hmmmh, padahal dulu mereka sempat menjadi adik kakak ter manis di dunia. Tapi, sekarang..
Kalau boleh jujur jiza memang sangat malas untuk berbicara dengan Abang nya ini. Karena sudah pasti yang keluar dari mulut Jack hanya omelan membosankan yang itu-itu saja. Sudah persis seperti emak emak. Belum lagi menyuruhnya ini itu. Melarangnya untuk gana Gini. Akhhh. Lelah
siapa juga yang mau diatur sebegitunyaa? Yang lebih membuat jiza kesal adalah bahkan Mama Dan papa nya saja tidak se ribet Abang nya. Huftttt, tapi sebenarnya jiza sendiri sih yang bikin Jack se posesif itu.. mana billby kena imbasnya pula
"Kamu gak punya pacar kan?" Tanya Jack yang membuat jiza ingin berteriak karena frustasi
Mulai.. mulai.., itulah batin jiza saat ini
Kini jiza mengangkat pandangan nya menatap Jack dengan tatapan menantang "kalau punya kenapa?"
Jack mengetatkan rahangnya mulai emosi. "Abang gak ngizinin kamu buat pacaran jiza! Abang dah bilang kamu gak boleh pacaran! Kalo kamu mau punya cowo langsung nikah aja. Tapi, bukan dengan cowok pilihan kamu tapi pilihan Abang" ujar Jack dengan nada tinggi
Jiza berdecih sinis "gak usah ngatur aku.. Abang bukan siapa siapa. Lagipula emangnya Abang mau nikah sama cewek pilihan aku bukan pilihan Abang?"
Jack menatap jiza tanpa ekspresi "Abang gak bodoh kayak kamu jiza.. Abang bisa nyari istri sendiri. Kalau kamu nyari pasangan sendiri. Gak tau apa jadinya" balas Jack dengan nada rendah tapi, kelam
"Lagian aku gak bilang mau nikah"
Jack mengangguk "kalo gitu jangan pacaran"
"Suka suka aku"
"Ji-za!" Bentak Jack kepalang emosi.
Justru jiza tersenyum miring karena berhasil membuat Abang nya darah tinggi. Walaupun dulu Jiza sangat menyayangi Abang nya. Tapi, saat ini kalau di tanya apakah rasa sayang nya masih sama? Atau setidaknya apakah masih ada rasa sayang yang tersisa? Dengan tegas dan jelas jiza akan mengatakan kalau ia sama sekali tidak perduli lagi dengan Jack. Apalagi sayang. Bahkan jiza berani untuk mengatakan kalau ia membenci Jack. Iya.. benci.
Jack lah yang membuat hidup nya jadi kosong seperti ini. Jack sudah memisahkan dirinya dengan kekasih masa kecil nya. Tapi, Jack tampak tidak perduli dengan perasaan Jiza. Kalau begitu untuk apa Jiza peduli dengan Jack?
"Udah.. udah.. masa setiap pulang berantem" lerai bolivia yang sudah pasti di acuhkan oleh keduanya
"Kenapa kamu gak bisa di atur sih? Sama sekali" tutur Jack yang tampak lelah.
"Karena aku benci sama Abang" balas jiza frontal
Yang sakit hati justru Bolivia. Siapa sih yang mau melihat anaknya saling bertengkar? Bahkan membenci?
Bolivia menatap mereka dengan tatapan sendu. Lalu pergi meninggalkan kedua nya. Karena ia tidak tahan melihat keributan seperti itu
"Terserah.. tapi, yang harus kamu ingat. Jangan sampe Abang liat kamu punya cowok." Ancam Jack yang tampak sangat serius. Jack tidak hanya takut kalau kalau jiza bertemu dengan cowok brengs*k yang akan mempermainkan nya.
Tapi, karena jiza sudah jebol Jack takut kalau adiknya itu ber mudah mudahan dalam urusan seks. Jangan sampe adiknya terjerumus pergaulan bebas seperti itu.
"Abang akan paksa kamu buat tinggal di rumah. Dan gak akan Abang kasih kamu akses buat keluar sama sekali" tambah Jack
"Crazy" sinis ji-za
"Lagian daripada kamu sibuk pacaran sama cowok gak jelas. Lebih baik kamu ngabisin waktu di rumah buat billby kan? Kamu gak kasian dia dari lahir gak ada bapak nya? Terus ibunya masih terlalu muda untuk jadi orang tua yang akhirnya dia gak merasakan sosok itu" oceh Jack panjang lebar yang membuat jiza eneg. Apakah abangnya tidak bosan mengulang ulang kalimat itu setiap mereka bertemu? Jiza yang mendengar nya saja sudah sangat bosan
"Kan Abang sendiri yang bikin dia gak ada bapak nya. River mau kok tanggung jawab. Jadi bukan salah aku, tapi, salah Abang yang bikin dia pergi" balas Jiza
Jack tertawa seperti orang jahat "ini sama sekali gak ada hubungannya sama si bajing*an itu. Lagian masih mending Abang biarin pergi. Bukan Abang bunuh. Inget ya! Sampai kapan pun Abang gak akan biarin cowok kayak dia masuk ke keluarga kita"
Aaaaaaaa!
Baru saja Jiza hendak membalas ucapan abangnya, namun tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat melengking dari kamar billby.
Padahal Jack dan jiza ada di lantai satu sedangkan kamar billby ada di lantai dua. Mana pintunya ke tutup lagi. Tapi, kenapa suaranya sejelas itu
Apa yang terjadi?Setelah mendengar teriakan billby, Jack dan jiza sempat bertatapan sebentar dengan raut panik. Lalu segera berlari menghampiri sumber suara
Kamar billby
Saat mereka sudah tiba di depan kamar billby. Bersamaan dengan itu yang lain juga ada di sana dengan ekspresi yang sama.
Panik
BRAK!
Tanpa ber lama lama Jack langsung membuka pintu kamar billby dengan sekuat tenaga
Ia segera masuk bersama yang lain dengan Ter Gesa gesa. "Kamu kenapa?" Tanya Jack sambil mendekati gadis kecil itu yang sedang meringkuk di atas kasur sambil memakai selimut
"Jangan deket deket.. jangan.. jangan kesini.. jangan" billby menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang begitu ketakutan seolah ia baru tertimpa hal yang buruk. Gadis itu semakin merapatkan selimutnya seperti sedang mencari perlindungan
Jack menghentikan langkahnya dengan bingung
Lalu bolivia menimpali "billby kenapa sayaangg?" Tanya Bolivia lembut. Sangat kontras dengan wajahnya yang berantakan. Sebenarnya sama dengan Jack, ia ingin mendekati cucunya, mengelus, memeluk dan menenangkan nya. Tapi, ia tahan karena billby tampak sangat takut untuk di dekati
Tiba-tiba angel muncul dengan Ter gopoh gopoh. Lalu menerobos kerumunan hingga ia dapat melihat cucunya yang sedang menangis "billby kenapa? Nenek denger tadi billby teriak. Billby kenapa?" Angel hendak menghampiri billby. tapi, lengannya di tahan sama bolivia
"Aku.. aku kayak nya hamil deh.."